
Pagi berikutnya menjelang. Tidak ada tanda-tanda pergerakan mistis seperti malam kemarin. Padahal semalam Aku sudah pasang alarm jam 3 pagi untuk jaga-jaga jika ada serangan Gohma lagi, ternyata tidak perlu.
.
Kurasa Kak Shiori dan Bang Xerxes masih tidur lelap karena rasa lelah kemarin belum hilang. Jadi Kubelikan saja nasi uduk untuk sarapan Mereka. Sementara Bang Cokorda dan Bang Agungraka bekerja di kedai, Aku menjaga rumah ssembari menjalani pelatihan rutinku mengembangkan kekuatan dengan bimbingan Garuda.
.
Disela-sela waktu setelah pekerjaan rumah selesai, Aku melatih "Seni Perang Mandala"-ku dengan samsak pohon kelapa, untuk melatih ketahananku juga bersamaan dengan meningkatkan kapasitas "Amoghas"-ku karena Tingkat "Samadhi"-ku sudah bisa dibilang jauh, hanya masalah waktu sampai "Samadhi"-ku ada ditingkat potensial tertinggi. Saat istirahat Aku tidak menggunakan baju lengan pendekku dan hanya pakai celana pendek pantaiku saja karena lagi panas.
.
"Air kelapa memang segar saat diminum pagi yang panas ini." (Cakra)
.
"Semua sumber daya makanan dan minuman alam yang ada didekat pantai memang cocok dinikmati secara alami begini memang."
"Ngomong-ngomong tinggimu sekarang 162 cm ya... Padahal rata-rata anak 10 tahun itu tingginya cuma sekitar 130-an cm. Itu saja yang paling tinggi. Dan Kau sudah tinggi, badanmu juga sudah mulai terbentuk otot-ototnya. Apalagi dada dan perutmu sekarang keras dan berisi jika disentuh."
.
"Hueheh~ Aku bersyukur tubuhku berkembang dan tumbuh signifikan lebih cepat. Karena Aku bisa dapat asupan yang bergizi dan teratur jadi bisa dibentuk secara berkala tiap waktunya dari olahraga biasa sampai pelatihan berat dan sulit yang berkepanjangan ini demi menjadi Pendekar Puncak." (Cakra)
.
"Aku juga bersyukur Kau dapat berkembang dengan pesat seperti ini dan tidak seperti dulu dengan segala keterbatasan yang sedikit menghambatmu." (Garuda)
.
"Hmm...? Aku yakin batu karang itu ada didekat terumbu karang besar yang ada di sisi depan kiri kita, tapi kenapa tiba-tiba batu itu menjorok ke bibir pan-" (Cakra)
.
*KRARAK-KRAK-KRAK-KRAKKKK
"?!" (Cakra)
Aku terkejut datar karena sudah tahu apa yang keluar dari batu karang itu. Tentu saja Gohma. Tapi sepertinya... bentuknya mirip King Kong tapi disatu sisi Ia menyerupai makhluk asing tak wajar yang tak pernah Kulihat sebelumnya.
"Ayo kita nanti serut isian kelapa ini lagi ( ̄┰ ̄*)" (Garuda)
.
Secara frontal Aku dan Gohma itu bertarung satu sama lain. Setidaknya Dia masih bisa Kuhadapi, walaupun kecepatannya tak normal Aku masih bisa menepis semua serangannya yang membabi buta.
.
Aku memiliki keuntungan dengan memiliki Teknik Martial Art yang Kuciptakan dan kembangkan sendiri yang Aku integrasikan juga dengan Kekuatan Vajra Samadhi dan Amoghas. Sedangkan semua Gohma pada dasarnya Iblis agresif yang hanya membabi buta dengan kekuatan fisik Mereka saja yang kadang mengeluarkan percikan lava.
.
Aku dorong Dia kedepan terus menerus dengan banyak kombinasi serangan teknik tangan maupun kaki sembari menepis, merubah lajur serangan dan posisi menyerang kedepan.
.
Sudah Kuduga Gohma yang ini berbeda. Dari awal sudah kelihatan sepertinya Dia punya kecerdasan sendiri sehingga sulit Kuhadapi. Kadang Aku yang ingin menjegal kaki kanannya, tiba-tiba Ia tarik mundur kaki kanannya dan mnegayunkan kaki kirinya. Walau begitu reflekku juga tinggi jadi bisa menepis kaki kirinya walaupun gagal menyerang kaki kanannya bersamaan.
.
Posisi Dia yang cenderung sama membuatku beruntung karena Aku bisa dengan leluasa mengubah mobilitas serangan dan berpindah-pindah posisi dengan kecepatan diatas rata-rata berkat tingginya tingkatan Vajra "Samadhi"-ku.
.
Setelah kondisi berulang-ulang yang Aku buat dengan pergerakan mobilitas tinggi yang diikuti serangan masif bervolume kental dan aura maksimal yang bisa Aku gunakan, Gohma abnormal ini akhirnya terpojok dan Kubuka celah kecil yang ada di leher bawahnya dengan tangkisan tangan kanan, Aku mulai mengakhiri pertarungan intens ini dengan sengaja oleng dan membuka tubuhku yang membuat Dia dengan agresif menyambit bahuku dengan tangannya yang diubah menjadi sabit.
.
Meski rasanya perih dan sakit, Aku menahan rasa sakitnya dengan wajah datar karena puas Dia terjebak oleh celahku yang sengaja dibuka. Secara sepihak Aku melepaskan sabitnya dari bahuku dan Kutarik kebelakang tangan kanannya dengan tangan kiriku kemudian melancarkan tusukan tangan kananku yang dilapisi Amoghas beraura merah pekat dengan kecepatan tinggi dan destruktif menghancurkan lehernya sampai berlubang. Ngomong-ngomong teknik ini tak perlu Kuberi nama seperti sebelumnya, HUEHEH~
.
Dia secara tak berdaya mulai mengikis dan berubah menjadi abu karena substansial kepala dan tubuhnya sudah tak menyatu akibat lehernya yang hancur Olehku. Dan Aku hanya berekspresi sipit dan acuh tak acuh Padanya. Namun sebelum Dia jadi abu sepenuhnya, Ia mengerang keras membuatku harus menutupi telingaku yang sakit dan membuat sekelilingnya bergetar.
*ROAAAAAAAAAAARRRRHHHH------
.
Aku tak tahu apa maksudnya, tapi sepertinya ini bukan pertanda baik, karena gerangannya mungkin bisa didengar seisi Desa pesisir.
.
"?!" (Agungraka & Cokorda)
"Suara apa itu? Mengerikan..." (Random Kedai)
"Suaranya berasal dari pantai, Ayo kita cek kesana..." (Random Pasar)
.
"Fuhhh, capek juga sialan. Yaudahlah gausah terlalu dipikir, ayo lanjut nyerut kelapa lagi (~ ̄▽ ̄)~"
Karena Aku adalah tipikal Orang yang masa bodo dengan apa yang telah terjadi, Aku yang sudah puas menang bertarung mulai kembali ke pohon kelapa dekat rumah untuk menyerut kelapa untuk di cemil.
