
Duel ganas yang merusak berbagai fasilitas dan bentuk daratan alamiah sampai sehancur-hancurnya telah berakhir. Ini sungguh keterlaluan untuk dibilang Duel jujur saja. Kuharap Bang Wardana bisa menutup mata soal ini dan tidak membeberkan kejadian sesungguhnya.
.
Timing-nya pas saat Kami sudah pergi dari tempat itu, banyak sekali orang-orang lokal berdatangan menyaksikan Kejadian mencekam apalagi yang meneror seluruh benak orang-orang bagaikan bencana yang datang tanpa angin tanpa hujan.
.
Aparat Keamanan juga datang ke lokasi dan kehabisan kata-kata dengan apa yang terjadi. Apalagi tak ada yang bisa ditanyai disana.
.
"Hei, ini gila kan...? Bagaimana bencana sebesar ini terjadi tanpa jejak setelah usai?"
.
"Apa ini ulah Zarkan? Tapi mengapa Mereka menghilang begitu saja?"
.
"Sial... Getaran-getaran tadi sungguh luar biasa menakutkan sampai Aku cuma bisa jongkok ditempat!"
.
"Sihir... AKU MELIHAT SIHIR BESAR MELINTAS DISINI!!! TIDAK KAH KALIAN MELIHAT NYA???"
.
"Sihir... Zarkan... Apa Dunia ini memang semengerikan itu ternyata ya..."
.
"Tunggu, apa ini ulah Jendral Muda Cakra....?! Cuma Dia yang masuk akal menyebabkan semua ini!"
.
"Umurnya 14 tahun sekarang kan. Dia memang Pahlawan baru yang muncul 4 tahun yang lalu, tapi apa ini...??? Apa memang Dia yang menyebabkan semua ini?"
(Random)
.
Huh... Sifatku memang mirip-mirip dengan Pak Tua Mikami. Tiada hari tanpa bertarung atau menghancurkan sesuatu. Aku harus mengembangkannya setiap hari karena bakal bahaya jika bolong sehari saja dalam melatih Diriku sendiri.
.
Aku juga paham rasa euforia dan metafora yang sangat besar dari menikmati setiap pertarungan ataupun pertempuran berskala diatas rata-rata, jujur tak ada rasa takut sama sekali, bahkan Aku sangat senang setiap ada pertarungan.
.
Kalau orang lain mungkin memilih lari kalau ada bahaya yang tak bisa Mereka hadapi, sedangkan Aku tidak. Malahan Aku sengaja mendatangi bahkan nantangin bahaya itu dan menghabisinya dengan Pertarunganku. TETAPI AKU JUGA TAHU BATASAN WOY!
.
Rombongan Pak Tua Mikami setidaknya menyusuri seluruh lepas pantai untuk mendekat ke Desa Pesisir agar tak meninggalkan jejak di pasir pantai, jadi tidak ada kecurigaan mendalam dari pihak aparat.
.
Kami semua kembali lagi pulang ke kampung halaman dan heboh seperti biasa disana. Namun kali ini berbeda dan lebih seperti ke rasa kagum melihat Pak Tua Mikami pertama kali.
.
"WO-WOAH!!! TUBUHNYA SAMA BESAR DAN TINGGI SEPERTI RAKA DAN COKORDA!"
.
"Siapa Mereka ya~? Mereka tampan-tampan sangar loh WAHHH~~~"
.
"HEI! SELAMAT DATANG KEMARI TUAN-TUAN!!! SENANG KALIAN BERKUNJUNG!"
.
(Random)
.
"Oy, Raka, Cokorda. Kalian bawa orang baru ini... Jangan bilang kalau bencana mengerikan tadi cuma duel?"
(Tukang Bengkel)
.
"HAHAH~! Kalian sangat ramah ternyata. Senang rasanya diterima di tanah asing ini tanpa rasa ketakutan sama sekali~"
(Masatsu Kohtomikami)
.
