Playing With Xander O'Pry

Playing With Xander O'Pry
Episode 10 – Night at Casino


__ADS_3

..."My thoughts are free to go anywhere, but surprising how often they head in your direction"...


...---Xander O'pry---...



12.00 PM


Waktu yang paling tepat untuk tidur, namun disinilah Xander. Disebuah Casino terkenal yang sangat ramai. Dimana semua orang menghabiskan uang mereka untuk mengadu nasib.


"Straight Flush!"seorang pria paruh baya dengan perut buncit dan kepala botak berseru gembira setelah mengeluarkan deratan kartu yang membuat semua pengamat bertepuk tangan. Wanita penghibur di samping pria itu juga semakin bergelayut manja–menjadi penjilat agar bisa menikmati hasil kemenangan pria itu.


Xander yang menjadi lawannya tersenyum tipis, tidak membalas kartunya. Melihatnya yang tak berkutik, pria itu langsung meraup chip yang menggunung sambil tertawa bahagia.


Xander ikut tersenyum, "Sepertinya malam ini adalah malam keberuntunganmu, Mr. Paulo."ujar Xander menerbitkan senyum bangga pada Paulo. Pria itu langsung mengumbar kesombongannya.


"Yaa, aku orang paling beruntung dan hebat di abad ini."katanya disambut manja oleh wanita penghiburnya. Wajar saja ia bersikap seperti itu, sudah lima kali Xander menantanganya dan lima kali pula ia kalah. Dia sudah rugi ratusan ribu dollar malam ini.


Xander mengangkat sebelah kakinya, "Aku akan mencoba keberuntunganku untuk terakhir kali."ujarnya sukses mengundang tepuk tangan kagum dari penonton di sekitar. Beberapa mungkin menganggapnya gila dan bodoh, tapi Xander tak peduli. Paulo juga tampak terkejut, ia sampai mengelap keringat dingin saking kagetnya.


Paulo berdehem, "Baik, lah tapi apa kau masih punya uang yang tersisa?"tanyanya dengan nada meremehkan. Paulo benar, Xander sudah tidak membawa uang lagi.Tapi dia punya satu hal yang tersisa.


Xander melempar kunci mobilnya. Bugatti La Voiture Noire yang harganya mencapai 19 juta dollar. Paulo sampai berdiri dari duduknya–saking kagetnya.


"Apa pria ini sudah gila?"pikirnya semua orang dalam hati. Semua orang langsung sibuk berbisik. Beberapa kata seperti 'gila' dan 'nekad' sampai ketelinganya.

__ADS_1


Paulo duduk, ia tersenyum bahagia. Itu adalah mobil impiannya! Paulo akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Mungkin butuh puluhan tahun bagi Paulo untuk membeli mobil itu. Kalau seandainya kali ini dia menang, mobil itu bukan lagi sekedar angannya saja.


"Baik, lah karena kau sudah memberikan taruhan yang sangat mahal. Aku bertaruh dengan semua uang yang ku punya. Kalau kau menang, bukan hanya uangmu saja yang akan kembali, aku akan memberikan semua uangku juga."ujarnya berani. Bagaimana tidak berani, setelah lima kali bermain dengan Xander, Paulo yakin kalau pria ini sepenuhnya payah dalam berjudi.


"Oke, shall we start now?"


...---🌹🌹🌹---...


"Tunggu, ini tidak mungkin!"setelah beberapa menit bermain, wajah Paulo yang pada awalnya terlihat percaya diri langsung berubah pucat pasi. Ia shock seketika melihat kelihaian Xander dalam bermain kartu. Dan dia hampir gila setelah Xander mengeluarkan kartu Royal Flush dan berhasil mengalahkannya


Paulo hampir pingsan, menyadari bahwa ia benar-benar kehilangan uangnya. Wanita penghibur disampingnya mendadak langsung berwajah jutek dan marah. Mereka langsung pergi dari sisi Paulo lalu mendekati Xander dan menggodanya.


Jujur saja, Xander merasa jijik dengan tubuh wanita-wanita itu. Ia tidak tertarik sama sekali dengan mereka. Bahkan menurutnya, Chloe yang bertubuh rata jauh lebih menarik daripada mereka.


Xander bangkit dari duduknya meraih kunci mobilnya dan meraup hasil kemenangannya, "Terima kasih sudah bermain dengan saya, sir. Saya pergi dulu..."ujar Xander merapihkan jasnya dan segera melenggang pergi. Namun Paulo buru-buru menahannya.


"Dia pasti hanya beruntung. Aku akan mengambil balik semua uangku..."batin Paulo dalam hati.


