
"Jam??" Polisi itu melihat Ren dengan tatapan Aneh.
Dia sekali lagi melihat ke tangan kanan Ren yang memegang Jam saku antik namun jangankan mengambil jam tersebut, polisi itu hanya melihat sekilas dan berkata.
"Aku tidak melihat ada jam di sana." Kata si Polisi membuat Ren terkejut. Dia jelas jelas memegang jam itu di tangannya.
"Tapi ini jam saku nya. Lihatlah!" Ren mengangkat rantai yang mengikat jam saku itu. Rantai emas yang berkilau.
"Jam saku apa? Kamu bahkan tidak memegang apapun kan?" Jawab si polisi membuat Ren mengerutkan dahi.
Bagaimana bisa polisi tidak bisa melihat jam yang begitu besar di tangan Ren?
"Tapi-" kalimat Ren terpotong.
"Ah, maaf. Aku harus pergi."
Polisi itu masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat itu entah kemana. Ren hanya bisa diam membeku tidak tahu harus berbuat apa dengan jam tangan ini.
Di dalam dirinya bertanya tanya kenapa dan bagaimana bisa. Akhirnya Ren memutuskan untuk pulang kerumah dengan membawa serta jam saku di tangannya.
Dia berniat menyimpannya untuk sementara waktu. Mungkin karena sudah malam polisi itu tidak bisa melihat jam saku yang dia bawa. Besok pagi dia akan membawa jam itu ke kantor polisi.
.
.
.
.
Sampai di depan pintu rumah, Ren membuka pintu. Ibunya duduk di kursi mengerjakan sesuatu di depan laptop nya dengan beberapa kertas yang menumpuk di samping kanan dan kiri meja.
"Aku pulang..." Ucap Ren sembri membuka ikatan tali sepatu.
Ketik ketik
Tidak ada ucapan selamat datang atau semacamnya yang ada hanya suara tangan yang menekan tombol tombol keyboard laptop. Ren hanya melihat sekilas ibunya yang sesekali memeriksa dokumen dan mulai mengetik lagi.
"Hah ...."
Ren hanya bisa menghela nafas panjang kemudian naik menaiki tangga ke lantai 2 tanpa mempedulikan ibunya karena seperti nya dia tidak ingin di ganggu.
Cklek
Pintu kayu dia buka. Kamar yang sempit, kasur yang berantakkan dengan selimut yang membentang hingga ke lantai menjadi pemandangan pertama yang dia kenali.
Sruk
"Ukh... Sial."
Ren meletakkan tas nya di sembarang tempat. Dia meletakkan jam saku, handphone, melepas rambut palsu dan lensa kontak di meja kemudian mengambil handuk yang menggantung di jemuran sekaligus 1 setel pakaian di lemari.
Ren keluar dari kamar untuk mandi membersihkan dirinya dari berbagai kotoran yang menempel.
Beberapa menit berlalu. Ren menggosok rambut pirangnya yang basah menggunakan handuk. Dia masuk ke kamarnya kemudian menggantung handuk itu di jemuran. Iseng, Ren menganbil jam saku di meja.
Dia duduk di kasur empuknya dan berbaring di sana menatap langit langit yang remang dengan pikiran yang kacau.
Jam saku di tangan kanannya memantulkan cahaya lampu yang redup. Cahaya itu bersinar keemasan dibalik kaca. Ini benar benar jam saku yang indah. Jika dia menjualnya, entah berapa harga yang dia dapat.
__ADS_1
"Hanya orang kaya yang memiliki jam semacam ini." Gumam Ren memperhatikan Jam saku itu dengan detail yang mengagumkan.
Ren menatap jam dinding yang menunjukkan hampir pukul 08:00 PM. Sudah malam hari. Hari ini banyak yang terjadi di hidupnya. Lalu ingatan saat itu....
"Mira... "
Tring
Pesan masuk. Ren memeriksa handphone nya untuk melihat pesan yang masuk. Ada 4 pesan yang belum dia baca. Pengirimnya hanya 1 orang namun dengan nama yang di samarkan menggunakan angka.
[ 118111
Haloo, pemain selamat datang. Toturial Game akan di mulai beberapa saat lagi. Untuk sekarang menentukan player. ]
"Apa ini? Orang ini ingin menipu?" Ren membaca tulisan itu ingin tertawa. Siapa yang mau percaya pesan pesan seperti ini?
Ren meneruskan membaca oesan dari orang asing tersebut. Dia membaca nya dengan ekspresi wajah terhibur tanpa tahu apa yang akan terjadi padanya di kemudian hari.
[118111
Peserta dengan ID Kux45 inisial Killer Bunny memasuki permainan.]
[118111
Mohon untuk menunggu. Data akan di unduh beberapa saat lagi... 1...2...2...1...]
"Hah? Seriusan? Killer Bunny? Nama yang.... menyeramkan." Kini Ren membaca 2 pesan lainnya. Tertulis sesuatu yang aneh di pesan ke 2. Data?
