Pocket Watch Game

Pocket Watch Game
Chapter 12. Hancurlah jam saku busuk


__ADS_3

Mur mur mur ...


Suara riuh seluruh siswa siswi berjalan di halaman sekolah mengobrol berkelompok. Adapun yang hanya berjalan lurus ke pintu gerbang. Mereka memakai tas mereka masing masing kembali pulang ke rumah mereka.


Ren berjalan bersama 2 orang teman nya Reva dan Ezra. Mereka sudah melupakan tentang masalah kemarin. Tidak ada yang aneh bagi mereka bertiga satu sama lain.


"Ren, mau ke warnet??" Ucap Ezra mengajak Ren.


"Yoii! Maen game LOA. Santuy aku di Epic loh."


"Hilih Epic doang aku dong Mythic!" Sombong Ezra membusungkan dadanya bangga.


"Cih..."


Reva membuang muka ke kiri. Ren ragu karena dia sendiri sudah lama tidak bermain game. Rekornya di LOA cuma sampai Epic karena ada les piano jadi dia tidak ounya waktu untuk bermain game.


Ren memasukkan tangannya ke saku. Dia memegang benda bulat di sana.


'aku tidak bisa....' pikir Ren pasrah. Akhirnya hanya Reva dan Ezra saja yang pergi ke warnet sementara Ren pulang.


.


.


.


.


Sampai di rumahnya, Ren seperti biasa mandi, ganti baju, makan dan lain lain. Sekarang dia menyiapkan satu botol plastik lalu mengisinya dengan air putih biasa.


Karena jam sekolahnya yang berjalan pagi hingga sore hari, Ren menghabiskan waktu menatap jam saku emas di tangannya memikirkan bagaimana menbuat jam ini menghilang dari pandangannya dengan perasaan frustasi.


Ren pergi ke balkon sekali lagi mencoba melempar jam saku itu. Dia sekarang tidak memakai pakaian yang memiliki saku. Dia ingin tahu bagaimana caranya Jam itu kembali padanya.


1 menit... 2 menit...


"!!!"


Tidak ada yang terjadi. Jam itu belum kembali! Ren dengan muka sumringahnya merasa kesenangan karena keanehan yang terjadi di hidupnya selama ini akan hilang sekarang juga.


Ren berbalik untuk kembali ke kasurnya duduk di tepian masih dengan senyuman lega yang terlukis di wajah tampannya. 2 detik kemudian sebuah suara menyadarkan dirinya.


Tring


Suara pesan masuk. Ren hendak mengambil handphone nya di samping kiri untuk melihat apa pesan yang masuk.


"?!" Wajah senang Ren berubah muram.


Benda bulat emas tampak mahal yang seharusnya sudah dia lempar keluar, sekarang berada di genggaman tangan kirinya.


Trak!


Ren reflect melempar jam itu lagi ke luar. Sekarang dia melemparnya dengan sangat kuat. Melebihi lemparan yang pertama.


[Gagal]


Dia melemparnya dengan tangan kiri, jam itu kembali ke tangan kanannya. Ekspresi wajahnya memburuk.


Berbagai macam cara Ren mencoba menghancurkan jam tersebut.


Membuat orang lain memegangnya.

__ADS_1


[Gagal]


Tangan orang itu malah menembus jam saku di tangan Ren.


Menguburnya di dalam tanah.


[Gagal]


Memukulnya dengan kesar menggunakan palu.


[Gagal]


Membakarnya dengan panas yang tinggi.


[Gagal]


Mengunci di dalam peti dan mengirimnya ke tempat lain.


[Gagal]


Dll....


Semuanya [Gagal]


....


Semua usaha yang Ren lakukan gagal. Tidak ada satu pun yang berhasil. Ren yang putus asa duduk di tepi kasur menundukkan kepala sambil memegang jam saku itu menyerah.


"Tidak jangan menyerah dulu! Pasti ada jalan lain!" Ucap Ren menyemangati diri sendiri walau di pikirannya bilang "sia sia".


Tak


Seketika sekitarnya berubah menjadi abu abu. Waktu berjalan mundur. Menampilkan pemandangan yang berbeda dari kamar nya yang familiar.


Raungan besar mengisi seluruh tempat masuk ke dalam gendang telinganya. Cahaya cahaya yang muncul dan hilang bersamaan suara besar yang menggelegar membuat dia srgrra melihat ke langit.


Beberapa ekor bercahaya terpampang jelas di langit langit seperti bintang jatuh. Dia teringat sebuah film yang menggambarkan kejadian ini.


"Sial... Dari semua kenapa harus ini?!..." Gumam Ren dalam hati. Dia bersiap untuk berlari melawan arah bintang bintang jatuh itu pergi. Bukan bintang. Lebih tepatnya meteor.


