
Nirmala yang bersiap siap akan kekantor terpaksa membatalkan rencananya karena melihat mertuanya yang datang tiba tiba.
"Asalamualaikum"mala,.
"waalaikum salam" Bu, ibu dari mana?" tanya Nirmala bas basi.
'Dari rumah" ibu kesini mau ngajak kamu periksa ke dokter kandungan sekarang juga. soalnya ibu malu kamu sampai sekarang nggak hamil hamil juga padahal nikah udah lebih dari tiga bulan..keluh Bu Sri.
Tapi Mala mau kekantor Bu, lain kali aja ya..jawab Nirmala.
Ya nggak bisa gitu dong. ibu udah tekor ongkos dijalan, demi jaga gengsi karena punya mantu anak orang kaya.. terpaksa ibu ngeluarin rupiah yang banyak untuk bayar taksi mestinya kamu hargai dong usaha ibu.! omel Bu Sri.
Lah yang nyuruh ibu kemari siapa, kan nggak ada?" tanya Nirmala yang teihat bingung
Emang nggak ada karena ibu juga terpaksa ngajak kamu periksa, habisnya setiap hari ditanya sama tetangga, kamu sudah berbadan dua apa belum ibu kan jadi malu Nirmala..oceh Bu Sri.
"Ya udah Mala ganti aja uangnya ya Bu, ini.! kata Nirmala membuka dompetnya dan memberikan uang tiga lembar seratus ribu.
"Terima kasih mantu, tapi kita tetap harus periksa biar jelas duduk periksanya..kata Bu Sri yang langsung menyelamatkan uang pemberian Nirmala ke dompetnya.
"Tapi Bu...!
"Udah nggak ada tapi tapian!"kata Bu Sri yang langsung mendorong tubuh Nirmala agar masuk kedalam mobilnya, dengan Bu Sri yang juga masuk kedalam mobil Nirmala tapi dengan posisi duduk di depan kemudi.
"Mala" ibu nggak bisa bawa mobil kamu pindah duduk disini!" kata Bu Sri yang langsung keluar dan berpindah duduk di tempat duduk Nirmala.
Mala mobil kamu bagus ya..ucap Bu Sri yang menatap mobil Nirmala yang kinclong dan mewah.
"Iya Bu!" jawab Nirmala.
Coba kamu tukaran mobil sama Alvian atau papa kamu yang kaya beliin Alvian mobil baru, kan Alvian bisa naik pamornya di kantor Mala.
Apa hubungannya mobil baru sama naik pamor Bu?"tanya Nirmala.
"Ya ada, kalau Alvian pakai mobil baru pasti rekan kerja Alvian akan hormat sama Alvian.
oceh Bu Sri.
"Bu" yang bikin teman hormat sama kita bukan karena mobil baru, tapi sikap kita yang menghormati sesama..!
"alah sama aja!" jawab Bu Sri dengan tampang judesnya.
"Mala" papa mu pelit banget ya, masa sama mantu lelaki satu satunya nggak mau ngasih harta sedikitpun, kan kasian Alvian harus kerja cuma jadi manenjer aja, padahal mertua pengusaha.! kembali Bu Sri bersikap nyinyir.
Emang Kenapa kalau papa pengusaha, dan kenapa kalau papa Mala pelit Bu?"
Ya seenggaknya Alvin kan bisa kerja diperusahaan papamu, dan jadi direktur biar ibu bisa bangain Alvian sama tetangga!" jawab Bu Sri.
Mala yang kesal mendengar kenyinyiran mertuanya, langsung memberi alasan yang membuat Bu Sri tak berkutik.
__ADS_1
"Papa" Mala emang pelit Bu, katanya lahir sendiri, mati sendiri ngapain harta mesti dibagi bagi, kecuali mas Alvian bersedia nemenin papa kalau papa meninggal didalam kubur ya nggak apa apa..
"Jangan dong, kasian Alvian kalau mesti nemenin papamu dalam kubur, mending nggak dapat harta dari pada jadi tumbalnya!" omel Bu Sri.
********
Tiba dirumah sakit Bu Sri langsung menyeret Nirmala agar jalan cepat.
Kamu masih muda ko jalannya seperti keong sih Mala, mestinya lebih cepat dari ibu yang udah tua.
"Iya bu"jawab Nirmala yang langsung berjalan cepat mendahului Bu Sri.
Mala kamu nggak mikir ya kalau ibu udah tua, kenapa jalan mu seperti jerapa cepat banget.
Kan tadi ibu yang minta Mala jalan cepat gimana sih?" omel Nirmala yang merasa kesal.
"Ya udah ayo"sepertinya ada pasien yang keluar, cepat kita masuk!" ucap Bu Sri yang langsung menarik tangan Nirmala menuju pintu ruangan dokter kandungan.
"Hei Bu" ini giliran istri saya!" teriak seorang pria berkepala botak dengan tampang sangarnya.
"Diam kamu botak, mantuku sedang sekarat, dia pendarahan.. kalau ada apa apa kamu mau tangung!" jawab bentak Bu Sri.
"Sekarat apanya, orangnya berdiri tegap seperti itu!"omel laki laki botak itu.