Biasanya Xander akan melakukan hal itu. Membuat lawan bermainnya merasa diatas langit dan langsung menghempas mereka sampai ke titik bumi paling dalam. Xander senang membuat mereka jadi gila ketika semua harta yang mereka pertaruhkan hilang dalam sekejap. Tapi Xander susah berjanji untuk bertemu Damian malam ini. Ia mengecek ponselnya dan menemukan pesan Damian yang menyuruhnya masuk ke ruangan VVIP 405.


Xander tersenyum kearah Paulo lalu berdiri, "Maaf, seseorang sudah menungguku."gumamnya langsung membuat Paulo terjatuh ke kursi dengan wajah pucat pasi. Mungkin bagi Paulo, hari ini adalah kesialan tapi percayalah dia beruntung karena Xander tidak menjadikannya gelandangan dalam satu malam.


Xander melangkahkan kaki keruangan VVIP nomor 405 lalu menemukan Damian tengah meneguk segelas alkohol dan berusaha menghindar dari wanita penghibur.


"Xaxa...!"salah satu wanita penghibur yang sudah beberapa tahun ini selalu mendekati Damian melambaikan tangan pada Xander. Xander membalasnya lalu berjalan mendekati Damian. Xander memang tidak menyukai wanita penghibur namun Beatrice pengecualian. Wanita itu sudah sangat dekat dengannya sampai ia mempunyai panggilan khusus. 'Xaxa'.

__ADS_1


"Sudah lama menunggu?"tanya Xander duduk di depan Damian. Damian menggeleng lalu menyodorkan segelas alkohol pada pria itu.


"Tidak, kau datang tepat waktu."ujarnya kembali meneguk alkohol. "Jadi, apa yang mau kau bicarakan?"tanya Damian pada Xander.


Xander meneguk alkohol itu lalu menjawab, "Kau kenal William Finley?"tanya Xander penasaran. Soalnya, pria bernama William ini bersangkutan dengan kematian ayahnya. Xander sudah berusaha melacak keberadaan dan data pria itu, namun tidak ada satupun clue yang di dapatkannya. Berhubung Damian handal dalam menemukan informasi dan satu-satunya orang yang bisa ia percaya, Xander berharap Damian bisa membantunya.


"Aku tidak pernah dengar namanya. Tapi aku akan berusaha menemukannya untukmu."ujar Damian membuat Xander bernafas lega.


"Terima kasih."


"Oh, ya omong-omong, minggu depan Elizabeth kembali dari Paris. Kau sudah tau, kan?"


Xander mengangguk. Elizabeth adalah sepupu Damian sekaligus pacarnya. Mereka sudah berpacaran dua tahun. Meski begitu, Xander belum tau kelanjutan dari hubungan mereka. Elizabeth sudah mengodenya untuk mengajaknya nikah tapi entah, lah Xander merasa belum siap akan hal itu. Ia tidak siap menjalani hubungan serius padahal pembunuh ayahnya belum juga ketemu. Selain itu, Xander sudah bosan dengan Elizabeth.


"Haaah, Xander kau masih pacaran dengan Elizabeth? Ku kira sudah putus."ujar Beatrice dengan suara sedih yang dibuat-buatnya.


Xander mangangkat sebelah alisnya lalu menyeringai, "Kenapa, mau jadi wanitaku? Aku tidak keberatan menambah satu."candanya membuat Beatrice langsung mencibir.


"Tidak mau. Tapi akan ku terima kalau Damian yang mengajakku pacaran."kode Beatrice sembari menggelayut manja pada Damian.


Damian bergerak risih, "Aku sudah berjanji pada seseorang untuk menjadikannya satu-satunya wanitaku."ucapnya sukses membuat Beatrice tersedak.


Xander tertawa, "Punya dua wanita benar-benar bukan hal yang buruk, Dam. Kau harus mencobanya."setelah berkata begitu Xander tersenyum tipis. Benar, punya dua wanita bukan hal buruk. Xander jadi penasaran, bagaimana ekspresi wajah Chloe kalau menyuruhnya jadi pacarnya.


__ADS_1


Ps: Tolong dibaca🙏🏻


Selamat pagi, siang, sore, atau malam pembaca🤗. Sebelumnya aku mau berterima kasih karena sudah membaca ceritaku, apalagi kalian yang nunggu setelah sekian lama aku g update😭👍. Maaf sebelumnya karena gak rutin dan lama update, semoga masih ada yang mau baca ceritaku🥺💜. Tapi setelah ini aku janji bakal rutin menulis cerita ini sampai selesai, gak peduli ada yang baca atau tidak🥺. Aku cuman mau bilang, komen dan like kalian bener-bener buat aku seneng dan semangat menulis. Terima kasih, yaaa... See you in another chapter❤🌹.


__ADS_2