Pocket Watch Game

Pocket Watch Game
Chapter 9. Misi 2


__ADS_3

Tidak terasa sudah pagi hari. Ren bangun menatap atap yang selalu menjadi pemandangan pertama yang dia lihat setelah hangun tidur. Hari ini dia memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah. Teman teman nya pasti mengerti alasn dia tidak sekolah.


Melewati paginya yang biasa, Ren membawa jam saku itu meletakkannya di jantung jaket bermaksud untuk memberikan itu ketika sampai ke kantor polisi sekaligus melaporkan masalahnya.


[Gagal]


"Aaakkk!! Sial! Mereka menganggap ku main main hah? Jam saku, aplikasi, bahkan pesan pesan itu... Mereka tidak bisa melihatnya?! Hampir mati di daratan es mereka pikir hanya cerita karangan?? Alami sendiri dan coba katakan sekali lagi sialan!" Rutuk Ren menendang dinding.


Setelah marah marah sendirian di dalam gang sempit, Ren tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Akhirnya dia mampir di restoran perempatan untuk menenangkan diri.


"Pesan Coklat panas dan satu Sandwich sayur." Kata Ren pada pelayan di sana.


"Baik. Pesanan akan tiba beberapa menit lagi." Ucap si pelayan itu menuju dapur.


Ren memesan teh panas dan sandwich sayur. Mendengar percakapan orang yang membicarakan dirinya. Entah itu saat kemarin atau penampilan nya sekarang yang seperti irang gila.


"Ini pesanan anda." Salah satu pelayan membawakan pesanan Ren. Setelah meletakkan di meja, dia kembali melayani pelanggan lain.


Di antara pelayan itu ada dua orang perempuan dan laki laki yang duduk di dekat jendela. Mereka membicarakan sesuatu dengan serius tapi si laki laki menanggapi perkataan si perempuan dengan wajah tertekuk.


"Kamu harus percaya PWG!" Teriak si perempuan berdiri dari kursinya. Derak kursi yang bergeser membuat Ren penasaran.


"?" Si lelaki yang duduk di depannya hanya bisa memijit pelipisnya melihat kelakuan si perempuan yang berteriak membuat para pelanggan yang ada di restoran ini menatap mereka berdua.


Ren juga melihat mereka sekilas sebelum kembali berbalik dan mengambil gagang cangkir menggangkatnya dari meja.


'Dia Baru saja menyebut PWG? Apa itu Pocket Watch Game?' pikir Ren sambil menyeruput teh panas yang sekarang melukai lidahnya.


Si lelaki yang sudah kehilangan kesabarannya memberi beberapa uang di meja seperti dia tahu PWG adalah sebuah merek tas yang di inginkan pacarnya yaitu perempuan di depannya.


"Hah... Kita akan bertemu lagi Minggu depan. Sudah cukup dengan omong kosong mu itu." Ucapnya sebelum berdiri dari kursi dan kemanggil seorang pelayan mendekat ke meja.


"T-tapi..." Si perempuan berusaha meraih tangan lelaki itu tapi dia langsung berbalik tidak peduli.


Dia pergi meninggalkan si perempuan setelah membayar pesanan mereka berdua. Si perempuan hanya diam mengepalkan tangan menahan amarah. Dia langsung pergi dari tempat ini dengan hati yang kesal.


"Pasangan itu akhirnya pergi... Jika itu perempuan mungkin merek tas?" Pikir Ren.


Ren ingin bertanya soal PWG tapi sejak kemarin dia seperti orang yang berhalusinasi lalu semua player dalam game ini adalah musuh. Itu yang dikatakan Vin si penembak di mimpinya yang merupakan salah satu alasan dia tidak jadi bertanya.


Resiko lainnya jika bekerja sama dalam kelompok adalah Penghianatan. Orang yang bersembunyi dalam kebohongan seperti serigala. Ren mencoba menghindari hal itu.


Setelah menghabiskan dan membayar harga pesanan nya, Ren pergi ke taman mencoba membuang jam saku aneh itu. Dia berdiri di depan kolam sungai buatan lalu melempar jam saku agar dia tidak melihatnya lagi.


[Gagal]


Jam saku itu kembali saat dia duduk di kursi panjang taman di bawah pohon besar. Ren mengambil jam itu.


"... Tsk!" Karena kesal, Ren kembali melempar jam itu ke sembarang arah namun dengan ajaib nya dia kembali muncul di tempat yang sama tanpa lecet.


