Playing Kiss

Playing Kiss
episode 2


__ADS_3

aku terjatuh menabrak seseorang "maaf aku nggak sengaja " ucap ku meminta sambil berusaha berdiri, kaki ku terasa perih akibat terjatuh tadi. karena tak ada jawaban dari orang itu aku pun mendongak...


aku melihat laki-laki tinggi berdiri di depan ku dengan ekspresi sangat dingin menatap ku , aku hanya diam terpaku melihat nya entah mengapa lidah ku keluh untuk berbicara aku hanya bisa diam mematung di depan nya


"maaf " ucap nya padaku dengan wajah datar dengan pandangan lurus tanpa melihat ku sama sekali seketika membuat ku sadar dan aku langsung menundukkan kepala tak berani melihat wajah nya yg tampan itu


ia berlalu pergi meninggalkan ku tanpa mengucapkan apapun lagi.. jantung ku berdegup kencang tak beraturan saat di dekat nya tapi aku sangat suka merasakan nya...


aku berjalan menuju ruang seni di sana terdapat teman-teman ku yg telah menunggu ku sedari tadi


"rain kamu knp kok jalan nya pincang? "tanya diana yg melihat kaki ku pincang dan terluka


" hehe tadi aku jatuh di toilet "jawab ku sambil cengengesan dan tersenyum


" astaghfirullah rain kamu hampir tiap hari luka dan jatuh kayak apa nggak bosen tuh" ucap tiara tepok jidat nya sambil geleng-geleng kepala dgn kecerobohan ku


"untung udah antisipasi, sini aku obatin dulu baru masuk kelas seni " ucap diana sambil mengobati ku


"bebeb nggak pa pa kan? ada yg sakit lagi nggak? kita ke rumah sakit aja biar bebeb cepet sembuh" ucap Rendi yg menurut sangat berlebihan membuat yg ada di sana geleng-geleng kepala


karena kelakuan Rendi yg berlebihan dan sangat heboh kami pun meninggalkan nya sendiri tanpa ia sadari


"ada ya manusia kyk Rendi gitu mulut nggak pernah biasa diem " ucap tiara yg merasa aneh dgn kelakuan Rendi


"ada kok, tuh bukti nya Rendi salah satu spesies nya " ucap diana polos membuat gelak tawa kami


aku terus terbayang wajah sang pangeran sekolah tadi sewaktu bertemu di toilet, sungguh ia memang sangat tampan dan mempesona dengan ekspresi seperti tadi membuat semakin berkharisma jantung tak berhenti berdetak kencang tak beraturan aku sangat menyukai ini. apa aku bisa bersama nya? dia bak seorang pangeran tampan yg selalu di kejar-kejar oleh para putri cantik tak sebanding dengan ku yg hanya seorang rakyat jelata bagi nya yg tak terlihat sama sekali..


setelah selesai kelas seni aku langsung pulang ke kosan ku yg tak jauh dari tempat ku bersekolah..aku sangat nyaman tinggal di sana walaupun sederhana hanya ada satu tempat tidur dan kipas angin rusak tapi sudah sangat bersyukur bisa tinggal di sini...


tring triingg

__ADS_1


heand phone ku berbunyi tertera nama di sana berasa dari ayah ku, dengan perasaan gembira aku mengangkat telpon itu


"assalamu'alaikum pak" salam ku dgn senyum yg mengembang


"waalaikumsalam nak " ucap bapak di seberang sana


"bapak , ibu dan adik-adik gimana kabar? " tanya ku


"alhamdulillah kami semua Baik-baik saja nak " ucap bapak dengan suara lesu


"bapak tumben menelpon ada apa pak? " tanya ku yg penasaran


"nak apakah sekolah mu di sana baik nak? " tanya bapak


"alhamdulillah baik Pak " jawab ku


"nak ada sesuatu yg ingin bapak bicara dengan mu " ucap bapak dengan nada serius


"nak warung makan kita kebakaran semua nya hangus terbakar sekarang kita tak mempunyai mata pencaharian lagi oleh karena itu untuk bulan ini bulan ini uang sekolah dan kosan mu bapak tak bisa mengirim nya " jelas bapak membuat ku sangat kaget


