Prahara Sang Pengembara Tak Tertulis

Prahara Sang Pengembara Tak Tertulis
Chapter 4 : Jalan Takdir Para Penyintas (2)


__ADS_3

Kembali ke masa kini dimana situasi Pesisir Pantai Kuta sudah ada dititik tenang walaupun masih status waspada. Disamping itu ada satu perindukan polisi yang datang ke Desa Pesisir untuk menyelidiki situasi dan memproses segala kebutuhan materiil saat itu.


.


Terlihat juga beberapa warga Kota yang berdatangan untuk melihat apa yang telah terjadi dari Pertempuran semalam yang sangat gemuruh. Pasukan Perusahaan Gunkaito juga berkoordinasi dengan Unit Polisi untuk menjelaskan semuanya.


.


Kedai Buleleng sedang ramai saat itu karena warga tak sempat membuat sarapan karena waktunya dipakai untuk memasak makanan para tentara perusahaan.


.


*BRAK---


"Sudah Kuduga... Para baji**** tak tahu malu itu datang setelah pertempuran selesai...!" (Agungraka)


.


"Setidaknya Mereka juga sudah membuat pengumuman keseluruh penjuru kota kecamatan untuk menjauh sementara waktu bukan. Kemarin siang juga ada diberita sebelum Kita bersiap untuk pertempuran.


"Yah... sepertinya ada yang menyabotase jalur komunikasi agar para "Baji**** Korup" itu tak kena masalah dari publik.... Jadi tak ada berita apa-apa dari Ibukota. Jujur Mereka hanya mementingkan reputasi dan nama bersih Mereka~" (Xerxes)


.


"Haish~ Dulu Kita juga begitu kan. Malahan kita bertiga sama warga pesisir sama-sama ngeroyok Gohma yang berdatangan seperti anjing."


"Jujur Kita lebih baik dalam bertarung daripada para Polisi itukan? Hanya karena ada "Gerbang Dimensional" saja jadi Kita para penduduk harus mengungsi karena tidak bisa Kita tangani langsung." (Random)


.


"Apapun itu, ingat saja soal pemerintah daerah Kita. Semuanya arogan dan sewenang-wenang. Hanya karena Mereka hidup bergelimangan segalanya, Mereka menganggap Gohma hanyalah khayalan semata... Jadi Kita sebagai Penduduk Pesisir harus berjuang sendiri melawan teror Gohma yang tiada hentinya ini." (Cokorda)


.


"Ngomong-ngomong kenapa Cakra sangat pucat tadi? Aku yakin semalam Dia yang paling gigih menggempur banyak Gohma sekaligus. Rasa pucatnya itu seperti teringat trauma lama." (Agungraka)


.


"..." (Cokorda)


"Ah... Kurasa pertama kalinya Dia melihat "Pinjamanmu" itu. Kekuatan asing yang tak pernah dikenali memang selalu membuat takut setiap orang yang melihatnya."


"Apalagi Cakra masih 10 tahun. Anak sekecil Dia secara mental mungkin sudah setara mental orang dewasa. Tapi Dia masih belum kuat untuk berhadapan langsung dengan kekuatan besar yang tak diketahuinya." (Agungraka)


.


"Fuh... Aku salah perhitungan sepertinya sudah menggunakan itu berlebihan. Aku jadi membuat Cakra takut ya... Cuma masalah waktu sampai Shiori marah Padaku." (Xerxes)


.


"Kita juga tak punya pilihan lain selain kekuatanmu kan. "Gerbang Dimensional" juga tidak bisa dihancurkan secara fisik. Jadi... anggap saja ini bagian dari pelatihan tumbuh kembangnya Cakra." (Cokorda)


.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Menjelang waktu senja yang pemandangannya masih ramai dan perindukan polisi yang sudah selesai mengolah data segera kembali untuk melapor. Aku tertidur cukup lama dari pagi sampai sore hari.


.


Aku kemudian bangun dan sudah merasa segar seperti sedia kala meski dengan tubuh yang mati rasa. Aku berdiri pelan-pelan sambil mengambil minum untuk menyegarkan pikiran.


.


"Hah... Akhirnya Trauma itu terlupakan lagi dan sekarang pikiranku sudah normal kembali." (Cakra)


.


"Cakra...! Syukurlah kau sudah bangun. Bagaimana badanmu?" (Shiori)


.


Dia sedikit kelihatan lelah. Aku rasa banyak sekali yang harus dikerjakan, tapi Dia sama sekali tak bersikap manja. Padahal Dia hidup mewah bersama Bang Xerxes tapi tak sekalipun Dia mengeluhkan apapun.


.


Sungguh wanita langka. Dia benar-benar merakyat kalau dipikir fufu~


.


"Badanku masih mati rasa. Aku rasa Aku harus istirahat sekitar 3 hari lagi agar prima." (Cakra)


.


"Tidak. Kau masih butuh banyak istirahat karena Kau masih-" (Shiori)


.


"Aku paham. Tapi tak ada untungnya bagiku membuang banyak waktu. Kakak tahu betul Aku menjalani berbagai pelatihan setiap waktunya. Mumpung masih muda Aku harus menempa Diriku sendiri agar bisa sekuat saudara-saudara yang lain." (Cakra)


.


"Haish~ Baiklah, baiklah. Aku lupa kalau berdebat denganmu rasanya percuma(°ー°〃)" (Shiori)


"Ngomong-ngomong ayo ke Kedai. Kau belum makan lagi dari pagi jadi Kau harus makan yang banyak supaya prima!"


.


"Ugh... Iya benar. Kalau dipikir Aku sangat lapar sekarang. Badanku juga mati rasa( ̄_, ̄ )" (Cakra)


.


Dia menggendongku diposisi depan seperti kemarin. Jadi Aku bisa beristirahat ringan sejenak dengan nyaman. Tapi jujur malu juga rasanya karena bakal dikira manja PADAHAL TIDAK~o(*////▽////*)q.


.


"Kalau begitu ayo, sampai sana Kau juga boleh cerita yang banyak nanti." (Shiori)


.


Hari menjelang malam sore saat Aku dan Kak Shiori berjalan. Warga sekitar dan beberapa tentara perusahaan juga melihat Kami berdua dengan imutnya Pikir Mereka.


.


Aku hanya bisa memejamkan mata sebentar saking malunya. Tapi sepertinya Mereka sudah tahu kalau Aku berjuang keras. Makanya kondisiku seperti ini.


.


"Dia anak yang kemarin ternyata."


"Ya~ MVP Kita heheh."


"Melihat anak itu seperti melihat Xerxes dan saudara-saudaranya bukan~ Pasti Dia jadi Pendekar hebat di negara Kita~~" (Random)


.


"Tapi daripada itu... Mereka sangat imut ya~??? Apalagi Shiori-Sama sangat perhatian dengan Anak itu. Iri rasanya, hahahah~" (Semua Warga Sekitar)


.


Kak Shiori hanya tersenyum lembut menyapa Warga sedangkan Aku pura-pura tidur walaupun akhirnya ketiduran juga karena masih kelelahan.


.


"Oh! Shiori-chan~ Kau datang bersama Pendekar Kecil kita rupanya." (Random)


.


"Kalian jangan terlalu berisik ya. Dia masih kelelahan sampai saat ini. Tubuhnya juga berantakan karena memaksakan Diri. Tapi... kenapa matanya pucat ya? Apa terjadi sesuatu?" (Shiori)


.


"Ugh... Kayaknya Kita jujur aja deh ( ̄m ̄)" (Xerxes)


.


"Kita~? Lu doang kali ( ̄┰ ̄*)" (Cokorda & Agungraka)


"Breng*** sialan╰(艹皿艹 )" (Xerxes)


.


"Xerxes-san, ada apa ini...? Rasanya seperti Cakra lelah dan pucat karena mentalnya terguncang daripada kelelahan fisik. Apa telah terjadi sesuatu?"


"Apa jangan-jangan Cakra melihat "Petir Hitam"-mu kemarin...?" (Shiori)


Kak Shiori sedikit menunduk karena khawatir denganku.


.


"Ugh... Aku... minta maaf. Soalnya Kita juga tak punya pilihan lain kan...?" (Xerxes)


.


"Hah... Tak masalah. Aku tidak bisa marah juga. Kita tak punya pilihan lain untuk menghancurkan "Gerbang Dimensional". Cakra pasti teringat masa lalu traumatiknya karena melihat "Petir Hitam"-mu." (Shiori)


.


Aku mulai bangun setelah tiba dan secara perlahan bangun dari pangkuan Kak Shiori.


"Cakra...! Bagaimana? Kau nampak pucat. Sepertinya-" (Shiori)


.


"Ugh... Gapapa. Ini bukan salah Bang Xerxes... Ini hanya karena Aku teringat masa laluku. Sepertinya mentalku masih belum kuat sampai takut dengan serangan besar kemarin." (Cakra)


.


