Playing With Xander O'Pry

Playing With Xander O'Pry
Episode 5 Meet Xander O'Pry The Leader of Mafia


__ADS_3

Vero jadi orang pertama yang bangun Pagi ini. Ralat, Siang lebih tepatnya. Vero hendak mandi dan pergi secepat kilat kalau ia tidak ingat ada Chloe yang kini menjadi partner in crimenya.


Chloe masih tidur dengan pulas dan melihat hal itu, Vero dibuat geleng kepala, "Astaga, Chloe bangun sekarang!"teriaknya seraya mengguncang tubuh gadis itu.


Chloe menggeliat, dalam hati ia protes dan mengutuk orang yang tega membangunkannya. Ia pikir Ceacil yang membangunkannya mengingat wanita itu gemar menyuruhnya membeli bubur pagi-pagi, namun seiring kesadarannya terkumpul ia bangun dengan mata membelak. Aih, gadis itu lupa kalau ia sudah kabur dari rumah.


Chloe menangkap sosok Vero yang tengah melipat tangan didepan dada.


"Wah, aku tidak menyangka ada orang yang mengalahkan 'kekeboan'ku."sindir Vero seraya menggeleng-geleng kepala.


"Ya Tuhan maafkan aku!"Chloe menyeka jejak tidur di mulutnya lalu merapikan rambutnya yang sudah seperti singa.


"Aku akan segera mandi."ucap Chloe cepat lalu turun dari kasur, namun Vero menahannya.


"Tidak ada waktu, kita pergi sekarang!"


"Apa?!"Chloe shock seketika. Pasalnya ia tidak pernah melewatkan mandi Pagi. Lebih baik tidak mandi Malam dari pada tidak mandi Pagi, pikirnya. Ini tidak boleh dibiarkan!


Alhasil Chloe memasang wajah memelas demi menarik simpati Vero, "Vero, aku mau mandi sebentar. Boleh, ya? Gak lama, kok."


Vero menggeleng, "Kita harus pergi sekarang atau dompet-dompet itu akan mengucapkan selamat tinggal padaku."ucapnya dramatis.


Chloe meringis, "Setidaknya biarkan aku cuci muka dan menggosok gigi."


Vero berpikir sejenak, "Yasudah, cepat sana jangan sampai aku berubah pikiran. Oh, ya kau bisa mengambil sikat gigi baru disana."ujar Vero menunjuk lemari hitam.


Chloe menghampiri lemari hitam itu, mengambil sikat gigi berwarna hijau lalu berlari cepat kearah kamar mandi, takut gadis itu berubah pikiran.


Beberapa menit kemudian Chloe keluar dengan wajah lebih segar sedangkan Vero setia dengan wajah khas 'bangun tidurnya'.

__ADS_1


"Nah, ayo kita mulai pelajarannnya!"


***


Vero dan Chloe sampai di pinggir jalan. Banyak kedai makan yang berhamburan ditiap sudut jalan. Mereka berdua bersembunyi dari balik tembok memperhatikan keadaan.


"Chloe, dengar aku, sekarang adalah jam makan siang. Banyak orang keluar untuk membeli makan. Kalau kau cukup beruntung, kau bisa dapat dompet orang kantoran yang tebal. Kalau tidak, kau bisa mendapat dompet anak muda seperti dia."ujar Vero menunjuk seorang laki-laki yang umurnya tak jauh dari Chloe, mungkin juga sepantaran.


"Watch and learn, ini teknik paling dasar dalam mencuri."sahut Vero berjalan mendekati korban. Chloe panik ketika ditinggal sendiri. Ia hendak menyusul Vero namun buru-buru mengurung niatnya. Ia takut malah merepotkan gadis itu. Alhasil Chloe hanya memperhatikan Vero dengan wajah khawatir.


Vero melancarkan aksinya. Setelah pria itu membayar uang makanya, ia menaruh dompetnya di kantong celana belakang. Vero dengan sengaja menabrak pria itu lalu dengan gesit mengambil dompetnya.


"Maaf, aku tidak sengaja."ucap Vero dengan wajah bersalah lalu diam-diam menyelipkan dompet curian itu ke kantong belakang celananya.


"Oh, ya santai saja..."pria itu tersenyum kearah Vero lalu pergi meninggalkan Vero tanpa rasa curiga sedikitpun. Chloe menganga, astaga apanya yang 'teknik dasar'? Menurutnya itu benar-benar teknik yang sulit. Chloe tidak mungkin bisa melakukannya.


Vero menghampiri Chloe dengan wajah berseri lalu memamerkan dompet itu di depan wajah Chloe. "Lihat, keren tidak aku?"


Mata Vero membulat, terkejut melihat isi dompet korbannya. "Wah, hari ini aku beruntung sekali! Lihat, Chloe banyak sekali uangnya!"Vero membuka dompet itu lebar-lebar kearah Chloe. Dan memang benar, ada banyak uang berwarna merah di sana. Padahal dompet itu terasa ringan tepi ternyata oh ternyata... Kita memang tidak boleh menilai segala sesuatu dari sampulnya saja.


Chloe tersenyum kaku, memang rasanya senang mendapat uang yang banyak tapi tetap saja ada rasa bersalah yang membandel di hatinya.


"Seperti dewi keberuntungan sedang ada di pihakku! Lihat Chloe, ada orang kaya!"seru Vero menunjuk mobil mewah yang berhenti disebrang tempat persembunyian mereka. Ketika pemilik mobil itu keluar, Chole menahan nafas. Ya Tuhan, Chloe berani bersumpah pria itu sangat tampan! Tubuhnya tinggi dengan otot yang tercetak sempurna walau tertutup jas sekalipun, hidungnya mancung, rahangnya kokoh, dan oh jangan lupakan garis wajahnya yang sempurna itu!