"Eh... Iya tadi--"
(Agungraka)
.
"KAMI DUEL DISANA. MAKANYA PELABUHAN SAMA DARATAN DAN TEBING-TEBING PADA HANCUR KEHEHEHEH."
(Masatsu Kohtomikami)
.
*APAAAAAA----!!!!!! KALIAN BERDUEL SAMPAI MEMBUAT BENCANA BEGITU HAH~!??? DASAR ORANG-ORANG GILA!!!
╰(艹皿艹 )╰(艹皿艹 )╰(艹皿艹 )
(Semua Penduduk)
.
"Ergh... Hah~ Sudahlah. Kita kesini untuk berpesta kok, jadi~ abaikan saja yah, HEHEH."
(Cakra)
.
"OHH, CAKRA...! PAHLAWAN KITA TERNYATA~"
.
"Ada apa ini ha~ Kau liburan artinya pekerjaan dewasamu sudah selesai? hahahah"
(Random)
.
"Urgh... sebenarnya gara-gara Pak Tua ini rusuh jadi Aku terpaksa datang secepatnya (●ˇ∀ˇ●)"
(Cakra)
.
"Haiyayah~~~ Aku lebih kewalahan melawan anak ini ketimbang Mereka berdua."
(Masatsu Kohtomikami)
.
"EH? KAU SANGGUP MENAHAN MEREKA BERTIGA??! KAU SUNGGUH LUAR BIASA KUAT TERNYATA!"
(Tukang Siomay)
.
"Dia ini Samurai dari Jepang. Orang yang dikenal diseluruh penjuru Asia Timur dahulu sebagai "Bos Besar Nagasaki".
.
"Saat-saat dimana Jepang diujung tanduk kehancuran dari Koloni Besar Zarkan, Ia menyatukan seluruh Yakuza diseluruh negeri Jepang dan berperang bersama Mereka."
.
"Hari dimana Nagasaki terbakar seutuhnya adalah Hari dimana Jepang terbebas dari belenggu kehancuran dari Koloni Besar Iblis Zarkan. "
.
"Ia yang sekarang telah dikenal Dunia sebagai Legenda Tak Tergantikan yang menjadi simbol Harapan dan Kekuatan semua orang."
.
"SAMURAI IBLIS MASATSU"
.
"MASATSU KOHTOMIKAMI. Satu dari Dua Raksasa Jepang. Kolega persahabatannya Xerxes. CEO Besar "Kishagen", Perusahaan Relik Sejarah dan Arkeologi."
(Cakra)
.
Aku menjelaskan dengan nada santai yang lantang. Jadi Kupikir sudah seharusnya orang-orang sadar dengan seorang Legenda bukan?
.
"EH??! WOAHHH~!!! TERNYATA SAMURAI LEGENDARIS ITU?!!! TEMAN JAUH XERXES TERNYATA WOW....!!!"
.
"SUNGGUH SULIT DIPERCAYA... KENAPA ORANG SEKALIBER LEGENDA DARI ASIA TIMUR DATANG JAUH-JAUH KESINI???!"
.
Berbagai dercak kagum berdatangan dan tak henti-hentinya merasakan nuansa euforia yang luar biasa saat ada Orang besar yang dikenal Dunia datang ke Desa Pesisir.
.
Dengan cepat rombongan Pak Tua bergaul dna mulai membaur satu sama lain menandakan persahabatan dan persaudaraan dari saudara yang lain.
.
Selain itu Kulihat juga Camil bersama Bang Wardana banyak yang mengerubungi ingin berinteraksi dengan Camila.
.
Oh jelas~ Siapa yang tidak terpikat dengan Gadis secantik Malaikat ini kan~? Saat bayi luar biasa imut dan sekarang tumbuh dewasa dengan keimutan yang berubah menjadi Kecantikan elegan dan megah sama seperti nuansa familiarnya Kak Shakta.
