Pocket Watch Game

Pocket Watch Game
Chapter 7. Terdampar Di Kutub


__ADS_3

Dari atas hanya terlihat pemandangan putih yang membentang. Benda halus ringan berwarna putih bertaburan di mana mana. Angin kencang berhembus menerbangkan butiran kecil salju.


Badai salju yang dingin sedang menerjang daratan. Suhu yang minus derajat tidak ada yang bisa hidup di cuaca ekstrem tersebut.


Tidak tahu ada di mana tempat ini berada namun sebuah titik kecil terdampar di atas salju putih nan dingin.


Di tengah badai salju ini, tekad ku sudah bulat.


Aku Holland Ren Van Andreas bersumpah menemukan GM sialan itu dan mencincang dia menjadi seribu bagian! Tidak... Aku akan menyiksanya perlahan lahan di ruang putih.


****


"Uhh... d-dingin...'


Daratan dingin tertutup salju putih tempatku sekarang terbangun dari tidur karena gas putih tadi. Aku terdampar di tengah badai salju yang melanda. Pakaian yang di gunakan sekarang hanya setelan kaus, celana dan kemeja biasa.


'Sangat dingin!'


Pupil mataku bergetar. Pikiranku kacau. Aku tidak bisa berfikir jernih di tengah badai es ini. Dalam beberapa jam lagi aku pasti akan mati membeku. Mencari sebuah rumah untuk berlindung merupakan hal yang sia sia karena di sini hanya ada datatan dengan bumbu salju dingin di atasnya.


Tring


Suara samar yang tidak asing terdengar di antara hembusan kencang angin. Sebuah pesan dari orang yang sebelumnya mengirimkan pesan pesan aneh. Nama pengirim yang tertera di sana 118111.


Aku memeriksa isi dari pesan di handphoneku dengan tangan yang gemetar. Ada beberapa Kalimat yang tertulis di pesan itu.


[Misi: Bertahan


Waktu: 2 jam


Hadiah : 100 point


Penalti : kematian


Saran : gunakan toko Item


Good luck!★


Dari GM ;) ]


"2 jam?! Ha... ha aku yakin sebelum dua jam.... aku pasti sudah mati membeku." Gumam ku dengan suara bergetar karena menggigil.


Belum sampai 2 menit sejak aku terbangun di tempat ini, tubuh ku sudah menggigil kedinginan tidak bisa di gerakan.


Seperti saran yang di tulis aku melihat apa yang di maksud toko Item. Ada beberapa barang dengan nama yang aneh dan tidak masuk akal berbentuk kelereng kaca.


[Toko online. Di reset setiap 12 jam]


[ Kelereng Gurun : 50]


[ Kelereng Laut : 50]


[ Kelereng Racun : 100]


[ Kelereng Malam : 150]

__ADS_1


[ Perbatasan Hidup dan Mati : 100.000]


"Apa ini?! Beri aku selimut atau papun itu yang berguna! Ck "  aku berdecakm toko Item ini tidak sesuai dengan apa yang ku bayangkan.


[ Kelereng Gurun : 50


Merasakan sensasi seperti di gurun. Tanpa air di tambah matahari yang menyengat kulit selama 1 jam. Walau sebentar tapi hati hati dengan dehidrasi dan fatamorgana tehe :P ]


"Ini sedikit berguna...."


[Kelereng Laut : 50


Membuatmu seperti berada di dalam lautan selama 1 jam. Tidak bertanggung jawab apabila pengguna mati tenggelam kehabisan nafas.]


"Tidak berguna."


[Kelereng Racun : 100


Lempar! Jangan hirup jika kamu tidak ingin mati dalam hitungan detik.]


[Kelereng malam : 150


Seperti putri tidur. Selamat mimpi indah selamanya~]


[Perbatasan hidup dan mati : 100.000


Selamat dari kematian satu kali.]


"Ukh!! 100.000 point? 1M?! Jangan bercanda."


Aku menyapu sekeliling mencoba mencari apapun itu untuk berlindung di baliknya dari angin dingin yang menerjang. Sampai aku menemukan sebuah gundukan salju yang tidak jauh dari sini. Aku mencoba untuk bertahan dan pergi ke sana.


"Uhk..." Dengan susah payah aku berdiri dan berjalan perlahan ke sana.


Aku mencoba untuk tetap seimbang di atas salju tebal walau sesekali angin yang kencang membuat ku goyah. Satu langkah dua langkah dilakukan untuk pergi ke gundukan salju di sana.


"Apa itu- !?"