Menyerah, Ren mengambil jam itu lagi. Sebenarnya Ren penasaran apa fungsi jam saku itu jika sudah ada aplikasi aneh PWG?

__ADS_1


Tring


Ada sebuah pesan masuk dari ibu nya.


[Mom


Ren tetap di rumah jangan kemana mana.]


"...” Ren membalas nya dengan satu kata 'ya'.


Dia meminta Ren diam di rumah besok. Tidak tahu apa alasannya tapi dia menurut karena besok dia sendiri tidak tahu mau kemana.


Ren membuka aplikasi PWG melihat sekilas hitung mundur yang tertera. Tidak ada detail dia akan di bawa kemana karena di list hanya tertulis misi bertahan.


Entah lah... apa dia harus bersiap meminta izin selama 1 hari? Atau tidak. Karena besok libur.


'buku panduan'


Ren menekan di bagian buku panduan. Di bagian itu ada yang menjelaskan fungsi jam saku di tangannya.



Penghubung game dengan pemain.


Mempercepat hitung mundur


Mempercepat penerimaan barang.



Di bagian ke empat membuat Ren kebingungan tapi dia tidak ingin ambil pusing dan langsung pergi dari taman pulang kembali ke rumahnya.


...


Sesampainya di rumah, Ren langsung pergi ke depan laptop miliknya dan mulai mencari informasi di internet tentang pwg.


Berjam jam sudah berlalu begitu saja. Susah payah mencari, hanya ada satu artikel yang berisi 3 baris.


[PWG? 10 yang lalu seseorang menyebutkan. Pembunuh berantai yang membunuh sekitar 40 orang dalam satu tahun berasal dari PWG]


"Haah..." Hela nafas Ren lelah.


'tidak ada artikel apapun tentang PWG selain ini. Berarti wanita itu pemain kan?' pikir Ren melihat laptop nya sekali lagi.


Ren pergi ke luar membeli beberapa batang coklat yang dia tidak sukai untuk menyadarkan diri nya kalau ini mimpi atau bukan. Orang bilang coklat bisa menaikkan mood tapi baginya yang tidak suka manis coklat itu seperti es yang bisa membuat gigi linu.


Tring


Pesan masuk. Ren mengabaikannya karena sedang di luar. Setelah dirumah sekali pun, dia hanya ingin beristirahat dan sedikit olahraga sore. Tanpa tahu pesan apa yang ada di dalamnya.


[118111

__ADS_1


Halo para pemain! Atas permintaan dari GM, hitung mundur sekarang akan di percepat setengahnya. Mulai hari ini hitung mundur dari aplikasi PWG akan di atur ulang.


Aplikasi PWG hanya bisa di buka saat misi dan satu kali setelah misi selesai.


Peningkatan kesulitan ini harus di lakukan. Karena termasuk dalam peningkatan kesulitan di tutorial.]


.


.


.


.


Srak srak


Suara dedaunan yang bergesekkan. Cahaya matahari yang redup dan suara suara yang aneh tersebar di udara. Pohon pohon menjulang tinggi tanaman rambat hampir memenuhi tanah.


"Umn... "


Mata Ren mengerjap. Cahaya matahari masuk ke matanya. Silau.


"?!" Ren buru buru bangun dan duduk di tanah melihat sekeliling. Dia ingin bangun jika ini mimpi.


Graaarrrww


Suara nyaring mengisi udara. Makhluk besar setinggi pohon dan reptil yang berlari jauh dari nya segera membuat dia sadar.


"Bangunkan aku jika ini mimpi." Ucapnya mtidak sadar memegangi jam saku di tangannya.


Tring


[Misi: Bertahan


Waktu: 1 hari


Hadiah : 150 point


Penalti : kematian


Saran : Lari sekarang juga!


Fighting!


Dari GM :3 ]


"Lari?"


Seperti gempa, berkali kali suara yang menggetarkan tanah terdenger. Ren berbalik ke belakang melihat apa yang sedang mengejarnya.


Seekor makhluk raksasa berlari ke arahnya. Suara yang mengaum tadi juga berasal dari makhluk itu. Mengutuk kehidupannya, Ren segera berdiri dan lari secepat mungkin.

__ADS_1


"Game sialan!!" Teriaknya di tengah tengah Auman yang mengancam nyawa.


__ADS_2