
Aaaaaa...!rintih Nirmala yang baru terbangun saat mendengar ajan subuh berkumandang.
"Kamu, kenapa Mala?" tanya aki Rahmat yang juga baru terbangun saat mendengar rintihan kesakitan Nirmala.
"Sakit" ringis Nirmala sambil menarik selimut ke atas.
Maaf kan aku ya Mala, karena sudah membuat mu seperti ini!" ujar aki Rahmat dengan menundukan kepalanya.
Udah terjadi juga, mau gimana lagi sekarang Anterin Mala ke kamar mandi, Mala mau bersih bersih!' dumel Nirmala dengan wajah mayun nya.
"Iya" jawab aki Rahmat yang langsung mengangkat tubuh Nirmala menuju kamar mandi...
"Gila" tubuh ku rasanya remuk banget, tapi jujur gue puas banget rasanya!" gumam Nirmala sambil menyabuni tubuhnya.
Ternyata seperti ini ya melewati malam pertama, Benar benar menebarkan hati.. nggak nyangka meski tua suami ku begitu perkasa"! ucap Nirmala sambil tersenyum senyum bahagia.
Sementara Aki Rahmat terduduk di atas tempat tidur dengan rasa takut, juga perasaan bersalah... kenapa aku bisa lepas kendali seperti ini sih, kasihan Nirmala" aku udah merusak nya, harus nya dia mendapatkan suami yang baik serta masih muda... bukan seperti ku yang sudah tua ini!_keluh aki Rahmat sambil memejamkan mata nya.
kreeeeeeek ....pintu kamar mandi terbuka dengan munculnya Nirmala yang sudah terlihat segar meski jalan nya masih kesulitan.
"Aki" kenapa diam aja, mandi sana ini udah jam berapa, nanti kesiangan lagi!" omel Nirmala yang berjalan menuju lemari pakaian nya.
"i'iya dek"jawab Aki Rahmat yang langsung berlari kekamar mandi.
Braaaaaaak....!_aduh.. teriak aki Rahmat dari dalam kama mandi.
Lah...! tu si aki aki kenapa?" pikir Nirmala yang masih melanjutkan Memakai pakaian nya.
"Aki, kenapa ko jalan nya seperti orang habis di sunat?" tanya Nirmala keheranan.
'Kejepit dek!" jAwab aki Rahmat dengan malu malu.
Apa nya yang kejepit sih,? kepala Aki ?"tanya Nirmala sambil menyisir rambutnya.
"Iya dek, kepala Ku yang ke jepit..!
Kepala yang kejepit, kenapa kaki yang jalan nya aneh!" pikir Nirmala yang tidak lagi bertanya.
"Mala, Rahmat" bangun.. sudah azan ayo kita sholat berjamaah!" teriak Audy dari depan pintu.
__ADS_1
"iya mama!" jawab Nirmala yang berjalan menuju pintu...
Kreeeeeek....!
Nirmala berjalan sepelan mungkin menuju mushola kecil milik nenek nya.
"Mala" kamu kenapa jalan nya seperti siput habis bertelur gitu?" tanya Nia yang baru keluar dari kamar nya.
Nggak apa apa mbak, tadi malam ada perang nuklir maka nya jalan Mala kaya gini!" jawab Nirmala yang tetap melanjutkan langkah nya.
"Mala" suami mu mana, ko cuma kamu yang ke mushola, jangan jangan dia pulang ke rumah nya lagi ya?" tanya pak Ilham yang sudah siap siap jadi imam.
Kamu kenapa Mala" ko seperti orang habis di perawani gitu jalan nya?" tanya nek Inayah.
"Kata Mala" tadi malam ada perang nuklir nek, makanya jalan nya begitu!" celetuk Nia sambil menahan tawa.
. Haaaah ..!beneran ada perang Nuklir ko kita nggak mati ya?"tanya Keyra yang sudah memakai mukena.
Cukup Mala" aja yang mati keenakan Key, jangan kamu..!sindir Audy yang sudah berdiri di samping nek Inayah.
"Rahmat" kamu kenapa juga, ko jalan nya seperti keong kehilangan cangkang begitu?" tanya pak Josep menatap aneh pada jalan Aki Rahmat,
Oh... berarti kamu nggak bisa mengimami kita dong"! ucap pak Josep dengan senyum culas di bibirnya.