.
Mewarisi wajah penuh kecantikan jelita yang menawan seperti Ibunya dan Rambut hitam lurus yang lembut gemulai lebat berponi rapih yang sedikit panjang beberapa helai ditengah sama sepertiku disertai mata biru laut yang indah seperti Ayahnya.
.
Ugh... Semoga Camila tidak memiliki sifat buruknya Bang Wardana. Bakal buruk kalau tempramennya juga ikut terwariskan ke Camila. Aku harap bisa dengan baik mendampinginya nanti.
.
Bang Kresna dan Bang Ipang juga disana berbincang-bincang dengan Warga yang lain.
.
"Wah~ Camila sekarang cantik sekali yaaa... Padahal dulu bayi imut banget."
(Tukang Bengkel)
.
"Masih kecil loh~ imut sekali, hahaheheh~"
(Ibu-Ibu Tukang Pijat)
.
"Hahahah, siapa dulu yang buat, fufu~"
(Mahawardana)
.
"Diam kau, kita cuma mau Anak gadismu saja disini~"
(Tukang Siomay)
.
"HEEEYYY!!!"
(Mahawardana)
.
*HIHI MARAH DIA
.
Camila yang digendong Ayahnya cuma bisa tertawa kecil saja melihat tingkah konyol orang-orang disini. Begitulah kehangatan disini. Rasanya beda dari Daerah lain, disini semua orang sudah seperti keluarga dan saudara walaupun beda darah.
.
Apalagi semua orang disini solid saling melengkapi jadi terciptalah keharmonisan yang sederhana tanpa gelimang harta yang bisa memabukkan rasa persaudaraan disini.
.
Namun tujuan kali ini selain berpesta adalah membahas perihal penting yang berhubungan dengan Ancaman Zarkan dan teror lainnya. Tidak bisa dipungkiri kalau memang Orang-Orang disini berbeda karena pada dasarnya Kami tidak punya rasa takut terhadap Zarkan.
.
__ADS_1
Malah anehnya lagi, Kami masing-masing punya bakat bertarung sejak lahir bahkan tanpa diasah sekalipun. Jadi kalau ada ancaman di Desa, Penduduk sini langsung bisa menyelesaikan masalahnya tanpa membawa-bawa pihak luar.
.
Kali ini Pak Tua Mikami datang Aku tahu tujuan sebenarnya. Yaitu untuk berkoordinasi denganku, mengkonservasi Eurasia, tempat rahasia besar yang tersembunyi dan menjadi sebagian kecil kunci yang relevan untuk mengungkap sejarah.
.
Aku sudah mempelajari Ilmu Geografi dan Dunia selama 4 tahun itu. Sehingga Aku sudah memiliki pemahaman luas semua hal umum disetiap negara. Aku mendapati kalau fokus utama sekarang adalah Kawasan Eurasia, terutama Timur Jauh Rusia, Perbatasan Mongolia, dan terakhir, jejak terakhir 1 dari 7 Prasasti Kuno, KUTUB UTARA. Jadi sekarang Kami memiliki Dua catatan penting dari 2 Prasasti Kuno, sisa 5 lagi belum ditemukan jejaknya sama sekali.
.
Banyak studi sejarah yang berhubungan dengan Daerah sana. Aku yakin karena Sejarah Ancaman Zarkan juga bersangkutan satu sama lain. Jadi sekarang ada Satu Prasasti Kuno disana. Tujuanku bersama Saudara-Saudaraku. Aku yang mengajukannya duluan. Bekerja sama dengan Pak Tua Mikami melalui Bang Xerxes, Aku akan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mengeksplorasi Sejarah Kuno yang hilang beserta rahasia besarnya.
.