"iy pak nggak pa pa kok rain masih ada simpanan juga biar rain gunain uang itu saja " ucap ku berusaha menenangkan kedua orang tua


"bapak tau kamu sudah 3 bulan tidak membayar uang sewa nak mana mungkin uang mu cukup untuk membayar semua itu, mana uang semester juga sangat mahal " ucap bapak


"uang rain cukup kok untuk bayar semester ini bapak tenang saja " ucap ku


"tapi untuk kosan pasti tidak cukup kan " ucap bapak membuat ku hanya diam


"oleh karena itu nak bapak sudah memikirkan nya untuk sementara kamu akan tinggal di rumah sahabat bapak dan ibu sewaktu sekolah dan kebetulan rumah nya juga tak jauh dari sekolah mu " sambung Bpk pd ku


"tapi pak rain bisa cari pekerjaan untuk bayar kos " ucap ku meyakinkan kedua orang tua ku

__ADS_1


" waktu kamu sudah padat nak untuk sekolah dan yg lain nya kamu harus istirahat juga jgn di paksakan nanti kamu sakit di sana " ucap Ibu menengahi


"betul kata ibu mu nak lebih baik kamu tinggal bersama mereka " ucap Bpk


"hmm ya udah rain ngikut saja kemauan ibu dan Bpk " akhirnya aku mengalah demi kemauan kedua orang tua ku


setelah beberapa lama kami telponan dgn sedikit perdebatan kami pun mengakhiri nya... sebenarnya jika boleh aku memilih aku tak ingin tinggal bersama sahabat bapak dan ibu aku merasa sangat tidak enak hati jika harus merepotkan mereka tapi satu sisi aku butuh tempat tinggal karena aku sdh menunggak 3 bln mungkin saja besok atau lusa aku akan di usir dari kosan karena tak mampu membayar


💦💦💦


keesokan harinya aku mulai membereskan barang-barang ku karena bapak telah menyuruh ku untuk pindah dan kebetulan juga hari ini hari libur jadi aku bisa lebih awal pindah nya...


aku berjalan mencari alamat yg di berikan bapak padaku, aku tak menyangka rumah sahabat bapak berada di kawasan sangat elite semua rumah di sana berpagar tinggi membuat ku sangat kagum, tak lama kemudian aku menemukan alamat tersebut saat aku memencet belum terlihat seorang wanita cantik yg mungkin umur sama dengan ibu tapi sangat awet mudah tersenyum pada ku


"kamu raina anak nya Siska dan doni " ucap sambil tersenyum sangat manis padaku


"assalamu'alaikum tante saya raina panggil aja saya rain " ucap ku sambil mencium tangan wanita itu


"waalaikumsalam sayang jgn panggil tante dong panggil aja mommy Mia sama dengan anak-anak mommy ,ayo kita masuk" ucap nya sambil menggandeng tangan ku


setelah masuk rumah mommy Mia mengajak ku keruang keluarga dan mengenal kan ku pada yang lain


"daddy, anak-anak tamu kita sudah datang nih " ucap mommy Mia sangat bersemangat dgn sedikit teriakan aku hanya menundukkan kepala ku


"mommy ini yg nama nya kk raina cantik banget mommy, hallo kk nama ku Deby " ucap seorang gadis di sana


"hallo Deby saya raina panggil aja rain "ucap ku tersenyum


" dia anak kedua mommy dan yg duduk sambil baca buku itu kakak nya Deby "ucap mommy Mia sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk sambil membaca wajah tertutup oleh buku


" nak ayo kenalan dulu sama rain " ucap mommy Mia kepada orang itu ia langsung mendongak meletakkan buku nya ,betapa kaget nya aku saat melihat siapa dia seseorang yg sangat aku kenal.....

__ADS_1


__ADS_2