"..."


Padahal... Kau masih anak-anak. Rasanya sakit melihat seorang anak kecil putus asa akan hidupnya yang sudah hancur sejak lahir dan traumanya yang berkepanjangan sampai akhir hayat. Disatu sisi Ia harus berhadapan dengan kekacauan mental yang belum matang untuk menghadapi berbagai bencana takdir... Andai kita satu Ibu dulunya, Aku ingin melindungimu segenap hati... Sekarang rasanya Aku takut kalau Kami mati nantinya, siapa yang melindungimu...? Cakra.


(Shiori dalam hati menatap Cakra penuh prihatin)


.


"Cukup sudah. Jangan dibahas lagi. Ayo sekarang makanlah yang banyak. Aku buat menu Bakso Bombastic Extrra-Large. Ambillah sebanyak Kau mau, TEHEH~"


.


"Eheheh~, iya. Terima kasih sudah menghiburku. Tapi ada yang mau Kukatakan sebentar."


Aku melompat keatas meja dna mulai berteriak.


"BAKSO GRATIS~~~!!!" (Cakra)


.


"HAAA~?"


"AAAAA...?!"


"HEEEEE~!????(*Φ皿Φ*) " (Cokorda, Agungraka, Xerxes, Shiori)


.


"HAJAR~ SERBU~~~" (Random)


Oops... Orang-Orang sepertinya mulai dengan gila menyerbu meja Kami HEHEHEHHEHAHAHAHAH~


.


"WOY! PARA BERANDAL! GADA GRATIS-GRATISNYA BUAT KALIAN!!!(ノ`Д)ノ" (Cokorda)


.


"Pffft... hahahahahah~" (Shiori & Xerxes)


.


Orang-orang dengan gila makan bersamaku dengan sangat lahap dan rusuh. Terlihat Bang Raka & Aku yang paling rusuh diantara Mereka~


.


Akhirnya malam tiba dan Kedai sudah tutup. Kami berlima dengan mood yang sangat senang pergi ke Pesisir Pantai untuk melihat situasi dan menemui para Tentara Gunkaito. 5 Orang Kepercayaan Bang Xerxes juga melapor padanya.


.


"Kita sudah selesai mengendalikan situasi disini dengan optimal. Para penduduk juga sudah selesai dan Kami tidak melaporkan semua pertempuran kemarin." (Orang berelemen Es)


"Ya, ya! harus seperti itu. Beraninya bede*ah yang cuma mau hasil doang merampas usaha orang lain." (Orang berelemen Api)


.


"Hmph~ Kurasa Aku harus merencanakan kudeta lokal juga ga ya~~ Lama-lama muak juga bolak-balik negara. Sayang bahan bakar kapalnya brengs*k" (Xerxes)


.


Mereka berlima menengok kearahku yang sedang duduk dipangku Kak Shiori yang lagi bicara-bicara ringan sambil duduk di batu-batu karang. Kalihatannya Mereka ingin bicara denganku setelah pertempuran kemarin.


.


"Permisi, Nyonya... Anu... kawan kecil, Terima kasih sudah membantu Kami kemarin. Jujur tak ada satupun dari Kita yang tidak tercengang melihatmu punya kemampuan diluar dugaan. Ngomong-ngomong siapa namamu?" (Orang berlemen Es)


Dia sepertinya yang paling tinggi kedudukannya dibanding orang kepercayaan lainnya.


.


"Namaku Cakra, senang berkenalan. Kalian semua sangat hebat membuatku terkesan dengan mantra-mantra kalian eheheh~" (Cakra)


.


"Kami menganggap itu pujian. Tapi jujur saat Kau dewasa nanti mungkin Kau bisa saja melampaui Kami karena sudah sehebat ini diusiamu." (Orang berelemen Es)


.


"Ngomong-ngomong Aku belum tahu nama Kalian dari kemarin, bisakah Aku tahu?" (Cakra)


.


"Tak disangka MVP Kita ada disini ya~ Kau laki-laki tapi imut juga ya padahal tubuhmu mengerikan, padahal anak seusia Dirimu harusnya masih main sana main sini dan berakhir tantrum, hihihi" (Orang berelemen api)


.


"Mau tidak mau Kami harus mengakuimu karena menjadi bantuan besar kemarin~" (Dua bersaudara Petir)


.


"MVP~ MVP~~" (Orang besar berelemen Bumi)


.


" "5 RAJA SAMURAI". Mereka dikenal dengan gelar itu seantero Jepang. Masing-masing dari Mereka berkekuatan penghancur Metropolitan, heheh~" (Shiori)


.


"?!" (Cakra)


Aku sedikit kaget dengan raut wajah datar dan sedikit mengernyit dengan tenang. Pertanyaan yang langsung terlintas adalah bagaimana caranya Bang Xerxes menarik moral Mereka untuk mengikutinya...? Aku yakin dipertempuran kemarin Mereka mungkin hanya menggunakan 30% dari kekuatan aslinya.


.


"Aku Ryomu Hoto, kekuatanku adalah Mantra "Hima", yaitu elemen Es." (Ryomu)


.


Kotak kartu mantra menunjukkan informasi :


Ryomu Hoto


無限の氷灯籠 (Mugen no Hyōtōrō) -


"Lentera Es Tak Berangka"


.


Dia wanita berumur 24 tahun berambut putih dengan gaya ponytail panjang sampai kepinggang dengan poni lebar dibagian kanan jidatnya.


.


.


"Aku Koka Horyu, Kau lihat api besarku yang mengamuk gila-gilaan kemarin malam, Hueeyah~~!!!" (Horyu)


.


Kotak kartu mantra menunjukkan informasi :


Koka Horyu


火竜怒り咆哮 (Karyū Ikari Hōkō)


"Raungan Amarah Naga Bara"


.


Dia ini Pria nyentrik berumur 21 tahun berambut pendek lurus bergaya "Comma Hair" bewarna coklat


.


.


"Nama saya Zutei Ramu. Saya yang waktu kemarin dikepung habis-habisan dengan pengecutnya." (Zutei)


"Ga pengecut juga kali( ̄┰ ̄*)" (Cakra)


.


Kotak kartu mantra menunjukkan informasi :


Zutei Ramu


テラリズム (Terarizumu)


Lonjakan Irama Tanah


.


Dia ini Pria bertubuh besar berumur 22 tahun berambut gaya klasik "Top Knot" dengan sedikit rambut belakang sedikit panjang berjumbai. Badannya sedikit lebih tinggi dari Bang Xerxes dan sekilas tubuhnya lebih besar daripada Bang Raka.


.


.


"Aku Raidou Kirame" (Raidou)


.


"Aku Soubai Kirame~~~" (Soubai)


.


"Kami adalah Kirame bersaudara kembar yang Kau lihat kemarin menggunakan kekuatan petir." (Raidou)


.


"Ya~ Petir~~ Sehingga kami lebih unggul dari 3 lainnya HEHEH. KENAPA? GA TERIMA...? AYO GELUD KALO GITU~!" (Soubai)


"Ugh... jangan pikirkan si sinting ini..." (Raidou)


.


Kotak kartu mantra menunjukkan informasi :


Raidou Kirame & Soubai Kirame


雷舞双梅 (Raidou Sōbai)


Tarian Kilat Sang Plum Kembar


.


Raidou dan Soubai adalah wanita kembar berumur 21 tahun.


.


Raidou memiliki rambut bergaya "Highlighted Medium Hair with Bangs" yang diikat bewarna nila dengan tatto bercorak garis-garis abstrak bermotif bunga sakura bewarna merah muda disisi kanan lehernya.


.


Soubai memiliki rambut pendek bergaya "Pixie Cut" bewarna nila keunguan dengan motif tatto yang sama dengan Raidou hanya saja ada disisi kiri lehernya.


.


.


Begitulah identitas Mereka. Saat ini Merekalah Samurai Top Jepang yang tak tergoyahkan yang dikenal sekarang. Itulah yang membuat Perusahaan Gunkaito milik Bang Xerxes berkembang pesat dengan Skala Nasional di Jepang sana.


.


Perusahaan yang menjadi industri massal produksi Alutsista Mantra ini juga telah dipesan berbagai negara internasional lain sehingga Gunkaito punya banyak lembaran Saham IPO yang berkuantitas di Bursa maupun Pasar Saham lainnya. Sehingga pengaruh ekonomi Mereka cukup strategis di Dunia Bisnis.


.


Pengaruh Mereka dibidang pertahanan dan keamanan sudah terbukti. Selain industri Alutsista, Mereka juga berprofesi sebagai Tentara Bayaran maupun Tentara Relawan jika ada daerah yang terancam. Namun Gunkaito berlandaskan "Patriotisme" pada dasarnya, jadi Mereka tidak masalah mau dapat bayaran atau tidak karena Mereka sudah banyak memiliki aset kekayaan. Mereka juga di didik Bang Xerxes agar merakyat dan tidak semena-mena. Itulah alasannya nama "Gunkaito" dikenal baik dimasa ini.