.
"Kau ini... Barusan ngapain hah?" (Xerxes)
Bang Xerxes berjalan kearahku dengan wajah bingung nya.
.
"Waduh━━( ̄ー ̄*|||━━" (Cakra)
Aku gatau gimana harus menceritakan ini. Karena jelas sekali bekas luka sambit di bahu kiriku yang lumayan sakit dan nyeri. Aku juga mengalami banyak luka disekujur badan walaupun tidak ada yang kritis, hanya sebatas luka lebam dan luka bakar saja di kedua tanganku. Walaupun ada lebam juga sih di sekujur dada sampai perut.
.
"Cakra... CAKRA! Apa yang terjadi...?" (Shiori)
"?!"
Jujur ini pertama kalinya Aku lihat Dia sepanik itu. Urgh... Kurasa Aku harus menceritakan semuanya.
.
Kak Shiori dengan wajah khawatirnya sambil mendekap kedua tanganku.
"Apa Kau tak apa-apa...? Ayo pulang biar Ku obati tubuhmu! Kau yang sekarang sangat mengkhawatirkan! Sini Kugendong, ayo cepat!!!"
.
"Kak, terima kasih sudah seperhatian itu. Tapi tak apa-apa kok, Aku masih kuat berjalan juga dan hanya ngos-ngosan sedang. Jadi tidak masalah Aku berjalan saja."
"Setidaknya tolong obati bahu kiriku, hehe. Jujur ini lumayan sakit." (Cakra)
.
"Ayo cepat pulang dan kita obati. Mungkin rasa sakitnya sudah hilang menurutmu tapi kalau dibiarkan bisa infeksi. Biarkan Shiori menggendongmu saja tak apa-apa. Rasanya malu sendiri melihatmu jalan saja ga benar kehehehehehahahahahah ♪(´▽`)~"
.
"Kau cuma mau mengejekku apa gimana ╚(•⌂•)╝" (Cakra)
.
"Ya sudah. Ayo." (Shiori)
.
" o(*////▽////*)q ??" (Cakra)
.
Kak Shiori mulai menggendongku seperti Dia menggendong bayi. Yah... Rasanya agak sedikit canggung sih, tapi ini membuatku senang dan nyaman. Buktinya Aku senyum tersipu malu sedikit. Tak sadar kalau Aku sampai tidur dibahunya. Rasanya sangat hangat... Rasa kasih sayang yang hanya bisa Kuimpikan dulu, sekarang Aku bisa memilikinya. Rasanya tidurku sangat lelap dan nyenyak.
.
Saat siang hari sekitar jam 1 menjelang, Aku mulai bangun dan Kulihat aura hijau yang membentuk lingkaran dibahuku perlahan mengobati dan menyembuhkan seluruh lukaku dengan sempurna. Aku bisa lihat Kak Shiori sedang memasak makanan untukku.
.
"Akhirnya Kau bangun. Hah... Aku benar-benar mengkhawatirkanmu."
.
"Makasih banyak kak. Akhirnya Aku merasa segar lagi. Setidaknya pertarungan tadi menjadi pelajaran bagus untukku walaupun bayarannya hampir nyawa."
.
Kak Shiori memelukku dengan tersenyum sambil mencium keningku. Rasanya benar-benar penuh kasih walaupun Dia seorang Kakak.
.
"Kita ini saudara Kakak-Adik sekarang, Kita akan saling menjaga dan menyayangi satu sama lain, jadi tak perlu berterima kasih."
"Lagipula, Apa Kau tak takut sama sekali dengan akibatnya Kalau Kau benar-benar celaka barusan...? Kau kan bisa lari kerumah untuk meminta tolong Aku dan Xerxes..." (Shiori)
.
"Ahahahah~ Kak, Aku ini anak laki-laki."
"Sudah kodrat dan sifat alamiku untuk berjuang sendiri dulu sebelum meminta pada orang lain. Aku sudah menghadapi situasi dan kondisi bahaya seperti tadi pagi sejak lama bahkan saat umurku 4 tahun. Jadi tolong, jangan terlalu khawatir dan jangan membatasi Diriku, ya kak?(✿◠‿◠)"
"Kalau Aku ingin menjadi Pendekar yang melampaui semua kekuatan dan berdiri sebagai puncak dunia, Aku harus menghadapi banyak bahaya dan banyak pertarungan mau musuhnya ada belasan atau puluhan atau bahkan ratusan, Aku tidak boleh takut dan lari lagi. Dan Aku harus menghadapi semua itu seorang diri karena Aku tak bisa bergantung pada orang lain terus. Murni hasil perjuangan hidupku. Tapi Aku janji... Akan terus membawa nama kalian semua yang sudah menyelamatkan hidupku saat ini" (Cakra)
.
Sambil Diriku memeluk Kak Shiori sambil menatap matanya yang lembut sambil tersenyum. Bisa Kurasakan Kakak tersenyum sambil menangis memelukku dengan erat.
.
"Baiklah... Aku juga perlu belajar menghargai kata-kata orang lain juga. Jujur Aku selalu menyatakan kekhawatiranku secara sepihak. Jadi mungkin orang bisa terganggu dengan kekhawatiran tak masuk akalku."
"Kau yang begitu dewasa di umurmu yang sekarang sudah menjadi keajaiban, Cakra. Aku juga akan terus bantu sampai Kau benar-benar sukses." (Shiori)
.
"Nah gitu dong! Aku kan jadi senang kembali~" (Cakra)
"Kalau begitu... Ayo buka mulutmu, biar Aku suapi sayur lodehnya (✿◠‿◠) "
.
"( ̄_, ̄ )..."
"Sepertinya Kau sudah lupa perkataanku tadi..."
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Karena rumah ini terhubung langsung dengan pemandangan pantai, Aku bisa lihat situasinya. Disana sangat ramai karena ada warga setempat dan juga pedagang pasar. Disana juga ada 2 mobil polisi yang datang.
.
"Ck ck ck, kalau melihat inti tubuh ini... Sepertinya Gohma Abnormal." (Agungraka)
.
"Maaf Pak, apa Anda menyaksikan kejadian ini?" (Polisi 1)
"Kami mendengar suara teriakan dari Kota Kecamatan. Sehingga Kami langsung kesini tadinya." (Polisi 2)
"Gohma lagi? Aku memang belum pernah melihatnya tapi abu ini seriusan dari makhluk Gohma? atau bahkan apa Mereka nyata~"
(Polisi 4)
"Hey, Kita sedang bertugas, jangan main-main begitu."
(Polisi 3)
.
"Kami tak menyaksikan kejadian ini langsung. Kami juga bergegas kemari setelah mendengar teriakan keras itu. Sudah dipastikan abu ini dan semua tanda-tanda pasir dan batu yang berantakan ini, jelas sekali kalau ada yang bertarung melawan makhluk ini dengan brutal." (Cokorda)
.
