Playing With Xander O'Pry

Playing With Xander O'Pry
Episode 4-Kamar yang Indah!


__ADS_3

"Vero, aku tidak menyangka hidupmu seberat itu."tutur Chloe seraya menggenggam tangan Vero berharap dapat memberinya kekuatan. Dalam hati Chloe protes dengan Tuhan, tidakkah cobaan yang Ia berikan terlalu berat? Bagaimana mungkin Tuhan tega memberi cobaan seperti itu pada anak berumur 14 tahun? Kalau Chloe diposisi Vero, ia tidak yakin hanya berniat kabur saja. Pasti ia berniat bunuh diri juga. Entah Chloe harus bersyukur atau tidak, tapi ia berterima kasih pada Tuhan karena tidak menaruhnya di posisi Vero.


"Aish, aku tidak mau mengingat kenangan itu lagi. Lupakan... Lupakan..."katanya lalu mengibas-ngibas tangan diatas kepala berharap kenangan itu hilang dari ingatannya.


Chloe terkekeh melihat tingkah Vero, ia menumpu dagu dengan tangan lalu berdehem, "Aku punya kisah hidup yang sedikit mirip denganmu, Vero."ujarnya kembali membuka percakapan serius.


Vero menyelipkan rambutnya kebelakang telinga siap mendengar curhatan gadis itu. "Kalau boleh, aku mau tau ceritamu."


Chloe mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya lalu bercerita, "Ibu tiriku punya hutang seperti ayahmu. Dia sering berjudi dan mengutas sana-sini. Lama kelamaan, hutangnya menumpuk. Dia sudah menjual rumah peninghalan ayahku, tapi hutangnya tak kunjung hilang justru semakin bertambah. Jadi, dia memutuskan untuk menjualku ke rumah bordir. Untung saja saat itu aku mengetahui niatnya, kalau tidak pasti nasibku sudah menjadi ******* ditempat itu."tutur Chloe lalu bergedik ngeri membayangkan dirinya melayani nafsu pria hidung belang.


Vero meringis, lebih baik dia dipukuli ayahnya setiap hari daripada tubuhnya harus dicicipi pria bergantian.


"Uhh, untung saja kau berhasil kabur, Chloe."timpal Vero dengan wajah masamnya. Chloe mengangguk, "Iya, untung saja."


"Omong-omong, apa kau punya tempat tujuan sekarang? Misalnya rumah ibu atau kerabatmu?"tanya Vero penasaran. Chloe menggeleng, "Ibuku meninggal tiga tahun yang lalu. Dan karena ibu hamil diluar nikah, tidak ada satupun kerabat yang mau berhubungan lagi dengan ibu atau ayah."tutur Chloe sedih.

__ADS_1


Vero gantian menggenggam tangan Chloe, "Maaf, Chloe aku tidak tahu kalau ibumu..."


Chloe menggeleng, "Tidak apa-apa, Vero. Semua sudah jadi masa lalu."


Vero menyuapkan sendok terakhir ke mulutnya, "Jadi, malam ini kamu tidur dimana?"tanyanya. Chloe menggedik bahu, "Aku bisa tidur dimanapun. Di aspal atau kolong jembatan juga tidak apa-apa."


Vero menggeleng-geleng kepala, "Ya Tuhan kau benar-benar sepertiku dimasa lalu. Percaya, lah aku pernah tidur di depan toko, aspal, bangku taman, bahkan di kolong jembatan dan satpam selalu berhasil mengusirku."ucap Vero jujur sukses membuat Chloe khawatir. "Tapi, kalau kamu mau, kamu bisa tinggal di tempatku."tawar Vero menggiurkan.


Mata Chloe berbinar, "Tidak apa-apa, nih?" Vero mengangguk, "Iya, tidak apa-apa. Kau bisa tinggal disana selama apapun. Kau sudah kuanggap sebagai saudaraku sekarang."Vero tertawa.


Hati Chloe terenyuh, kini ia sadar ia tidak perlu menjalani hari esok dan seterusnya sendiri, ia punya Vero sekarang. Ia menyesal sudah berpikir yang tidak-tidak tentang gadis itu. Padahal Vero sebaik ini padanya. Tapi tunggu, ia tidak bisa bergantung selamanya pada Vero, dia juga harus bekerja. Pikiran itu mendorong Chloe untuk bertanya, "Vero, kau mau mengajariku mencuri tidak?"


"Aku tadi kaget sekali, loh. Aku tidak menyangka kau mau belajar mencuri."Vero tertawa. Mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat tinggal Vero.


Chloe mengerucutkan mulutnya, "Ya, aku tidak mungkin selamanya menggunakan uangmu. Walaupun nantinya uang kita sama-sama uang haram, tapi aku tidak perlu mengurangi penghasilanmu. Lagi pula, aku juga mau punya penghasilan sendiri."

__ADS_1


Vero menggaruk kening, "Sebenarnya kalau kamu mau penghasilan yang halal, kamu bisa jadi pengamen, tukang sapu atau pemulung. Tapi, ya kalau boleh jujur, hidupku lebih mudah dengan mencuri. Aduh, aku ini seperti setan yang tengah menghasut manusia untuk berbuat dosa."


Chloe tertawa, "Memang begitu kenyataannya!"mereka berdua tertawa sembari berbincang sampai pada akhirnya mereka sampai di kosan kecil yang sedikit kumuh.


"Disini tempat aku tinggal. Diluarnya emang kelihatan kumuh tapi wait and see!"Vero berjalan dengan girang. Ia mengeluarkan kunci dari sakunya lalu membuka pintu.


"Ayo, sini masuk!"ajak Vero sembari mendorong ganggang pintu. Chloe tersenyum lalu masuk ke dalamnya. Pandangan Chloe gelap gulita lalu begitu Vero memencet saklar lagu, Chloe tidak dapat menahan keterkejutannya.


"Wah!"mata Chloe berbinar melihat bagian dalam kamar Vero. Walaupun kamarnya hanya beberapa petak, namun segala hal didalamnya tertata dan rapi. Hampir semua perabotan gadis itu dihiasi warna biru dan putih. Oh, ya kamar itu juga sangat indah dan hal yang membuatnya indah adalah lampu tumblr yang ditempel di dinding dan sekitar kasur. Benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan kamar Chloe yang selalu berantakan dan kotor.


Vero menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, "Hyuh, hari yang melelahkan!"keluhnya.


Melihat Chloe yang masih terkagum-kagum dengan kamarnya, Vero menggeleng kepala, "Chloe, aku tau kamarku sangat bagus, tapi sekarang sudah larut, kau harus makan dulu!"peringat Vero, khawatir kalau Chloe terkena maag.


Chloe setuju. Ia segera mengambil sebungkus nasi padang yang dibelikan Vero dan memakannya setelah mencuci tangan.

__ADS_1


"Besok aku akan mengajarimu, jadi jangan tidur malam-malam, oke? Oh, ya kau bisa tidur di sampingku, tapi jangan berbuat macam-macam karena aku normal dan suka yang berbatang." ucap Vero sukses membuat Chloe tersedak. Chloe terbatuk, "Kau pikir aku tidak normal?"tanyanya shock.


Vero tertawa, "Aku bercanda."katanya lalu berguling-guling, "Haaah, hari yang melelahkan. Aku tidur duluan, ya dan jangan lupa matikan lampu kalau mau tidur.."Vero menelungkup wajahnya ke bawah bantal dan tak lama kemudian mendengkur. Aih, cepat sekali ia tidur. Chloe tersenyum seraya menggeleng-geleng kepala. Dasar...


__ADS_2