.


Mereka berlima inilah yang selalu berjasa bagi Publik Internasional saat dikirim untuk membantu perang dengan Gohma baik skala kecil maupun besar.


.


Luar biasanya adalah Mereka yang merupakan Orang Besar disana menyanjungku yang masih kecil begini.


.


"Kami harus pulang ke Jepang untuk sekarang. Diperusahaan besar tidak boleh jika seorang CEO dan Wakil-Wakilnya pergi meninggalkan markas, hehehe. Kau akan belajar seiring berjalannya waktu jadi paham apa yang Kami katakan." (Zutei)


.


"Sepertinya bakal ada pertarungan berdarah disana ya mentang-mentang Eksekutif dan CEO meninggalkan Markas. Aku bisa tahu karena itu adalah sifat alami kubu yang lebih lemah untuk menyerang kubu yang kuat yang sedang pergi meninggalkan markasnya." (Cakra)


.


"Eh...? A-AH iya benar apa yang Kau bilang...(°ー°〃)" (Zutei, Raidou, Soubai)


.


"KAHAHAHAHAH~ Anak ini benar-benar paham rupanya...! sungguh luar biasa diusianya yang masih sangat kecil ini~" (Horyu)


.


"Eheheh, cuma menunggu waktu agar Kau bisa sehebat kami atau bahkan jauh melampaui Kami, Anak manis. Karena kami bahkan tidak sehebat Dirimu waktu kecil Dulu. Jadi Kau punya potensial tinggi." (Ryomu)


.


Sebenarnya anak kecil macam apa Dia bisa punya pikiran sedewasa ini...Kehidupan apa yang sebenarnya---(⊙_⊙)? (Ryomu, Horyu, Zutei, Raidou, Soubai dalam hati Mereka)


.


"Baiklah, hati-hati Kalian dijalan ya~" (Shiori)


.


"Ehhhh...?(⊙_⊙)" (Cakra)


Kurasa Kak Shiori sedikit naik suaranya. Dia seperti mendekapku dengan kencang dan Kulihat sedikit urat tangan yang naik. Raut wajahnya mungkin Full Senyum tapi pandangannya sedikit gelap dengan raut tipisnya entah kenapa


.


"Ryomu~! Jangan langsung habiskan snack-snack yang Kuborong diruangan kalian, Okeee~ ITU BUAT PERSEDIAAN JAJAN KALIAN TIAP BULAN~💢"


"Soubai~! Jangan berendam berkali-kali cuma karena Kau berkeringat ya~ Bocah BERANDAL...~"


"Raidou, Horyu. Awas kalau Kulihat Kalian bertengkar lagi cuma gara-gara kalah main Remi~~~"


"ZUTEI~!"JANGAN JADIKAN KARUNG SUPPLY KITA JADI SAMSAK LATIHANMU YA~~~ BULAN LALU BANYAK YANG BOCOR TAHUUUU~." (Shiori sambil ngomel menunjuk-nunjuk Mereka)


.


"O-Ohh~(⊙o⊙ ' )" (Cakra)


"KEUK...! BA-BAIK NYONYA!!! MAAF ATAS TINGKAH LATAH DAN TURAH KAMI~!!!, UKH...


┬┴┬┴┤(・_├┬┴┬┴" (Mereka berlima ketakutan)

__ADS_1


.


Jujur Aku tak pernah berpikir Kak Shiori yang berperan sebagai Mantra Penyembuhan bisa semenakutkan ini padahal kekuatannya bukan tipe penyerang.


.


Bisa membuat takut Top 5 Samurai Jepang cuma dengan kata-kata. Aku yakin Kak Shiori dipandang sebagai Ibu Mereka sendiri disana, entah didikan apa yang diajarkan Kak Shiori ke Mantan Kriminal seperti Mereka.


.


Berbeda jauh perlakuannya kepada Diriku yang cenderung dimanja Olehnya. Jujur Aku suka perlakuan itu. Tapi pada dasarnya Aku ini tak bisa dimanja terus...! Kalau dimanja terus bagaimana caraku berkembang nantinya (⊙_⊙)?


.


"Xerxes-San. Kami pamit dulu kalau begitu." (Ryomu)


.


"Hati-hati disana~ Kalau ada yang nyegat Kalian langsung tembak meriam saja, Bodoamat~!" (Xerxes)


.


Tentara Perusahaan sudah selesai berkemas semuanya dan bersiap berlabuh dari Bibir Pantai untuk kembali ke Jepang saat itu juga.


.


Kecepatan Kapalnya juga tak main-main Kulihat padahal 5 kapal barang itu sangat besar. Apalagi tiap kapal punya 3 Meriam besar dibawah ruang kontrol.


.


"Ehahahah, Mereka manis juga kalau ketakutan. Sungguh Aku bersyukur Mereka bisa berubah akhirnya. Padahal dulu Mereka adalah kriminal yang sangat bengis saat Xerxes-San pertama kali bertemu Mereka." (Shiori)


.


"Mereka...? Berbeda sekali dengan sikap Mereka sekarang." (Cakra)


.


"Dulu Xerxes-San mengalahkan masing-masing Mereka berlima "One on One". Lalu setelah Mereka punya motivasi mengikuti Xerxes-San, Aku yang mengajari Mereka pendidikan dan segala pengetahuan yang Kumiliki." (Shiori)


.


"Bahkan air yang sangat keruh... masih ada harapan untuk diolah kembali rupanya... Seperti Kau yang mengolah ulang Diriku sekarang ini... Hoaaaamh..." (Cakra)


.


"Sudah terlalu malam sepertinya ya, eh...? Tidur ya? Eheheh, benar-benar sudah larut malam. Kalau begitu ayo pulang." (Shiori)


.


"Iya, ayo pulang. Kurasa kita bisa membicarakan kudeta lokal itu ya~ KEHEHEHAHAHAH!" (Xerxes)


.


"A-Apa?! Aku pikir Kau bercanda soal itu...!" (Shiori)


.


Pesisir Pantai sudah sepi sekarang. Tentara Perusahaan Gunkaito dan 5 Raja Samurai yang datang mendampingi juga sudah pulang ke Jepang secara diam-diam demi menghindari Polisi yang menginterogasi lebih lanjut.


.


Kak Shiori dan Bang Xerxes juga berjalan di gemerlapnya malam di Pantai sambil melihat bintang-bintang yang berdeburan seperti ombak dengan angin hangat menuju ke laut. Mereka berdua tersenyum melihat panorama menakjubkan ini. Seakan alam mengatakan terima kasihnya atas perjuangan Kami kemarin.


.


"Heh, Aku tidak mau mengakuinya tapi setiap kali Dia tidur dalam gendonganmu, Ia manis juga ya~ ukh...padahal Dia laki-laki.( ̄┰ ̄*)"


.


"Eheheh, iya, Dia manis sekali saat tidur. Sungguh ironis kan...? Anak semanis dia tidak mengetahui Orang Tuanya sendiri dan sudah hidup sengsara sewaktu lahir. Sungguh takdir yang kejam..." (Shiori)


.


"Kurasa ombak takdirnya akan dimulai saat waktunya tiba untuk pergerakan terakhirku nanti ya~" (Xerxes)


.


Kak Shiori membuang wajahnya dari Xerxes dan sedikit menunduk entah apa maksudnya. Rasanya seperti Dia prihatin kepada Bang Xerxes. Terlebih, Ia menatap langit dengan tatapan kosong dan dingin tidak seperti yang biasa Aku rasakan.


.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi berikutnya menjelang, bisa kulihat embun pagi yang menetes dari tanaman anggrek yang digantung diplafon rumah, suara air mancur yang nyaring, dan juga hembusan angin yang membuat pohon seperti menari menggugurkan daun-daunnya. Suara-suara serangga yang telah kembali menandakan berakhirnya teror Gohma seperti biasanya.


.


Semua sudah kembali berjalan normal. Penduduk mulai menjalani aktifitas Mereka yang beragam seperti membicarakan kendaraan modif mereka, bicara soal negara di warteg ataupun kedai, dan juga bisingnya suara pasar yang bisa sampai kerumah.


.


Aku bangun disiang hari dan mendapati Diriku sudah pulih total. Padahal Aku kira butuh 3 hari, sepertinya Kak Shiori menyembuhkanku lebih intensif jadi Aku bisa pulih total sekarang. Dirumah saat itu sedang kosong karena mungkin Mereka ke kedai.


.


Seluruh pekerjaan rumah juga sudah beres. Tak ada yang perlu dikerjakan lagi. Kupikir ini saatnya memulai lagi Pelatihanku seperti biasanya namun kali ini sepertinya Garuda ingin memberi metode yang berbeda. Kali ini Kami berdua keluar dari perbatasan desa untuk menuju tebing di daerah pantai yang tidak nampak orang sama sekali.