Tring


Pesan masuk. Dia bahkan belum sempat membaca pesan masuk yang pertama karena sibuk mencoba berbagai cara menghancurkan jam saku emas itu.


[Reva


Ren, aku mendapat beberapa kotak coklat. Mereka bilang untuk memberikannya padamu. Kasih itu padaku. Kamu tidak suka yang manis manis kan?]


"Terserah!" Ren mengetik 'ya' sambil berlari tanpa melihat ke layar handphone nya.


[Misi : Bertahan


Waktu: 1 hari


Hadiah: 200 point


Penalti: kematian


Saran: Kabur


Semoga beruntung~

__ADS_1


^^^Dari GM 😊]^^^


Ren terbelalak melihat durasi waktu yang di berikan. Bertahan selama 1 hari di tengah meteor yang berjatuhan. Apa dia salah lihat?!


'Emoji bangsat!!' rutuk Ren dalam hati sepertiemiliki dendam kesumat pada Emoji yang satu ini.


"Aaaarrrggkk!!" Teriak Ren marah di tambah ketakutan karena makhluk tinggi besar bernama dinosaurus mengejarnya teoat di belakang.


....


"Huff ... Huff... masih lama..." Gumam Ren kehabisan nafas.


Belum sampai setengah hari Ren di kejar habis habisan. Dia harus menghemat air yang ada di tangannya.


Untuk sekarang dia masih aman bersembunyi di balik pohon besar tapi sekali lagi dia tidak bisa berdiam di satu tempat. Ada meteor jatuh yang harus dia hindari sebisa mungkin atau dia akan mati sebelum memukul GM.


Satu sampai 2 jam Ren pergi mengendap endap dari satu pohon ke pohon. Selama kungkin dia harus bertahan sampai durasi waktu misi habis.


Ren membuka aplikasi PWG melihat list barang di sana. Rata rata sampah. Bayang yang beguna semua ada di urutan termahal dari semua barang. Adapun yang murah dan berguna tapi durasi pemakaian sangat singkat.


Dia harus menggunakan itu hanya di saat saat berbahaya saja untuk menghemat. Mengingat hutang nya yang bernilai 1 miliar. Ren tidak merasa memiliki hutang sebanyak itu. Percaya atau tidak hutang itu pasti milik pemilik sebelumnya.


Tring


"Pesan? Di zaman begini?"


[------


Hei! Di mana kau!!? Ini gilak! Kamu pemain kan?? Aku tidak berharap kamu percaya tapi peruawkabhsyejn]


Ren melihat pesan itu. Tidak ada nama pengirim yang tertera. Kata kata yang tertulis selanjutnya juga aneh. Ren berfikir hanya GM yang bisa memberi pesan di dunia tanpa sinyal ini.


Kembali mematikan layar handphone nya, dia kembali berjalan mengendap endap demi keselamatan hidupnya. Untuk sekarang hidup nya yang terpenting. Tidak ada yang lain.


Membuka Toko online, ada barang yang menarik perhatian Ren. Dia merasa cukup beruntung menemukan harang tersebut.


[Kelereng waktu : 150 point


Mempercepat waktu menjadi 4x lipat selama 1 jam waktu normal. Semua bencana yang terjadi di percepat. Contoh nya jika pemain di kejar anjing maka pemain akan diam di tempat dan anjing itu akan datang lebih cepat 4x lipat.]


Walau harganya mahal tapi itu yang dia butuhkan. Satu barang hanya bisa di helu satu kali dalam satu waktu. Jika beruntung barang sama akan muncul besoknya.


"Lebih baik aku gunakan di tempat yang aman..." Gumam Ren mencari tempat semacam gua atau lainnya.


....


Jleb


"Wuuahh!!"


Ren terkejut saat kaki nya masuk ke dalam lumpur becek. Dia berusaha mengeluarkan kakinya dari lumpur tapi gagal.


"Tch! Ayolah hidupku di pertaruhkan di sini!" Keluh Ren mencari sekitar. Dia melihat akar pohon yang tidak jauh darinya. Ren melempar botol air ke tempat kering.


Setelah mengambil akar pohon itu dia berusaha menarik diri sendirinya. Meteor yang berjatuhan semakin banyak ke bumi membuat suara suara menggelegar dari kejauhan. Hati Ren bergetar ketakutan saat mendengar suara suara seram itu.


##########


...Ini aku... ...


...Jujurly masih banyak yang salah, kebalik sama typo. Maap kan saya. Say ngga baca ulang & kadang ngga mau mikir walau udah tau itu salah. Paling nanti aku revisi. Mungkin up nya bakal lebih lambat juga soalnya aku juga sekolah......

__ADS_1


__ADS_2