
Hari harinya berjalan naik dan turun. Banyak hal yang Ren lalui. Mulai dari saat dia menemukan jam saku terkutuk itu.
Bertahan hidup selama 1 hari dari kejaran Reptil raksasa. Hadiah 150 point alias 1,5 jt.
[Selesai]
Ren menyelesaikan misi tersebut dengan naik ke atas pohon dan menghindari Reptil raksasa berbahaya. Menunggu di sana sampai 1 hari terlewati tanpa tidur.
Sambil menunggu dia memakan coklat yang dia bawa di saku jaket untuk mengganjal perutnya yang lapar.
Tring
Pesan masuk dari nomor yang dia benci.
[118111
Selamat!! Hadiah bisa langsung di cek. Kenaikan level juga menjadi bagian inti dari game.
Setiap mencapai 5 level, toko akan menambah 1 slot barang! Setiap penyelesaian misi, misi selanjutnya akan lebih sulit dari sebelumnya. Untuk beberapa misi mungkin akan lebih mudah.
Semangat~
^^^Dari GM :)]^^^
Trak!
Ren membanting handphone nya ke lantai. Dia menghela nafas lelah berbaring di ranjangnya. Sekarang Ren hanya ingin tidur.
****
Ren pergi ke sekolah seperti biasanya namun tepat di depan kelasnya, dia merasakan semua orang yang berada di sekeliling nya membeku di tempat berhenti bergerak.
Tak
"Apa yang-" kata kata Ren tercekat di tenggorokan.
Waktu di putar mundur. Ruangan kelas berubah menjadi lautan biru yang membentang luas entah di mana ujungnya.
Dengan rasa kaget yang menyertai, Ren jatuh ke air yang dalam. Seluruh pakaiannya basah dan dia hampir saja tenggelam.
"Wuaa! A-air?! Tunggu ini d- blup blup fuaah." Ren berusaha agar kepalanya tetap berada di permukaan. Tas yang berisi buku buku sekarang basah.
Dengan kemampuan Ren berenang, dia menemukan sebuah kayu yang mengambang entah berasal dari mana.
Sebuah daratan mungkin tidak jauh dari tempatnya sekarang terombang ambing di lautan tak tentu arah.
Tring
[Misi: Bertahan
Waktu: 3 jam
Hadiah : 100 point
Penalti : Mati tenggelam.
__ADS_1
Saran: -
Good luck 😸
^^^Dari GM]^^^
"Tch! GM yah? Ngajak gelud" ucap Ren tersenyum dengan dahi berkedut. Rambut palsunya basah terlepas dan lensa kontak nya yang sama sama lepas.
Di lautan ini dia harus bertahan selama 3 jam. Masih syukur bila Ren tidak kesemutan atau mati rasa. Ini tiga jam! Itu lebih lama dari saat dia mandi yang cuma 5-10 menit!
Membuka toko item di handphone nya, Ren melihat banyak barang yang aneh dan tidak berguna. Di antara semuanya 1 barang yang dihargai 100 point sangat tidak berguna.
[ Kelereng Bau : 100 point
Menghilangkan bau yang sangat sulit dihilangkan! Bahkan bunga rafflesia Arnoldi akan kehilangan aromanya.]
"Haha..."
Selama 3 jam terendam air Ren mulai lemas. Dia perlahan melepaskan pegangannya.
Jbyur!
Ren masuk ke dalam lautan dalam. Seluruh anggota badannya lemas tidak bisa di gerakan. Apa dia akan mati tenggelam.
....
"KYAAAA!!!" Teriakan perempuan di depan kelas Ren. Orang orang mulai mengerubungi dirinya dari kejauhan. Bahkan ada juga yang memotret dirinya.
Ren yang seharusnya tenggelam tiba tiba saja sekarang berada di depan kelasnya dalam keadaan basah kuyup.
"Ohok- ohok ohok!" Ren terbatuk batuk berkali kali.
"Ada apa ini?!"
Teriak seorang guru datang berlari ke kelas Ren. Dia melihat Ren yang basah kuyup terbatuk di lantai depan pintu masuk kelas.
Ren berusaha berdiri. Rambut palsunya lepas memperlihatkan rambut pirangnya yang basah menutupi mata kanannya. Dia menatap gurunya yang melihatnya dengan tatapan aneh dengan sebelah mata.
"Sa-ya baik baik saja-" ucap Ren mengambil tas ransel nya berdiri dan berjalan gontai kembali ke rumahnya. Jejak basah di lantai tertinggal di tempat di mana ia melintas.
Dari semua hari yang dia lalui, ini yang paling buruk. Dia sungguh tidak menyangka waktu hitung mundur akan di percepat secepat ini.