"Vero, menurutmu apa dia artis?"tanya Chloe heran. Vero menggeleng, "Entah, lah aku tidak peduli. Aku hanya peduli dengan dompet tebal pria itu!"


Tiba-tiba Vero menepuk tangan lalu mencengkram pundak Chloe, "Chloe, dengar aku. Orang kaya itu pada dasarnya lemah, mereka tidak bisa melindungi diri sendiri, makanya mereka selalu menyewa bodyguard untuk melindungi diri dari orang-orang macam kita. Nah, ini kesempatanmu, Chloe!"


Chloe mengerutkan kening, tak mengerti arah pembicaraan Vero, "Maksudnya?"

__ADS_1


Vero berdecak, "Ia kesempatanmu, Chloe. Curi dompetnya selagi tidak ada bodyguard yang melindunginya. Dia pasti tidak sadar. Kalaupun ketahuan, kau tinggal tendang 'itu'nya."


Chloe tertawa gugup, "Woah... Woah... Vero kau tidak lihat tubuhnya? Walau tertutup baju sekalipun aku bisa otot-otot kerasnya, there's no way he is weak! Dan apa kau bilang tadi? Tendang 'itu'nya? Aku cukup waras untuk tidak melakukannya!"


Vero memicing mata memperhatikan dengan teliti pria yang menjadi targetnya itu lalu menggedik bahu, "He's totally stupid. Dari tampangnya saja aku tau kalau dia adalah orang bodoh yang menutupi kebodohannya itu dengan kekayaan. Dia tidak akan sadar saat kau mencuri uangnya."


Chloe tampak ragu, "You sure?"


Vero mengangguk semangat, "Iya! Lagi pula, dia pasti tidak keberatan menyumbang sedikit dari kekayaannya untuk kita. Nah, cepat sana pergi!"seru gadis itu mengusir


Dengan ragu, Chloe menyingkir dari tempat persembunyiannya. Ia menyebrangi jalan lalu bersembunyi di balik kedai makan. Chloe menghela nafas sambil memukul-mukul dadanya yang berdebar keras.


'Chloe, you can do this!'ucap Chloe menyemangati diri sendiri. Langkahnya terasa berat namun dengan pasti ia mendekati pria itu. Pria bertubuh sempurna itu tengah melihat-lihat bunga, sepertinya ia ingin membeli sebuket dan ketika ia mengeluarkan dompetnya dari saku celananya, alarm dikepala Chloe berdering. Ini saatnya!


Chloe berjalan cepat menghampiri pria itu, namun tiba-tiba mata mereka bertemu, langkah Chloe mendadak terhenti. Nafasnya tercekat, dari kejauhan beberapa meter, Chloe bisa melihat mata pria itu yang berwarna biru terang. Sungguh indah dan memabukkan sampai Chloe menahan nafas dibuatnya. Lalu ketika pria itu memutuskan kontak matanya, Chloe tersadar. Ia mengutuk dirinya seraya menghentak kaki. Apa, sih yang ia pikirkan?! Bisa-bisanya ia terpesona dengan wajah korbannya di saat begini.


Dari sebrang tempat, Vero memukul keningnya. Ia sedikit menyesal menyuruh Chloe mencuri dompet pria kaya itu, bisa-bisa pria itu lolos dengan selamat.


Chloe menoleh ke arah Vero. Vero mengacungkan jempol dan mengibas-ngibas tangan seakan berkata, "Kau pasti bisa! Cepat pergi dan ambil dompet pria itu!"


Chloe memajukan bibirnya, harusnya Vero bisa memakluminya. Ini kan pertama kalinya ia mencuri ia belum terbiasa.


Chloe menggulung lengan bajunya keatas. Baiklah, tidak ada susahnya mencuri. Chloe hanya perlu mengambil dompet pria itu lalu lari kalau ketahuan, toh, dia sangat cepat berlari. Dan ingat, tidak ada acara tendang-tendangan.


Chloe mendekati pria bermata biru itu yang tampaknya sedang mencari kunci mobil. Dengan hati mantap, Chloe berpura-pura menabrak pria itu, persis seperti yang Vero ajarkan. Ketika tubuh Chloe bersentuhan dengan tubuh pria itu, Chloe dapat merasakan otot-otot keras di sekitar lengan pria itu dan kalau dugaannya benar, otot itu tidak hanya ada di lengannya tapi di sekujur tubuhnya.


Chloe menyadarkan diri dari fantasi liarnya. Dengan sigap tangan kecilnya meraih dompet dari balik saku celana pria itu lalu menyembunyikannya ke belakang punggungnya.


"Maaf, aku tidak sengaja."ucap Chloe tersenyum tipis kearah pria itu. Chloe berniat pergi tanpa mendengar tanggapan pria itu. Namun, ketika baru beberapa langkah ia pergi, tangannya tercekal. Chloe menoleh, memastikan siapa yang berani menyentuh tangannya dan pelakunya tak lain adalah korbannya. Alarm di kepala Chloe kembali berdering, menandakan hal buruk akan segara terjadi.

__ADS_1


"Nona, uang di dompetku memang tidak seberapa tapi, aku benar-benar malas kehilangan kartu dan surat-surat didalamnya. Jadi, bisa kembalikan dompetku sekarang?"tanya pria itu dengan suara yang sukses membuat tubuh Chloe meremang.


Sial, apa ini akhir hidupnya?


__ADS_2