"Bodo..!"jawab Bu Sri yang langsung menarik tangan Nirmala menuju kedalam ruangan dokter kandungan itu.
"Mala" kamu Nirmala Josep kan?" pangil dokter yang bertugas.
"Iya Ajeng, nggak nyangka ya kita ketemu Disni;" ucap Nirmala yang langsung membalas pelukan Ajeng.
Kalian ngapain pelukan seperti tele Tubis begitu, dokter cepat periksa mantu saya!' kata Bu Sri dengan wajah yang terlihat judes.
Ajeng menatap Nirmala dengan tatapan penuh tanya.
Kenapa saling tatap seperti artis India yang lagi jatuh cinta sih, cepat periksa mantu saya, saya ini orang sibuk banyak acara!" omel Bu Sri yang tidak sabaran.
Ajeng membawa Nirmala menuju tempat pemeriksaan.
"Kamu sakit apa Mala?" tanya Ajeng.
Gimana kondisi mantu saya dokter,dia mandul ya?"tanya Bu Sri yang langsung menyikap tirai.
"Belum saya periksa Bu!" jawab Ajeng yang baru memasang alat tensi darah ditangan Nirmala.
Emang dari tadi kamu ngapain aja, jangan jangan kamu jatuh cinta sama mantuku yang cantik jelita ia kan tuduh!" Bu Sri asal.
"Haaaaaa...!"Maksudnya apa Bu?"tanya Ajeng bingung.
Ngapain kamu periksa darah mantuku, seharusnya yang kamu periksa itu perut mantuku, ada isinya apa nggak?" oceh Bu Sri dengan mata mendelik marah.
__ADS_1
"Ya ada kalau isi perut Nirmala Bu!" jawab dokter Ajeng yang kesal karena terus di omelin Bu Sri.
"Benarkah"berapa bulan?" tanya Bu Sri dengan wajah berbinar bahagia.
"Apanya Bu?" tanya ajeng yang ikutan bingung dengan pertanyaan Bu Sri.
"Mantuku" ngisinya berapa bulan?"tanya Bu Sri.
Kayanya isi perut Nirmala, udah ada sejak Nirmala lahir deh Bu!" kata ajeng.
Kalau sejak lahir dia udah ngisi, siapa yang ngamilin?" nikah juga baru tiga bulan sama Alvian, kamu jangan Ngada Ngada ya nanti saya jebloskan kepenjara besan saya kan orang kaya ..ancam Bu Sri.
Ibu kan minta saya periksa isi perut Nirmala. tanpa diperiksa semua orang juga tau yang ada diperut manusia itu, usus dan bersama kotorannya apa lagi!" bantah Ajeng.
Kalau itu nggak perlu kamu ceritain, saya juga udah tau, maksud saya kamu periksa kenapa mantu saya nggak hamil hamil juga, apa dia mandul!"kata Bu Sri menjelaskan.
"Iya akan saya periksa, ibu tunggu dikursi aja ya!" pinta Ajeng.
Bu Sri langsung duduk di kursi yang ditunjuk Ajeng.
"Mala" mertua Lo baru keluar dari hutan Amazon ya, ko kerjaannya marah marah aja?" tanya Ajeng yang memeriksa Nirmala dengan teliti.
"Belum jeng" tapi beliau akan transit ko nggak lama lagi!" jawab Nirmala asal.
Ajeng menahan tawa mendengar jawaban Nirmala yang asal nyeplos.
"Mala" ko Lo masih perawan, bukan nya udah nikah tiga bulan?" tanya Ajeng dengan wajah terlihat bingung.
Gue" juga nggak paham jeng!" jawab Nirmala yang membenahi pakaian nya.
"Mantu saya gimana?"tanya Bu Sri.
Mala nggak bisa hamil karena.....!
Karena dia mandul kan, kasian Alvian pengen dapat keturunan dari bule campuran, yang di dapat istri nggak bisa ngasih keturunan! oceh Bu sri memotong ucapan Ajeng.
"Bukan Bu, Mala bisa punya anak ko, tapi yang jadi masalahnya, dia masih perawan makanya belum bisa punya keturunan!" jawab Ajeng menjelaskan.
"Ko bisa sih, Alvian kan normal, gimana bisa Nirmala masih perawan?" tanya Bu Sri.
Punya anak ibu kekecilan kali, makanya Mala masih perawan!" jawab Nirmala membela diri.
"Bener juga kamu, punya ayahnya Alvian kan juga kekecilan, penyakit keturunan kali ya Mala!" ucap Bu Sri sambil melamun.
Ko ibu bisa punya keturunan?" tanya Ajeng yang penasaran.
"Ya bisa lah, kan sebelum saya nikah sama ayahnya Alvian, saya pernah diperkosa sama maling yang ngincar harta orang tua saya.
tapi karena melihat saya yang tidur dengan pakaian sedikit terbuka, ya akhirnya saya pun jadi diperkosa..memang untung banget ya maling itu, udah dapat harta dapat perawan saya juga..ucap Bu Sri yang tanpa sengaja membuka aibnya.
__ADS_1