.


Waktu ditebing itu adalah pertama kalinya muncul aliran magis dengna konsentrasi tinggi keluar dari Tubuhku dan bermanifestasi menjadi wujud solidnya Garuda. Aku tersenyum ringan akhirnya bisa melihat wujud solid nya setelah sekian lama karena dulu hanya bisa berbicara lewat telepati.


.


"Aku sudah mengevaluasi semua pergerakan tempurmu 2 hari yang lalu. Aku menilai kalau Kau jelas belum mencapai potensialmu yang sebenarnya bahkan Kukatakan masih sangat jauh." (Garuda)


.


"Aku belum betul-betul bisa mengatur aura "Amoghas"-ku dengan teratur dan fleksibel. Makanya Aku cepat kelelahan karena tidak efisien secara stamina fisik. Tapi kali ini Aku harus apa?" (Cakra)


.


"Aku akan menggunakan satu dari sekian teknik Mantraku." (Garuda)


.


"Kau juga memiliki Mantra...?!" (Cakra)


.


"Sebenarnya Mantra "Angkara" yang terpendam ditubuhmu itu adalah "KEKUATAN" DARI TURUNANKU DULUNYA." (Garuda)


.


"APA...?! KAU TIDAK PERNAH CERITA PADAKU SOAL INI...! BERARTI AKU MEWARISI KEKUATANMU?" (Cakra)


Jujur ini mengejutkan. Aku tidak menyangka kalau "Mantra Pusaka"-ku yang sangat legendaris dan dicari keberadaannya merupakan Turunan dari Kekuatan Murni Garuda.


.


Aku mulai mengindikasi kalau 7 Mantra Pusaka lainnya juga merupakan turunan dari yang aslinya. Makanya "8 Mantra Pusaka" ini disebut dalam Jurnal-Jurnal Tua sebagai "Demigod Mantra".


.


"Sebenarnya bukan "mewarisi" melainkan "berpindah tuan" . Mantra "Angkara" sendiri adalah kekuatan murni Mantra itu sendiri." (Garuda)


.


"Ah? Ternyata Aku terlalu jauh memikirkannya." (Cakra)


.


"Iya, terlalu jauh cuma tinggal sedikit lagi Kau benar~ Sudah Kuduga analisismu masih kurang. Tapi tak masalah, Kau yang sekarang bisa dibilang jenius. Hanya tinggal butuh pembelajaran materiil saja seperti ke perpustakaan untuk mencari Buku yang penting untukmu." (Garuda)


.


"Pokoknya Aku tak akan mengekspos soal informasi kuno ini kepada Dirimu. Kau ini masih jauh dari kata layak tahu~😒"


.


"Kau ini mau memuji atau mengejekku hah~😑💢"


.


"Hihihahah, baiklah lupakanlah Aku bercanda. Tapi serius, kali ini pelatihanmu itu adalah bertarung sesungguhnya." (Garuda)


.


"Apa maksudmu? Bertarung?" (Cakra)


.


"Tapi serius ini. Aku harus berjanji padamu untuk mengembangkan potensial kekuatan Mantra "Angkara" bukan? Sekarang Aku beri tahu dulu."


"Wujud asli "Mantra Angkara" adalah "BADAI." (Garuda)


.


"...?!! Badai...? Maksudmu Mantraku ini bisa menciptakan badai?" (Cakra)


.


"Elemen Badai. Dan lagi Kau bisa memecah Mantra ini menjadi Mantra yang berbeda lagi jika penguasaan "Indra Transcendental"-mu sudah tinggi."


"Contohnya Aku yang bisa memecah Mantra "Angkara" menjadi elemen angin." (Garuda)


.


"Luar biasa... sungguh. Aku benar-benar mewarisi kekuatan legendaris...! Tapi Kurasa Aku harus mempelajari "Indra Transcendental" itu terlebih dulu sampai mahir ya." (Cakra)


.


Garuda saat itu menciptakan bola angin besar dengan 2 sayapnya yang megah menjadikan bola energi itu seperti selubung perisai dengan tingkat konsentrasi angin yang tinggi.


.


"Masuklah. Ingat semua pergerakan orang-orang kuat yang Kau temui kemudian coba kalahkan Mereka dengan kemampuanmu yang sekarang. Kalau rasanya Kau akan mati, akan Kuhilangkan langsung Mantra ini."


.


Aku mengangguk padanya dan tanpa pikir panjang masuk kesana. Didalamnya Aku merasakan hembusan angin yang mengamuk berputar-putar tiada hentinya. Sekelilingku hanya angin dan angin yang kuat dengan nuansa warna yang gelap hampir tak ada cahaya dan seperti membawa "Vibes" spesial yang Aku belum ketahui.


.


Untungnya angin-angin yang mengamuk ini seperti terbelah menjadi dua dan menciptakan jalan setapak yang diujungnya ada cahaya terang. Aku berjalan biasa tanpa rasa takut akan angin-angin ini dan mengabaikannya. Sekilas ada "pecahan-pecahan" ingatan masa lalu yang membuatku trauma.


.


Namun sekarang berbeda. Nalarku sudah berada di tahap pikiran dimana Aku harus terus maju tanpa memikirkan masa lalu.


.


Segala ketakutan, kesedihan, amarah, dan rasas tersiksa serta sengsara akan penderitaan masa kecil itu bisa Kulalui dengan teguh dengan pikiran bahwa Aku tak akan menjadi Diriku yang sekarang, yang punya kekuatan besar, yang punya kepribadian dan mentalitas keras yang tak mudah goyah, yang punya tekad hati dan pikiran untuk tidak akan berpikir untuk hidup menyimpang, terutama Tubuhku.


Tubuh dan Jiwa baja yang sudah ditempa kehancuran hidupku baik secara psikis maupun raga. Aku berjalan... sedari menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat untuk bisa bebas dari belenggu-belenggu masa lalu yang mengerikan. Sekarang... akhirnya Aku tiba. Diujung jalan yang bercahaya itu.


.


Sesampainya disana hanyalah sebuah ruangan besar yang kosong. Membentuk ruangan besar berbentuk bola setengah lingkaran, alas tanah berupaya air jernih tak terbatas, dan disertai langit pemandangan hembusan angin-angin yang sebelumnya Kulihat, tetapi yang diruangan ini jauh melampaui hembusan kuat jalan gelap penuh pecahan ingatanku tadi.


.


Hembusan angin besar disini layaknya penggambaran Dunia yang kacau dan hancur. Nuansanya seperti ingatan-ingatan masa lalu yang runtuh dan tenggelam, berkumpul dan menyatu bermanifestasi menjadi Dunia Imajiner yang terang Kulihat.


.


Apa ini mewakili kejadian tertentu...? Atau ini mewakili perasaan Garuda? "Era Jurang Patala"? Semua indikasi diatas salah. Yang Kurasakan sebenarnya adalah nuansa memori alamiah dari pengalamanku yang terus berkutat dalam kausalitas pikiranku. Sehingga apa yang Kupikirkan bisa terwujud disini.


.


Bertarung... Orang-orang kuat... Setelah semua memori itu terhubung. Mulai termanifestasi kabut besar yang memunculkan sosok seseorang. Dan orang itu adalah BANG XERXES...!!!


.


Aku hanya tersenyum muram namun lembut.


"Ah~ Benar... Aku ingin menaklukkan Dia setelah membuat mengingat trauma lamaku... dan... KALAU BISA AKU LAMPAUI DAN HAPUSKAN DIA🔥!!!


.


Secara tak sadar Aku mulai membangkitkan semua konsentrasi Aura Vajra-ku yang bewarna merah pekat dan Volume sedang "Amoghas" yang keluar dari sekujur tangan dan kakiku dengan ganasnya.


.


.


Kami berdua menerjang satu sama lain dan berhasil menahan masing-masing serangan Kami. Kemudian Kujegal kaki kirinya yang ada didepan kemudian melompat menumpu kaki kirinya yang jatuh dengan tendangan memutar kaki kananku yang berlapis Vajra. Mmebuat imitasi ini terkena serangan Kritikalku dikepalanya tanpa bisa dibaca olehnya.


.


Dengan cepat Kami berdua saling menunjukkan mobilitas serangan bertubi-tubi dengan beradu tinju, gesekan kaki, ataupun saling menangkis sisi kanan dan kiri tanpa henti.


.


Aku mundur sejenak dan mulai melesat dengan berlari memutari belakangnya dengan aura Vajra "Samadhi" dan "Amoghas"-ku yang berintensitas maksimal yang Aku bisa keluarkan dan menyerang tubuh kiri atas Bang Xerxes imitasi dengan daya ledak tusukan tangan kananku yang destruktif dan cepat.


.


"Dia terpental... Tapi yah, tidak mungkin Dia jatuh cuma gara-gara itu kan." (Cakra)


.