"Bagi Kami, makhluk Gohma itu nyata adanya dan sudah terbukti dimana-mana~ Jadi Kau yang pendek petakilan disebelah sana~ Kalau mengucapkan ejekan seperti tadi lagi, Kutarik lidahmu nanti, breng***" (Agungraka)
Dilihat dari Polisi yang seperti bermain-main di TKP, tidak heran kalau Bang Raka sedikit mengomel.
.
"Ugh... maafkan kelancangan anggota muda Kami. Kami akan mendisiplinkannya nanti. Ngomong-ngomong, apa ada lagi yang bisa Kalian berdua beritahu kepada Kami?" (Polisi 1)
Bisa Kulihat tingkah konyol Dua polisi lain seperti menarik paksa si Polisi muda yang berkeringat dingin dan tremor untuk minggir dari TKP, hahah. Lagian nantangin Preman kampung.
Tapi yah, jelas para polisi segan sih. Karena tubuh Bang Raka dan saudara-saudaranya punya tinggi rata-rata 2 meter lebih sedikit dengan badan luar biasa kekar. Siapapun yang melihat jelas kalau Mereka bukan orang normal pada umumnya.
.
"Sebagai Penduduk pesisir pantai Aku pesankan pada Kalian untuk memperkuat pertahanan kota dari sekarang juga." (Cokorda)
.
"Kalau dilihat dari ciri-ciri sisa tubuhnya, Gohma ini adalah tipe "Taunting" yang bisa memanggil sekumpulan Gohma dalam jumlah sekitar puluhan atau bahkan ratusan untuk datang sumber suara."
"Jadi Aku punya asumsi setelah teriakan keras ini, seluruh daerah pesisir pantai ini dan pusat Kota Kecamatan akan diserbu serangan Gohma dalam skala sedang. Setidaknya evakuasi pusat kota dahulu lalu tolong datang ke pesisir untuk evakuasi juga." (Agungraka)
.
"?!" (Polisi 1)
"Kalau begitu Kami berterima kasih atas informasi besar ini. Akan Kusampaikan ke kantor Polsek." (Polisi 2)
.
Para polisi bergegas kembali ke Pusat Kota Kecamatan untuk melaporkannya.
.
"Kau percaya Mereka akan melakukannya?" (Agungraka)
.
"Pake nanya, breng***, pada akhirnya harus Kita sendiri yang menangani gerombolan Gohma ini. Jadi ayo bersihkan senjata Kita sekarang juga. Kita akan ribut malam ini. Mumpung Xerxes sedang pulang, pekerjaan Kita jadi lebih cepat selesai." (Cokorda)
.
"Berarti kita harus tutup lebih awal dong, cih. Baiklah."
"Kita harus ngomong apa ya ke Cakra? Kau tahu kan anak itu yang menghadapi Gohma abnormal ini. Pasti Dia sedang terluka sekarang. Tapi sepertinya Dia yang paling semangat kalau urusan bertempur dengan Gohma." (Agungraka)
.
"Dia sungguh hebat dan berbakat di usia 8 tahun sudah sekuat orang dewasa yah... Bahkan untuk pendekar rata-rata tak bisa mengalahkan Gohma abnormal ini karena Gohma abnormal memiliki kecerdasan." (Cokorda)
.
Bisa Kulihat perbincangan sudah selesai dan Mereka pulang melalui pintu belakang. Mereka hanya tersenyum mengisyaratkan kalau Aku sudah melakukan hal yang luar biasa keren.
.
"Gohma Abnormal berulah lagi heh... Rasanya tepat sekali setelah pulang, ada pekerjaan santai yang biasa kita lakukan dulu~" (Xerxes)
.
"Sepertinya Kalian tak mempercayai para Polisi itu ya?" (Cakra)
.
"Kau mungkin akan belajar suatu hari nanti seberapa buruknya Mereka nanti. Karena Kami sudah pernah melalui masa-masa itu jadi Kami tahu kebusukan Mereka juga." (Cokorda)
.
"Cakra, yang Kau kalahkan tadi Pagi adalah Gohma "Taunter". Jadi setelah Kau mengalahkannya, Dia akan berteriak ganas untuk memanggil kawanannya kemari. Kemungkinan sekitar puluhan dan yang terburuk itu ada ratusan." (Xerxes)
.
"Banyak sekali?! Aku baru tahu hal ini. Biarkan Aku membantu nanti. Aku yakin pertempuran malam ini akan menambah pengalamanku secara signifikan dan mengembangkan seluruh aspek tubuhku termasuk intelektual lapangan."
.
"Kau yakin dengan tubuh yang baru pulih itu? Tapi kalau Kau memang mau Kami dengan senang hati memberikanmu bagian yang paling banyak~ KEHAHAHAH!!!" (Agungraka)
.
"Guahahhahahahahah~" (Xerxes & Cokorda)
.
"KALIAN!!! TEGA SEKALI HEY! ___*(  ̄皿 ̄)/#____"
"Bilang saja Kalian ingin menumbaliku~ hahah... Dikira lucu kali ya, sialan( ̄┰ ̄*)" (Cakra)
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Menjelang malam, masih belum ada tanda-tanda kemunculan Gohma. Benar saja tak ada polisi yang datang evakuasi, jadi terpaksa Bang Xerxes dan Kak Shiori mengevakuasi Mereka ke pusat kota dengan bantuan orang-orang yang cukup asing.
.
Ada sekitar 5 kapal barang yang datang untuk evakuasi saat itu juga. Situasi juga cukup kondusif walaupun banyak suara ribut. Bisa Kulihat di bibir pantai ada sekitar 5 orang seperti pendekar yang menyambut Kak Shiori dan Bang Xerxes.
__ADS_1
.
"Liburan Anda berdua terganggu ya... Benar saja cerita Ketua tentang hukum dan keamanan disini. Semuanya korup." (???)
Pria berambut hitam berantakan bergelombang berseragam seperti pasukan khusus dengan baju operasi hitam disertai celana putih bercorak seni jepang dan menggunakan sepatu militer. Selera yang sungguh aneh
.
"Bolehkah Kami masih disini besok Tuan? Kami ingin belanja oleh-oleh untuk dibawa pulang~" (???)
Dia ini wanita dengan baju Turtleneck tanpa lengan dan bretel disertai celana hitam Scuba berjumbai kebawah menggunakan sepatu hak.
.
"Hari ini benar-benar akan jadi lautan api dan darah Horrrrrrrrrrraaaaaaaaah~~~" (???)
Ada juga Pria berambut pendek lurus dengan poni dibagian kiri wajahnya berpakaian jaket rompi tanpa lengan dan celana jeans.
.
"Gohma-Gohma bodoh itu cuma punya badan gede doang~ Ini seperti membersihkan sampah aja sih." (???)
.