Dia menyesal tidak melihat waktu hitung mundur dan malah melempar handphone nya ke sembarang arah.
Tring
[118111
Selamat!! Hahaha Killer Bunny. Kamu orang pertama yang bertahan tanpa item, saran dan persiapan saat melaksanakan misi sulit seperti ini! Hadiah bisa langung di cek. Level naik ke level 2.
Ingatlah untuk cek hitung mundur yang tertera okey? Jika kamu tidak ingin mati.
^^^♥️♥️]^^^
"Ukhh... Sial." Gumam Ren masih berjalan di jalanan menyebrangi lampu merah dengan tatapan orang orang ayng sekarang menatap dia dengan sebelah halis tertekuk. Pesan itu seperti membaca pikirannya.
__ADS_1
Dalam hal ini semua yang dia sembunyikan di sekolahnya untuk menjauh dari gosip gosip tidak penting gagal dalam satu hari. Rambut dan mata nya kini sudah terekspos. Mulai sekarang ini akan di bicarakan semua orang.
Mungkin besok, rumor bagaimana dia bisa basah kuyup di depan kelasnya sendiri akan tersrbar di grup grup wa kelas seluruh penghuni sekolah.
Paling buruknya, Ren akan di panggil ke ruang BK dan mendapat surat untuk di berikan ke orang tuanya jika ada dari di antara mereka yang mengira bahwa dia di bully oleh seseorang.
Tentu saja Ren tidak bisa bilang soal PWG. Siapa yang percaya?! Yang ada orang orang hanya mendapat bahan gosip baru yang menyatakan dia gila stress atau mengkhayal secara berlebihan.
Misi bertahan di lautan selama 3 jam.
[Selesai]
Dengan ini 3 misi sudah selesai dia laksanakan. Misi akan terus muncul pada hidupnya entah sampai kapan semuanya berakhir. Ah... Dia lupa. Si penembak bilang semuanya akan berakhir saat dia mati.
....
Sesampainya di rumah, dia mandi menggantung seluruh pakaiannya yang basah lalu mencoba mengeringkan buku buku di bawah sinar matahari.
Sayang nya tinta yang tertulis di kertas buku sekarang luntur dia tidak bisa membacanya. Agar buku dan tasnya itu lebih cepat kering, dia pergi ke kamar ibunya mengambil pengerung rambut.
Kini kamar ibunya mulai berdebu karena tidak di tempati untuk waktu yang lama. Ibunya akan tidur di sofa ruang tamu atau kenginap di kantor tempat dia bekerja.
"..." Ren hanya diam di balkon, di bawah sinar matahari untuk menghangatkan diri. Menatap tinta buku yang luntur di temati handphone miliknya di tangan.
Drttt drtt
Telepon masuk. Dari nomor yang tifak dia kenal yang berarti dia belum sempat menyimpan nomor itu.
"Halo? Siapa?" tanya Ren. Ren tidak berfikir itu nomor penipu. Dia akan kabgusng tahu setelah mendengar suaranya.
[Halo? Ren?? Ini guru mu wali kelas. Apa yang kamu lakukan?] Tanya si guru yang menyebut dirinya wali kelas. Mendengar suaranya, dia tahu bahwa orang ini adalah orang yang sama yang berlari di lorong yang seharusnya di larang untuk berlarian di sana.
"Yang ku lakukan?" Ren malah bertanya balik. Dia juga bingung harus berkata apa. Terakhir yang dia lakukan adalah menarik pintu kelas lalu terdampar di lautan tenggelam dan kembali ke tempat semua dalam keadaan basah kuyup.
[Kenapa kamu bisa basah kuyup? Dan kenapa kamu tidak bilang rambut juga matamu itu? Kamu bahkan merahasiakan nama aslimu]
"Haah... Saya tidak tahu."
[Kamu mewarnai rambutmu? Kamu tahu kan itu di larang.]
"Ya ya. Bapak bisa memanggilku besok ke ruang BK jika aku murid bermasalah. Aku akan menjelaskan semuanya. Bapak tinggal memilih ingin jawaban jujur atau bohong."
[Re-]
Piip
Ren mematikan telepon itu. Dari ekspresi wajah nya, sudah terlihat dia sedang pasrah. Dia lanjut mengeringkan buku dan tas miliknya sambil melihat isi chat grup yang mencapai seribu kata dalam beberapa menit.
Ren hanya bisa menghela nafas memikirkan apa yang akan dia ucapkan agar mereka langsung melupakan kejadian itu seperti btudak terjadi apa apa.
...****************...
...Banyak typo... yah aku buru buru ngetik dari 1 jam yang lalu. otakku di paksa buat jalan :')...
... Bagiku yang cuma pen nyiksa MC nya sih segini dah Mayan. :,-)...
__ADS_1