Playing Kiss

Playing Kiss
episode 5


__ADS_3

sampai sekarang aku masih sangat sedih dgn nilai ku yg rendah tanpa sengaja tadi aku juga membawa kertas hasil ujian ku aku menundukkan kepala ku sambil melihat hasil ujian ku tanpa terasa air mata ku jatuh


"jgn pernah bersedih jika nilai mu buruk maka belajar yg lah lebih giat " ucap seseorang yg berdiri di depan...


aku mendongakkan kepala ku melihat siapa yg berbicara di depan ku , betapa terkejut nya aku saat melihat siapa itu ternyata ia adalah ervan yg menatap dengan wajah datar nya


"bukan urusan mu " ucap ku singkat sambil menghapus air mata ku lalu aku berdiri di depan


"untuk si jenius di sekolah ku ervan... kau begitu tampan dan mempesona , kau begitu sempurna dari wajah dan kecerdasan mu membuat semua perempuan disekolah mengejar mu termasuk aku tapi aku tak kan pernah bisa untuk dekat dengan karena kita sangat lah berbeda kau seorang pria yg mempunyai tingkat kesempurnaan 99℅ kenapa tidak 100℅ karena kesempurnaan 100℅ hanya lah untuk Allah SWT, entah sejak kapan aku mulai tertarik pada mu , mungkin sejak pertama kali aku melihat mu sewaktu mos kau begitu bersinar di banding yg lain membuat ku tak sulit untuk memandangi mu dari kejauhan.. semakin lama rasa suka ini berubah menjadi rasa cinta yg tumbuh di hati ku... aku tak meminta untuk bersatu dengan mu yg aku butuh kan melihat mu selalu bahagia itu sudah cukup bagi ku, aku akan tetap mencintai mu dalam diam.. I LOVE YOU ERVAN MAHENDRA" ervan membaca kan salah satu surat yang ku buat untuk di buku harian ku, mendengar nya aku sangat kaget dan langsung merebutnya dari tangan ervan , entah dari mana ia mendapatkan nya


"dari mana kau mendapatkan buku ini? " tanya ku yg menahan emosi ku karena dari dulu aku paling tidak suka jika privasi ku di ganggu oleh orang lain termasuk orang terdekat ku


"dasar ceroboh kau meninggalkan nya sewaktu kita solat isya tadi malam" jawab nya santai dengan tatapan dingin nya


"tak ku sangka gadis bodoh seperti mu menyukai ku juga sama seperti cewek munafik lainnya, aku sangat membenci gadis bodoh seperti mu " ucap nya memandang rendah seperti tak ada harga diri sama sekali di mata nya


"silakan diri mu membenci sebesar apa pun itu aku tak peduli sama sekali dan satu hal perlu kau ketahui bahwa aku menyesal telah mencintaimu, kau benar aku gadis bodoh dan sangat ceroboh aku tak menyalahkan itu adalah kenyataan nya tapi satu yg harus kau pahami aku bukan gadis munafik seperti pikiran mu pada ku " ucap ku penuh penegasan memberikan kotak bekal yg di berikan mommy Mia tadi pagi pada nya dan berlalu pergi meninggalkan nya sendiri di taman sekolah


dada ku sangat sesak mendengar setiap perkataan nya pada ku sebegitu rendah nya diri ku di mata nya sampai ia berpikir seperti itu. aku bukan gadis munafik aku tak pernah meminta balasan atas rasa cinta yg ku miliki untuk nya aku tak memandangnya karena kelebihan nya aku mencintai nya karena aku tulus bukan karena ada mau nya


untung saja hari ini kelas ku pulang lebih cepat jadi tiara dan diana tak perlu mengetahui kesedihan yg ku rasa kan saat ini...

__ADS_1


aku berjalan menulusuri jalan dengan hujan yg menemani ku, seperti nya hujan tau jika aku sedang bersedih jadi ia menutupi air mata ku dengan rintikan air nya


tanpa terasa hari sudah mulai gelap hujan pun telah berhenti aku sudah pas di depan gerbang rumah, rasa nya aku tak ingin masuk , aku tak ingin bertemu dgn ervan lagi


aku menarik nafas ku dan menghamburkan nya kembali untuk menenangkan diri ku "jgn lemah rain kamu gadis yg kuat jgn lemah karena satu orang" ucap ku lirih menyemangati diri sendiri dan melangkah masuk rumah


saat sampai di dalam rumah aku langsung di sambut oleh mommy Mia dan Deby yg terlihat khawatir dgn ku


"kk rain kok baru pulang ini kan udah mlm dan knp badan kk rain basah kuyup kayak gini " tanya Deby khawatir pada ku


"kamu dari mana rain kok baju kamu basah kayak gini ? " tanya mommy Mia yg sama seperti Deby khawatir dengan ku


"kalau begitu kamu ganti baju terus turun makan malam ya " ucap mommy Mia yg langsung ku anggukki


aku berjalan naik ke kamar yg terletak di lantai 3 lalu aku langsung mengganti baju ku dan keluar kamar aku melihat ervan yang berdiri di Depan kamar ku dgn tangan melipat di dada nya melihat ku dgn tatapan dingin nya


"dari mana saja kau? " tanya ervan pada ku dgn tatapan dingin nya


"bukan urusan mu " jawab ku hendak pergi namun di tahan oleh nya


"tentu menjadi urusan ku karena kau tinggal bersama ku " ucap nya dengan sedikit meninggikan suara nya

__ADS_1


"hemm knp baru berasa jika aku ada ? " ucap ku senyum miring


"bukan urusan mu " ucap nya melepaskan genggaman tangan nya


aku langsung pergi meninggalkan nya jujur rasa nya aku ingin sekali menangis tapi aku tak jika aku terlihat lemah di depan nya


aku pergi ke dapur membuat coklat panas untuk memperbaiki mood yg hancur gara-gara ervan,aku duduk di meja dapur sambil menikmati segelas coklat panas selain bisa memperbaiki mood coklat panas juga bisa memperbaiki kualitas tidur ku, aku sudah terbiasa meminum coklat panas atau susu hangat sebelum tidur..


"hallo kk rain lagi apa kk? " sapa Deby yg langsung duduk di samping ku


"lagi minum coklat panas dek, kamu mau nanti kakak bikinin " jawab ku tersenyum pada nya sembari menawarkan coklat panas pada nya yg langsung di anggukki antusias olehnya"Deby mau banget kk " ucap Deby tersenyum semangat


aku berdiri langsung membuat kan Deby coklat panas setelah itu memberikan kpd nya


"wahh ini enak banget kk jadi pengen deh tiap hari minum nya " ucap deby yg suka dengan coklat bikinan ku membuat senyum ku mengembang


"okk setiap sebelum tidur nanti kakak bikinin untuk kamu " ucap ku mengelus kepala Deby


"beneran ya kk Deby seneng banget kk denger nya " ucap nya langsung memeluk ku


"ya sama-sama dek jgn sungkan anggap aja kk rain kakak Deby jga " ucap ku membalas pelukan Deby

__ADS_1


__ADS_2