
"Rahmat" ngapain kamu didepan pondok seperti itu hujan hujan lagi" tegur seorang seorang lelaki tua yang kebetulan lewat didepan pondok aki Rahmat.
Eeh..! iya pak" saya sengaja hujan hujan untuk mengenang masa kecil saya pak!" ujar aki Rahmat yang baru tersadar dari melamun nya.
Oh..!gitu mari Rahmat saya mau pulang dulu sudah kemalaman ini!. ujar bapak yang lewat itu.
"Iya pak" mari!" jawab aki Rahmat yang langsung masuk kedalam pondoknya.
Bisa bisanya, aku mengingat masa lalu ku. gumam aki Rahmat yang mencoba membuka tempat nasi tapi sayang tidak ada yang dapat dimakan aki Rahmat..
Terpaksa aku meminum air lagi ini.. ujar aki Rahmat yang langsung meneguk air putih.
Tok..... tok.....Asalamualaikum Rahmat.
Waalaikum salam.!.oh pak ilham" mari masuk pak.!. ucap aki Rahmat dengan perasaan sungkan.
"Iya Rahmat" jawab pak Ilham yang langsung masuk dan duduk didalam pondok aki Rahmat.
Saya kemari inggin bertanya, pada kamu Rahmat" apa kamu sudah mendengar berita yang tersebar didesa kita tentang kamu dan cucuku Nirmala..
Belum pak" sejak kejadian itu saya belum ada kemana mana!" jawab aki Rahmat dengan kepala yang tertunduk.
Rahmat Saya kemari untuk membahas hal itu dengan mu, nama cucuku tercemar karena kesalahpahaman yang terjadi antara kamu dan cucu ku Nirmala. kalian berdua sudah jadi topik hangat bagi tukang gosip Disini, dan saya sudah menunggumu dirumah sejak tadi tapi kamu tidak juga muncul..sebenarnya apa yang ada dipikiran mu saat ini Rahmat?" tanya pak Ilham setelah urai an nya dijelaskan pada aki Rahmat
"Saya" merasa malu dan tidak pantas pak, saya sudah tua dan tidak pantas bersanding dengan cucu bapak yang masih muda, terlebih lagi saya juga tidak punya apa apa!" ujar aki Rahmat dengan tubuh gemetar karena takut.
Saya tidak perduli kamu tua dan miskin Rahmat" yang saya ingin kan. sebagai laki laki kamu berani tegas dalam mengambil sikap juga tindakan jangan seperti kerupuk.. habis digoreng kena air dikit langsung lempam dan lembek!" omel pak Ilham yang mulai kesal dengan sikap aki Rahmat yang lamban dalam mengambil sikap.
Saya takut" nanti cucu bapak tidak bahagia jika hidup bersama saya pak!" jawab aki Rahmat yang berusaha menghindar.
Kamu mengambil kesimpulan hanya dengan pikiran mu sendiri, bukan dengan bertanya dengan yang bersangkutan..saya tidak mau tau Rahmat"berita sudah menyebar dan saya tidak mau nama baik cucu saya tercemar. sekarang juga kamu ikut saya kerumah ganti pakaian mu dengan yang lebih baru cepat Rahmat, tidak ada waktu.. jangan sampai Masyarakat yang menghakimi mu!' gertak pak Ilham.
I'iya pak"saya akan ganti baju sekarang!" ujar aki Rahmat yang langsung masuk kekamar sempitnya untuk segera memakai baju yang masih baru.
Sekarang ayo cepat naik kemobil kita harus segera tiba dirumah sebelum jam delapan.. ujar pak Ilham yang langsung menghidupkan mobilnya.
Tiba dirumah pak Ilham aki Rahmat langsung gemetaran, saat dilihatnya begitu banyak orang yang ada didepan rumah pak Ilham begitu pun didalam rumah.
__ADS_1
"Pak" kenapa rame sekali disini?"tanya aki Rahmat.
Jelas aja rame karena malam ini juga kamu harus menikah dengan cucuku, besok baru resepsinya!" ujar pak Ilham yang langsung menyeret aki Rahmat kedalam rumahnya.
Duduk Rahmat" jangan seperti banci yang mau dikawini begitu!" omel pak ilham yang langsung duduk di samping pak penghulu.
"Pak Rahmat" berapa uang yang sanggup kamu berikan sebagai mas kawinnya, apa kah ada atau tidak?" tanya pak penghulu.
Aki Rahmat langsung gemetaran saat ditanya seperti itu oleh pak penghulu dengan wajah tertunduk tanpa menjawab sama sekali.