"Sudah cukup omongan kalian, kita sedang melakukan operasi, jadi fokus keadaan sekarang!" (???)
.
"Kehahahahhah, benar-benar tipikal Kalian berlima. Tadinya Aku ingin pulang liburan sebentar tapi beginilah situasinya." (Xerxes)
.
"Ugh... Karena terlalu mendadak, Kami juga akhirnya hanya menghubungi Kapal Barang yang berada dekat di laut pasifik untuk berlabuh ke Kuta. Kami benar-benar tak sempat menyiapkan perbekalan di Kapal khusus Kita." (???)
.
"Ga masalah. Yang penting sekarang evakuasi selesai. Kita bisa fokus untuk bertempur sekarang. (Xerxes)
.
Aku bisa lihat Mereka adalah Samurai. Pendekar dari Jepang. Mereka semua terlihat sangat kuat dari Segi Vajra maupun Mantra. Setidaknya mantra Mereka bisa dikenali dan tidak seperti Mantra asing milik Bang Xerxes.
.
"Mereka para pendekar yang mengikuti Xerxes? Ternyata skala reputasi Dia sangat besar ya... Dia sudah mengantisipasi kejadian ini dan menghubungi Mereka saat siang hari juga." (Cokorda)
.
"Banyak pasukan asing yang datang berjumlah banyak. Xerxes benar-benar membangun kekuatan besar disana. Sebenarnya apa yang memotivasi Mereka untuk mengikuti Dia ya?" (Agungraka)
.
"Bang Xerxes benar-benar kuat secara nyata ya... Aku bisa merasakan pasukan-pasukan ini punya kekuatan yang sama seperti pasukan militer khusus. Kekuatan Mereka berlima juga berada diatas rata-rata menurutku. Aliran mantra Mereka yang membuat Mereka dominan. Tapi Vajra Mereka jelas tak bisa dipandang sebelah mata. Walaupun Mereka berlima masih dibawah levelnya Bang Raka dan Bang Cokorda" (Cakra)
.
"Matamu jeli juga. Semua yang Kau bilang benar. Rata-rata Pendekar Mantra membentuk faksi Mereka sendiri-sendiri dan berkelompok untuk menciptakan uang dan menaikkan nama Mereka masing-masing. Sehingga banyak organisasi-organisasi berbasis pendekar yang bekerja sama dengan pemerintah dan Mereka dinggap sebagai "Draft Militer" di negaranya masing-masing. Tapi sepertinya Kelompok besar yang Xerxes ciptakan ini tidak berkaitan dengan keuntungan sepenuhnya." (Cokorda)
.
"Tapi perusahaan macam apa yang Xerxes rintis ini? Kenapa Dia bisa punya banyak alutsista konvensional yang dikerahkan kemari? Ini benar-benar gila karena kita bisa melihat ATV, Kapal selam, Artileri Anti-Aircraft, dan juga Artileri Area. Kalau mau sih sekalian kudeta negara ini." (Agungraka)
.
"Ryōbaisei, Kyōbōbara, Tenhakai, Chikaisha. Itulah nama alutsista dengna nama berurutan tersebut." (Xerxes)
.
"Eh?!" (Cokorda, Agungraka, Cakra)
.
"Yang kalian bicarakan benar. Kelompok yang Aku ciptakan ini sejatinya adalah Perusahaan besar yang memproduksi persenjataan perang. Nama perusahaanku adalah "Gunkaito". Tentu Aku bekerjasama dengan pemerintah Jepang dengan syarat khusus." (Xerxes)
.
"Eh...?!" (Agungraka)
.
"?!" (Cakra)
.
"Perusahaan Besar?! Gimana caramu membangun kekuatan itu disana??" (Cokorda)
.
"Aku tak sepenuhnya membangun perusahaanku dengan darah pembantaian yang Kulakukan. Tentu Aku tak akan mengelak jika Aku banyak membunuh gangster-ganster daerah lokal yang mengancam dan menggangguku."
"Namun sebagian dari Gangster itu ada Mereka yang termotivasi mengikutiku karena ambisi besarku. Dari ratusan ganster yang Kuhabisi disana, Mereka berlima adalah yang terpilih olehku untuk jadi orang-orang kepercayaanku. Ajaibnya, Mereka berlima memiliki mantra dan merupakan yang terkuat di organisasinya masing-masing dulunya."
"Disana juga Aku mendapatkan gagasan untuk mengembangkan mantra persenjataan. Jadi Aku bisa merintis bisnis ini secara legal untuk memproduksi massal kekuatan-kekuatan ini nantinya. Pemerintah Jepang mulai melirik bisnisku dan ingin bekerja sama untuk mengembangkannya tapi Kuberi beberapa syarat khusus. Tapi maaf Aku takkan memberitahu apa bahan baku dari produksi massal ini. Dari situ Aku mendapat banyak dana operasional dan uang saku tentunya fufu~"
.
"Itu sungguh skema rumit yang baru pertama kali Kudengar \(〇_o)/" (Cokorda)
.
"Sama Aku juga" (Cakra & Agungraka)
.
"SELURUH KAPAL DIMOHON UNTUK SEGERA BERLABUH DARI TEPI PANTAI~" (Pengeras Suara)
.
"Kau ikutlah ke kapal. Setidaknya untuk jaga-jaga lindungi Warga Pesisir sehingga Mereka kondusif dan tenang." (Xerxes)
.
"Baik, Xerxes-san. Tapi... sebelum itu." (Shiori)
.
Kak Shiori menghampiriku dan mulai mendekap bahuku sambil merendahkan tubuhnya layaknya seorang Kakak.
.
"Cakra, Kau boleh ikut dipertempuran ini, tapi janji satu hal, kalau Kau merasa tidak kuat atau terancam. Larilah dari sana agar Kau aman ya?" (Shiori)
.
Aku seketika memeluknya untuk meyakinkan Dirinya. 5 Orang Kepercayaan Bang Xerxes dan orang-orang disana seketika terkejut melihat kedekatan Kami berdua dan berdecak kagum.
"Lari Kau bilang... Kak? Aku ini Cakra Airlangga, TEHEH~ Mulai sekarang tidak ada kata lari lagi setelah Aku bersama Kalian (*^▽^*)" (Cakra)
.
"Hmph... Kurasa percuma khawatir denganmu. Baiklah... Kakak berangkat ya, Adikku yang manis (*/ω\*)" (Shiori)
Kak Shiori mencium keningku sebelum Ia bergegas ke kapal. Orang-orang disekitar seperti beku karena melihat keanggunan Dirinya, Kurasa.
.
"Siapa anak itu? Sepertinya Shiori-Sama sangat menyayanginya. Tapi kenapa Dia tetap disini? Apa Dia mau ikut pertempuran ini?" (???)
.
"Uwohoh~ Manisnya melihat momen tadi bukan? Rasanya sungguh manis melihat anak laki-laki itu. Apalagi saat Shiori-Sama mencium keningnya~~ Aku yang wanita saja luluh melihatnya~" (???)
