
pulang sekolah aku tak langsung pulang e rumah melainkan aku pergi ke sebuah warung mie ayam tempat aku bekerja sepulang sekolah...
"assalamu'alaikum pak mad " salam ku sembari mencium punggung tangan pak mad sang pemilik warung
"waalaikumsalam ndok "ucap pak mad tersenyum pada ku
" kamu sudah pulang sekolah ndok ? " tanya pak mad padaku dengan logat Jawa nya yg cukup medok
sebenarnya aku di sini bukan bekerja melainkan hanya membantu pak mad menjaga warung nya... aku sudah lama mengenal pak mad dulu sebelum ibu ku meninggal kami sering makan mie ayam pak mad karena mie ayam sangat lezat dan sesuai dgn selera ku tapi setelah ibu meninggal hanya aku yg sering kesini ayah tak pernah ada waktu untuk menemani ku..
pak mad tau apa yg ku alami dan ia menawarkan ku untuk bekerja disini sekalian membantu nya dengan hati aku mengiyakan tawaran pak mad itu...
saat aku sedang membersihkan meja bekas pelanggan aku tak sengaja berpapasan dengan cowok yg seumuran dengan ku badan sangat atletis ya kompleks dengan wajah tampan nya itu mungkin membuat siapa saja yg melihat menjadi terpana...
"maaf kan saya " ucap ku sedari menundukkan kepala dengan menyesal hampir saja menabrak nya karena aku sedang buru-buru banyak pelanggan yg mengantri
"iy nggak pa pa " ucap nya dengan wajah datar dan nada yg cukup dingin membuat ingin segera pergi dari hadapan nya...
"saya permisi dulu " ucap ku meninggal kan nya yg masih berdiri, aku segera melanjutkan pekerjaan ku yg cukup banyak dan aku mengantarkan pesanan cowok tadi yg hampir aku tabrak
__ADS_1
"permisi ini pesanan nya " ucap ku meletakkan semangkuk mie ayam dan es jeruk di atas meja nya
"hmm" deham nya yg menurut mengiyakan apa yg aku ucap kan , setelah itu aku pergi ke dapur untuk mengistirahatkan tubuh ku sejenak karena pelanggan juga mulai sepi...
aku duduk di salah satu kursi di dekat dapur aku merenggang otot-otot yg lelah bekerja.....
baru saja aku ingin memejamkan mata ku terdengar suara teriak yg sangat aku kenal karena hampir setiap ia begitu
"FLA KU SAYANG PARA SAHABAT MU DATANG NI DI MANA KAMU? "teriak nya yg membuat ku mau tak mau hrus keluar menemui mereka .. siapa lagi si pelaku teriakan cempreng itu kalau bukan Ria dan kelima orang sahabat laki-laki ku..
aku menghampiri mereka yg telah duduk di salah satu meja panjang di dekat cowok tadi yg asik memakan mie ayam nya ...
mereka duduk dan hanya ad ria satu-satu nya perempuan selain aku disana ada Ikbal, iyan,kevin, leo dan dimas...
" besok sore kita ad jadwal ekskul taekwondo jgn lupa itu" ucap kevin pada kmi
"weeeee akhirnya ekskul yg paling aku tunggu tiba juga" ucap iya asal bicara membuat ku langsung melemparkan sendok ku pegang ke arah nya untung dia hebat bela diri jadi bisa menghindari nya
"HAHA RASAIN KMU KENA KN SAMA FLAβ tawa ria dengan suara cempreng nya membuat yg lain menutup telinga mereka
__ADS_1
" astaga ria bisa suara mu itu di kondisi kan nggak kasihan apa dgn telinga kmi harus dengerin suara cempreng mu yg bisa merusak gendang telinga kami" oceh leo seperti emak-emak yg sedang memarahi anak nya
"nih anak ngomong nggak pake rem banget " Ikbal pada leo membuat kmi semua tertawa melihat kekonyolan sahabat ku in
aku sesekali melirik kearah kanan ku tepat dimana si orang asing itu duduk dan tak jarang kmi mata kmi sering bertemu, entah mengapa aku merasa ad yg aneh dgn nya membuat ku tertarik padanya sebelum nya aku pernah tertarik pada setiap cowok yg ad di dekat walaupun tak jarang banyak cowok yg berusaha mendekati adalah cowok yg termasuk tampan dan terkenal tapi tak sekali pun aku tertarik tapi entah ada apa dgn diri ku ini mengapa aku ingin sekali berbicara dgn nya dan bisa dekat dgn nya, ahhh sudah lah itu tidak mungkin terjadi aku lebih suka dgn dunia ku sendiri dari pada ngurusin orang lain...
setelah jam 7 malam kmi semua pulang ke rumah masing-masing para sahabat ku pulang duluan kini giliran ku yg pulang dgn berjalan kaki menuju rumah yg cukup jauh sekitar satu jam aku berjalan kaki akhirnya aku sampai juga di rumah
badan sangat letih keringat ku bercucuran membasah kulit ku, aku masuk kedalam rumah terlihat ibu tiri ku dan Riska sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton TV
"dari mana saja kamu berkeliaran nggak jelas kayak anak berandalan "ucap Ibu tiri ku dgn nada sedikit membentak sedang kan aku hanya diam bukan nya tak berani melawan tapi aku sudah malas untuk berdebat tak berujung dan pada akhirnya aku yg di salah kan
" kalo orang nanya tuh jawab dong bukan nya diem aja"ucap Riska melipat tangan di depan dada
"buat apa aku jawab kan jawaban sudah kalian ketahui " ucap ku dingin dan berlalu pergi tapi belm beberapa langkah tangan ku di tahan oleh Riska aku menoleh ke arah nya dan Tiba-tiba ia menampar ku karena aku tak siap menerima itu membuat ku jatuh tersungkur pipi ku merasa panas dan sedikit peri Akibat tamparan Riska tadi..
"itu akibat kau berani ngomong kayak gitu" ucap nya dgn senyum sedikit meremehkan
astaga apa salah ku aku hanya menjawab pertanyaan mereka tapi selalu salah, aku berlari menuju kamar ku di lantai atas aku menangis sejadi-jadinya sambil memeluk bingkai foto ibu hanya ini ku punya sekarang yg bisa membuat ku tenang..
__ADS_1
"πππ πππ πππππ πππ ππππππ ππππππ ππππππππππ πππππ πππ’πππ πππ , πππ ππππππ πππππ πππ ππππππ ππ’ππ ππππ πππππ πππ ππππππ ππππ ππππππ ππ πππ, ππππ ππππ πππ πππ πππππ πππππππ ππππππ ππ, πππ πππππ ππππ πππ ππππ πππ πππππ πππ πππππππ πππ ππππ πππππ "
akhirnya aku tertidur karena kelelahan menangis. mata ku menjadi bengkak karena aku menangis hampir sepanjang malam mau tak mau aku harus mengompres nya dulu dan lagi aku harus menutup lebam di pipi ku dgn foundation aku tak ingin orang lain terutama para sahabat ku tau apa yg terjadi sebenarnya dgn ku, aku tak ingin di kasihani oleh orang-orang biar aku yg merasakan semua ini sendiri...