
"ya sama-sama dek jgn sungkan anggap aja kk rain kakak Deby jga " ucap ku membalas pelukan Deby
"gini ya rasa nya punya kakak perempuan lebih asik dari pada kakak laki-laki apa lgi bang ervan dingin banget kayak freezer " ucap Deby melirik ervan yang baru saja datang sambil melepaskan pelukan nya
"siapa yg di bilang freezer ? " tanya ervan dengan tatapan tajam pada Deby
"yg ngomong tuh" jawab Deby sedikit ketus pada ervan
"Deby nggak boleh kayak gitu sama bang ervan nya nggak baik dosa tau " ucap ku lembut sambil mencolek hidung Deby sedari tersenyum
"ya deh kk, bang ervan Deby minta maaf" ucap Deby meminta maaf pada ervan sedangkan ervan hanya diam memperhatikan gelas yg ad di depan deby dan aku
"siapa yg bikin coklat panas itu? " tanya ervan pada Deby menunjuk gelas yg berisi coklat panas dengan lirikan matanya
"kk rain yg bikin, bang ervan mau nanti kk rain yg bikinin" ucap Deby yg di angguki oleh ervan yg langsung duduk pas di samping ku
aku beranjak dari tempat duduk ku langsung membuat ervan setelah itu memberi kan nya pada ervan
"hoam Deby ngantuk kk, Deby kekamar dulu ya kk " ucap Deby beranjak dari tempat duduk menuju kamar nya dgn sesekali memguap karena ngantuk
kini hanya ada aku dan ervan kami berdua sama sekali tak berbicara satu sama lain jantung berdegup kencang saat ada di dekat nya membuat salah tingkah sendiri..
"sa_saya du_duluan ke_kamar" pamit ku hendak pergi namun ada tangan yg menahan ku
"kenapa buru-buru gugup ya " ucap ervan meledek ku sedangkan aku hanya diam tak ingin berdebat dengan nya
"bukan urusan mu " ucap ku menghempaskan tangan ervan dengan sedikit kasar
"coklat panas enak setiap sebelum tidur kau harus buat ku coklat panas seperti ini dan membuat susu di pagi hari sebelum sarapan untuk ku " ucap nya membuat ku menghentikan langkah dan berbalik pada nya
"saya tidak mau membuat kan nya untuk " tolak ku tegas dengan menatap tajam ervan
__ADS_1
ervan beranjak dari tempat duduk mendekati ku dengan tatapan yg tak bisa di artikan membuat ku sangat takut
"ma_mau a_apa kau? " tanya ku gugup yg terus mundur tapi naas langkah terhenti karena tembok
si@lan knp ada tembok ini duhh aku sangat takut batin ku ketakutan
"menurut mu saya mau apa? " tanya nya dengan senyum miring meremehkan orang
"sa_saya ti_tidak tau kau mau apa" jawab ku semakin gugup
ia terus maju mendekati sehingga jarak kami hanya beberapa centi membuat ku sangat gugup di campur takut karena aku tak pernah berdekatan dengan laki-laki mana pun sedekat ini
"ba_baik lah saya akan menuruti mau " ucap ku sambil menutup mata ketakutan
" coba dari tadi ngomong nya jadi saya tak harus seperti ini"ucap nya berlalu pergi meninggalkan ku yg mematung karena masih shock dengan kejadian tadi
💦💦💦💦
semua telah siap di meja makan untuk sarapan aku menyajikan makan yg telah ku masak untuk semua dan memberikan susu kepada ervan
"tumben abang mau minum susu selain bikinan mommy" ucap mommy Mia bingung melihat sang putra
"ya nggak pa pa mom dan mulai hari ini rain akan yg akan menyiarkan semua keperluan ku" ucap nya santai seperti tak ada beban sedangkan aku ter panjat kaget mendengar nya
