Pocket Watch Game

Pocket Watch Game
Chapter 2. Kecelakaan


__ADS_3

Tidak ada yang berani bersuara atau hanya menyapa dan bertanya. Ruangan begitu hening hanya ada suara murid kelas lain yang di hukum di lapangan karena berantakan.


Drap drap drap


Langkah kaki berlari di koridor sekolah mendekat ke arah kelas Ren. Seorang lelaki dengan rambut coklat nya dan baju seragam yang masih acak acakan membuka pintu kelas dengan kasar. Seperti nya di lolos dari pemeriksaan di pintu gerbang.


Brak!


"Hah... Hah... Aku tidak ter- ?!" Dia dengan nafas menggebu gebu. Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, seketika dia membeku di tempat begitu mendapati kelas yang begitu hening.


Matanya terpaku pada wanita yang berdiri menatapnya dengan senyuman hangat di wajah. Namun ekspresi wajah yang ramah tamah itu terlihat menyeramkan baginya. Dia seperti kelinci kecil yang sedang berhadapan dengan Harimau putih


"Halo, murid ku-rang-a-jar." Bu guru Iva memberi penekanan di 2 kata terakhir pada kalimatnya dengan senyuman hangat yang menyeramkan khas guru killer.


Anak itu merasakan bulu kuduknya berdiri tegak. Tubuhnya merinding. Keringat dingin bercucuran. Guru killer yang di takuti lebih dari setan atau ibunya sendiri sekarang tepat berdiri di depan matanya.


Prok


"M-maafkan aku" dia menyatukan kedua tangannya di depan wajah meminta maaf. Namun matanya melihat ke arah murid murid lain yang duduk di bangku seakan berkata "tolongin pliss"


Namun para murid itu duduk di bangku menahan tawa sembari memalingkan wajah mereka ke arah lain. Wajah mereka seperti mengatakan "salah sendiri telat." / ”bodoamat" / "rasain lu" / "puass"


"Nah, bagus minta maaf. Kemarilah ibu beri sedikit hadiah" Iva melambaikan tangannya ke anak itu isyarat mendekat.


Anak lelaki itu tepat berdiri di hadapannya ragu ragu. Meski dia tahu kekerasan pada murid itu sudah di larang sejak lama tapi, dia terus memandangi tangan kanan ibu Iva mengantisipasi jika dia akan terkena tamparan maut darinya.


Bletak


"Aah!!"


Sebuah pukulan di belakang  kepalanya membuat anak laki laki itu terkejut sampai mengeluarkan teriakan pria jantan miliknya.


"Oke, ingatlah jika mengulanginya lagi kau akan menerima lebih dari jitakan ibu. Perkenalkan dirimu dan jangan lupa rapihkan baju mu. Lihat ****** ***** mu terlihat."


"Pfft.." seorang anak perempuan di bangku paling depan menutup mulutnya agar tawa yang hampir meledak tidak bocor.


Wajah lelaki itu memerah Semerah tomat matang. Rasa malu yang di rasakannya pada hari pertama sekolah membuat kenangan tak terlupakan bagi seluruh murid kelas yang akan menjadi teman barunya.


"Aku Ezra Putra Dinata. Salam kenal.. Dan berhenti melihatku seperti itu!" Ucapnya kesal sembari mengacungkan tangan mengepal di depan wajahnya yang memerah.


Sebagian murid kelas menahan tawa dan cengengesan sendiri sementara Ren sendiri hanya tersenyum menyaksikan drama kecil di kelas barunya.


"Baiklah, Ezra duduk di bangku paling belakang itu. Kau yang di sana maju dan perkenalkan dirimu" Iva menunjuk Ren yang kebetulan ada di samping bangku kosong di depan jendela. Dia berdiri dan maju ke depan kelas memperkenalkan diri.


"Aku Ren Andreas." Ucap Ren singkat padat dan jelas. Ren punya alasan sendiri kenapa dia tidak mengatakan nama lengkapnya.


Ren kembali ke tempat duduknya. Para gadis terus memperhatikan dirinya. Dia merasa tak nyaman dengan tatapan mereka. Sejak dulu dia sudah memakai softlens dan rambut palsu dengan niat agar tidak menjadi pusat perhatian. Misalnya gosip seperti ada bule di kelas mereka atau ada bule tampan di sekolah ini.

__ADS_1


"Sampingnya." Ucap ibu guru Iva.


Perkenalan terus berlanjut sampai pelajaran sejarah di mulai sepenuhnya.


"Hari ini kita akan belajar sejarah dari awal sampai akhir. Buka buku kalian catat hal yang penting. Ingat untuk selalu dengar kan apa yang ibu katakan. Paham?"


""Iya Bu""


Seluruh murid mulai membuka tas mereka mengeluarkan satu buku dan pulpen lalu meletakkannya di atas meja mereka.


Tentu tak menutup kemungkinan bahwa ada murid yang nakal di kelas hingga tidak mendengarkan perintah atau perkataan dari guru.


"Ibu mulai. Bab 1. Sejarah Indonesia


Sejarah Indonesia sangat panjang dimulai dari penemuan manusia Jawa yang berusia dari 1,7 juta tahun yang lalu menurut buku pelajaran di tahun 2021.


Kemudian sejarah Indonesia di bagi menjadi 5 priode.


Pertama Era Prakolonial, era dimana munculnya kerajaan kerajaan Hindu Budha serta Islam di pulau Jawa dan Sumatra yang berasal dari perdagangan ketika kapal kapal asing memasuki Indonesia untuk berdagang.


