
Alvian yang sudah amat sangat tergila gila pada Nirmala. selalu Uring uringan karena belum bisa mengungkapkan perasaannya pada Nirmala meski mereka sudah cukup dekat.
"Alvian" Rumah kita akan digusur Kita harus segera pindah. kata ayahnya Alvian.
Kenapa bisa akan diguyur yah, bukanya tanah rumah ini punya kita, kenapa mereka seenaknya mau mengusir? tanya Alvian.
"Maksud Ayah, tanah dan rumah kita mau di beli pengusaha yang akan membuat apartemen di daerah sini. ucap ayah Alvian.
Berapa harga yang mereka tawarkan yah? tanya Alvian.
Sekitar Satu miliar nak. kata ayahnya Alvian yang sibuk melihat perumahan di koran lokal.
Minta tambah aja yah, jadi dua miliar. tanah kita kan luas kalau mereka nggak mau ya udah nggak usah di jual. kata Alvian yang tidak setuju.
Udahlah Vian kan tanah ini dulu ayah belinya kan hanya beberapa juta saja..kata ayah Alvian.
Itu kan dulu yah, lima puluh tahun yang lalu. sekarang kan beda! bantah Alvian.
Nanti kalau mereka datang lagi Vian aja yang ngadapin mereka ya yah? pinta Alvian.
"Iya nak" jawab ayahnya Alvian pasrah.
Keesokan harinya Alvian menerima kehadiran para pengusaha yang inggin membeli tanah di daerah situ.
Kalau dua miliar kami setuju pak, tapi jika kurang dari itu. maaf kami tidak bisa menerimanya!" kata Alvian yang duduk disamping ayahnya.
Setelah diadakan perdebatan secara alot. Alvian akhirnya bisa bernafas lega, karena pengusaha itu mau membeli dengan harga dua miliar.
Akhirnya aku bisa bernafas lega dan aku akan melamar Nirmala secepatnya.. bila perlu malam ini juga! kata Alvian dengan mata berbinar bahagia.
__ADS_1
AYah ibu Vian berniat inggin melamar Nirmala malam ini juga ,Vian nggak mau kehilangan Nirmala. Vian mohon tolong lamarkan Nirmala untuk Vian ya. pinta Alvian pada kedua orang tuanya.
Emang kamu udah ngasih tau Nirmala kalau ntar malam kita akan kerumah nya.?k tanya ayahnya Alvian.
Belum yah, sekarang juga Vian akan menghubungkan Nirmala untuk menyampaikan niat Vian. kata Alvian dengan menggebu gebu.
Halo Nirmala .
Iya mas ada apa ya, tumben sore nelfon. biasanya mas kalau nelfon malam hari ?tanya Nirmala dari sebrang sana.
Mas kalau nggak ada halangan entar malam mau kerumah kamu, mas inggin melamar kamu Mala..
"Haaaah" maksud mas Alvian gimana tanya Nirmala.
Mala mas udah jatuh cinta sama kamu sejak kita bertemu dirumah sakit satu bulan yang lalu..mas inggin kamu jadi istri mas apa kamu mau Mala? tanya Alvian secara langsung.
"Terima kasih" Mala. mas bahagia banget mendengarnya, tunggu mas nanti malam ya sayang.. mas sama orang tua mas akan kesana .
"Iya mas, Mala akan tunggu!" jawab Nirmala pelan..
Kalau gitu mas matiin ya..telfonnya.
"iya mas.
Tapi papa sama Mama kan lagi diluar kota. gimana caranya agar mama sama papa bisa pulang secepatnya! gumam Nirmala dikamarnya.
Nirmala memaksa pembantunya untuk menghubungi kedua orang tuanya tanpa memberitahu alasanya.
Katakan sama mama kalau mama sama papa nggak sampai Disini sebelum jam tujuh malam. Mala akan kabur dari rumah..cepat mbak katakan seperti itu sama mama. paksa Nirmala pada pembantunya.
__ADS_1
"Baik non"kata pembantunya.dengan perasaan takut juga bingung.
Audy yang mendengar ucapan pembantunya semakin panik saat ponsel Nirmala tidak bisa di hubungi..
Papa"ayo kita pulang sekarang.! teriak Audy
Emang kenapa sih ma? tanya Josep yang baru keluar dari kamar mandi .
Mala ngancam kalau kita nggak sampai rumah jam tujuh malam ini, dia akan kabur dari rumah. jawab Audy yang langsung membereskan semua pakaian mereka dan memasukannya kedalam tas.
Apa" minta pakaian papa' ma..kita harus pulang sekarang juga papa akan pinjam pesawat milik teman papa, agar kita tiba lebih cepat..kata Josep yang berusaha memakai pakaian nya dengan dibantu oleh Audy.
Nirmala berjalan mondar mandir dikamarnya saat dilihatnya jam sudah menunjukan pukul tujuh kurang lima menit kedua orang tuannya belum juga tiba..
Tepat jam tujuh malam Nirmala mendengar suara teriakan kedua orang tuanya.
Nirmala" jangan berani kabur kamu. teriak Audy langsung berlari menuju kamar Nirmala dengan perasaan takut .
Braaaaak......braaaaaK..!
"Mala" teriak Josep mengedor kamar Nirmala dengan garang.
Nirmala membuka pintu kamarnya dengan santai.
"Mala" kata Audy dan Josep langsung memeluk tubuh Nirmala dengan perasaan takut.
Maafkan mama sama papa yang terlalu sibuk mengurus perusahaan hingga sering meningalkan kamu sendirian dirumah nak. kata Audy .
"Iya ma pa, nggak apa apa. jawab Nirmala.
__ADS_1