Imitasi terbangun dengan cepat dan secara frontal melakukan serangan "Flick" dengan tangan kiri untuk menghantam kepalaku namun dengan cepat Aku merubah posisi berdiri dan disaat bersamaan Dia mengubah posisi badannya yang terbuka untuk condong kanan.


.


Flow pertarungan berjalan intens dengan adu serangan dan tangkisan bertubi-tubi membuat Kami berdua sedikit kehabisa napas. Aku sengaja oleng untuk menunjukkan celah dan Dia terpancing. Dia bergerak maju menutup jarak dengan cepat sambil merubah posisi kakinya yang tadinya lurus sekarang menyerong ke kiri dengan diikuti pukulan tangan kanan yang mematikan.


.


Untung bahuku kuat menepis serangan ber-impact besar ini dan serangannya berbelok. Membuat imitasi ini tidak seimbang kemudian Kujegal lagi kaki kanannya yang meluncur serong ke kiri agar Dia jatuh dan bisa Kutinju dengan kuat menggunakan "Amoghas" diselimuti Aura Vajra bervolume besar dan kental bewarna merah pekat seperti biasanya.


.


Sesuai dugaan Dia jatuh dan Kugunakan momentum itu dengan menyerangnya menggunakan "Dve chakṣitādhaḥ". Kali ini menimbulkan serangan Aura yang lebih besar dan destruktif dari sebelumnya karena "Amoghas"-ku juga sedikit meningkat 2 hari yang lalu setelah memaksakan batasan Diriku.


.


Imitasi ini terluka berat. Namun Dia bangkit lagi dan mulai menggunakan Mantra Petir Hitam. Sekeliling tubuhnya diselubungi petir hitam dan mulai menyambar-nyambar udara dan air yang kami pijak ini.


.


"Ini dia, muncul juga kekuatan misterius yang membuatku merasakan kematian, Aku tak tahu itu perasaan yang berlebihan atau pemikiranku yang ekstrim atau bahkan bukan sama sekali. Tapi sekarang Aku juga bisa mulai merasakan dan meresapi "Indra Transcendental"-ku yang akan Kupelajari dari Imitasi ini!"


.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Waktu terasa berhenti. Kami berdua sama-sama diam sejenak sambil mengawasi satu sama lain. Aku beruntung karena jika ini Bang Xerxes yang asli maka tak ada kesempatan sama sekali untukku menang.


.


Melalui imitasi yang Kuciptakan dari Bang Xerxes setidaknya Aku bisa mengembangkan teknik bertarungku dengan signifikan melalui Imitasi ini. Aku juga bisa memperluas jarak dan jangkauan area untuk terus menyerang seperti roda gigi melalui "Seni Perang Mandala"-ku yang Aku ciptakan.


.


*TAP TAP TAP TAP ZRASSS----


Kami berdua saling menerjang lagi tetapi Aku harus melewatinya sambil menyerang kaki kanannya sekarang. Terlalu gegabah memegang langsung tangannya yang diselimuti "Petir Hitam" yang menyambar-nyambar dengan ganas.


.


Melalui Mantra Petir Hitam ini, Dia dengan cepat berteleportasi ke titik butaku disebelah kiri dan secara reflek Aku menepis tusukan tangannya dengan membelokkan badanku kekanan sehingga bisa selamat walaupun Ia menerjang dadaku dengan tangan kiri tusukannya tadi secepat kilat dan mengenaiku meski Aku bisa menangkisnya dengan dua tanganku yang berlapis "Amoghas" tingkat Menengah. Alhasil Aku sedikit tersambar petir hitam itu.


.


Ugh... Rasanya sakit. Pusing sekali karena pertama kalinya Aku tersambar petir dan parahnya itu bukan petir biasa. Aku terpental sambil menjaga keseimbangan berdiriku. Untung Vajra pasif "Samadhi"-ku sudah mencapai puncak potensial maksimalku. Sehingga "Amoghas"-ku sangat terbantu.


.


Masalahnya "Amoghas"-ku memang bisa dikatakan setara Kekuatan "Vajra" Pendekar rata-rata. Namun jelas masih kurang Bagiku. Sekarang sudah jelas mustahil mengalahkan Imitasi ini dengan Vajra-ku yang sekarang. Aku masih harus melawan banyak individu berkekuatan besar mau Mereka Pendekar Mantra ataupun Vajra demi meningkatkan semua kekuatan magis Vajra-ku dipuncak potensial tertinggi baik dari segi "Samadhi" ataupun "Amoghas".


.


"Baiklah... Coba tenangkan Diri dulu. Pada dasarnya Mantra adalah Elemen alam yang dimanifestasikan secara magis. Garuda mengatakan jika Mantra milikku adalah "Mantra Badai"."


"Gimana caranya agar Aku bisa memakai sebagian kecil saja dari Mantra ini...? Apakah menyatukan 5 indera manusia agar bisa bermeditasi secara khusus? Atau dengan memfokuskan energi spiritual dalam pikiran...? Ck, sudahlah... Ayo sambil jalani saja." (Cakra)


.


Aku tak bisa berpikir lama-lama karena sedang terdesak sekarang. Aku tidak berpikir bagaimana cara mengalahkannya. Aku malah berpikir bagaimana caranya sekalian membunuh Imitasi ini. Dia sudah terluka lumayan fatal disisi kiri tubuhnya yang masih ada bekas serangan pamungkasku sebelumnya.


.


Flow pertarungan berjalan lebih cepat dan mematikan sekarang. Aku dan Imitasi ini bergerak saling sejajar dengan aura petir hitamnya yang luas sedangkan Aku dengan Aura "Amoghas" yang merah pekat membentang seperti kilat sewaktu berlari. Saling membenturkan serangan disatu tempat, lalu berpindah ketempat lain dengan saling menangkis lalu melakukan "Flick".


.


Pada saat itu, setelah bergerak dengan cepat dengan seluruh Kekuatan Vajra-ku dalam waktu yang sangat lama... Aku merasakan kalau Mata dan Pikiranku bisa membaca visual yang lebih cepat sebelum Dia melancarkan serangannya.


.


Aku bisa menghindar dan melancarkan Serangan balik dengan lebih mudah. Tak hanya kemampuan visual yang luar biasa cepat, bahkan seluruh kekuatan Aura Vajra-ku serta "Samadhi" dan "Amoghas" rasanya seperti kembali dan bahkan bisa mengeluarkan efek dentuman dengan intensitas lebih besar dari sebelumnya.


.


Aku tidak tahu apa ini, tapi Aku langsung memanfaatkannya untuk "Hit-And-Run". Aku beruntung bisa lebih cepat menghantam tubuh tengahnya dengan kombinasi serangan "Amoghas" bewarna merah pekat bervolume besar dan membuatnya terluka lebih parah.


.


Pada suatu titik juga, Aku yang terus merealisasikan visualku saat memanifestasikan Mantraku sendiri berupa elemen angin sekarang secara tak sadar Aku melihat tubuhku dan sekelilingnya membuat Medan Angin yang sangat berkapasitas besar bahkan sebesar ruangan ini!!!


.


Awalnya Aku menerka-nerka fokus spiritualku didalam pikiran dengan ketenangan penuh sambil membayangkan ada aliran Mantraku sedikit demi sedikit mulai muncul dan mengalir perlahan dan semakin cepat didalam tubuhku.


.


Kadang Aku menemukan arus kecil yang biasa namun berubah entah kenapa. Kadang Aku menyadari juga setiap kali mengimajinasikan angin-angin disini, Aku bisa merasakannya juga walaupun kecil.


.


Kalia ini Aku coba manfaatkan "Samadhi"-ku yang sudah dipuncak potensialku untuk membuat aura Vajra merasakan Arus Mantra ini.


.


Pada akhirnya Aku menemukan titik Arus Mantraku. Aku tenangkan batinku lebih dalam dengan pikiran kosong dan berhasil membuat fokus "Samadhi" serta pikiran dan spiritualku merasakan dan mengontrol penuh arusnya.


.


ARUS MANTRA YANG TAK BISA KURASAKAN SEBELUMNYA... SEKARANG AKU BISA MENGENDALIKAN KONTROL PENUH ALIRAN "MANTRA ANGKARA" INI...!


.


Aku bisa bertanya kepada garuda nanti. Itu urusan gampang. Sekarang ayo... BUNUH DIA DAN KELUAR DARI SINI~


.


"Hey Sialan~ Aku sudah lelah. Mari akhiri pertarungan ini."


.


Aku sekalian menguji coba apakah benar Aku sudah dalam tahap kontrol pernuh. Seketika Dia mengamuk dengan petir hitamnya yang tadinya menyambar-nyambar sekarang membentuk selubung konsentrasi tinggi diseluruh tubuhnya yang membuatnya terlihat seperti Iblis Humanoid bertubuh Manusia dengan tubuh yang diselubungi kekuatan petir hitam. Mungkin ini Fase Pamungkas milik Bang Xerxes...?


