Playing With Xander O'Pry

Playing With Xander O'Pry
Episode 2 Si Pencuri


__ADS_3

Jantung Chloe berdebar keras dengan kepala yang terasa begitu pening. Ia masih tak percaya bahwa ia akan dijual oleh ibu tirinya sendiri. Pikiran Chloe dipenuhi pertanyaan dan sumpah serapah, walau begitu ia masih bisa berpikir sehat untuk segera kabur dari rumah daripada menyerahkan nasibnya pada pria bernama George itu. Dengan cepat Chloe membuka lemari lalu mengobak-abik isinya untuk mencari tabungannya. Keningnya berkerut.


'Dimana uangku?'


Isi lemari gadis itu sudah terhambur kemana-mana, namun tak kunjung menemukan uangnya.


'Sial, Ceacil pasti mengambil uangku!"


Chloe menutup lemarinya dengan geram. Ia mencengkram ganggang lemari sampai buku-buku tangannya memutih.


Tap... Tap... Tap...


Terdengar suara derap langkah naik tangga. Chloe tau pemilik suara itu adalah Ceacil, kebiasaan Ceacil yang selalu menghentak kaki dengan keras setiap naik tangga menjadi ciri khas kedatangannya. Chloe buru-buru mengunci pintu lalu mengedarkan pandang, mencari barang yang bisa dibawanya untuk bertahan hidup.

__ADS_1


Cklek... Cklek...


"Chloe, sayang tolong buka pintunya, aku minta maaf karena sudah membuatmu marah. Tolong maafkan aku dan biarkan aku masuk."pinta Ceacil sukses membuat Chloe ingin muntah. Sejak kapan wanita itu bisa berkata manis sampai meminta maaf segala? Chloe tau, kalau saja tidak ada George, tentu saja Ceacil sudah melontarkan cacian dan sumpah serapah padanya.


Benar-benar tidak ada waktu lagi. Chloe akan dibawa pergi oleh pria bernama George itu kalau ia tidak kabur sekarang juga. Dengan gerak cepat, Chloe segera mengganti dressnya dengan celana panjang dan hoodie lalu mengantongi dua bungkus permen ke saku celana tanpa menanggapi panggilan Ceacil yang terdengar semakin tak sabar.


"Chloe buka pintunya!"teriak Ceacil kehilangan kesabaran. Chloe tidak menggubriskannya. Ia segera berlari ke arah jendela, membukanya lalu melompat keatas pohon dan turun secara perlahan. Walau berhasil keluar rumah, Chloe masih bisa mendengar teriakan Ceacil yang semakin kencang memanggilnya.


Chloe menyeringai, "Kau tidak akan pernah bisa menemukanku!"gumamnya lalu segera berlari tanpa arah.


Langit sudah semakin gelap dan Chloe tidak tahu dimana dirinya sekarang. Ia buta arah dan tak tahu jalan. Sebenarnya, Chloe baru pindah rumah dua bulan kemarin, namun sebulan terakhir ia habiskan waktunya dengan bermain ponsel di rumah, dibanding berkeliling tempat. Kini ia sangat menyesal dengan keputusan itu. Chloe tersenyum miris saat mengingat kenangan dimana Ceacil menjual rumah lamanya tanpa sepengetahuannya untuk membayar utang judi. Padahal rumah itu satu-satunya peninggalan orangtua Chloe, terlalu banyak kenangan yang begitu berharga untuk ditinggal. Namun, Chloe merelakannya demi membayar setengah dari utang Ceacil yang menggunung. Lagi pula, ia benar-benar sudah lelah dengan lintah darat yang sering ke rumah dan memarahinya karena Ceacil yang tak kunjung membayar utang.


Lama terlarut dalam pikiran, Chloe tak sadar bahwa ia sudah sampai di jalan raya yang padat. Ia beberapa kali harus menutup telinga ketika klakson mobil saling bertautan. Chloe hendak menyingkir dari jalan itu sebelum...

__ADS_1


Bruk!


Chloe terjatuh ketika seseorang menabraknya dari belakang. Bokong dan kakinya benar-benar nyeri sekarang.


"Ya Tuhan maafkan aku!"pelaku yang menabrak itu mengulurkan tangan, ingin membantu Chloe berdiri. Chloe menerima uluran itu lalu bangkit dengan wajah masam. Gadis yang menabraknya tadi tersenyum malu pada Chloe lalu menatap tubuhnya dari atas sampai bawah seakan menilai.


Chloe mengerutkan kening, tak suka. Ayo, lah ia benar-benar kesal ditatap seperti itu! Chloe hendak memberi teguran pada gadis itu, namun tiba-tiba suara dibelakangnya membungkamnya.


"Itu dia pencurinya! Tangkap dia!"Segerombolan laki-laki menunjuk kearahnya atau lebih tepat menunjuk kearah gadis yang menabraknya tadi. Mereka segera berlari menghampirinya dengan langkah seribu.


"Err..."Gadis itu terlihat panik. "Apa kau kabur dari rumah?"tanya gadis itu tiba-tiba. Chloe mengaga, astaga bagaimana bisa dia mengajak orang lain bicara saat ada segerombolan orang yang ingin menangkapnya? Omong-omong tebakan gadis itu tepat sekali dan Chloe hanya menjawab dengan anggukan.


Gadis itu tersenyum, "Bagus, ikut aku!"katanya lalu menarik Chloe berlari.

__ADS_1


"Eh, hei!"Chloe protes, namun gadis itu tidak memungkiri seruannya dan malah membawanya ke gang sempit untuk bersembunyi. Gerombolan orang tadi berhenti melangkah, mereka kehilangan jejak si pencuri dan hal itu sukses membuat mereka frustrasi.


"Kemana mereka pergi? Sial!"seru pria berkepala botak. "Cepat cari dia, pencuri itu pasti tidak jauh dari sini!"lanjutnya lalu kembali berlari dan menghilang dari pandang Chloe.


__ADS_2