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Evakuasi warga pesisir sudah selesai sekarang. Terlihat 5 kapal barang mulai berangkat menjauhi bibir pantai agar berada dalam radius 50 km dari area pertempuran. Semua evakuasi sudah selesai, Daerah desa pesisir pantai dipasangi "Artileri Anti-Aircraft" yang amunisinya sudah diinfusikan dengan partikel mantra. Didaerah desa yang memiliki tanah yang cukup akan tinggi dipasangi "Artileri Area" yang akan menembakkan amunisi meriam mantra untuk membombardir seluruh bibir pantai.
.
Seperangkat "Tank ATV" dan "Kapal selam" khusus juga dikerahkan kemari untuk mencegah Gohma-Gohma tipe laut naik ke bibir pantai.
.
Sudah dimulai. Pesisir pantai tiba-tiba menghitam sampai ke lepas pantai berkisar 100 meter dari pesisir, Gohma-Gohma yang berwujud ikan dan juga humanoid laut mulai berdatangan secara brutal dan agresif menyerbu pesisir. Disisi lain, bisa dilihat daerah bibir pantai terjadi gempa dan bermunculan setiap detik Gohma-Gohma dalam berbagai wujud iblis dan binatang buas.
.
Penyerangan sudah dimulai saat itu. Ledakan senjata-senjata mantra membuat dentuman jarak jauh dan pasukan perusahaan Bang Xerxes menangani garis depan dengan kemampuan tempur Vajra Mereka juga.
.
Beberapa kapal perang dan ATV pasukan Bang Xerxes secara frontal menyerang Gohma-Gohma yang ada dilepas pantai. Sedangkan Artileri Anti-Aircraft secara membabi buta menembakkan banyak rudal mantra sekaligus untuk mengatasi gerombolan Gohma bertipe udara. Gohma bertipe udara ini berbentuk burung-burung predator yang berukuran raksasa dengan tubuh Mereka yang keras berbalur api lava. Serangan Mereka juga sangat ditakuti karena seperti pesawat pembom. Makanya prioritas Gohma untuk dihancurkan adalah yang bertipe udara.
.
.
*ZRARAK-ZRAK-KRASS
*DUAK-GRARARAK
Suara gerung dan sangar kedua senjata yang dibalut Amoghas Tingkat Ekstrim yang maluncur dengan warna aura terang yang sangat mengerikan dan cepat dari tanah, membuat tanah dan aspal hancur terbelah secara kasar. Bukan hanya dampak dari serangan Kedua senjata ini yang menghancurkan lajur jangkauannya, tetapi juga karena kedua senjata ini dibalut Amoghas Tingkat Ekstrim yang menciptakan Shockwave raksasa sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang efek aura yang sangat destruktif ini. Kedua senjata ini meluncur bak naga kelaparan yang menggasak semua Tipe Gohma yang lolos secara massal baik Gohma Binatang Buas, Gohma Tipe Humanoid Laut, ataupun Gohma Tipe Predator Udara.
.
Tubuh mereka hancur seketika setelah berada dalam jangkauan kedua senjata ini. Setelah mencapai batas panjangnya, Dua senjata ini saling berputar menyilang satu sama lain ke arah belakang membentuk lingkaran utuh yang membuat sekelilingnya hancur oleh Shockwave Amoghas.
.
Meski Mereka lolos, Mereka jadi menghadapi Bang Raka yang membawa Dua Keris Raksasanya dan Bang Cokorda yang membawa semacam Tongkat berlapis Vajra Amoghas Tingkat Ekstrim berkekuatan penghancur area.
.
Skala destruktif keduanya sangat besar sampai-sampai saat Mereka melancarkan serangan, area sekitarku bergetar hebat seperti ada gempa mendadak.
.
Para Gohma yang agresif ini diam seketika karena banyak asap yang mengepul di area perbatasan pesisir desa setelah serangan ganas Bang Raka. Dalam kebingungan Mereka, Aku melesat secara frontal menyerang titik lemah Gohma Binatang Buas dengan serangan kombinasi kejutan berbalut Amoghas berkapasitas maksimalku yang sekarang dengan Samadhi sebagai pasif utama.
.
Aku menggunakan metode sederhana saja untuk fokus membunuh Gohma satu per satu. Pukulan berputar untuk melumpuhkan keseimbangan tubuh mereka dan tebasan Aura destruktif yang menghancurkan titik lemah Mereka. Jika satu sudah hancur, Aku melesat cepat lagi untuk melumpuhkan dan menghancurkan para Gohma ini dalam satu waktu. Layaknya petir yang bisa menyambar banyak objek sekaligus, Aku bisa menerapkan metode yang sama seperti laju petir yang cepat dan destruktif
.
"Gohma Binatang Buas sama seperti yang Kau lawan tadi pagi. Kelemahan Mereka ada di "Kepala"-nya. Kalau kepala Mereka putus, maka Mereka juga akan mati diwaktu itu juga. Jadi Kau hanya perlu menargetkan kepala Mereka saja." (Garuda)
.
Saran bagus Garuda juga yang membantuku melakukan ini. Setelah asap mengepul hilang. Aku muncul dengan sekitar 15 Gohma disekelilingku yang Kubantai secara cepat. Bang Raka dan Bang Cokorda juga muncul dibelakangku secara santai.
.
"Sangat tidak masuk akal, melawan belasan Gohma diusiamu yang ke-8 tahun. Anak kecil apa Kau, heh~" (Cokorda)
.
"Apapun itu... cuma masalah waktu sampai Cakra melampaui Kita sepertinya yah..." (Agungraka)
.
Aku berdiri dengan jaket parasut hijauku yang berlumuran darah dan celana jeansku yang kusut karena efek pertarunganku. Sendal jepitku juga hancur secara tak sadar( ̄︶ ̄)↗ .
.
"Ini pertama kalinya Aku berhadapan dengan puluhan binatang seperti Kalian... Sepertinya Aku dapat jackpot besar ya malam ini bisa membunuh Kalian semua sekaligus~ TEHE~~" (Cakra)
Aku sambil menyeringai kegirangan.
.
Kami bertiga maju secara frontal untuk membinasakan gerombolan Gohma Binatang Buas ini. Aku mendahului Mereka berdua dengan melesat kedepan sembari membuat banyak tebasan beraura Amoghas untuk menghancurkan banyak kepala Gohma sekaligus.
.
Aku sengaja maju frontal kedepan agar bisa melewati kawanan Gohma dan membantu garda terdepan yang kewalahan. Setelah bebas dari sana, Aku berhenti sebentar untuk istirahat sambil berjalan santai maju ke pertempuran depan yang sangat kacau situasinya.
.
Aku bisa lihat juga 5 orang kepercayaan Bang Xerxes yang mengendalikan Flow Pertempuran.
.