"Kenapa diam Rahmat"cepat jawab dibayar tunai atau dihutang mas kawin nya?" bentak pak Ilham..
Di bayar tunai pak dengan dollar saja, karena saya tidak punya uang rupiah mas kawinnya.. saya sanggup hanya dengan empat puluh ribu dolla pak, ini uangnya dalam karung dibalik jaket saya.. Jawab aki Rahmat dengan gugup dan langsung mengeluarkan uang dalam bentuk dollar dari dalam karung kehadapan pak penghulu.
"Haaah ..!.ini asli apa palsu?" tanya pak penghulu yang langsung memegang uang yang bertumpuk dihadapannya.
"Asli pak " jawab aki Rahmat dengan yakin.
Kamu habis merampok dimana Rahmat? kenapa kamu bisa punya uang sebanyak itu, jika selama ini hidupmu hanya menjadi kuli?" tanya pak Ilham yang kaget.
Yah sudah kalau begitu jabat tangan saya sekarang juga, kalau kelamaan bisa lama!" ujar pak penghulu .
"Tapi" siapa nama mu sebenarnya Rahmat?" tanya pak penghulu.
Nama saya Rahmat Demir bin engin Demir pak!" jawab aki Rahmat tegas.
Bapak mu orang mana? ko seperti bukan nama orang Indonesia.?"tanya pak penghulu lagi..
Kamu ini terus bertanya, kapan nikahnya.. bentak pak Ilham yang sudah habis kesabaran nya.
Saya sudah nikah pak" anak saya sudah dua. ucap pak penghulu spontan
Bukan kamu yang saya tanya, tapi cucu saya dan si Rahmat kapan nikahnya kalau kamu sibuk bertanya..omel pak Ilham.
"Oh iya maaf pak" ucap pak penghulu dengan wajah tersipu malu.
Pak biar saya aja yang menikahkan mereka!" sela pak Josep yang sejak tadi hanya diam saja mendengarkan ocehan pak penghulu yang tak bermutu.
__ADS_1
"Mari silahkan" ujar pak penghulu yang langsung menyingkir kesamping.
RAHMAT DERIM BIN ENGIN DERIM, SAYA NIKAHKAN DAN KAWIN KAN ENGKAU DENGAN PUTRI KANDUNGKU BERNAMA NIRMALA JOSEP BINTI JOSEP DENGAN MAS KAWIN UANG TUNAI EMPAT PULUH RIBU DOLLAR DIBAYAR TUNAI.
SAYA TERIMA NIKAHNYA NANALA JOSEP BINTI JOSEP DENAG..
"Salah" ulangi bukan NANALA tapi Nirmala..ingat Nirmala!" nanti saja mikir *** *** nya kalau udah sah..celetuk pak penghulu..semakin membuat tubuh aki Rahmat gemetaran.
Rahmat DERIM bin engin DERIM saya.....!
Ingat ya Nirmala ,Nirmala ...Nirmala.
ucap pak penghulu memutuskan ucapan pak Josep
Kamu bisa diam nggak!" ini tulisannya udah besar Si rahmat juga bisa baca, kalau kamu nyeletuk aja kapan selesainya!" maki pak Josep yang sudah naik darah.
RAhmat DERIM bin engin DERIM saya nikahkan dan kawin kan engkau dengan putri kandungku bernama NIRMALA Josep binti Josep dengan mas kawin uang berjumlah empat puluh ribu dollar dibayar tunai.
Saya terima nikahnya Nirmala Josep binti Josep dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..
"Bagai mana saksi? tanya pak Josep menatap kiri kanan nya.
Sah..sah....sah....!teriak para tamu serentak.
Kalau tau si Rahmat punya uang Dollar, aku mau deh ditangkap warga berduaan sama pak Rahmat di pondoknya!" ujar janda disebelah rumah nek Inayah.
"Iya aku juga"akan aku paksa putriku agar menjebak aki Rahmat, biar ditangkap warga!" ucap ibu ibu yang duduk disamping sang janda.
"Maaf" ayahmu keturunan mana ya Rahmat?" tanya pak penghulu yang masih penasaran.
Ayah saya orang Turki pak!" jawab aki Rahmat.
Jangan banyak tanya lagi.. Mala cium tangan suami mu perintah pak Ilham.
Nirmala dengan setengah hati terpaksa mencium tangan suami tuanya yang terlihat menyeramkan Dimata Nirmala.
Bisa kemasukan setan gue, kalau tidur bersebelahan sama mahkluk jadi jadian seperti aki tua ini!" pikir Nirmala dengan mengedikan bahunya.
__ADS_1