Playing Kiss

Playing Kiss
episode 7


__ADS_3

"aku juga sama aku sayang kalian berdua " ucap tiara sama seperti yg menahan air mata


"rain, tiara, diana akan selalu bersahabat selama nya walaupun kita udah tua nanti " ucap kami bersamaan sambil berpelukan


tak kemudian kelas pun di mulai kami mengikuti pelajaran dgn tenang walaupun banyak keributan yg tak terduga...


saat nya jam istirahat aku bergegas ke kantin untuk bekerja menolong ibu kantin walaupun mommy Mia telah melarang ku untuk tidak bekerja bukan nya ingin membantah tapi tak ingin merepotkan atau menyusahkan orang lain itu knp aku masih bekerja...


"assalamu'alaikum bu " ucap ku pada buk ina sang pemilik kantin


"waalaikumsalam rain " ucap buk ina sambil menata makanan di nampan


"rain tolong kamu antar kan ini kemeja sebelah sana ya " ucap bu ina sambil memberikan nampan yg berisi makanan tersebut padaku


"baik bu" ucap ku sambil mengangguk, aku mengantarkan pesanan yg disuruh oleh bu ina pada ku


"permisi ini pesanan " ucap ku menata makanan di atas meja


"ehh kamu yg becus dong kerja nya jgn kyk gini berantakan banget tatahan nya" ucap salah satu dari penghuni meja tersebut


"maaf saya akan tatah ulang " ucap ku sambil mengulang lagi tatahan di meja tersebut


perilaku seperti ini sering kali ku dapat saat sedang bekerja maklum disini isi nya anak orang kaya semua jadi semua harus sesuai dgn yg ia inginkan kalau tidak ya seperti ini aku akan kena marah oleh pelanggan ...


setelah menyelesaikan tugas ku, aku langsung ke dapur membuat pesanan yg lain dan seperti itu terus menerus sampai ku dengar suara riuh para siswi teriak histeris entah apa yg membuat mereka seperti itu...


aku berjalan mengantarkan pesanan selanjutnya tanpa memperhatikan apa yg terjadi...


"bebeb rain sini aa' Rendi bantuin " ucap Rendi mengambil nampan yg aku bawa


"nggak usah ren biar saya saja yg bawa nya " ucap ku mengambil kembali nampan itu

__ADS_1


"wahhh pangeran ku tambah ganteng aja " ucap salah satu siswi disitu melihat seseorang yg di kerumunan tsb


" ren itu knp pada heboh ya? " tanya ku pada Rendi karena penasaran tapi aku tak berani mendekati karena terlalu ramai


"biasa sang pangeran sekolah dtg" ucap Rendi seperti tidak suka dgn kehadiran ervan


mendengar itu aku langsung mematung dan kaget mendengar nya knp dia ke kantin? dia kn membawa bekal tadi, ada apa jgn sampai dia melihat ku batin ku takut bertemu dgn ervan


"udah beb mending kita makan yuk kn kerjaan bebeb udah selesai juga " ucap Rendi memegang tangan mengajak ku pergi


"ehhh iya " ucap ku kaget yg hendak ikut Rendi namun ada tangan yg menarik sehingga aku mendekat pada nya siapa lagi kalau bukan ervan dgn sikap coll nya..


"ikut saya " ucap nya menarik tangan ku sedikit kencang membuat ku meringis kesakitan membuat ku berontak sedangkan disisi lain satu sekolah heboh gara-gara ervan menarik tangan ku banyak berita yg tak mengenakan untuk ku


"lepaskan saya, apa mau mu? " tanya ku sambil terus berontak


"bisa diam nggak " bentak nya membuat ku langsung diam mata ku berkaca-kaca


skip taman sekolah


"knp kamu tidak menurut? " tanya nya pada ku sedangkan aku hanya diam sambil menundukkan kepala ku tak ingin menjawab air mata ku kini telah mengalir membasahi pipi ku


"jawab pertanyaan saya jgn diam saja " ucap nya sedikit membentak ku


"bukan urusan mu " ucap ku di sela isak tangis


"hey jawab pertanyaan saya bukan seperti itu " ucap nya kembali membentak ku


"aku tak tau apa maksud mu ?knp kamu membentak dan knp kamu membawa kesini? " ucap ku berusaha menahan tangis ku


"heyy gadis bod0h kau hanya perlu menjawab pertanyaan ku bukan nya bertanya" ucap nya sungguh membuat hati ku terasa tersayat benda tajam

__ADS_1


"ya memang saya bod0h sangat bod0h bahkan saking bod0h nya saya sampai tidak bisa membedakan mana laki-laki yg pantas dan mana laki-laki yg tidak pantas untuk saya cintai" ucap ku dgn air mata yg telah membasahi pipi ku


"ya kamu sangat bod0h apalagi kamu dekat dgn laki-laki yg tak kamu sukai dan kamu cintai" ucap ervan melipat tangan di depan dada


"bukan urusan mu jika saya dekat dgn Rendi karena Rendi selalu baik dgn saya tak seperti orang yg saya cintai yg malah menghina saya" ucap ku bertambah kesal


"ya kamu tak menyukai nya tapi kamu menyukai ku dan mencintai ku" ucap nya tambah angkuh


"dan itu yg sangat saya sesali sekarang knp hati saya memilih mu " ucap ku


aku langsung pergi meninggalkan nya sendiri di taman dan banyak pasangan mata yg menatap ku sinis dan tidak suka


......breaking news......


......sang pangeran sekolah bertengkar dgn salah satu siswi dari kelas XII D di ketahui nama nya adalah raina atau semua lebih mengenal dgn nama rain... entah apa yg membuat mereka bertengkar dan dgn berani nya rain kembali membentak sang pangeran sekolah kita,.........


...sekian breaking news kita hari ini...


berita pertengkaran ku dan ervan kini menyebar luas di sekolah banyak yg menghina ku sekarang mereka mengatakan jika aku tidak tahu diri berani melawan sang pangeran sekolah....


hari ini kelas ku pulang sore karena ada tambahan jam pelajaran untuk menyiapkan ujian nanti....


sekolah telah sepi hanya ada aku, tiara dan diana.sekarang turun hujan yg cukup deras aku keluar kelas menuju lapangan basket , aku merentang kan tangan ku memejamkan mata ku di tengah deras nya hujan aku menangis tanpa suara air mata ku tak terlihat karena air hujan yg kini telah membasahi semua tubuh ku...


"RAIN KAMU JGN KAYAK GITU NANTI KAMU SAKIT " teriak diana di teras depan kelas bersama tiara


aku sama sekali tak menjawab kejadian tadi masih terngiang di telinga ku sangat sakit di saat ervan menganggap ku rendah seperti tadi...


tiara dan diana menghampiri ku mereka memeluk erat akibatnya badan mereka juga ikutan basah kuyup


"jgn sedih lagi masih ada kita untukmu " ucap diana memeluk ku erat

__ADS_1


"kita akan selalu ada buat mu walaupun satu sekolah mengejek mu kami akan selalu ada untuk mu " ucap tiara yg juga memeluk ku erat


"lupain ervan yg nggak tau terimakasih itu banyak laki-laki yg mau sama kamu " ucap diana seperti nya geram dgn ervan


__ADS_2