
akhirnya aku tertidur karena kelelahan menangis. mata ku menjadi bengkak karena aku menangis hampir sepanjang malam mau tak mau aku harus mengompres nya dulu dan lagi aku harus menutup lebam di pipi ku dgn foundation aku tak ingin orang lain terutama para sahabat ku tau apa yg terjadi sebenarnya dgn ku, aku tak ingin di kasihani oleh orang-orang biar aku yg merasakan semua ini sendiri...
setelah semua peralatan sekolah ku bereskan aku turun ke lantai bawa menuju dapur untuk memasak bekal ku yg selalu ku bawa kesekolah...
saat aku sedang memasak Riska mendekati ku ,ia memandangi ku dengan sinis aku tak peduli dengan aku menerus perkerjaan ku tanpa menghiraukan keberadaan nya
"dasar norak kayak orang kampungan udah sma masih aja bawa gituan " ucap nya dengan senyum meledek ku , aku sama sekali tak membalas menurut ku dia hanya lah hama yg tak berguna
"heiii fla kmu ini disini ada orang tau " ucap nya sedikit membentak ku sambil menarik tangan ku dengan kasar
"ada apa Riska aku lagi sibuk memasak " ucap ku dengan nada dingin aku berusaha menahan rasa sakit akibat cengkraman nya
"kamu ini nggak tau diri udah tau ada orang disini malah nggak di perhatiin " bentak nya pada ku membuat si mak Lampir satu nya keluar dan mendekati kmi
"ada apa ini kenapa masih pagi sudah ribut begini " ucap nya mendekati kami
"ini ma si fla cari masalah sama aku" adu nya kepada mak Lampir membuat ku memutar bola mata malas
sebelum dia orang di hadapan ku ngoceh tidak jelas aku menarik tangan ku dari cengkraman Riska dan berlalu pergi sambil membawa dua kotak bekal ku... untuk saja tadi aku sudah selesai memasak saat Riska datang...
sekarang baru jam 06.15 wib sekolah ku masih sangat sepi mungkin hanya aku yg baru datang, aku duduk di bangku kelas ku sambil membaca buku untuk di pelajari hari ini sudah kebiasaan ku setiap hari
"𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘯𝘤𝘦𝘯𝘨-𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘪 𝘙𝘪𝘴𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶 𝘵𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 " gumam ku dalam hati meratapi nasib yang tak berpihak kepadaku
tak terasa kelas sudah mulai penuh dengan murid-murid yang sekolah... guru yang mengajar juga sudah masuk kelas tapi aneh nya guru itu membawa seseorang entah itu siapa yg aku tau murid di kelas sangat heboh aku tak memperdulikan itu aku malah sibuk dengan buku yg ku baca tanpa melihat siapa dia
__ADS_1
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru ,silakan perkenalkan diri kamu " ucap guru
"reyza kenan pindahan dari Amerika " ucap nya singkat
"nak rey silahkan kamu duduk di samping flania dia bisa membantu mu " ucap guru yg membuat ria protes
"loh pak kan saya yg duduk sebangku dgn fla klo dia duduk sama fla terus saya dimana " protes ria menunjuk diri nya sendiri , ia tak Terima bila berpisah dengan walaupun itu hanya meja saja
"kamu bisa duduk bersama kevin " guru menunjuk kevin hanya nyengir kuda sambil melihat ria
setelah drama yang panjang akhirnya ria mengalah ia pindah tapi dengan raut wajah yang tidak suka sedikit-sedikit aku masih bisa mendengar gerutu nya
"kenapa sih harus sama kamu jadi nggak bisa nyontek deh" gerutu nya pada kevin sedangkan kevin hanya cuek bebek tak memperdulikan ria yg masih ngomel tak jelas
murid baru juga duduk di samping ku aku tak tau bagaimana dia karena aku lebih fokus dengan apa yg ku kerjakan tanpa melihat sekitar ku....
DEG
DEG
ya Tuhan ini adalah orang yang aku temui di warung pak mad kenapa dia bisa disini? aku terpaku melihat seseorang berdiri ad beberapa senti dari ku untuk pertama kali nya aku merasakan sangat deg degan di dekat seorang pria
"ada apa? " ucap ku dingin menyembunyikan kegugupan ku dengan wajah dingin
"aku tidak tau seluk beluk sekolah ini boleh kau menunjukkan nya" ucap nya menatap ku aku langsung berbalik berjalan mendahului nya dan ia mengikuti ku dari belakang tanpa aku ketahui
__ADS_1
aku menelusuri lorong-lorong sekolah memeriksa kalau sekolah aman dari murid-murid yang nakal atau tak bisa di atur ...
saat sampai di lorong anak kelas 10 terdengar suara keributan dari sebuah kelas dan terlihat ada siswa yg berlari kearah ku
"ada apa disana? " tanya ku pada murid tersebut
"ada yg bertengkar kk " ucap nya membuat ku langsung mempercepat langkah ku mendatangi kelas tersebut
benar saja aku melihat dua sisa waktu laki-laki sedang berkelahi membuat ku geram seketika
"SUDAH BERKELAHI NYA" teriakku membuat semua diam dengan nada dingin ku wajah yang datar tanpa ekspresi sedang kan murid baru tadi masih setia mengikuti ku
aku menghampiri si pelaku perkelahian itu
" ada apa ini? apa masalah kalian? " tanya ku dengan tatapan membunuh
"dia telah merebut pacar ku kk"jawab murid satu sambil menunjuk murid dua
" aku tak merebut nya tapi dia yang mau dgn ku"ucap murid dua membelah diri
"kalian ini sangat bodoh, kalian berkelahi karena pacar , kalian lebih memilih pacar dari pada teman atau sahabat yg selalu ada buat mu sedangkan pacar bisa saja putus dan belum tentu ia menjadi masa depan mu " ucap ku menasehati kedua murid itu kedua nya hanya menundukkan kepala mereka tanpa melihat ku
"maaf kn kami kk kami salah " ucap lirih keduanya "tapi jgn ulangi lagi kalau kalian ulangi lagi aku tak bisa jamin kalo kalian tidak berhadapan dengan wakil kesiswaan langsung aku hanya bisa menolong kalian satu kali ini mengerti," ucap ku menekankan setiap kata-kata ku membuat mereka mengangguk mengerti
aku hanya menegur mereka dan memberikan hukuman lari 5 keliling lapangan basket .... setelah semua tugas ku selesai seperti biasa aku mengambil dua kotak bekal ku yg rencana nya salah satu nya ingin ku berikan kepada leo tapi ternyata leo tidak masuk sekolah mau tidak mau aku harus menghabiskan dua porsi sekaligus
__ADS_1
aku berjalan menuju taman belakang sekolah tempat dimana aku sering menghabiskan waktu sendiri tanpa aku sadari si murid baru masih saja mengikuti ku
BERSAMBUNG