Sungguh Rahasia Dunia maupun Sejarah yang hilang juga tak henti-hentinya berkutat dipikiranku. Rasanya semakin ingin Aku menggali lebih dalam. Apa ada hubungannya dengan awal mula Zarkan atau tidak. Aku yakin bahwa Zarkan muncul ke Dunia pasti ada sebabnya, tidak mungkin ada begitu Dunia ini terlahir sekalipun. Rasanya Aku seperti diberi amanat oleh Takdir untuk mengungkap semua masa lalu yang kelam itu.
.
Aku juga yakin kalau Entitas Iblis yang menebar kekacauan dan ancamannya bukan hanya Zarkan saja. Makanya dimasa kini Aku bisa bertemu dengan Pak Tua Mikami.
.
"Maaf, Kita kemari untuk membicarakan perihal yang sangat penting mengenai Zarkan, Tuan dan Nyonya. Jadi izinkan Kami untuk ke Kedai Buleleng agar bisa menjalani rapat dengan VIP Presidensial ini."
(Nishikama)
.
“Ah…! Iya benar juga, Cakra katanya ingin jalan-jalan keluar Negeri. Makanya Dia minta Aku datang.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“WOYYYYYYY!!!”
(Cakra)
.
*AWOKWOKWOK
*AHAHAHAHAH
.
“Baiklah. Tolong izinkan Kami untuk permisi dulu…”
(Takezake)
.
Pesta yang sudah menjadi kebiasaan itu berlangsung hingga sangat larut malam. Setidaknya cukup untuk sampai Tengah Malam. Semuanya mulai bubar sesudah pesta meriah itu, dan sekarang semua Saudara dan Keluargaku ada di Buleleng bersama rombongannya Pak Tua Mikami.
.
Kami berbincang sedikit soal Sejarah Umum yang diketahui di Dunia saat ini dan berbagai situasi diluar Negeri. Manakala ada Negara yang berkekuatan besar sampai ada organisasi-organisasi swasta maupun negeri untuk mengasosiasi para Pendekar yang memiliki kekuatan Mantra maupun Vajra, ada pula Negara yang putus asa karena kekurangan kekuatan.
.
Disitulah “Gunkaito” milik Bang Xerxes menyalurkan jasanya untuk mengatasi Masalah-Masalah terkait ancaman dan petaka Zarkan.
.
Ngomong-ngomong sebelum pembicaraan inti dimulai, Aku dan Camila main bersama diluar dan sesekali jajan dipasar. Setidaknya Kami bisa menghabiskan waktu berdua sendirian. Itu juga menjadi momen kebersamaan yang berharga penuh kegembiraan dan senyum Aku dan Camila.
.
Aku menemaninya sambil membawa minuman kaleng Milo supaya Aku ga ngemil terus karena bahaya kan kalau jajan terus-terusan yang berminyak segala macem. Apalagi biar Camila tidak mendengar pembicaraan yang sedang berlangsung saat ini.
.
Tidak baik untuk anak-anak tahu soal informasi terlarang. Tapi sepertinya Aku lupa membuang Milo Kalengan sebelumnya di Meja Kedai. Tapi biarkan saja ga masalah kok.
.
“Xerxes juga sudah cerita, kan? Kalau Aku sudah menemukan Prasasti Kuno itu di Daerah Kutub Utara. Sungguh sinting Diriku kesana seperti tak memikirkan apa-apa.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Tapi Kau bilang tidak bisa mencapai titik terakhirnya sama sekali? Kenapa?”
(Mahawardana)
.
“…”
“Bagaimana Aku mengatakan ini ya… Karena disana adalah Teritori Rusia~ Jadi Kau tahu, kan… maksudku?”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Bahkan Kau masih terkekang Yuridiksi Mereka. Makanya Kau tak mengintervensi lebih jauh.”
(Mahawardana)
.
“Itu sungguh menyebalkan~ Karena Aku masih bisa berpikir logis, jadi Aku mendengarkan Mereka.”
.
