
"Ah... Rasanya seperti hidup kembali!"seru Chloe setelah meneguk sebotol air mineral. Veronika Asshale yang baru saja memperkenalkan diri dan mengklaim dirinya sebagai anak yang kabur dari rumah, tertawa. Walau mereka baru bertemu dan Chloe sempat memarahi Vero karena tiba-tiba menarik tangannya, namun tak perlu waktu lama, mereka sudah akrab. Kesannya mereka seperti teman lama yang dipertemukan kembali. Benar-benar aneh, padahal Chloe adalah sosok yang sulit bergaul dengan teman. Bahkan kini mereka sudah berbincang-bincang layaknya seorang teman bukan orang asing
"Apa kamu mau makan?"tanya Vero tiba-tiba. Mata Chloe jadi berbinar. Ia mengangguk dengan senyum lebara namun sedetik kemudian senyumnya sirna.
Chloe menghela nafas, "Aku tidak punya uang."katanya sambil tersenyum masam. Ah, kalau saja wanita ular itu tidak mencuri uangnya, Chloe pasti bisa mengisi perutnya saat ini! Chloe mengutuk Ceacil dalam hati.
Vero menepuk pundak Chloe sambil tersenyum lebar, "Tenang, kau kan ada aku. Dan aku ada uang. Jangan khawatir, kita akan makan enak malam ini!"
Chloe menggeleng cepat, "Tidak-tidak... Uangmu itu kan hasil curian..." Chloe tidak berani menggunakan uang hasil kriminalitas. Ia selalu ingat nasihat orangtuanya supaya jangan menikmati uang hasil kejahatan atau kalian akan mendapat karma yang berat.
Vero mengerutkan kening, ia tidak suka dengan kalimat terakhir Chloe.
"Walau uang curian, uangnya tetap bisa untuk membeli makanan."
Chloe meringis, "Ya, tentu saja. Tapi, maksudku... Umhh... Itu uang haram Vero."ia menelan ludah, takut menyinggung Vero. Kebalikannya, justru gadis itu malah tertawa, "Aku mengerti..."
"Kalau begitu, aku tidak akan memaksamu makan dengan uang haramku. Tapi, apa kau mau menemaniku makan? Aku butuh teman ngobrol."pintanya dengan pandangan memohon.
Chloe berdehem ragu. Sebenarnya ia ingin sekali berbincang lebih lama dengan gadis itu. Ia merasa kalau Vero adalah teman yang cocok untuknya, namun ia harus mengingatkan dirinya bahwa Vero adalah seorang pencuri dan orang asing.
__ADS_1
Chloe berniat menolak, namun wajah Vero yang penuh harap membuat Chloe menghela nafas. Oke, ia akan menemani gadis itu sebentar lalu pergi secepatnya. Lagi pula, kalaupun gadis itu berniat mencuri barangnya, ia tidak punya uang untuk sepersenpun. Jadi, tidak perlu ada yan ditakuti.
"Baik, lah tapi tidak lama, ya."peringat Chloe membuat Vero memekik senang. Mereka segera menghampiri rumah makan padang dan Vero memesan makan, sedangkan Chloe mencari tempat duduk kosong.
Chloe memilih tempat duduk paling belakang, menghindar dari pandangan orang luar. Tak lama kemudian Vero datang dengan sepiring nasi dan segelas teh hangat.
Diam-diam Chloe menelan ludah melihat bertapa menggiurkannya rendang dan nasi Vero. Namun, buru-buru ia menggeleng kepala sembari merapalkan kata 'karma' mengingatkan dirinya.
Vero tersenyum lalu berkata, "Selamat makan!" sebelum menyuapkan sendok demi sendok ke mulutnya dan Chloe semakin menelan ludah. Ya Tuhan ia benar-benar tidak tahan lagi. Perutnya meronta meminta asupan gizi sekarang juga!
Tak dapat menahan lapar, Chloe dengan berat hati bertanya, "Vero, boleh aku minta sedikit?"
