Playing With Xander O'Pry

Playing With Xander O'Pry
Episode 1-Hutang dan minggat


__ADS_3

"Aku tau! Aku tau! Aku akan segera membayarnya!"


Chloe yang tengah melintasi ruang tengah dibuat kaget dengan suara bantingan. Ia memicing mata dan menemukan Ceacil-ibu tirinya terlihat murka sampai ponsel mewah ditangan wanita paruh baya itu harus bernasib naas setelah dibanting.


Chloe yang pada dasarnya tidak suka ikut campur memilih naiki tangga dan masuk ke kamarnya tanpa menggubriskan teriakan marah Ceacil. Sesampai di kamar, Chloe meraih sebutir permen di toples meja dan memakannya sembari membaca novel. Setelah berjam-jam larut dalam novel fantasi itu, tiba-tiba pintunya terbuka tanpa diketuk.


"Hei!"Chloe protes, namun mulutnya langsung bungkam saat mengetahui siapa orang yang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk.


"Pakai ini!"Ceacil melempar sebuah dress minim ke kasur Chloe tanpa menjelaskan niatnya. Chloe mengerutkan kening melihat dress itu. Ia melempar tatapan sinis pada Ceacil lalu kembali membaca novel.


"Kau... Apa kau tidak dengar perkataanku? Ku bilang pakai baju itu!"terdengar gretakan gigi yang entah berasal dari Chloe atau Ceacil.

__ADS_1


"Aku tidak mau! Kau pasti mau berbuat jahat padaku. Iya kan?"tuduh Chloe membuat Ceacil menahan napas. Wanita paruh baya itu menghampiri Chloe dengan geram lalu berusaha memakaikan dress itu padanya.


"Apa yang kau lakukan? Sial, wanita ular lepaskan aku!"Chloe memberontak dan sesekali menendang walau tendangannya itu tak berhasil mengenai Ceacil.


Dress itu akhirnya terpasang di tubuh Chloe setelah melewati pergumulan sulit. Dress itu membuat setiap lekukan tubuh Chloe tercetak dengan sempurna. Ia benar-benar terlihat cantik dan akan semakin cantik jika saja ada senyum terulas di wajahnya. Namun tentu saja mustahil tersenyum saat ini


Selanjutnya, Ceacil menarik Chloe turun dari kamarnya dan berhenti sampai di ruang tamu. Ruang itu tidak kosong. Ada satu pria baruh baya tengah mengesap kopi hangat dengan elegan. Harusnya dengan perawakan pria itu umurnya sudah mencapai kepala empat, tapi wajahnya masih terlihat tampan walau dihiasi beberapa kerutan.


"George, dia gadis yang kumaksud tadi."ucap Ceacil tanpa basa-basi. George mengangkat sebelah alisnya lalu menatap Chloe naik-turun, menilai penampilannya. Di tempat, Chloe tak tahan melemparkan tinju maut pada pria yang berani menatapnya begitu.


Pas sekali, Chloe benar-benar muak menjadi tontonan pria itu. Dengan langkah seribu, Chloe buru-buru naik tangga dan masuk ke kamarnya. Namun, saat tangan Chloe baru menyentuh knop pintu, ia terdiam. Ia penasaran dengan pembicaraan mereka. Chloe menghela nafas, apapun yang mereka bicarakan Chloe harus tau karena mereka pasti melibatkannya. Dengan hati yang sudah mantap, Chloe menuruni tangga sembari menempelkan punggungnya pada tembok. Pelan-pelan ia berjalan dengan menyeret tubuhnya.

__ADS_1


"...Aku mengerti."


Chloe bisa mendengar pembicaraan mereka walau samar. Ia berusaha mempertajam indra pendengarannya dan kembali menguping.


"Apa 800 juta tebusan yang cukup?"


'Tebusan? Apa yang mereka bicarakan?' tanya Chloe dalam hati.


"George, kau benar-benar murah hati. Aku akan mengirim gadis itu padamu Sore ini..."


Deg!

__ADS_1


Chloe mengerti arah pembicaraan itu. Tentang dress minim yang digunakannya, tentang tebusan 800 juta, dan tentang Ceacil yang akan mengirimnya Sore nanti. Tak salah lagi, ia pasti dijual oleh ibu tirinya itu!


Dengan jantung yang berdebar hebat, Chloe segera berlari kembali ke kamarnya tanpa menimbulkan suara.


__ADS_2