“Mereka bahkan bilang kalau akan mengirim “Senjata Terlarang” Mereka untuk menghentikanku apapun yang terjadi demi keselamatanku.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
*HAH?!
(Semua Orang)
.
“Tunggu dulu, Aku tak pernah ingat Mereka menyembunyikan suatu senjata…!”
(Cokorda)
.
“Kau tahu sifat Mereka. ”ERUI" tidak mengungkapkan semua informasi yang Mereka miliki saat ini kepada Dunia. Malahan Mereka berusaha sebaik mungkin fakta kalau akan terjadi ****Bhūkampabhaṅga**** dalam waktu dekat.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
(Semua Orang)
.
“Kau bilang apa barusan…?! Yang benar saja, Sudah berlalu 1.000 tahun sejak Malapetaka itu datang ke Permukaan Planet ini!”
(Simha Sang Aji)
.
“Hey… Apa Kau yakin soal itu? Mengatakan Bencana berskala Global seperti bakal datang tanpa tanda-tanda.”
(Mahawardana)
.
Bang Wardana benar-benar serius menyikapi pernyataan tadi. Wajahnya tak ada rasa takut sama sekali namun hanya muram yang berkesan ingin sekali menghadapi Mereka.
.
Bhūkampabhaṅga sendiri adalah Bencana Berskala Super-Masif Iblis-Iblis Zarkan yang tak bisa diprediksi dan diperkirakan jumlah pasukannya.
.
Sebenarnya yang terjadi di lepas Pantai Kuta waktu 4 tahun yang lalu itu hanya Skala yang sangat kecil dari Skala sesungguhnya yang lebih dari cukup untuk membunyikan peringatan Ancaman ke Seluruh Penjuru Dunia.
.
Kalau ingin dihitung dengan Skala Perbandingan antara Gerbang Dimensional di Pantai Kuta dengan apa yang akan terjadi di Kutub Utara adalah 1 : 100.000…!!!
.
Dari perbandingan secara kuantitas itulah yang menyebabkan Bhūkampabhaṅga dinyatakan oleh seluruh Dunia sebagai BENCANA ZARKAN BERSKALA GLOBAL.
.
Aku sengaja meninggalkan Milo Kalengan-ku di Meja dekat Mereka agar bisa mendengar pembicaraan Mereka juga melalui Mantra Angin yang berbentuk benang yang Kulilitkan disekeliling Kaleng ke Kaleng Milo satunya yang Kubawa sambil minum sembari jalan-jalan dengan Camila.
.
Bagaimana mau Aku pergi dari Pembicaraan penting tanpa bisa mendengarkan sedikitpun Informasi~? Fufu… Aku tidak mungkin sembarangan meletakkan barang tanpa alasan kok. Makanya Milo Kalengan yang tadi Kuminum masih Kupegang dan Kudengarkan dengan santai
.
Tapi jujur… Ini sangat mengejutkanku dalam diam saat mendengar tentang Bhūkampabhaṅga pertama kali. Katanya Bencana Super-Masif dari Teror Zarkan yang berskala Global?! Artinya memang benar tak ada waktu untuk menunda Perjalananku ke Eurasia…!
.
“Bhūkampabhaṅga… Seharusnya setelah 1.000 tahun yang lalu “Mereka” tak pernah muncul lagi!!! Tapi kenapa...? Rasanya ada yang tidak beres…”
(Garuda)
.
“…”
(Cakra)
.
.
.
“Bagaimanapun Aku memiliki rekaman suara dari penyadapan yang Kulakukan saat Mereka melakukan rapat tertutup tanpa dijadwal sama sekali.”
.
“Artinya memang ini sudah direncanakan diam-diam dan hanya beberapa Orang Elit yang tahu kebenaran ini dikawasan Eurasia. Sepertinya Mereka berencana untuk tutup mulut soal ini mengingat Mereka terlalu takut untuk mengeksposnya kepada Dunia.”
.
