
"Ayo cepat keluar!" Seseorang menarik tubuh Hardy dengan kasar. Supaya keluar dari dalam mobil yang sudah setengah ringsek, akibat menabrak dinding pembatas jalan. Sementara sopirnya masih pingsan.
Dan tiba- tiba saja Hardy mendengar suara tembakan yang memakai peredam suara. Seketika Hardy melihat supirnya meregang nyawa.
"Tidak! Apa yang kalian lakukan pada supirku?" Teriak Hardy histeris dan meronta dari cekalan orang yang menariknya tadi.
Tapi cekalan mereka makin kuat. Hardy tidak mampu meronta karena tubuhnya penuh luka akibat tabrakan tadi.
Ketiga orang yang memakai pakaian serba hitam seperti ala ninja, menyeret tubuh Hardy dan mendorongnya masuk ke kursi penumpang.
Lalu mereka meninggalkan tempat itu. Suara decit ban yang beradu dengan aspal , sangat memekakkan telinga!
Hardy diam tak bersuara. Dia tak ingin orang-orang biadab ini menghabisinya juga.
Hardy tau siapa dalang di balik penculikan ini. Ini adalah ulah pamannya yang licik dan serakah!
Satu jam sebelumnya.
Hardy mendatangi ruangan pak David, pamannya. Dengan membawa laporan keuangan. Karena dalam laporan tersebut, pak David telah menyalah gunakan wewenangnya. Memakai uang perusahaan tanpa seijinnya.
Dan jumlah uang amat fantastik, hampir satu milyar.
"Paman, ada apa dengan laporan ini?" Hardy menyerahkan berkas itu. Sekilas pak David menatap bingung Hardy. Lalu memeriksa berkas yang di berikan Hardy.
Pak David langsung memucat wajahnya. Ketika melihat berkas itu, yang isinya berupa catatan transaksi David mengambil uang perusahaan.
"Bagaimana paman bisa lakukan itu. Tidak tanggung-tanggung! Untuk apa uang sebanyak itu paman. Itu bukan uang pribadi, tapi milik perusahaan." geram Hardy menatap pamannya tajam.
Ini bukan yang pertama kali pamannya , melakukan kesalahan. Tapi Hardy masih berusaha menutupi kesalahan pamannya itu.
Tapi untuk kali ini Hardy sudah tak sabar. Makanya ia menemui pamannya di ruangannya untuk meminta pertanggung jawaban.
"Paman harus bertanggung jawab! Kali ini aku sudah tak bisa mentolelir perbuatan paman!" ancam Hardy dengan nafas memburu, menahan emosi.
"Apa kamu punya bukti? Kertas ini tidak bisa kau jadikan bukti untuk menyeretku ke pengadilan," decik David sinis memandang remeh keponakannya. Lalu merobek kertas itu, hingga beberapa bagian. Lalu melemparkannya tepat di wajah Hardy.
Hardy menutup matanya. Masih mencoba untuk bersabar.
__ADS_1
"Paman boleh menghancurkannya. Tapi aku masih punya salinannya dan juga bukti-bukti kejahatan paman yang lain. Untuk aku bawa ke depan sidang komisaris. Kali ini paman tidak akan bisa lepas!" ancam Hardy geram lalu pergi, keluar dari ruangan pamannya.
David, mengepalkan jarinya. Hingga buku- buku jarinya nampak memutih. Ancaman keponakanya tak bisa di pandang remeh. Sepertinya Hardy serius, untuk menyeret pamannya sendiri ke meja hijau.
David mengakui kesalahannya, yang telah bertindak semena-mena. Memakai uang perusahaan untuk kepentingan pribadinya. Gaya hidup istrinya yang glamour, memicunya untuk bertidak nekad.
Padahal Hardy sendiri yang telah memasukkannya ke dalam perusahaan. Karena David pengangguran. Tapi setelah lima tahun bekerja, David malah berniat jahat untuk menguasai perusahaan yang dikelola keponakannya.
Perusahaan "NAULI" yang bergerak di bidang kontraktor itu, adalah perusahaan yang telah di bangun Viktor, saudaranya mulai dari nol.
Lima tahun lalu Viktor dan istrinya meninggal dalam satu kecelakaan tunggal. Karena rem tidak berfungsi, dan itu juga adalah hasil perbuatannya.
Selama ini David sangat iri dengan keberhasilan saudaranya Viktor. Dengan berbagai cara ia selalu berusaha untuk mencelakai Viktor, dan itu berhasil lima tahun lalu.
Dengan kematian orang tuanya, karena tinggal sendiri di rumah besar mereka. Hardy mengajak keluarga pamannya untuk tinggal di rumah mereka.