"Iya" maaf ya pa!" ujar aki Rahmat yang langsung berdiri di belakang Pak ilham.
Setelah sholat subuh Nirmala yang dulunya acuh dan cuek ternyata berubah baik setelah melewati siang pertama mereka.
" Mala, baik ya?" mengambil kan nasi sama lauk suaminya"! ledek nek inayah pada Nirmala.
Dari dulu emang baik ko nek!" jawab Nirmala dengan sikap acuh nya..
"Iya, Mala emang paling baik, semoga selamanya begitu!"ejek Josep.
Heeeeem...!.jawab Nirmala yang melanjutkan makan nya tanpa memperdulikan ejekan keluarganya.
Ma, pa, nek Inayah, Mala" mau ke kamar dulu ya!" ujar Nirmala yang langsung berjalan menuju kamarnya diikuti aki Rahmat.
Jangan kelewatan perang nuklirnya bahaya ledek Nia sambil tertawa.
__ADS_1
Dasar Kaka Ipar gendeng ,suka banget ngeledek.. awas aja nanti!" umpat Nirmala yang langsung masuk ke kamarnya.
" Dek, maaf' atas kejadian kemarin sore ya..mestinya saya bisa menahan nya, tapi malah nggak bisa!"ucap aki Rahmat dengan gugup.
"Nggak apa apa, kan emang udah kewajiban Mala ngelayanin Abang!"jawab Nirmala mencoba tersenyum meski terlihat kaku.
"Jadi, kamu nggak marah ya?" tanya aki Rahmat dengan debar dihati.
"Nggak, ngapain marah..bukan nya sudah kewajiban suami istri melakukan sunah rasul!" jawab Nirmala santai sambil kembali duduk atas kasurnya.
" Mala, nggak nyesel ngelakuin nya sama aki?" Tanya aki Rahmat.
Udah ah dari tadi nanya teru, bosan Mala jawab nya, dari pada mikirin yang udah terjadi mending kita mikirin kedepan nya gimana. nggak mungkin kan kita tingal disini terus, kita mesti punya rumah sendiri berusaha mandiri tanpa bergantung pada siapa pun!" ucap Nirmala sambil bersandar di dinding ranjang.
"Kalau di sini, aku nggak punya rumah Mala, tapi kalau di kampung ku, aku punya rumah tapi di sana berbahaya terutama untuk kamu Mala, anak anak sambung ku pasti akan membunuh kamu dengan berbagai cara!"keluh aki Rahmat dengan tatapan sedihnya.
"Emang di mana kampung Aki?"tanya Nirmala penasaran.
Di kabupaten mrogo asih Mala!" jawab Akan Rahmat tanpa semangat.
"Mrogo asih, yang propinsi Merabu itu ya?" tanya Nirmala.
" Iya Mala!"jawab Aki Rahmat.
Tenang aja nggak akan ada yang bisa nyakitin Mala ko, Mala bukan wanita lemah. akan Mala balas mereka jika berani berbuat nekad sama Mala!" ucap Nirmala berusaha meyakinkan Aki Rahmat.
Tapi......!
Nggak ada tapi tapian, aki kembali kesana kita mulai hidup baru bersama, sesulit apa pun masalahnya.. jika kita bersatu pasti bisa kita hadapi asal aki benar benar melindungi serta menyayangi Mala sepenuh hati aki..
"Baiklah, kapan Mala siap kedesa ku?"tanya aki Rahmat yang mulai semangat..
Besok aja gimana?" Mala malas kalau lama di sini diledekin terus!" jawab Nirmala dengan wajah cemberut.
"Baiklah aku setuju!" kata aki rahmat
Aki bisa minta tolong pijitin kaki Mala nggak,? rasanya kaki Mala ngilu banget!" keluh Nirmala yang memijit kaki nya.
"Bisa" jawab aki Rahmat yang langsung duduk di samping Nirmala dengan tangan memijit kaki Nirmala begitu pelan.
__ADS_1
Ternyata Aki pintar memijit ya, rasanya kaki Mala udah sedikit enakan!" ujar Nirmala yang memejamkan mata meresapi pijitan suaminya.