.


Imitasi itu melesat kedepan dan Aku mencoba untuk membuat proyektil "Bola Konsentrat Raksasa" untuk membuat ruang area dengan konsentrasi angin yang berputar-putar secara dinamis seperti "Black Hole" untuk menghentikan pergerakannya dan mengacaukan mantranya. Ternyata benar...! Langsung diwaktu itu juga saat Aku membentangkan tanganku, tercipta ruang raksasa yang menariknya ketengah dan konsentrasi angin yang super kuat didalamnya itu membuatnya terkoyak-koyak namun Ia dengan cepat menyambar "Bola Ruang"-ku agar bisa lepas.


.


Aku sudah mengantisipasi itu. Sekarang Aku menyelubungi kedua tanganku dengan Mantraku untuk menciptakan Shockwave berbentuk komet yang secara otomatis mengikuti kehendakku untuk menargetkan Dirinya ke Imitasi itu.


.


"Komet Divyatvam" ☄️


(Komet Badai Ilahi)


.


Aku berhasil melancarkan satu dan membuat dentuman besar yang membuatnya terpental dan mengalami luka potong seperti terkena pedang dan sepertinya... Aku bisa lihat petir hitamnya terurai setelah hempasan Teknik Komet-ku tadi? Bagaimana bisa...? Garuda tak pernah mengatakan Kepadaku kalau mantra beradu Mantra bisa menyebabkan salah satunya terurai sementara.


.


Nanti saja! Aku tidak memberinya jeda untuk memanifestasikan Mantranya lagi. Sekarang Aku benar-benar mengeluarkan "Teknik Komet" tadi secara beruntun.


.


Ruangan itu benar-benar seperti dihantam Angin Topan yang secara brutal mengoyak area sekitarnya dan memotong-motong air yang membentang tenang menjadi bergelombang karena serangan baruku ini. Alhasil Imitasi itu berdiri sekarat dan tak bisa mengumpulkan Mantra Asingnya lagi.


.


Aku berjalan mendekatinya perlahan karena Dia sudah tak ada energi untuk berdiri. Kemudian Aku membentuk tangan kananku seperti teknik tusukan dan menyelubunginya dan coba menggabungkannya dengan "Amoghas" Tingkat Menengah dan juga Elemen Angin dari "Mantra Badai" ini.


.


Mengejutkannya Tangan kananku sekarang berlapis angin merah denga kapasitas volume besar dan kental sampai-sampai membuat nuansa sekelilingku terbias oleh Aura besar ini.


.


"Terima kasih sudah membuatku menemukan kekuatan baru dan meningkatkan potensialku lagi... untuk mencapai Puncak segala hal." (Cakra)


Aku tersenyum tulus sambil kehabisan napas. Kalau bukan karena imitasi ini siapa lagi yang bisa membuatku bertarung melebihi batasanku?


.


*WUNG--- ZRARARARARAK KRARARARAKRAK WUNGGGG~~


.


Suara bising yang sangat keras dan menimbulkan sedikit anomali udara yang sangat deras dan menekan membuatku sedikit terhempas seranganku sedikit. Ruangan besar ini kacau dan akhirnya kembali normal dengan hilangnya Imitasi itu yang sudah menjadi partikel setelah Kuayunkan tangan kananku secepat kilat dan destruktif.


.


Ruangan Besar ini mulai menghilang seperti awan dan Aku kembali ke realitasku yang sesungguhnya.


.


"Kerja bagus. Sungguh melampaui ekspektasiku yang berpikir soal batasanmu. Tidak Kusangka Kau bisa setenang itu berhadapan dengan kematian sambil fokus mencari sumber kekuatan Mantramu yang terpendam. Aku sangat kagum Padamu, SELAMAT UNTUK SEKARANG, CAKRA~!" (Garuda)


.


"Terima kasih Garuda. Ini berkatmu juga Aku akhirnya membangunkan kekuatan Mantraku sepenuhnya. Hanya tinggal masalah waktu saja Aku mengembangkan potensial ini." (Cakra)


.


"Ingat, Kau harus terus bangga dengan Dirimu yang punya kemampuan setinggi ini dengan potensial dan tumbuh kembangmu yang sangat mengerikan. Jujur Kau bisa mencapai tingkatan Tiga Bersaudara itu dan juga 5 Raja Samurai kemarin hanya dalam 4 tahun mulai dari sekarang kalau ternyata hasilnya bisa sempurna begini...!" (Garuda)


.


"4 TAHUN...?! SUNGGUH SETINGGI ITUKAH KEMAMPUANKU? KUPIKIR ITU TERLALU CEPAT BUKAN? AKU KIRA BAKAL MAKAN BELASAN TAHUN BAHKAN DEKADE... HEHEHAHAH~ SENANG SEKALI AKU HARI INI~" (Cakra)


.


"Aku tidak bohong dan ini serius~ Sekarang akan ada perbuhan dalam pelatihanmu yang sekarang. Biasanya Kau melatih stamina dan tubuhmu melalui olahraga berat dan melatih kekuatan Vajra maupun mengembangkan Seni Beladiri "Seni Perang Mandala"-mu,"


"sekarang Aku akan mengembangkan dan melatih Mantramu yang berasal Dariku agar Kau cepat menggapai tujuan dan cita-cita besarmu menjadi Puncak Kekuatan Dunia~!" (Garuda)


.


"Iya, Aku paham dan merasa berterima kasih. Tetapi dalam proses panjang ini juga Aku tidak boleh terlalu tenggelam dalam euforia dan metafora dari kesenangan mendapatkan kekuatanku yang luar biasa ini diusia anak-anak."


"Karena Aku yakin selalu ada orang kuat yang tak terduga muncul dihadapanku nanti! Itulah alasannya Aku tak boleh lengah dan terlalu santai. Mungkin Aku bisa bertarung dengan santai jika Aku sudah dewasa dan telah mencapai Tingkat Potensial Sejatiku yang membuatku menjadi Puncak." (Cakra)


.


"Iya bagus, itu baru sikap yang benar. Agar Kau tidak menjadi sombong dan arogan mentang-mentang mewarisi "Mantra Angkara", heheh~"


.


"Hey...! Kapan Aku pernah bersikap menjijikkan begitu, hah?!😫💢" (Cakra)


.


"Hihihihehahah~"

__ADS_1


"Tapi... Cakra... Apa kau tak masalah dipikiranmu?" (Garuda)


.


Aku sedikit menengok pada Garuda yang masih solid wujudnya ini dengan tatapan yang tulus.


.


"Semua traumatik itu... Semua penderitaan dan kesengsaraan masa lalu itu sudah Kuterima sepenuhnya dilubuk hatiku yang terdalam. Semua penderitaan dan kesengsaraan dulu Aku ingat semuanya kok dan Aku sudah berdamai dengan semua itu dengan baik saat didalam sana."


"Aku sadar kalau Aku tak melalui semua hal itu, Aku tak akan menjadi Diriku yang sekarang. Jadi tidak masalah membicarakan masa lalu itu kalau Kau mau." (Cakra)


.


"Baiklah, selamat karena sudah menaklukkan Traumatikmu itu. Aku ikut senang jujur saja." (Garuda)


.


Aku hanya mengangguk ringan sambil berjalan pulang karena ternyata sudah larut malam. Tapi gimana caranya Aku jelaskan bekas pertarungan tak masuk akal ini..?


.


Aku menerima luka lebam yang nampak sekali di mata dan juga luka-luka bakar karena sambaran petir ini. Tapi sekarang Aku baik-baik saja dan tulang-tulangku baik-baik saja.


.


Tapi yah... Sudahlah jujur saja.


.


Dimalam hari desa sangat terang dan ramai seperti biasa. Mereka semua sudah mulai mengenaliku karena prestasi besarku waktu itu. Seperti biasa pemandangan keheranan dan senang setiap melihatku.


.


"Cakra~ Kau berlatih apa saja sebenarnya sampai babak belur begitu? hahah~"


(Random Tukang Kopi Joss)


.


"Setiap kali melihatmu rasanya selalu ada nuansa spesial dari Dirimu~ Sungguh iri melihatmu." (Pelanggan resto lesehan)


.


"Heh~ Itulah pahlawan kecil Kita. Setiap harinya selalu ada saja ambisinya untuk menjadi kuat. Sungguh Anak yang hebat dan kuat."


(Kang mekanik bengkel)


.


.


"Eheheh, Kalian bisa saja. Aku jadi tersanjung fufu~ heheh." (Cakra)


.


"Hmhm~ EH...?! Kita lupa sesuatu!"


"OH IYA! Ngomong-ngomong cepatlah ke Kedai Buleleng, Cakra. Xerxes dan yang lainnya khawatir dari siang mencarimu ke seluruh sisi desa tapi tidak menemukanmu...╰(艹皿艹 )!" (Semua Random)


.