Tentu saja hal ini di sambut gembira oleh David. Dengan begitu dia akan lebih mudah untuk menguasai harta keponakannya.
Terlebih karena Hardy mengajak pamannya turut serta bekerja di perusahaan yag dirintis ayahnya.
David dan istrinya juga putrinya adalah sosok manusia licik yang tidak tau bersyukur dan berterima kasih.
Tentu saja David takut akan ancaman itu. David tidak ingin keluarganya menjadi gembel bila Hardy melaksanakan ancamannya itu.
Jadi sebelum Hardy melakukan niatnya, dia harus bertindak lebih dulu, melenyapkan Hardy.
Cara satu-satunya adalah dengan membunuh keponakannya sendiri!
Karena harta dan tahta, mata David gelap dan kehilangan naluri kemanusiaannya.
Begitu Hardy keluar dari ruangannya. David menelepon pembunuh bayaran untuk menghabisi Hardy.
Satu jam kemudian.
Ketika Hardy pulang, dengan di antar sopirnya. Sebuah mobil tanpa plat, berwarna hitam membuntuti dari belakang.
Awalnya Beni sang sopir, tidak curiga karena ada sebuah mobil terus mengikuti mereka.
__ADS_1
Beni melihat majikannya, Hardy sepertinya tertidur di kursi penumpang. Jadi ia segan untuk memberitahunya.
Tapi ketika memasuki jalan tol, mobil itu masih juga persis ada di belakang mereka, Beni jadi curiga.
"Bos tertidur ya?" ucap Beni memecah ketegangannya.
"Tidak Ben, hanya memejamkan mata. Hari ini aku sangat lelah. Ada apa?" sahut Hardy masih memejamkan matanya.
"Itu bos, sepertinya ada yang membuntuti kita. Sejak keluar dari perusahaan pak."
"Benarkah?" Hardy menoleh ke belakang. Benar saja ada satu mobil yang mengikuti mereka.
"Apa yang harus aku lakukan, Bos," Beni menunggu perintah Hardy. Sejenak Hardy ragu, tapi detik berikutnya ia berkata.
"Kamu bisa menghindari mereka, Ben. Aku yakin mereka itu pasti berniat jahat," seru Hardy.
"Oke bos." Sahut Beni lantas menambah kecepatan. Mobil yang di belakang mereka juga melakukan hal yang sama.
"Aduh bos, sepertinya dugaanku benar. Mereka tengah mengikuti kita," Hardy menoleh lagi ke belakang. Benar apa yang di katakan supirnya.
Akhirnya kejar-kejaran pun terjadi. Suasana tegang begitu cepat merambat. Hardy berpikir, pasti ini adalah ulah pamannya. Atas ancaman tadi pagi yang ia lakukan pada pamannya.
Untunglah tadi ia telah menitipkan semua berkas-berkas pentingnya pada Ratih. Hardy menyuruh Ratih untuk menyimpan semua surat dan filenya di tempat aman. Karena suatu waktu ia akan membutuhkannya.
Mungkin itu yang ingin di ambil oleh pamannya. Dengan menyuruh orang lain membuntuti mereka.
Aksi kejar-kejaran masih berlangsung. Hingga Hardy merasakan tubuhnya seperti di hantam. Dan ternyata mobilnya telah menghantam beton pembatas, berguling-guling lalu kembali menghantam dinding tebing pinggir jalan.
Hardy tidak ingat apa-apa lagi. Yang sempat ia dengar adalah teriakan sopirnya dan dirinya saat mobil berguling. Setelah ia sadar, tubuhnya telah diseret paksa keluar dari mobil.
Tiba-tiba mobil yang membawanya berhenti. Hardy tidak tau dia di bawa kemana. Dia dipaksa keluar dari mobil dan dibawa ke arah jalan mendaki.
Mendadak hujan turun sangat deras. Karena luka-luka di tubuhnya, Hardy tidak kuat berjalan ke atas. Matanya masih awas untuk mencari cara melarikan diri. Tapi karena gelap, Hardy tidak melihat apa- apa.
Akhirnya mereka tiba di puncak. Dua orang memegangi tubuh Hardy dan seorang lagi mengacungkan senjata ke arah Hardy.
Mulut Hardy komat kamit memohon pertolongan dari Tuhan. Agar dirinya diselamatkan.
__ADS_1
Detik-detik yang menegangkan! Tiba-tiba kilat menggelegar membuat mereka kaget. Sehingga kedua orang di sisi Hardy jadi lengah.
Kesempatan itu tak di sia- siakan Hardy. Hardy meronta dan menjatuhkan dirinya ke sisi kanan. Hingga tubuh Hardy jatuh berguling ke bawah. Di sambut aliran sungai yang cukup deras. ****