"kamu apa-apaan ervan, rain di bukan sebagai pembantu yg bisa kamu suruh-suruh kamu jgn seenaknya begitu kasihan rain " ucap mommy Mia yg marah kepada ervan
"bener kata mommy bang ervan seenaknya sama kk rain dong " ucap Deby membenarkan ucapan mommy Mia
"sudah mommy, Deby rain nggak pa pa kok, mulai hari saya akan menyiapkan semua nya " ucap ku berusaha menengahi semua walaupun aku sendiri bingung harus menanggapi nya seperti apa antara senang bisa berdekatan dengan ervan dan khawatir jika ervan hanya ingin mengerjai ku saja
💦💦💦💦💦
__ADS_1
aku sudah sampai di sekolah lebih pagi dari biasa aku duduk di dalam kelas sambil menulis puisi di buku harian ku
dorr
"diana bawel nya minta ampun" kaget ku sambil melepas pena ku arah belakang
"awsss sakit kepala ku rain gara-gara kamu " ucap tiara meringis kesakitan sambil mengelus kepala nya kena pena yg ku lempar tadi
"aku nggak bawel rain kok di bilang bawel sih " ucap diana tak Terima karena ku bilang dia bawel
"hehe maaf tiara, diana nggak sengaja " cengir ku kepada dua sahabat ku
"hmm ya deh lagian kita juga yg salah bikin kamu kaget " ucap tiara duduk di samping ku di ikuti oleh diana
"lagi apa rain dari tadi kita perhatiin kamu dari fokus banget? " tanya diana melihat buku di hadapan ku
"lagi buat puisi untuk lomba Minggu depan siapa tau menang kn lumayan uang nya " ucap ku pada keduanya
ya memang aku mengikuti lomba baca tulis puisi tingkat sma karena hanya ini yg bisa ku lakukan untuk diri ku sendiri, hanya ini bakat yg ku punya. semua orang memandang ku rendah tak memiliki harga diri karena aku bukan seperti mereka yg berasal dari keluarga kaya aku harus berjuang mati-matian untuk bersekolah di tambah nilai ku selalu terendah membuat ku selalu menjadi bahan olokan teman teman-teman sekolah ku beruntung nya aku masih memiliki sahabat seperti tiara dan diana yg selalu ada untuk sejak kami pertama bertemu dulu, aku menyayangi mereka seperti saudara ku sendiri mereka salah satu penyemangat ku...
"kamu knp rain kok sedih? " tanya tiara pda ku melihat air mata ku yg tiba-tiba keluar
"nggak pa pa aku cuma merasa beruntung aja memiliki sahabat seperti kalian berdua yang masih mau bersahabat dgn ku yg hanya gadis miskin dari kampung di tambah lagi nilai selalu aja terendah tapi kalian selalu ada untukku, terimakasih untuk semua ketulusan yg kalian berikan pada ku aku sayang kalian berdua " ucap ku dgn berlinang air mata
"hiks hiks kamu dan tiara adalah orang baik nggak kayak yg lain mereka mendekati ku karena uang tapi nggak dgn kalian itu knp aku mau bersama dgn kalian" ucap diana menangis terisak
"aku juga sama aku sayang kalian berdua " ucap tiara sama seperti yg menahan air mata
"rain, tiara, diana akan selalu bersahabat selama nya walaupun kita udah tua nanti " ucap kami bersamaan sambil berpelukan
...𝖘𝖆𝖍𝖆𝖇𝖆𝖙 𝖞𝖆𝖓𝖌 𝖘𝖊𝖏𝖆𝖙𝖎 𝖙𝖆𝖐 𝖒𝖊𝖑𝖎𝖍𝖆𝖙 𝖉𝖆𝖗𝖎 𝖘𝖎𝖘𝖎 𝖐𝖊𝖐𝖚𝖗𝖆𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖆𝖙𝖆𝖚 𝖐𝖊𝖑𝖊𝖇𝖎𝖍𝖆𝖓 𝖘𝖆𝖍𝖆𝖇𝖆𝖙 𝖓𝖞𝖆 𝖙𝖆𝖕𝖎 𝖒𝖊𝖑𝖎𝖍𝖆𝖙 𝖉𝖆𝖗𝖎 𝖍𝖆𝖙𝖎 ...
__ADS_1