Sebuah jari mencuat di balik gundukan salju itu. Aku berjalan lebih dekat lagi untuk melihatnya. Bisa saja aku salah tapi itu benar benar jari tangan manusia.


Kali ini aku mencoba untuk menyingkirkan beberapa salju yang menutupi. Sebuah kain yang kotor berwarna biru tua terlihat di mataku. Kain itu menutupi kepalanya.


"M-mayat ?!" Aku terkejut dan takut bila aku mati membeku di sini sama seperti dia.


Waktu sudah berlalu. Aku betahan dengan berlindung di balik gunukan salju yang ternyata badan seseorang yang membeku.


Belum mencapai 30 menit, aku sudah menggigil dan beberapa kali terbatuk.


Aku baru menyadari satu hal di aplikasi AWG. Ada status bar yang tertera di sana yang sekarang berisi tanda peringatan.


"Aku.... Mungkin.... Tamat..."


Tak!


Sebuah kotak merah sebesar wadah cincin lamaran jatuh dari langit menimpa kepalaku entah dari mana dan bagaimana. Sebuah kelereng kaca berwarna biru berkilau terpajang di sana.

__ADS_1


Di kotak tertulis Kelereng Gurun. Pesanan dari toko Item sudah datang berarti ini sudah berlalu selama 30 menit.


Tiga puluh menit sebelum aku sekarat dan mati membeku. Dengan ini aku bisa bertahan. Aku memecahkan kelereng itu seketika sebuah lingkaran aneh muncul mengelilingiku.


Sekitar ku mulai hangat membuat semua salju mencair. Ini lebih baik dari yang sebelumnya. Karena hanya 1 jam, aku harus bertahan selama setengah jam lainnya di dalam dinginnya kutub.


.


.


.


.


Sudah berlalu selama 8 jam sejak Ren tertidur. 6 jam Ren tertidur di kamarnya tapi selama 2 jam selanjutnya dia menghilang entah pergi kemana. Dia meninggalkan wig dan lensa kontak di atas meja.


Bruk!


"Haa.... Hah ...." suara seseorang yang menggigil kedinginan muncul di dalam ruangan.


Sebuah suara terdengar jatuh ke lantai. Tiba tiba Ren muncul di udara kosong seperti sihir. Belum sempat Ren berdiri, dia jatuh ke lantai membuat suara tersebut.


Ren kembali ke kamarnya dengan keadaan yang kacau. Badan menggigil, bibir yang membeku dan lain sebagainya di tambah pakaian nya yang basah.


"Sial... n.. ukh."


Ren berusaha untuk berdiri. Dia membuka seluruh pakaiannya yang basah lalu menyelimuti dirinya sendiri menggunakan selimut seperti kepompong. Sekarang dia harus menghangatkan diri.


Tring.. Tring


Tiba tiba ada pesan masuk ke handphone nya. Handphone nyanyang tangguh tentu saja bisa bertaha di cuaca yang ekstrim jadi tidak ada masalah apapun di hp nya.


Ada dua pesan yang masuk. Yang pertama pesan itu memberi tahu bahwa dia mendapat hadiah sebesar 100 point dari misi yang pertama tadi.


[118111


Congratulations!! 👏🎉 Selamat Killer Bunny 🐰 telah menyelesaikan misi pertama. Hadiah 100 point bisa di cek langsung di apk.


Haha!*


^^^Dari GM 😄]^^^


Misi yang membuat dirinya harus bertahan dari dingin ekstrim seperti di Antartika.


Sementara yang ke dua adalah pesan orang yang di eliminasi. Dari 25 pemain sekarang hanya tersisa 20 orang termasuk dirinya. Tanfab Ren gemetaran memegang handphone nya.


Bukan tanpa alasan. Dia hampir saja mati membeku. Di tambah jsntungnya yabg berdegup kencang membuat dia merasa tidak nyaman.


Selama 3 jam Ren membungkus dirinya menggunakan selimut. Saat ini dia tidak punya kekuatan untuk pergi ke luar rumah.


Ren mengambil handphone nya sekali lagi dan melihat daftar kontak. Dia mencari sebuah nomor temanya Revi dan bilang padanya bila dia izin tidak masuk sekolah untuk hari ini.


Tapi sebuah pesan masuk di grup kelas yang baru saja di buat oleh salah satu murid. Ada sebuah pengumuman yang mewajibkan seluruh siswa untuk hadir.


Jika siswa siswi tidak bisa hadir, orang tualah yang harus hadir. Karena ibunya itu tidak mungkin pergi ke sekolah untuk hal semacam ini, terpaksa lah Ren yang harus pergi.

__ADS_1


*****


__ADS_2