Ke dua Era Kolonial yaitu masuknya orang orang Eropa terutama Belanda yang mengingin kan rempah rempah hingga mengakibatkan penjajahan Belanda selama sekitar 3,5 abad atau 350 tahun lamanya.


Ke tiga Era Awal kemerdekaan atau orde lama adalah pasca proklamasi kemerdekaan indonesia tahun 1945 sampai jatuhnya Soekarno presiden pertama Indonesia pada tahun 1966.


Ke empat Era orde baru, pada saat pemerintahan Soeharto presiden kedua Indonesia menggantikan Soekarno yang menjabat dari tahun 1966-1998.


Lalu tambahan yang berlangsung saat ini. Era modern." Bu guru Iva menjelaskan dengan gambar dan tulisan acak yang dia buat di papan tulis. Saat dia melihat ke arah anak yang tertidur dan melamun, ekspresi wajah nya memburuk.


Tok tok tok


Bu Iva mengetuk papan tulis 3 kali. Refleks semua murid di kelas menoleh kecuali murid yang tengah tertidur.


"Kalian semua, baca halaman 1 sampai 10 paket 2021. 2 hari lagi kita akan mengadakan ulangan mingguan. untuk tes harian cari tau apa yang terjadi saat era Prakolonial. Oke, pelajaran hari ini selesai."


Buk


Dengan kasar Bu guru Iva menutup buku di tangannya dan berjalan keluar kelas dengan raut wajah kesal. Murid di kelas hanya bisa menahan nafas saat dia berbicara dengan ancaman perang yang akan di laksanakan 2 hari lagi.


Sampai dia tak terlihat lagi di jendela kelas, baru para murid bisa bernafas lega.


Triing triiing


Bel sekolah berbunyi 2 kali sekarang jam istirahat. Murid yang tertidur di kelas tiba tiba bangun dari tidurnya ketika mendengar suara nyaring itu.


Para murid mulai mengobrol, ke kantin atau hanya mendengarkan lagu di handphone genggam nya menggunakan earphone yang dia bawa sendiri.


Ren sendiri hanya menunduk kan kepala melamun memikirkan angka di detik selanjutnya. Dia tak membawa uang yang di beri ibunya. Tidak ada waktu untuk membuat bekal sendiri dan dia juga tidak bisa mengambil uang yang di berikan orang tuanya padanya karena satu dua hal.

__ADS_1


Namun lamunannya membawa dirinya ke ingatan masa lalu yang tak ingin dia ingat kembali. Ketika hal buruk terjadi pada teman masa kecilnya.


"Ren!! Pembicaraan Kita tadi pagi belum selesai." Teriak Reva pada Ren.


Ren mengernyitkan dahi. Menurut Ren dia hanya pengganggu. Ren memijat pelipis kepalanya. Dia merasa pusing menyerang kepalanya. Teriakan Reva memperburuk keadaannya.


"Ck, apa?! Diamlah!" Ren tiba tiba berteriak penuh amarah pada Reva yang membuatnya kebingungan.


"?! Apa maksudmu?" Reva mengambil pergelangan tangan Ren menariknya hingga Ren terpaksa menatap mata Reva penuh amarah dengan wajahnya yang buruk.


Mata yang basah dan ekspresi penuh penyesalan tercermin di wajah Ren.


Ren menarik kembali tangannya dengan kasar. Dia berdiri dari kursi lalu keluar dari kelas menuju UKS karena rasa pusing di kepalanya yang tak kunjung mereda.


"Wow, woow ada apa ini? Apa yang terjadi padanya??" Ezra bertanya basa basi pada Reva.


"Ren... " Gumam Reva khawatir. Dia tak pernah melihat Ren seperti ini seumur hidupnya.


Reva menyusul Ren ke UKS. Di sana dia terduduk di kasur dengan segelas air hangat di tangannya yang gemeratan sembari terus menundukan kepalanya menatap lantai marmer.


"Ren, aku minta maaf oke?" Reva meminta maaf pada Ren walau dia tak tahu apa kesalahan yang dia perbuat.


"Tidak, aku minta maaf. Sekarang pergilah aku ingin sendiri. Nanti aku akan ke kelas sebelum bel masuk berbunyi." Ucap Ren.


"Ya."


Reva berbalik pergi dari ruang UKS ke kelas meninggalkan Ren sendirian bersama anggota PMR yang ada di sana.


"Kau sudah merasa lebih baik?" Tanya seorang perempuan.


"Ya... Aku pergi dulu." Ren berdiri dari kasur. Perasaan nya sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya.


Bel sekolah berdering nyaring. Pelajaran terus berlanjut sampai pulang sekolah pada jam 5 sore hari.


Ren berjalan di trotoar lalu berhenti menunggu lampu merah. Seseorang menerobos lampu merah dan menyebrang jalan yang ramai.


Sebuah truk yang terus melaju kencang membuat Ren panik. Dia mencoba menarik tangannya kembali namun terlambat. Dia tak bisa menggapai tangannya. Truk itu terus melaju lebih kencang dari sebelumnya. Tidak ada tanda tanda supir akan menginjak rem.


Terlambat orang itu tertabrak hingga tangan kiri, rusuk, tempurung kepala, dan kakinya hancur lebur. Dia meninggal di tempat. Sementara truk yang melaju kencag itu menabrak tiang lampu jalan.


Mata Ren melebar menyaksikan apa yang terjadi di depannya. Darah memercik ke wajahnya. Pakaian yang dia kenakan terkena percikan darah orang itu.


"Mira..."


...****************...


Mira siapa hayo 👀

__ADS_1


__ADS_2