“Karena Dunia ini sendiri sudah nyaris kehilangan harapan untuk bertahan dan belum lagi ancaman internal yang datang dari sesama manusia. Kau bisa memutar kaset ini nanti.
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Aku masih sulit mempercayai ini…! Sebenarnya kenapa terjadi lagi dimasa kini?!! Berapa banyak Orang-Orang yang akan menderita situasi kematian lagi dan lagi… UKH!”
(Aza Shaktani)
.
“Sepertinya tak ada pilihan lain ya. Kalau begitu Kita harus ke Eurasia dalam jangka waktu seminggu ini, Pak Tua! Aku dan Simha bersedia untuk ikut dalam perjalanan berbahaya ini.”
.
“Bagaimanapun keputusan Cakra yang ingin segera ke Eurasia dari pertama kali mendengar tentang Dirimu menemukan Prasasti Kuno itu, adalah langkah yang tepat…!!!”
(Mahakresna)
.
“Tidak. Tunggu dulu, masalahnya adalah alat “Itu”. Yang meniadakan Otoritas terhadap Mantra. Kita tak ada persiapan sama sekali soal itu.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Ah! Maksudmu…”
(Aza Shaktani)
.
“Benar. Saṁkṛikavitā. Sebuah “****Rune****” kuno berkekuatan absolut yang telah ditemukan 3.000 tahun yang lalu. Kekuatan tersebut bisa menyegel segala bentuk kekuatan magis yang dimiliki semua Individual.”
.
“Parahnya lagi Mereka berhasil memanfaatkan “Rune” kuno itu menjadi Teknologi Massal yang digunakan untuk menyegel kekuatan Mantra maupun Vajra bagi yang memilikinya. Sampai alat itu lepas, seorang Individu baru bisa menggunakan lagi kekuatan magisnya.”
.
“Teknologi itu benar-benar menjadi ancaman untuk Pendatang seperti Kita karena Kita hampir tak bisa berkutik jika sampai terkekang sekali oleh Alat itu. Yang memegang teknologi itu sekarang adalah Pemerintahan Negara Rusia. Namun Pengembang dari Teknologi itu tidak diketahui keberadaannya sama sekali.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“?!”
(Semua Orang)
__ADS_1
.
"Pengembangnya menghilang...?! Kenapa?? Bukankah Orang yang mempelopori Teknologi itu sudah seharusnya terkenal disana?"
(Simha Sang Aji)
.
"Entahlah. Aku masih tidak mendapatkan Intel terkait Pengembang Teknologi ini. Sepertinya nanti Kita harus menemukan Orang "ini". Dia pasti tahu seluk-beluk "Rune" itu jika Kita menemuinya.
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Mereka benar-benar cerdik dalam pertahanan keamanan yah~ Apalagi Kita tak bisa mengelak alat itu. Ditambah lagi kejeniusan Mereka mengubah “Rune” kuno itu menjadi teknologi massal, sungguh kegilaan tak tahu batas. Antisipasi Mereka sungguh licik.”
(Agungraka)
.
“Tapi alat itu sama sekali tak mengancam Kalian, Tuan dan Nyonya sekalian. Mengingat latar belakang unik Kalian, jadi tak ada hambatan.”
(Nishikama)
.
“Hm, Hm. Kalian bisa dengan mudah merusak alat itu jika mau. Namun masalahnya Cuma satu, alat itu akan berbunyi sangat keras jika rusak seperti alarm. Jika Kalian tertangkap, Kalian akan dihukum sangat berat karena merusak alatnya.”
(Takezake)
.
“Humph… Bagaimana ini, kedua kondisi tadi sama saja pedang bermata dua. Kita benar-benar terisolasi jika sampai sana.”
(Aza Shaktani)
.