Salah satu dari Mereka menggunakan Mantra Bhuwana untuk membuat shockwave area dan menciptakan proyektil batu berbentuk kapsul untuk dihujam ke gerombolan Gohma. "Bhuwana" adalah Mantra berlemen "Bumi" yang memproyeksikan manipulasi tanah.
.
Ada Dua orang lain yang menggunakan "Mantra Guntur". "Guntur" adalah Mantra berelemen Petir. Dua orang ini secara beriringan membuat kombinasi kuat dengan Satu orang membuat lingkaran petir yang bisa meluas dan merapat yang mengakibatkan kerusakan area setiap detik, sedangkan Orang satunya lagi membuat semacam bentuk katalis untuk membuat piringan proyektil berelemen petir yang menebas banyak tubuh Gohma sampai hancur.
.
Satu orang lagi menggunakan Mantra "Hima". "Hima" adalah Mantra berelemen Es. Orang ini menyemburkan Tiupan udara beku yang membekukan seluruh Gohma sampai hancur lebur dengna sendirinya.
.
Dan satu orang terakhir adalah yang paling dominan yaitu Mantra "Api". Iya, Mantra berelemen Api. Dia mempu menciptakan pilar api yang menyambar-nyambar target ditiap posisi Mereka dan Dia bisa mengalirkan apinya untuk digunakan diserangan fisik dan memperluas jangkauannya.
.
Aku sungguh kagum dengan Kekuatan Mereka semua. Aku jadi teringat kalau Aku juga memiliki Mantra kuno yang masih belum Kuketahui yaitu "Mantra Pusaka". Garuda juga tidak bilang apa-apa lagi soal itu tapi Aku yakin Dia tahu waktu yang tepat untukku juga.
.
"Hey, Kau anak yang ada dipesisir juga kan? Kenapa Kau belum pergi juga? Disini bahaya. Lebih baik pergi sana." (Random)
.
"Situasinya benar-benar kacau ya Pak~ Disini juga kewalahan padahal ada Orang-Orang kepercayaan Bang Xerxes. Biar Aku bantu disini juga. Percaya Padaku." (Cakra)
.
"Hey, Kau ini tuli apa gimana, hah? Kubilang untuk pergi dari- AWAS!" (Random)
"?!" (Cakra)
.
Aku lumayan terkejut, untung naluriku lumayan tinggi. Jadi Aku bisa menendang tubuh orang itu kedepan dan Aku tundukkan badanku kesamping lalu serang balik kepala Gohma dibelakangku dengan sikut sampai dia jatuh.
.
Kemudian dengan cepat Kuubah kuda-kudaku dan Kutusuk lehernya sampai hancur yang membuatnya langsung menjadi abu.
.
"A-Ah, Terima kasih. Aku tidak tahu Kau begitu kuat..." (Random)
.
Aku hanya memandangnya sebentar dengan datar sambil Kutinggalkan Dia dengan melesat kedepan untuk ikut campur. Aku menuju ke Orang berbadan besar berelemen "Bhuwana" untuk menebas-nebas kepala Gohma yang mengepungnya karena Dia sudah kelelahan.
.
Dia sempat melihatku menyerang Gohma-Gohma itu dengan kecepatan tinggi dan destruktif menghancurkan kepala-kepala mereka. Ia sempat tercengang melihatku. Setelah area disekitarnya bersih, Aku mengangguk kepadanya sebagai tanda selesai. Kemudian Aku berpindah sisi.
.
Orang berelemen es, dan si kembar petir juga sudah selesai kubantu. Tinggal Orang berelemen api yang belum.
.
Semua pasukan yang kewalahan juga sudah Kubantu dengan mobilitasku yang fleksibel dalam "Hit-And-Run".
.
"Ban***t, apaan lagi itu...? Dia anak kecil tapi kenapa bisa punya kemampuan setinggi ini??"
"Baru pertama kali Kulihat pemandangan ini. Anak kecil yang menerjang pertempuran. Ini sungguh gila!"
(Kembar Berelemen Petir)
.
Aku sempat tertahan oleh Gohma yang seperti Iblis Minotaur yang luar biasa ganas. Aku menepis tangan kirinya dan menendang lehernya dengan kaki kiriku. Dia tidak jatuh, kemudian secara membabi buta dan marah menyerangku dengan amukan tinjunya dan Aku adu dengan mobilitas teknik "Martial Art"-ku.
.
Perlahan-lahan, sekilas Aku bisa merasakan kalau semuanya seperti melambat dan gerakan Gohma Minotaur ini bisa Kuprediksi. Aku tidak tahu ini Vajra atau apa. Tapi yang pasti Aku melihatnya sebagai kesempatan.
.
Menepis serangan tinju kanannya dengan menarik balik tangannya sampai Kujegal kaki kirinya dan Kutinju lehernya dengan Tinju berlapis "Amoghas"-ku. Sampai Dia akhirnya oleng dan segera Kupakai teknik "itu" lagi.
.
Yap,
"Dve chakṣitādhaḥ" (Dua Mata Pedang Diagonal)
.
Setelah menebas dengan destruktif dengan tangan kiri secara horizontal dan tangan kanan secara vertikal sambil membalikkan badan, terlihat aura "Amoghas" yang membentuk Dua Shockwave bergaris lurus yang cukup kuat menghempaskan angin serta area sekitarnya.
.
__ADS_1
Semua orang melihat Gohma Minotaur itu sampai benar-benar menjadi debu. Dan terlebih Diriku yang sudah kehabisan napas karena memaksakan Diri. Sebenarnya Aku sudah cukup kelelahan saat menerobos gerombolan Gohma di Perbatasan Pesisir Desa.
.
Setidaknya Aku bisa mengetahui batasanku dalam bertarung saat ini.
.
"Yang benar saja... Anak sekecil itu, sanggup mengalahkan Gorma Minotaur...?"
"Kita yang bahkan berusaha keras mengalahkan Minotaur sampai kewalahan tidak bisa melakukan serangan sedestruktif itu!" (Random)
.
"Siapa... anak kecil ini sebenarnya...? Kekuatan Vajra yang pekat dan kental serta kecepatan Dia yang tak bisa di interupsi serangan apapun...!"
"Ini...! Sama seperti "Dua Penyintas" itu!!!"
(Orang berelemen Api)
.
"Kita akan tahu siapa Dia nanti. Pasti dia berhubungan dengan Tuan Xerxes dan saudaranya." (Orang berlemen Es)
.
"Situasi dibibir pantai sudah berakhir seperti yang Kalian lihat. Sekarang tinggal daerah lepas pantai yang belum selesai." (Cakra)
Aku tak tahu apa yang membuatku bisa percaya diri bicara setelah napasku stabil. Mungkin rasa kepercayaan diriku ingin memimpin orang-orang ya... Entahlah Aku bisa pelajari sendiri
.
"?!"
"Ah... i-iya benar..." (Random)
.
"Tak masalah. Urusan lepas pantai..."