"O-OHH... IYA IYA AKU LANGSUNG KESANA." (Cakra)


Jelas Mereka tak menemukanku karena Aku berada jauh dari Perbatasan Desa saat itu.


.


Setelah sampai Kulihat Kak Shiori seperti putus asa mencariku dan Kulihat Bang Xerxes & yang lain memandangku yang tiba-tiba muncul dengan datar dengan sedikit merinding seolah berkata


.


"Anak ini emang gentayangan atau gimana kok Kita cari dari siang ga ketemu-ketemu terus tiba-tiba nongol kayak gada apa-apa(⊙_⊙)? Kami sih ga khawatir karena Kami percaya pada Kekuatanmu yang terus berkembang itu, tapi Shiori pasti memarahimu karena pergi tanpa izin... Ugh, diem aja deh." (Xerxes, Agungraka, Cokorda dalam hati)


.


"Kak Shiori~" (Cakra)


.


"...?! Ah... Syukurlah, dasar anak nakal kemana saja Kau sebenarnya...? Apa kau menjalani pelatihan rutinmu itu? Tapi dimana???" (Shiori)


.


Dia mendekap bahuku dan tersentak kaget lalu mengomel Padaku karena khawatir. Tapi yah ini bukan reaksi yang berlebihan. Kakak mana yang tidak khawatir Adiknya hilang kan...?


.


"Eheheh, iya Kak, Aku menjalani pelatihanku diluar Desa. Makanya Kalian tidak menemukanku. Maaf ya Aku pergi tanpa bilang-bilang..." (Cakra)


Aku memeluknya dengan erat agar Dia berhenti khawatir dan meminta maaf dengan tulus.


.


"Haish... iya iya baiklah. Aku tak seharusnya khawatir pada Anak Kuat sepertimu ya, haha~( ̄︶ ̄)↗ "


"Tapi serius, Aku tak masalah Kau mau melakukan apa dan dimana, tapi lain kali Kau harus bilang setidaknya agar Kami ga khawatir... Tapi ini tak sepenuhnya salahmu juga, andai Aku langsung pulang setelah sarapan, haish."(Shiori)


.


"Ahahah, sudah ya Kak, jangan diperpanjang lagi. Pokoknya Aku mau makan banyak setelah mendapatkan kekuatan baru lagi tadi sepanjang hari(~ ̄▽ ̄)~" (Cakra)


.


"...?!" (Xerxes, Agungraka, Cokorda)


"Eh...? Kekuatan baru? Apa maksudmu?" (Shiori)


.


Aku berjalan ke bar untuk memesan "Steambood" kali ini. Makanan campuran yang biasanya diolah dengan dikukus sebagian dan direbus. Kuahnya juga dari rempah-rempah iga racikan Bang Cokorda jadi rasanya sangat gurih dan segar bercampur sawi hijau yang direbus tipis-tipis.


.


"Hueheh, Aku tak akan menunjukkannya dulu biar asik. Kalau ada ancaman Aku yang akan datang pertama kali jadi Kau bisa melihatnya." (Cakra)


.


"hmmh~ Baiklah. Kakak pasti akan melihatnya nanti heheh." (Shiori)


.


"Kenapa Kau tidak bilang saja? Kau ini emang gabisa jujur anaknya yah~( ̄┰ ̄*)" (Garuda)


"Hey Aku tahu keharusanku, Oke...? Mengekspos apa yang Kudapat barusan terlalu cepat dan sepertinya bakal bahaya~(ノ`Д)ノ" (Cakra)


.


Malam yang hari itu terlewat begitu saja.


.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi berikutnya sudah tiba. Aku bangun lebih awal dan mulai melakukan pekerjaan rumah tangga. Saat Kak Shiori dan Semuanya bangun rumah sudah bersih. Saatnya membuka kedai dan sarapan disana.


.


"Hemm..? Haish Orang-orang breng**k itu. Beraninya datang tak tahu malu untuk menarik simpati lagi? Mau pakai alasan apa Mereka?" (Agungraka)


.


Namun sepertinya pagi ini agak rusuh ya... Ada pejabat daerah datang untuk bersosialisasi namun yah... Kami berlima tahu betul kalau itu cuma pencitraan. Mengingat tak ada sama sekali tindakan pemda saat Teror Gohma terjadi didaerah pesisir sini.


.


Pejabat itu berbicara omong kosong terus dalam pidato simpatisannya kepada daerah yang sudah kena serang ini.


"HATCHII~~~!"


"HEY APA KAU PIKIR ITU SOPAN SELAGI ADA PEJABAT DIHADAPANMU INI?!!!" (Pejabat)


.


"Kau sendiri siapa, kepa**t? Berani sekali datang cuma untuk menarik simpati. Dikiranya Kami bodoh ya mentang-mentang warga pinggiran kota, bangs**~"


(Pedagang Siomay Keliling)


.


"Kau bahkan tak mengirimkan TNI Setempat kemari dan hanya sibuk mengkampanyekan Diri di Denpasar sana, kan? Bahkan laporan polisi yang datang kesini tidak Kau lanjutkan atau Kau bahkan acuhkan laporan itu, dasar babi breng**k gatau tempat."


(Tukang Paket)


.


"Kami tahu betul Kau sengaja mengabaikan darurat bencana dan tidak mengevakuasi Kami serta memberi tahu kota kecamatan untuk evakuasi juga. Untung Gohma tidak sampai melewati perbatasan, brengs*k, kalau tidak pasti sudah ke Pusat Kota."


(Tukang Bengkel)


.


"Kau cuma ingin menjaga nama baik dan kepentinganmu sendiri, Bocah baji***n, Sampai negara tidak memberitakan apa yang terjadi 2 hari lalu artinya cuma satu. Kau menyabotase daerah Kita supaya tutup mulut, bang**t."


(Pedagang Sayuran Paruh Baya)


.


"DA-DASAR RAKYAT JELATA! LANCANG SEKALI KALIAN BICARA BEGITU!!! AKAN KUTAHAN KALIAN BEREMPAT!" (Pejabat)


.


Kami para Penduduk Pesisir cuma menatap tajam Mereka dan tidak ada dari Kami yang takut sama sekali. Sekelompok pengawal datang untuk menangkap orang-orang yang menentang bualannya.


.


"IKUT KAMI SEKARANG KARENA SUDAH-"


(Ketua Pengawal)


.


*GREP


*DUAGHHH~


Tukang Bengkel datang menaruh knalpot modif yang tadinya mau dipasang dan menghampiri Ketua Mereka. Menarik kerahnya dengan cepat dan meninjunya sampai mental.


"UAAARGH!" (Ketua Pengawal)


.


Kami semua cuma menatap dingin Mereka sambil senyum sedikit. Aku yang sedang bosan disana juga menghampiri Mereka sekalian olahraga pagi.


"Kak, bolehkan?" (Cakra)


.


"Hmph~ Olahraga pagi sana.( ̄m ̄) " (Shiori)


.


"Gitu dong~ Aku kan jadi senang( ̄︶ ̄)↗" (Cakra) 


.


Terlihat Tukang Siomay juga datang menemani Tukang Bengkel. Aku pun datang menghampiri sambil acuh tak acuh membeli jus mangga diseberang depan dekat kedai.


.


"Ngapain Kalian...? Mau nangkap Kami dengan kemampuan rendahan Kalian? Kalian 100 tahun terlalu cepat kalau ingin menangkap salah satu dari Kami~" (Tukang Siomay)


.


"SIALAN, NGAPAIN KALIAN?! TANGKAP~! TANGKAP!!!" (Pejabat)


.


"BERHENTI BERTINGKAH KALIAN!-" (Para Pengawal)


.


Aku berjalan santai diantara Kedua orang ini dan menjegal satu, meninju ulu hati dua, lalu menjegal + menarik tangan sampai tersungkur tiga, dan pengawal keempat Kuterjang dengan meninju rusuk kiri, menangkis pisau yang ada ditangan kanannya dengan kaki kiri, meninju lehernya serta Kulumat tangan kirinya dengan teknik kuncianku.


.


"UAAARGH" (Pengawal 4)


.


"Dasar. Tadinya pagi-pagi begini Aku ingin jalan-jalan kepantai tapi malah datang gerombolan tikus obesitas ya... Sok-Sokan bawa Pengawal payah begini."


(Cakra)


.


"A-AHH~ DA-DASAR ANAK SETAN...!!! GIMANA CARANYA DIA SEKUAT ITU... TERUSAN, ADA APA DENGAN ORANG-ORANG DISINI, HEY! A-ADA APA DENGAN REAKSI KALIAN???"


(Pejabat)


.


"Hey, Asal Kau tahu bagi Kami bertarung itu sudah hal yang mendarah daging. Kami tak pernah mengasahnya atau apapun itu. Tapi kami bisa bertarung secara insting alami, bocah gendut~ Jangan kira kami takut cuma karena anak begajulan sepertimu."


