
"saya minta maaf karena kejadian tadi siang " ucap nya membuat ku berbalik kepada nya menatap nya bingung
"heyy knp kau menatap ku seperti itu ada yg salah dgn ku?" ucap nya tak Terima dengan tatapan ku
"maaf saya hanya bingung dgn mu " ucap ku akhirnya membuka suara
"knp kau selalu baik pada ku?" tanya nya pada ku sambil menatap ku dalam
"tidak ada alasan untuk ku untuk tidak berbuat baik pada mu meski... " aku sengaja menggantung ucapan ku karena aku bingung untuk bicara nya aku takut membuat nya marah
"meski aku sering menghina mu dan berbuat buruk pada mu "ucap nya melanjutkan kalimat yg ku gantung tadi, ia bergerak duduk di tepi ranjang nya dan mengisyaratkan ku untuk duduk di samping nya dgn ragu-ragu aku mengikuti nya
"hmm tapi aku tau hinaan mu hanya sebatas di ucapan saja tidak dari hatimu " ucap ku tersenyum menundukkan kepala ku
"jika aku melakukan dari hati apakah kamu akan marah pada ku? " tanya nya menatap ku yg berada di samping nya
"awal nya mungkin aku marah bahkan aku akan sangat marah pada mu lalu aku akan berusaha mengontrol diri agar tidak membenci mu "ucap ku melihat nya sekilas lalu tersenyum
"knp kau tak ingin membenci ku?walaupun aku selalu menghina mu" tanya nya lagi pada ku
aku tersenyum mendengar pertanyaan itu entah mengapa membuat nya bertanya seperti itu
"mudah satu alasan ku yg membuat ku tak membenci aku mempunyai prinsip dalam hidup yg membuat berusaha memegang prinsip itu terus" ucap ku
"apa ?" tanya ny penasaran
"jgn pernah terpuruk karena hinaan seseorang tapi harus bukti kan kamu bisa menjadi yang terbaik dan buat orang yg menghina mu menyesal karena omongan nya sendiri" ucap ku dgn penuh semangat
__ADS_1
ervan melihat ku berbicara sambil meminum coklat panas dan cookies yang ku bawa kan tadi
"sebaik nya kamu tidur hari sudah malam " ucap ku kepada ervan di angguki oleh, aku beranjak dari tempat aku duduk, dia membaringkan tubuh sebelum aku keluar kamar nya aku merapikan buku-buku yang berserakan di meja belajar
saat aku selesai membereskan meja belajar nya aku melihat ia telah terlelap tidur, aku mendekati melihat wajah yg tengah tidur, sungguh tenang di hati ku melihat nya tertidur sembari tersenyum...
aku mendekat kan kepala ku ke telinga nya "good night pangeran ku semoga mimpi indah kalo bisa mimpiin aku ya "bisik ku padanya berlalu pergi keluar kamar dengan jantung yg berdegup kencang membuat ku senyum-senyum sendiri membayangkan waktu ia mengajak ngobrol berdua jujur dari jantung tak berhenti berdegup kencang
skip keesokan harinya
kami telah selesai sarapan kini waktu nya kami berangkat sekolah ,ervan dan Deby telah berada di depan mobil mereka sedangkan aku baru mau keluar rumah
"KK RAIN"panggil Deby yg berada di dalam mobil bersama ervan yg sedang membaca buku
aku menghampiri mereka yg telah berada di dalam mobil "𝚢𝚊 ada apa dex? " tanya ku pada Deby sambil tersenyum
"kakak rain berangkat bareng kita yuk "ajak nya membuat melirik ervan yg hanya fokus membaca buku tanpa menghiraukan kami
"ayo lah kk sejak kk rain di sini kita nggak pernah berangkat sekolah bareng padahal kk rain sama bang ervan satu sekolah "rengek Deby yg membuat ku tak bisa menolak setiap keinginan nya
"tapi nanti_"ucap ku namun terpotong oleh ervan
"nggak usah banyak drama tinggal naik aja susah banget"potong ervan ketus sambil melirik ku sekilas
akhirnya aku masuk dalam mobil membuat Deby bersorak senang sedangkan aku hanya bisa tersenyum kikuk
"kk ini kyk muka nya bang ervan" ucap Deby bingung melihat gantungan tas ya memang wajah nya ervan tau bagaimana ervan di sekolah banyak yang menyukai dan mengagumi nya bak idola terkenal
__ADS_1
"iya dex ini memang wajah nya abang mu "ucap ku membenarkan ucapan Deby
"kok bisa jgn jgn _"ucap Deby terpotong oleh ku
"jgn salah paham dulu dex , bang ervan mu di sekolah memang sangat terkenal bisa di bilang abang mu ini idola nya sekolah atau pangeran nya sekolah banyak dari para siswi di sekolah memanggilnya nya pangeran sekolah dan banyak juga loh yg suka bahkan ngejar-ngejar abang mu in" cerita ku pada Deby yg membuat nya sangat antusias mendengar nya
"wah beneran kk jadi pengen tau se terkenal apa bang ervan di sekolah nya dan siapa aja sih yg suka ama abang ku yg dingin nya udah kyk kutub utara gini" ucap Deby yg penasaran dengan cerita ku ini
"klo mau tau siapa yg suka sama abang tuh liat yg di sebelah kamu salah satu nya" ucap ervan melirik ku membuat ku salah tingkah sendiri karena ucapan nya
"apaan sih ervan siapa juga yg suka sama kamu "sarkas ku menyembunyikan rasa gugup ku
" beneran bang kk rain juga suka sama abang? " tanya nya seakan tak percaya
ya ampun ervan....... rasa pingin aku tabok ni mulut nya nggak ada rem nya sama sekali Tuhan pekik ku dalam batin karena kesal pada ervan
"bang ervan mu itu bohong deby" ucap ku sembari cemberut
rasa ingin sekali ku lem mulut ervan yang nggak di saring itu membuat ku sangat sangat malu rasa nya pipi ku mulai memanas mungkin sekarang sudah merah karena ucapan ervan
"kk rain wajah kakak kok merah apa kakak demam ?" tanya Deby pada ku membuat ku langsung memaling wajah ku
"ti_tidak kok" ucap ku gugup
"kalo emang kk rain suka sama bang ervan Deby seneng banget apalagi kalo sampe nikah Deby seneng banget jadi Deby sama-sama terus sama kk rain " ucap Deby dengan penuh semangat
aku hanya bisa diam mendengar ucapan Deby yang seperti menaruh harapan dengan hubungan ku dan ervan, ia sangat berharap jika aku dan ervan bisa bersatu tapi aku hanya bisa diam aku tak ingin berharap karena aku tau ervan tak menyukai ku sama sekali, aku hanya bisa mencintai nya Tanpa berharap balasan cinta...
__ADS_1
***maaf reader's aku udah lama nggak up karena ibu ku lagi sakit sehingga aku tidak bisa up..
mohon doa nya untuk kesembuhan ibu ku semoga ia lekas sembuh***