"Biar Tuan Xerxes yang menanganinya." (Orang berlemen Es)
.
Xerxes sedang menengadah diatas geladak kapal dengan teropong nya melihat dimana titik keluarnya Gohma dari dalam bumi.
Pada dasarnya Gohma muncul kepermukaan lewat "Gerbang Dimensional" bila skala penyerangan Mereka sangat banyak. Namun ini tidak berlaku sepenuhnya.
.
Karena ada kasus dimana Gohma Binatang Buas menyerang secara berkelompok muncul dari permukaan tanah tanpa tanda-tanda.
.
Gohma tipe laut biasanya berkamuflase dengan lingkungan laut
.
Gohma tipe udara yang biasanya muncul saat awan gelap.
.
Tapi penyerangan skala besar kali ini lebih mudah diakhiri Bang Xerxes karena "Gerbang Dimensional" nya sudah ditemukan olehnya.
.
"Aku sudah muak meminjam "kekuatan" ini SAMPAI INGIN MATI RASANYA BRENG***~!" (Xerxes)
.
Bang Xerxes mengeluarkan Mantra Asingnya dan bisa Kulihat dengan jelas saat itu.
.
Semacam "Petir Hitam" yang seakan mengamuk keluar dari tubuh Bang Xerxes dengan skala volume yang besar sampai menciptakan angin yang luar biasa kencang sampai kebibir pantai!!!
.
Aliran "Petir Hitam"-nya yang mengelilingi tubuhnya kemudian bergerak naik dengan cepat sampai membuat awan berkumpul kemudian muncul petir hitam tadi yang menyambar-nyambar ke segala arah, cukup untuk membuat malam menjadi sangat terang waktu itu!
.
"Ah... Kekuatan ini, rasanya sangat mengerikan... Rasanya leherku dikelilingi nuansa kematian. Aku tiba-tiba jadi teringat akan trauma kematian berkali-kali Dulunya. Sungguh Aku tidak suka... melihatnya... hah-hah--" (Cakra)
Napasku sesak karena teringat rantai kejadian traumatik waktu Dulu... Aku tidak bisa mengontrol ekspresi wajahku yang sangat ketakutan jujur saja.
.
"Kurai Bakushuku!!!" (Nuklir Hitam)
.
Setelah Bang Xerxes meraungkan nama tekniknya, Awan yang menyambar-nyambar itu kemudian berhenti. Dan... Hah...
.
Sulit untuk dinalar. "Gerbang Dimensional" yang ada dipermukaan laut tempat Gohma Tipe Laut dan Gohma Tipe Udara keluar adalah tempat yang tanpa henti memanggil Gohma untuk keluar.
.
Saat Lepas Pantai yang diterjang ratusan Gohma yang terpanggil keluar kembali, muncul "Petir Hitam" raksasa dari langit yang menghantam "Gerbang Dimensional" beserta ratusan Gohma yang terpanggil disekitarnya, semuanya menjadi abu seketika dilepas pantai!
.
Malam menjadi terang akibat hantaman "Petir Hitam" raksasa yang memusnahkan Gerbang Dimensional sampai terlihat banyak uraian besar Tubuh-Tubuh Gohma yang memudar menjadi abu dan area disekitar Gerbang Dimensional yang terlihat silau begitu putih terangnya saat malam.
.
Kulihat orang-orang disini seperti kagum seperti biasa saja dan 5 Orang Kepercayaan Bang Xerxes yang tersenyum biasa melihatnya. Mungkin karena Mereka sudah lama bersama jadi sudah biasa melihat kehancuran yang gila ini.
.
"Selesai sudah! Kumpulkan semua orang yang terluka dan obati Mereka! Kita akan kembali ke Pesisir!" (Orang berelemen Es)
.
"HAIK...!" (Random)
.
Didaerah pesisir, semua Gohma Binatang Buas juga sudah diberantas sepenuhnya karena tidak terpanggil lagi dari "Gerbang Dimensional" yang sudah hancur.
.
Bang Cokorda yang berdiri diatas Gohma Banteng dan terlihat mencekik Gohma Monyet yang sekarat. Sedangkan Bang Raka berdiri diatas tumpukan mayat Gohma-Gohma yang tinggi berlumuran darah-darah panas yang menyembur dari Gohma.
.
"Xerxes dasar baji****. Tak Kusangka Kau meminjam kekuatan "itu". Kau benar-benar melakukan tipu daya, heh~" (Agungraka)
.
"Cakra benar-benar mengakhiri kekacauan dibibir pantai juga. Ia membuat semua orang tercengang, huahah~~~" (Cokorda)
.
"AKU INFORMASIKAN KEPADA KAPAL-KAPAL BARANG YANG MENGUNGSI, PERTEMPURAN SUDAH BERAKHIR. SILAKAN KEMBALI LAGI KE TEPI PANTAI UNTUK MENURUNKAN WARGA." (Pengeras Suara)
.
"Akhirnya Kita kembali!"
"Ohhhh tidak~ Semoga saja motorku tidak remuk dihajar Gohma~~ cicilannya masih 2 tahun!"
"Hey khawatirkan rumahmu daripada motormu lah bodoh!"
"Kau motor? Masih mending daripada Mobilku yang diparkir depan rumah!!! itu mobil Ayahku!"
"KAU LAGI MALAH MIKIRIN MOBIL!!!"
"Semoga lapakku tidak hancur!"
"Semoga tongkrongan kita ga hancur!!!"
"hahahahhahahaahah~~~~"
"Awokwokwoowkkwaok"
.
Shiori melihat dari kamera tentang suasana di kapal yang hangat dan ramai itu padahal sudah terjadi pertempuran besar dan menyeramkan.
.
"Ahahahah, Mereka benar-benar unik ya. Sungguh orang-orang yang cerah hidupnya~" (Shiori)
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak dirasa fajar sudah menjelang, Matahari mulai terbit dari ufuk timur, dan bisa dilihat sebagian desa yang berdekatan dengan pesisir pantai, sebagian kecil rusak seperti rumah yang sebagian hancur, berbagai pagar dan sarana komunikasi yang terputus, serta ambruknya beberapa bangunan akibat serangan besar Gohma tadi malam.
.
Pasukan Perusahaan Bang Xerxes sedang memulihkan diri didesa sementara para warga yang diungsikan sudah mulai kembali ketempatnya masing-masing. Disaat itu juga para warga juga membantu berjalannya perbaikan-perbaikan sarana prasarana yang rusak. Bangunan yang hancur juga langsung diperbaiki ramai-ramai waktu itu. Tak ada dari Mereka yang memikirkan kerugian materiil. Mereka dengan gembira seperti biasa bahu membahu berkerja bersama satu sama lain.
.
Anak-anak lain juga sudah mulai berlari dan bermain kesana-kemari. Sementara bapak-bapak dan ibu-ibu mengambil inisiatif untuk memasak bersama dan membantu pengobatan pasukan-pasukan yang terluka.
.