Vero mengangkat wajahnya lalu menggelang, "Aku lapar sekali, Chloe. Kau pesan saja sana, aku yang bayar, kok. Oh, itu pun kalau kau tidak sungkan menggunakan uang haramku."
Chloe meremas celananya, "Maaf, ya Vero. Tadi aku berkata seolah-olah aku yang paling suci dan benar, padahal aku menjilat ucapan sendiri."
Vero tersenyum lebar, "Aku juga minta maaf karena bersikap dingin seperti tadi. Sebenarnya aku hanya ingin kau berhenti berpikir bahwa mencuri adalah hal tabu. Well, memang mencuri itu dosa, tapi ini cara paling mudah untuk bertahan hidup dibanding menjual tubuh."
Chloe terkejut, "Ukh, kau sempat berpikir untuk menjual tubuh, ya?"
__ADS_1
"Ya, begitu, lah. Tapi aku cukup waras untuk tidak melakukannya."
"Kenapa kau tidak mencari pekerjaan saja?"tanya Chloe dengan hati-hati, takut menyinggung gadis itu lagi.
Vero menumpu dagu dengan tangan lalu menatap Chloe lekat, "Dengar, lulusan sarjana saja banyak yang pengangguran. Bagaimana mungkin diriku yang bukan tidk lulus SMP bisa mendapat pekerjaan?"
Chloe menutup mulutnya terkejut, "Vero, jangan bilang kau sudah mencuri sejak SMP?"
Vero tersenyum bangga seakan hal itu patut dibanggakan, "Ya, sebenarnya aku sepertimu juga. Aku kabur dari rumah saat umur 14 tahun dan sudah belajar mencuri selama lima tahun. Jadi, bisa dibilang aku ini pencuri profesional."
Chloe meneguk ludah, "Kau tidak pernah tertangkap atau jadi buronan polisi?"
"Oh, tentu saja jadi buronan! Tapi untung saja aku pintar menyamar dan lincah seperti belut, hahaha. Jadi, aku tidak pernah tertangkap."
Chloe kembali bertanya, "Vero, tadikan kamu bilang kalau kamu seperti aku yang kabur dari rumah. Boleh aku tanya penyebabnya?"
Wajah cerah Vero mendadak luntur diganti wajah suram, ia tersenyum masam setelah mengingat kenangan pahit yang tidak mau diingatnya lagi.
"Kau tidak menjawab kalau tidak mau, Vero."ucap Chloe cepat setelah melihat perubahan wajah Vero menjadi sedih.
__ADS_1
Vero tersenyum lalu menghela nafas, "Tidak, aku mau jawab, kok. Tapi aku harus menceritakan hidupku dulu."ujarnya lalu merentangkan tangan bersiap untuk bercerita.
"Saat itu aku masih berumur 14 tahun. Ayahku adalah pemabuk dan dia adalah pria yang kasar. Sebenarnya, dulu dia tidak begitu. Ia berubah ketika ibuku dijadikan simpanan oleh bosnya. Mulai dari situ ayah bersikap kasar padaku, dia melampiaskan kekecewaan dan kemarahannya padaku. Lalu tiba-tiba ibu kembali, aku pikir semua penderitaanku akan berakhir, tapi ternyata aku salah. Ayah mengetahui ibuku tengah mengandung anak bosnya. Mulai dari situ, ayah semakin kasar memukulku, bahkan ia tega memukul ibu yang tengah mengandung! Padahal, ibu dijadikan simpanan karena hutangnya. Tapi lihat balasannya, ia bahkan tidak merasa bersalah ketika ibu meninggal saat melahirkan. Jadi, aku memutuskan untuk kabur. Hari itu adalah hari terberat di hidupku. Bagaimanapun aku tetap mencintai ayah. Aku sempat berharap ia mencariku dan meyesali perbuatannya, tapi nampak hal itu tidak mungkin terjadi..."