“Aku akan ikut bersama kalian. Jadi tak masalah, semoga Mereka memperkenankan hak untuk bertemu dengan ERUI. Aku sudah menyiapkan rencana agar Mereka berada diujung tanduk kalau menolak tawaranku dan akan menguntungkan kedua belah pihak jika menyetujuinya.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Mereka yang tidak memiliki Persenjataan Magis mumpuni untuk menghadapi Zarkan dan krisis internal dari Pemerintahan Mereka sendiri yang terus berdilema.”
.
“Karena memilih untuk tidak mengimpor Persenjataan dari Negara lain, malahan lebih memilih untuk mengeksploitasi Kekuatan lokal serta menyabotase Pendatang yang memiliki Kekuatan Magis dengan dalih praduga ancaman.”
“Aku paham gambaran apa yang ingin Kau sampaikan itu nanti~ Pak Tua. Bagaimanapun Rusia akan luluhlantak jika terus mempertahankan Ego penuh kebanggaan yang tak berdasar.”
(Cakra)
.
Aku sudah kembali. Camila senang sekali bermain sampai tertidur pulas. Jadi sudah waktunya untuk pulang sambil Kugendong. Jadi Dia tak akan mendengar tentang pembicaraan ini. Aku datang sambil membawa Minuman Kaleng tadi dengan ekspresi senang seringai.
.
Seakan Aku juga punya muslihat untuk mendominasi Orang lain agar mengikuti alur mainku. Apalagi ternyata walaupun Rusia adalah Negara adidaya yang emmiliki Kekuatan Konvensional terbesar di Dunia, ternyata pada dasarnya Rusia adalah “Gunung Berapi” yang bisa meledak kapan saja tergantung situasi Internal Mereka yang tidak berakhir dalam waktu lama.
.
Sudah waktunya untuk membuat Dunia bersatu agar bisa menumpas Zarkan dengan optimal benar, bukan? Mengingat saat ini Seluruh Negara di Dunia masih berjuang susah payah setiap saat dimasa kini dengan kekuatannya masing-masing.
.
“Oh! Cakra, Mila~”
(Aza Shaktani)
.
“Haha. Makasih loh, Cakra! Kau sungguh Kakak yang baik untuknya…”
(Mahawardana)
.
“Dia benar-benar puas main semalaman ini. Jadi Kurasa sudah waktunya Kita selesaikan dulu perbincangan tadi.”
(Cakra)
.
“Iya. Penduduk sini sudah menyiapkan akomodasi untuk Kalian tidak jauh dari sini. Jadi Kalian bisa menginap disana.”
(Agungraka)
.
“Wah? Seriusan Kalian baik sekali ya. Kami kira harus cari Hotel buat tidur. Terima Kasih, loh.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Kalian benar-benar tak punya praduga buruk ya. Bahkan orang asing seperti kami diberi penginapa gratis.”
(Takezake)
.
“Penduduk Pesisir disini memang begitu~ Kami menganggap bahwa semua orang itu saudara bahkan jika baru bertemu. Sekalipun Kalian buat masalah tinggal Kami hajar ramai-ramai HIHIHI~”
(Cakra)
.
*KEHEHEHEAHAHAHAHAH~~~
(Semua Orang)
.
*Pantas saja nuansa disini beda. Rasanya Mereka kayak ga takut apa-apa mana barbar semua pula sikap Mereka ini, katanya bahkan Orang yang memicu keributan dihajar ramai-ramai bahkan jika itu rombongan Pejabat…? Sumpah dasar gila~
(Nishikama , Takezake , Masatsu Kohtomikami dalam hati)
.
“Ngomong-ngomong ada yang Aku belum tahu soal Dirimu.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Hm?”
(Cakra)
.
“Sebenarnya… Kekuatan macam apa yang Kau miliki…? Rasanya seperti melawan Kekuatan Dewa. Segala bentuk kekuatan magisku dengan mudahnya terurai dan dinetralkan seperti bukan apa-apa.”
.