Kebanyakan pasukan yang cedera karena tulang Mereka yang bergeser, terkilir, ataupun yng dislokasi, semuanya diobati dengan cara dipijat khas daerah Kuta.
.
"A- AAAHHH╰(艹皿艹 )~"
"BI- BISA KAMI OBATI SENDIRI? RASANYA MENYAKIT- AAAAAAAAAAAAAAAAAARGHH!!!"
"UAAAAH"
"EAAAAA"
"HUIAIAIAAIAIAAAAAAGHHHH"
"HUWALAHUMBOYLYOYLYOYLO"
.
"Heyyy~ Kalian anak-anak muda tak usah bereaksi berlebihan seperti itu kan~? Lagipula Kami memijat kalian agar kalian bisa beraktifitas dengan normal lagi, hmm~?" (Ibu-Ibu Tukang Pijat)
*KRETEK-KRETAK
"HEAAAAAAAAAAAARGHHH"
"Hey, lagipula kalian tentara. Kenapa harus pusing mikirin rasa sakitnya~ heheheh." (Temennya Ibu-Ibu)
.
Aku berjalan lemas dengan wajah pucat setelah teringat traumaku sendiri. Setidaknya Aku bisa tersenyum tipis melihat warga seperti melupakan kejadian besar tadi malam. Aku mendatangi Bang Xerxes dan kawan-kawan lainnya di Kedai Buleleng.
.
Rasanya benar-benar pusing rantai kejadian buruk dikepalaku berputar berulang kali sampai-sampai Aku berjalan memejamkan mata dan sangat lesu.
.
"Cakra...?!" (Agungraka)
"Kau... apa yang terjadi?" (Xerxes)
"?!" (Cokorda)
.
"..."
Aku berjalan sambil memejam mata, sulit untuk mengatur fokus rasanya.
.
"Hey, kemarilah. Ayo sini! Ayo pulang kerumah agar Kau bisa tidur." (Xerxes)
.
Aku digendong olehnya sampai kerumah untuk dibaringkan.
.
"Ugh... Pusing Sekali... rasanya. Terima kasih Bang, maaf merepotkanmu." (Cakra)
.
"Sekarang tidurlah saja dan jangan pikirkan pekerjaan rumah. Jujur saja Kau benar-benar sudah melampaui batasanmu sendiri tadi malam. Aku bisa lihat Kau dengan gila menerjang gerombolan Gohma diperbatasan kemudian datang kebibir pantai untuk membantu menghabisi gerombolan Gohma yang lebih banyak. KAU SUNGGUH ANAK HEBAT YANG TAK KENAL TAKUT~ KEHEHEHAHAHAH!"
"Tapi ngomong-ngomong, Kau harus pulih total, Oke? Biar Aku nanti yang lakukan perkerjaan rumah. Kalau Shiori melihatmu dikondisi begini, Kami bertiga yang kena marah nanti( ̄┰ ̄*) ..." (Xerxes)
.
"..." (Cakra)
Aku tertidur lelap sekali setelah mengalami vertigo berat secara fisik maupun pikiran. Rasanya lelap sekali saat tidur. Rasanya Aku semakin egois, Aku ingin sekali Kak Shiori berada disampingku dan memelukku. Tapi Aku tidak boleh seperti itu.
.
Dia juga Pendekar medis. Orang-Orang mungkin ada yang lebih terluka daripada Aku. Jadi, prioritas Mereka lebih penting Daripada Diriku.
.
Disekitarku agak hening dengan ramainya orang-orang beraktifitas memperbaiki seisi desa. Garuda nampak memanifestasikan Dirinya ke wujud Burung Legendarisnya sambil berdiri menjagaku.
.
"Apa Kau sudah melihatnya...? Aku sudah bilang kan "Mereka" tak salah memilih Dia." (Garuda)
"Aku memandang mentalitas orang... sudah jauh sejak Dirinya lahir. Apalagi Dia melampaui ekspektasi banyak orang karena potensial Dirinya. Kurasa sudah saatnya Dia bertemu dengan Orang "itu" bukan?"
"Bagaimana... "Menurutmu"? "
.
"..."
"Kau tidak pernah berubah Rupanya. Penilaian tinggi terhadap individu dan mengolah substansial Mereka secara bertahap. Sehingga Mereka bisa memenuhi ekspektasimu dan melampaui ekspektasi orang lain..." (???)
.
"..." (Garuda)
.
"Baiklah. Anak bernama Cakra ini... Sudah menunjukkan kelayakannya. Kau yang tentukanlah Kapan Kau mau mempertemukan Dia dengan orang "itu". "
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersamaan waktu pertempuran Gohma dengan Pihak Xerxes, Disuatu tempat bernama Purwokerto di Jawa Tengah yang sedang hujan lebat, terdapat faksi kekuatan lain yang bersembunyi sambil melihat keadaan Kuta dari satelit khusus.
.
Dirumah yang besar dan mewah itu, terlihat seorang Pria bertopi jas setinggi 2 meter sedang menyimak citra satelit sedangkan seorang Wanita yang sedang menyusui anaknya.
.
"Heh~ Kuta diserang oleh gelombang besar Gohma yang datang lewat "Gerbang Dimensional" dilepas pantai, tapi kenapa tak satupun ada polisi atau tentara negara yang datang kesana? Sedangkan malah Tentara Perusahaan Luar Negeri yang datang melindungi... *sigh" (???)
.
"Tak ada dari Kita yang menyangka situasi perah ini. Bagaimanapun semua sudah berubah dan sudah tidak mungkin lagi bagi Kita melanjutkan rencana sesuai yang sudah dirancang. Kita perlu mengubah rencana, bagaimanapun kalau hanya Cokorda dan saudara-saudara lainnya tetap kurang untunk menghadapi ancaman sebenarnya." (???)
.
"Baiklah. Kita lihat dulu apa ada variabel yang berubah atau tidak. Aku menemukan deteksi aliran energi kuno yang terbaru. Aliran energi ini milik Garuda..." (???)
.
"apa?!" (???)
.
"Kalau Dia sudah ada dimasa kini, ada kemungkinan kalau anak yang "terpilih" itu sudah lahir ke Dunia. Kemungkinan besok Kita akan ke Bali setelah sekian bulan." (???)
.
"Baiklah. Kita harus segera menemui Xerxes dan kawan-kawan lainnya... Tentu agar bertemu Anak itu juga... yang akan bersama dan mendampingi Putri Kita tercinta..."
.
CHAPTER 3 END
.
FOLLOW AKUN SOSMED @bangjoule_uw UNTUK MEMUDAHKAN MEMBACA NOVEL "PENGEMBARA TAK TERTULIS"!!!
__ADS_1
.
JIKA ADA PENDAPAT YANG MAU DISAMPAIKAN, SILAKAN KOMEN DIBAWAH DAN FOLLOW AKUN INI UNTUK NOTIFIKASI CHAPTER SELANJUTNYA YA~