(Tukang Siomay)


.


"Kami juga tak tahu kenapa bertarung ada di insting alami Kami, tapi satu hal... Tak ada yang peduli mau Kau pamer pengawal atau pamer-pamer pidato atau apalah itu, kalau Kau ribut ya Kami hajar ditempat juga brengs*k."


(Tukang Sayuran Paruh Baya)


.


"KA-KALIAN SINTING!!! AKAN KULAPORKAN KALIAN KE PUSAT AGAR TAK BERANI BERTING---"


(Pejabat)


.


*DORRRR~


"..." (Cakra)


.


"Ohh~ Tamu spesial Kita sudah datang."


(Tukang Bengkel)


.


"Wah, wah lihat si breng**k sudah berani pakai pistol diruang publik yah~ Sinting seperti biasanya Dia." (Xerxes)


.


"Hmph. Kalau bukan karena Diriku memberinya kuasa untuk kebal hukum sebagai Agen Rahasia Kita, Aku yakin dia sudah bermasalah dijalanan, heh~" (Cokorda)


.


Aku melihat Dia menembakkan pistolnya ke langit sebagai peringatan. Aku baru pertama kali melihatnya. Tubuhnya juga sangat tinggi seperti Bang Raka namun Dia lebih ramping.


.


Sehingga Outfit kasual Jaket "Thousense" bermotif coklat bergaris warna Cream dengan Baju Polo dan juga celana Denim nya terlihat sangat cocok untuk penampilannya yang tinggi ramping dengan rambut "Messy Undercut"-nya yang sangat stylish.


.


"A-AHHH... Tuan, Saya bisa jelaskan-" (Pejabat)


.


Orang tinggi itu memegang kepala Pejabat itu dan dia dorong sampai jatuh.


.


"Aihhh~ minggirlah sana bocah. Kau sudah menyebabkan banyak masalah sampai Aku harus repot-repot datang kesini. Pergi sana Kalian atau Kulumat kalian semua disini dan sekarang~" (???)


.


Orang itu menyalakan rokoknya sambil membidik kepala Ketua Pengawal yang merinding disana. Sebenarnya siapa orang itu? Bahkan dengan gayanya yang sangat nyentrik seperti Orang Kota begitu kenapa repot-repot ke pesisir desa disini?


.


"Ah, baik. Kami akan pergi, kami akan pergi Tuan! Maaf atas kekacauannya..."


.


Dengan menjijikkannya Mereka pergi darisana dengan sangat kacau. Selepas Mereka pergi Kami para warga hanya tertawa sangat lepas melihat betapa pengecutnya Mereka.


.


"Fuh... Sudah selesaikah? Akhirnya kita pulang setelah sekian lama." (???)


.


Terlihat seorang wanita muda menggendong anak bayi turun dari Mobil Pribadi Mereka dan berjalan dengan memesona. Wanita ini jauh lebih tinggi daripada Kak Shiori.


.


Ciri-ciri wajah yang hampir sama dengan Kak Shiori tapi sepertinya Wanita ini memiliki wajah bernuansa klasik namun megah dalam penampilannya. Mata dan wajah khas yang unik juga sekilas seperti keturunan Bali asli.


.


Wanita ini memiliki tinggi yang hampir sama dengan Suaminya, berpakaian Stylish juga dengan atasan Blazer bewarna coklat cinnamon dengan baju dalaman "Turtleneck" bewarna Cream, celana "Terrajeans" bewarna biru klasik dengan rambut bewarna merah muda panjang diikat ponytail dan beberapa helai poni panjang ditengah jidatnya yang menawan dilihat.


.


Yap... seperti biasa~


.


"SHAKTANI-CHAN~~ KAMI MERINDUKANMU~~~!!!" (Semua Random)


.


"HAH~~! KALIAN HEY! SUDAH PADA PUNYA ISTRI SENDIRI MASIH HAUS YA, DASAR SINTING!"


.


*Kehahahahahahah~


*Awokwowkowkok


Suasana pagi disana yang tadinya ribut pecah menjadi hangat dan ceria.


.


"Hihihi, cemburu Dia~" (Xerxes)


.


"Yaaaa~ Halo kalian semua, Aku juga rindu Kampung ini haha." (???)


.


"Haish... Yasudahlah sumpah orang-orang sinting ini." (???)


.


"Kau pasti anak kecil yang jadi MVP perang 2 hari yang lalu ya, bocah...? Xerxes si landak tak tahu adat itu cerita banyak soal prestasi besarmu di usia kanak-kanak ini."


.


"Iya, itu Aku. Penduduk sini mengenalmu tapi kenapa Aku tak pernah melihatmu waktu disini?" (Cakra)


.


"Aku berbasis diluar di Ibukota. Setidaknya Cokorda yang memberikanku peran Agen Rahasia disana. Kau belum tahu kan? Cokorda itu diam-diam adalah Panglima Besar di Kemiliteran tahu~ Hahahah." (???)


.


"EH...?! KAU TIDAK NGIBUL KAN? TERNYATA BANG COKORDA ORANG BESAR SEPERTI ITU???" (Cakra)


.


"Huh, Dia tidak cerita ya... Tapi memang Cokorda hanya beroperasi menjalankan peran kemiliterannya dibelakang layar agar Kekuatannya tak terekspos ke luar negeri. Hanya orang-orang eksekutif yang tahu tentang keberadaan Cokorda dan juga penduduk sini." (???)


.


"Hebat sekali... Padahal Dia hanya kelihatan seperti Orang Tua yang punya kedai dan bisa memasak dengan sangat ahli." (Cakra)


.


"Kau belum tahu Kami kan, anak manis~?" (???)


.


"Oh...? Kau..." (Cakra)


.


"Namaku "Aza Shaktani". Kau boleh memanggil nama belakangku saja. Lalu suamiku yang pemarah ini adalah "Mahawardana". Tapi percayalah Dia ini aslinya perhatian kok cuma ya sumbu pendek dikit ga ngaruh kan...? Hihihi~😏" (Aza Shaktani)


.


"Hey... Shaktaaaa, Aku hanya khawatir Kau direbut oleh Mereka, huhu~ terlebih Aku takut anak kita dijadikan pusat perhatian Mereka~" (Mahawardana)


.


"Hey, ayolah sayang. Kau sungguh keterlaluan dalam menanggapi Mereka~ Bisa kan bercanda sedikit, hihi" (Aza Shaktani)


.


"Ah iya... senang berkenalan dengan Kalian. Aku-" (Cakra)


.


Tiba-tiba Dia menundukkan badan sambil mengelus kepalaku.


"Kami sudah tahu. Anak hebat dan luar biasa yang telah ikut bertempur melawan Gohma 2 hari yang lalu. Pahlawan kecil kita hehe~" (Aza Shaktani)


.


"O-Oh... iya." (Cakra)


Ukh... Rasanya sama saat pertama kali bertemu Kak Shiori. Perasaan senang menggebu-gebu secara dalam yang membuatku tersenyum halus. Tapi wanita ini... memiliki nuansa seperti "Ibu" bagiku dan bukan seperti nuansa seorang Kakak jika Aku rasakan.


.


"Heheh, Senang bisa berkenalan begini, Cakra. Ayo kita ke Buleleng. Aku lapar dari pagi belum makan gara-gara si babi itu tadi." (Mahadhama)


.


"Ayo, Cakra. Kita bisa bertemu begini... Sudah keputusan takdir loh, TEHE~" (Aza Shaktani)


.


Aku ikut Mereka dengan senang hati. Namun disatu sisi seperti biasa naluri sensitifku yang bisa merasakan kekuatan mistis. Aku merasakan "MANTRA" dari Suami Istri ini. Mantra Mereka asing namun tidak seperti Bang Xerxes yang menakutkan. Rasanya seperti kekuatan pahlawan yang melindungi tanah air. Nuansa Patriotisme gampangnya.


.


Aku juga bisa merasakan Vajra Mereka yang tidak bisa Aku nalar tingkatannya. Rasanya Vajra milik Mereka sangat jauh diatasku dan tidak termasuk tiga kategori dasar yang Garuda ajarkan. Sebenarnya Garuda masih menyembunyikan apalagi dibenaknya yang belum Aku ketahui...?


.


Mantra dan Vajra Mereka... Rasanya Mereka adalah pendekar dengan kedudukan yang sangat jauh melampaui "8 Mantra Pusaka"!!!


.


CHAPTER 4 END


.


FOLLOW AKUN SOSMED @bangjoule_uw UNTUK MEMUDAHKAN MEMBACA NOVEL "PENGEMBARA TAK TERTULIS"!!!

__ADS_1


.


JIKA ADA PENDAPAT YANG MAU DISAMPAIKAN, SILAKAN KOMEN DIBAWAH DAN FOLLOW AKUN INI UNTUK NOTIFIKASI CHAPTER SELANJUTNYA YA~


__ADS_2