“Aku sempat melihatnya selain Angin, Kau juga mengeluarkan Air untuk regenerasimu. Angin dan Air, Bagaimana bisa Kau memiliki kedua Elemental yang seharusnya tak berada di Sistem Kekuatan Mantra yang diakui saat ini??? Itu---”
(Masatsu Kohtomikami)
.
Seketika suasana membeku, namun sepertinya Keluargaku tak merasakan adanya intensi buruk darinya karena Kita sudah saling berbincang. Aku juga sudah mempercayai Orang ini, karena latar belakang Dia juga luar biasa dalam Penaklukkan Nasional di Asia Timur sana.
.
“Kurasa tak masalah memberitahukan ini ya.”
.
“Angkara”
(Cakra)
.
“?!”
(Masatsu Kohtomikami, Nishikama, Takezake)
.
.
.
“Kau juga tahu harusnya. Salah satu dari 8 Mantra Pusaka atau bisa disebut Demigod…”
.
“******ANGKARA******. Kekuatan untuk menciptakan Badai.”
.
“Dan sebagai Manifestasi dari Mantra Demigod terkuat dari 7 Mantra Pusaka yang lainnya.”
(Cakra)
.
Aku mengatakan kebenaran tentang Diriku dengan ekspresi tenang yang dingin namun menusuk bulu kuduk. Aku harus memberi tekanan pada ucapanku untuk membuktikan jati diriku yang nyata sebagai Orang yang memiliki Prinsip Individual berkekuatan besar yang menyembunyikan kekuatannya sendiri.
.
“ANGKARA?! INI… INI SUNGGUHAN??? DAN LAGI 8 MANTRA PUSAKA…! KEKUATAN YANG KEBERADAANNYA AKU CARI-CARI DARI DULU DENGAN MENGELILINGI SELURUH DUNIA,”
.
“TERNYATA ADA DI TANAH INI…?!”
.
“Pantas Kau benar-benar sangat kuat apalagi memiliki Kemampuan yang sangat tinggi.”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Oya, ada lagi soal kekuatanku yang harus Kau waspadai mulai dari sekarang.”
(Cakra)
.
“?!”
(Masatsu Kohtomikami)
.
“Seni Beladiriku yang Kugunakan dalam bertempur melawanmu tadi pagi.”
.
“Ingatlah Nuansa ganas yang sangat dingin menusuk , Keselarasan Seni Mantra dan Vajra yang meluap-luap tak terhentikan, dan rasa dari ujung tanduk kematian yang selalu ada dibenak ingatanmu sampai mati.”
.
“SENI PERANG MANDALA”
.
“Kau… Selamanya akan mengingat Nuansa nyawa yang serasa dieksekusi oleh Demigod langsung.”
(Cakra)
.
Ucapanku barusan membuat merinding namun sekaligus menimbulkan rasa kagum yang besar dari Pak Tua Mikami dan bawahannya. Ditambah lagi ekspresiku yang datar namun tajam seakan menusuk sampai kedalam Orang lain, agar Mereka terus ingat dengan Eksistensiku seterusnya.
.
“Angkara… Seni Perang Mandala… Heh~! Tak akan Kulupakan, Apalagi Aku hampir mati jika Nishikama tak mengganggumu.”
.
“Cakra Airlangga, Kurasa Aku bisa memberimu label khusus.”
.
MIMPI BURUK SELURUH PENDEKAR DUNIA
(Masatsu Kohtomikami)
.
CHAPTER 11 END
.
FOLLOW AKUN SOSMED @bangjoule_uw UNTUK MEMUDAHKAN MEMBACA NOVEL "PENGEMBARA TAK TERTULIS"!!!
.
__ADS_1
JIKA ADA PENDAPAT YANG MAU DISAMPAIKAN, SILAKAN KOMEN DIBAWAH DAN FOLLOW AKUN INI UNTUK NOTIFIKASI CHAPTER SELANJUTNYA YA~