Playing With Xander O'Pry

Playing With Xander O'Pry
Episode 6 Jangan Lapor Polisi!


__ADS_3

"Nona, uang di dompetku memang tidak seberapa tapi, aku benar-benar malas kehilangan kartu dan surat-surat didalamnya. Jadi, bisa kembalikan dompetku sekarang?"tanya pria itu dengan suara yang sukses membuat tubuh Chloe meremang.


Sial, apa ini akhir hidupnya?


---


Mata Chloe tak berkedip. Ia menatap pria dihadapannya dengan wajah shock, "Ba-bagaimana kau..."belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba pria itu memelintir tangannya kebelakang lalu menubruk tubuhnya ke mobil.


"Aw, sakit!"Chloe menjerit ketika perasaan ngilu dan nyeri merambat ke tangannya. Tubuh Chloe terkunci, ia tak dapat bergerak bahkan ketika pria itu meraba tubuhnya untuk mencari dompetnya, Chloe tak dapat memberikan perlawanan.


"Kau...!"Chloe tak dapat berkata-kata, ia terlalu shock bahkan ketika pria itu berhasil menemukan dompetnya ia masih tidak dapat berkata-kata.


Pria itu melepaskan cekalannya lalu mengurung tubuh Chloe dengan kedua tangannya. Chloe menahan nafas ketika pria itu memajukan wajah dan kembali beradu pandang padanya. Kaki Chloe mendadak lemas berhadapan dengan mata biru pria itu.


"Well-well, lihat siapa yang berani mencuri dompetku."

__ADS_1


Chloe merinding, ia menelan ludah. Matanya bergerak liar mencari bantuan lalu ia teringat. Mana ada pencuri yang minta tolong! Harusnya pria bermata biru ini yang menjerit minta tolong hingga menangis darah. Chloe tidak menyangka posisi mereka jadi tertukar begini.


"A-aku minta maaf... A-aku tidak akan mengulanginya lagi."tutur Chloe terbata-bata. Pada akhirnya Chloe menunduk tak kuasa menatap mata biru itu.


Diluar dugaannya, tiba-tiba tangan pria itu menarik dagu Chloe, "Nona, tatap mata lawan bicaramu saat bicara!"


Chloe mengigit bibir, "Pak, aku benar-benar minta maaf. Bo-boleh lepaskan aku?"


Pria bermata biru itu menarik sudut bibirnya keatas, "Aih, aku tidak sebaik itu. Mana mungkin aku membiarkanmu lepas tanpa meberikan hukuman. Well, kira-kira hukuman apa yang cocok untuk pencuri kecil sepertimu, hm?"


Chloe menggeleng kepala, ya Tuhan habis, lah dia. Chloe tidak mau dimasukkan ke penjara!


"P-pak, aku mohon aku akan melakukan apapun, jangan laporkan aku ke polisi!"mohon Chloe dengan keringat dingin.


Pria itu memiringkan kepalanya seraya menatap Chloe heran, lalu tiba-tiba seringai licik terbit di wajahnya, "Kau akan melakukan apapun?"

__ADS_1


Entah mengapa Chloe menyesal setelah mengucapkannya, benaknya berkata hal buruk akan terjadi kalau ia meng'iya'kan ucapan pria itu. Namun, membayangkan dirinya masuk ke penjara, buru-buru Chloe mengangguk."Ya, apa saja!"


Pria bermata biru itu tersenyum manis kearah Chloe lalu menjauhkan wajahnya, sukses membuat gadis itu bernafas lega, "Baiklah, kalau begitu jadi pembantuku mulai dari sekarang."


Chloe melotot, "Apa?!"


Pria itu mengangkat sebelah alisnya, "Kenapa? Kau keberatan?"


"Bu-bukan begitu... Pak, tidak bisakah kita diskusikan ini terlebih dahulu?"Chloe berusaha membujuk pria itu. Dia memang berjanji akan melakukan apapun, tapi bukan dengan ikatan sebagai majikan dan bawahan seperti ini!


Pria itu menyipitkan mata, "Okay, kita bicarakan ini di dalam."putus pria itu seraya membuka pintu mobilnya.


"Ta-tapi..."


"Masuk, lah. Kau tidak mau jadi pusat perhatian terus, kan?"tanyanya dengan nada sedingin es. Chloe dibuat bungkam, ia tak berani lagi membantah, matanya memperhatikan sekeliling dan baru sadar kalau sedari tadi mereka memang jadi pusat perhatian. Dengan berat hati ia masuk ke dalam mobil lalu duduk bagaikan patung. Tiba-tiba terlintas niat untuk kabur. Benar, harusnya sekarang ia kabur, kenapa tiba-tiba ia jadi terlibat perjanjian aneh macam ini?

__ADS_1


Ketika Chloe hendak keluar dari mobil, pria bermata biru itu sudah masuk lalu mengunci pintu mobilnya seakan tahu niat yang akan dilakukan Chloe. Dalam hati Chloe menjerit kesal lalu mengutuk dirinya yang terlalu lambat dan bodoh.


__ADS_2