
"gimana bang enak nggak masakan kk rain" tanya Deby pada ervan yg baru saja menyuap makanan nya
"hmm lumayan " ucap nya setelah itu melanjutkan makan nya dalam diam
aku sangat bahagia mendengar nya walaupun bukan sebuah pujian dari nya tapi itu sudah lebih dari cukup bagi ku setidaknya ia mau makan masakan ku.
selesai makan malam kami berkumpul di ruang keluarga bersama yg lain nya, aku duduk satu sofa dengan mommy Mia dan dan Deby posisi ku pas di tengah-tengah mereka sedang ervan duduk di sebrang ku kami berhadapan...
mommy Mia dan Deby sangat baik pada ku walaupun aku termasuk orang lain tapi disini aku di anggap seperti keluarga mereka..
"rain mommy dengar kamu kerja di kantin sekolah mu " ucap mommy Mia membuka pembicaraan
"ya mom aku kerja di sana " ucap ku menganggukan kepala
"knp harus kerja lebih baik kamu fokus sekolah aja mulai besok kamu berhenti bekerja biar biaya sekolah mommy sama daddy yg tanggung" ucap mommy Mia pada ku
"Mommy aku kerja itu buat meringankan beban bapak dan ibu dan juga aku nggak mau merepotkan mommy dan daddy " tolak ku halus aku sama sekali tak mau merepotkan mereka
"daddy nggak mau ada penolakan rain kamu harus berhenti bekerja kamu harus fokus sekolah" ucap daddy dion dgn penuh penegasan mau tak mau aku mengikuti kemauan daddy dion dan mommy Mia
skip keesokan harinya
aku sebelum subuh telah bangun membersihkan kamar ku dan keluar kamar menuju kamar mandi tapi saat bersamaan ervan juga keluar dari kamar nya
"ka_kamu mau mandi? " tanya ku gugup berdekatan dengan nya jantung berdetak kencang tak beraturan
"hmm " ucap nya berlalu pergi meninggalkan ku masuk kamar mandi
tak berapa lama ia keluar dgn rambut yg basah aku terpanah melihat ia bak pangeran berkuda putih sungguh rasa nya mata ini tak ingin lepas memandangi wajah tampan nya
aku langsung masuk kamar mandi bergegas untuk solat subuh abis solat subuh membuat sarapan untuk semua
setelah memasak sarapan untuk semua aku pergi ke kamar ku langsung menyiapkan keperluan sekolah ku dan turun ke meja makan untuk sarapan bersama ternyata semua telah berkumpul untuk sarapan
"pagi kk rain " ucap Deby tersenyum padaku ia telah siap dengan serangan SMP nya
__ADS_1
"perasaan tadi mommy nggak masak buat sarapan deh kok tiba-tiba udah ada makanan di meja" ucap mommy Mia bingung melihat makanan yg telah tersedia sedangkan aku hanya tersenyum melihat
"tadi selesai solat rain langsung masak mom " ucap ku menjelaskan pada mommy dan yg ada di sana membuat mommy terkejut sekaligus bingung dgn ku
"serius ini semua kamu yg masak " ucap mommy Mia tak percaya
"iya mom" jawab ku tersenyum
"dan buat Deby kakak udah siapin bekal biar nggak makan sembarangan di sekolah" ucap ku memberikan kotak bekal pada Deby
"wahh makasih kk rain ku yg paling baik nggak kayak bang ervan kayak kutub utara" ucap Deby mengambil kotak bekal yg ku berikan sekaligus memeluk sambil melirik ervan sinis
"ya sama-sama jgn lupa di makan ya " ucap ku pada Deby sambil membalas pelukan nya
skip selesai sarapan
aku telah siap dengan sepeda ku untuk berangkat sekolah sedangkan ervan dan Deby telah berangkat duluan pakai mobil
"rain tolong kasih ini ke ervan nanti ya dia lupa membawa bekal nya dia hari ini pulang malam nanti dia telat makan tolong ingetin dia ya" ucap mommy Mia memberikan sebuah kotak bekal
"ya mom nanti rain kasih ke ervan " ucap ku mengambil kotak bekal itu setelah mencium tangan mommy Mia dan pergi ke sekolah menggunakan sepeda ku sebenarnya tadi aku sudah di tawarin untuk berangkat bareng ervan tapi aku menolak karena aku tau ervan pasti tidak suka dgn keberadaan ku
aku berjalan menuju kelas dgn terburu-buru karena aku hampir saja telat aku sangat cemas jika nanti kena marah guru
"assalamu'alaikum " ucap ku saat masuk kelas
"waalaikumsalam" jawab teman-teman ku dan lain nya
"rain kamu dari mana aja hampir aja kamu telat ? "tanya diana melihat ku baru datang dgn nafas ter engah-engah
" aku tadi ada urusan dulu jadi dtg nya telat deh " jawab ku sambil mengatur nafas
tak lama kemudian guru pun datang sambil membawa kertas hasil ujian semester kami lalu ia membagikan kertas tersebut banyak dari anggota kelas ku yg mengeluh karena nilai mereka tidak memuaskan
"raina kiana lagi-lagi nilai menjadi terendah di antara yang lain, kalau begini terus bisa-bisa kamu tidak dapat melanjutkan ke jenjang universitas " ucap guru yg membagikan kertas tersebut dgn sedikit emosi karena lagi-lagi nilai ku paling rendah di antara teman-teman ku...
__ADS_1
rasa nya aku ingin menangis melihat kertas yg berisi hasil ujian ku semester ini, aku hanya mendapatkan skor 40 poin yg seharusnya aku dapat paling rendah 79 poin..
"sudah rain jgn sedih lagi nanti kita belajar lebih giat biar nilai kamu bagus dan bisa masuk universitas impian mu " ucap tiara menyemangati ku
"ya ti aku akan berusaha lebih keras lagi biar bisa masuk universitas aku nggak mau hidup cuma sampai sini aja aku mau menjadi orang yg berguna untuk semua " ucap ku tersenyum walau pun hati masih sangat sedih dgn nilai yg ku dapat
skip istirahat
aku membuka HP ku mencari nama ervan kebetulan tadi selesai solat Deby memberikan nomor nya padaku katanya kalau ada yg penting sama ervan biar nggak ngubungin nya
to: ervan
assalamu'alaikum
to :me
waalaikumsalam siapa ini?
to :ervan
ini nomor saya raina
to:me
ada apa kau menghubungi ku dan dpat dari mana kau nomor ku?
to:ervan
saya melaksanakan amanah dari mommy Mia buat ngantar bekal mu karena saya tidak mau ada yg tau kamu dan saya serumah kita ketemuan di taman belakang sekolah dan untuk siapa yg memberikan nomor mu itu Deby
to: me
saya akan segera ke sana
setelah itu aku bergegas ke kelas mengambil kotak bekal yg di titipkan padaku lalu aku ke taman belakang sekolah untuk memberikan nya pada ervan.. aku dtg lebih dulu dari nya mencari tempat duduk di salah bangku taman.
__ADS_1
sampai sekarang aku masih sangat sedih dgn nilai ku yg rendah tanpa sengaja tadi aku juga membawa kertas hasil ujian ku aku menundukkan kepala ku sambil melihat hasil ujian ku tanpa terasa air mata ku jatuh
"jgn pernah bersedih jika nilai mu buruk maka belajar yg lah lebih giat " ucap seseorang yg berdiri di depan...