[118111
Data berhasil di perbaharui.
SELAMAT DATANG! Holland Ren Van Andreas, pemain ke 20 dari 25 peserta permainan! Aplikasi akan terunduh beberapa saat lagi. ]
Dia tidak pernah memberi tahu orang nama aslinya di belanda selain Reva dan orang orang terdekat nya saja. Bagaimana bisa penipu ini mengetahui namanya?
Tring
[118111
Aplikasi berhasil di unduh. PWG apk siap di jalankan. Player berhasil mendaftar kan diri.
Harap verifikasi dahulu chek link di bawah ini untuk membuka aplikasi.
Link: ***** ]
Glek
Ren menelan ludahnya mulai ketakutan. Pertama Killer Bunny, ke dua nama nya, dan sekarang ke tiga adalah aplikasi yang terpasang di handphone nya.
Link yang tertera di pesan itu sangat mencurigakan. Sebuah aplikasi aneh dengan nama PWG juga muncul secara tiba tiba tanpa Ren mau. Dengan tidak menekan link yang terdapat pada pesan, Ren mencoba mencopot penasangan aplikasi tersebut.
[Gagal, aplikasi tidak dapat di copot dari pemasangan]
"Apa?!"
Berkali kali Ren mencoba untuk mencopotnya namun pesan itu selalu muncul di layar handphone nya. Bertuliskan bahwa dia gagal mencopot pemasangan.
"Apa ini semacam virus?" Gumam Ren berdecak kesal.
__ADS_1
Ren kembali ke pesan itu. Dia membacanya sekali lagi. Sejujurnya bila di lihat lebih lanjut, pesan ini sangat mencurigakan.
Link yang ada di salah satu pesan juga sangat mencurigakan. Bisa saja Link itu meminta dia mendownload file virus yang membuat handphone miliknya rusak.
Tring
Pesan masuk dari nomor yang sama.
[118111
Harap segera memverifikasi. Silahkan buka aplikasi sesuai langkah langkah yang di berikan. Mohon tekan link di bawah ini.
Link: *****
Bila anda tidak segera menekannya, sistem akan memverifikasi secara paksa.
Peringatan! Verifikasi secara paksa dapat memberi kemungkinan kecil bisa membuat handphone meledak ]
Setelah membaca pesan itu Ren yang tidak punya pilihan selain mencoba membuka aplikasi tersebut. Namun ada yang aneh dengan jam saku yang dia bawa di tangannya.
Jam itu bersinar redup. Angka angka kecil seperti tanggal berputar di sekeliling jam satu itu. Tiba tiba tutup jam itu terbuka dengan sendirinya bersamaan dengan Ren yang menekan link yang tertera dalam pesan.
[Memverifikasi....]
[ ID Kux45 ]
[Memeriksa nama inisial dalam data yang terkirim]
[Holland Ren Van Andreas/Killer Bunny tersambung]
[Mengubah struktur handphone....]
Tiba tiba layar handphone Ren bersinar terang kemudian memanas. Refleks Ren melemparnya ke lantai. Beberapa menit berlalu layar handphone yang terang mulai meredup.
[Modifikasi selesai...]
"Apa sudah selesai?" Ren menganbil kembali handphone nya di lantai. Tidak ada yang berbeda. Itu tetap handphone yang dia gunakan sebelumnya.
Ren melihat di balik layar. Sebuah tokoh chibi yang merefleksi kan dirinya berdiri di sudut. Nama inisial id dan umur juga tercantum di sana.
Ada hal lain juga yang trcantum seperti job dan keahlian. Di layar Ren, job yang tertera adalah Student sementara keahlian di sisi dengan 3 tanda tanya ???
"Semua yang ada di aplikasi ini benar ... Lalu keahlian? Dia terlalu jujur ... Aku memang tidak punya keahlian." Gumam Ren dengan mata yang tidak bisa mengalihkan pandangan dari layar handphone.
Tanda panah kuning mengarahkan dia untuk menekan satu tombol bertuliskan 'mission'
Ren menekannya tanpa ragu. Tiba tiba rentetan misi aneh yang berjumlah ratusan berderet rapi di aplikasi itu dengan keterangan kesulitan, nama misi, tengat penyelesaian. Dan yang paling mengejutkan adalah tulisan bertuliskan hutang di sudut kiri atas yang berjumlah lebih dari 1 miliar.
"Hutang? Aku punya hutang?"
Yang paling menarik perhatian Ren adalah hitungan mundur yang ada di bagian atas di sana hitung mundur tersisa 6 jam lagi.
Tring
Sebuah pesan masuk. Dari orang yang sama.
[118111
Toturial akan dimulai dalam 6 jam lagi. Killer Bunny, bersiaplah ini misi pertama yang harus kamu jalan kan semoga beruntung.
__ADS_1
Saran: Beli lah beberapa barang dai toko untuk membantu kemajuan misi.
ABC]