
Waktu terus berjalan hingga tanpa terasa lima Minggu sudah Alvian menjalin hubungan tanpa status dengan Nirmala. Hari hari yang mereka lewati terasa indah tanpa hambatan. tapi Alvian tidak pernah berani mengucapkan kata kata apa pun sebagai status pada Nirmala karena Alvian merasa minder dan takut cintanya di tolak oleh Nirmala yang cantik jelita.
Alvian menatap foto Nirmala di ponselnya yang di ambilnya secara diam diam tanpa sepengetahuan Nirmala.
Kamu cantik banget sih Mala ? apa aku bisa memiliki kamu sementara aku hanya seorang pegawai biasa, sedang kan kamu seorang direktur utama. keluh Alvian dengan tatapan kosongnya.
"Alvian" minta duit!" ibu mau kepasar membeli keperluan dapur. teriak Bu Sri dari dapur rumah mereka.
Alvian seakan tuli tanpa memperdulikan. teriakan ibunya. dia terus menatap foto Nirmala yang semakin ditatap semakin cantik dan mempesona Dimata Alvian, yang sedang dimabuk cinta.
Sampai kapan kamu melototin foto itu Alvian. dia nggak akan tau kalau kamu suka sama dia, kalau kamu nggak ngomong sama orang nya langsung. omel Bu Sri yang langsung mengambil ponsel Alvian dari tangan Alvian.
Ibu kenapa selalu gangu Alvian sih?" omel Alvian yang berusaha mengambil kembali ponselnya dari tangan ibunya.
Kamu ibu sudah teriak teriak dari tadi nggak ada kamu tanggapi, yang ada melototi foto gadis ini. omel Bu Sri.
"Emang kenapa? kan nggak ada salahnya Bu. jawab Alvian yang langsung berbaring di ranjangnya.
"Minta duit! ibu mau belanja..dapur isinya cuma telor dua biji sama sayur kol doang. nggak bakal cukup untuk dibikin lauk. ucap Bu Sri dengan menadahkan. tangannya di depan wajah Alvian.
Vian belum gajian Bu..yang kemarin udah Alvian masukin rekening!"Vian mau melamar Nirmala nanti tolong ibu ngertiin Vian..kata Alvian.
Kalau mau lamar ya lamar aja kenapa repot sih. omel Bu Sri kesal.
Uang Alvian nggak akan cukup kalau melamar sekarang Bu, uang alvian masih sedikit. jawab Alvian yang terlihat tertekan karena terus.di.ronhrong oleh ibunya.
Kalau nggak cukup kamu jual aja tanah warisan dari kakek mu untuk ayah mu itu. pasti cukup..kata Bu Sri memberi solusi.
Ibu benar juga tapi apa ayah setuju Bu, itu kan satu satunya warisan yang ayah miliki dari mendiang orang tuanya..tanya Alvian dengan perasaan ragu.
Kalau kamu ragu ya udah gadaikan saja untuk sementara ntar. kalau udah nikah kan bisa dicicil bayarnya, minta bantuan Nirmala juga untuk melunasinya. kata Bu Sri memberi solusi pada anaknya.
__ADS_1
"Vian malu Bu!" kata Alvian yang masih ragu.
Kebanyakan mikir kamu, ntar yang ada Nirmala dilamar orang duluan, jadi kamu akan tau rasa nanti. omel Bu Sri.
Alvian terdiam mendengar ucapan ibunya.
Udah jangan kebanyakan mikir kamu. ayo antar ibu kepasar sekarang, nanti kalau udah siang penjual sayurnya pada pulang. omel Bu Sri yang langsung menarik tangan Alvian agar segera berdiri.
"Iya sebentar Bu. jawab Alvian dengan terpaksa menuruti keinginan ibunya yang bawel nauzubilah.
Alvian terpaksa menuruti ibunya dengan membawa beberapa barang belanjaan ibunya dengan wajah tertekuk kesal.
"Bu Sri, Alvian. lagi belanja apa?" tanya seorang perempuan bertubuh tambun.
Lagi beli Ikan sama sayur dan perlengkapan lainya Bu Karen. jawab Bu Sri cuek.
"Sama" saya juga lagi Belanja kebutuhan keluarga. ucap Bu Karen basa basi.
Bu Sri menghina saya ya..gini gini saya orang kaya bukan rakyat jelata seperti situ ya. omel Bu Karen tak terima di hina Bu Sri didepan orang ramai.
Lah buktinya beli sayur kol cuma dua ribu doang, bikin malu aja. ejek Bu Sri lagi.
Ini bukan saya yang mau, tapi tetangga saya yang nitip Bu Sri. Punya mulut kok nggak di sekolahin sih!" omel Bu Karen yang terlihat kesal pada Bu Sri..
Nggak percaya saya, mana buktinya situ kaya.? tantang Bu Sri.
Nih liat yang didompet saya banyak kan. kata Bu Karen memperlihatkan isi dompetnya yang dipenuhi uang warna merah dan beberapa ATM .
Kalau situ kaya berani nggak saya tantangin. untuk membayarkan belanjaan saya ini!" pancing Bu Sri.
"Siapa takut" akan saya buktikan kalau saya kaya..berapa belanjaan Bu Sri semuanya? kata Bu Karen yang sudah terbawa emosi.
__ADS_1
Berapa belanjaan saya semuanya bang? tanya Bu Sri .
Dua ratus tujuh puluh ribu Bu Sri. jawab si penjual yang sudah mengenal watak Bu Sri yang licik
Ini saya kasih tiga ratus untuk bayarin belanjaan Bu Sri. dan sisanya kasih aja sama Bu Sri pak, kasian dia kan miskin bin pelit. ejek Bu Karen balik pada Bu Sri.
Bu Sri menadahkan tangan nya pada penjual itu tanpa memperdulikan ejekan Bu Karen.
"Ini Bu sri" kata penjual itu.
"Terima kasih" Bu Karen!" Bu Karen emang baik dan kaya raya. ucap Bu Sri yang langsung g ngacir meningalkan kios itu.
"Ibu bikin malu aja. sih omel Alvian yang sengaja .enubgu ibunya didepan parkiran mobilnya.
Biarin" kan bisa belanja gratis dan jatah dari kamu bisa ibu simpan untuk belanja besok. kata Bu Sri acuh dan langsung memasuki mobil Alvian
Dengan wajah terlihat kesal Alvian menyetir mobilnya.
Vian bukannya itu Nirmala?" tanya Bu Sri yang menunjuk kearah sebuah mall.
Alvian menepikan mobilnya dan menatap kearah yang ditunjuk ibunya.
"Iya Bu" itu Nirmala tapi siapa laki laki disamping Nirmala itu ya? jawab Alvian.
"Mana ibu tau, ayo kita turun dan bertanya siapa laki laki itu. ajak Bu Sri yang inggin membuka pintu mobil.
"Jangan Bu" kita pulang aja. ntar Vian tanyain sendiri pada Nirmala..kata Alvian yang langsung menghidupkan mobilnya meninggalkan lokasi dengan perasaan sedih dan kecewa.
Tiba dirumah Alvian langsung memasuki kamarnya dan mencoba menghubungi Nirmala tapi tidak mendapatkan jawaban sama sekali.
Kenapa telfon ku tidak diangkat sih? biasanya nggak begini. siapa lakiaki itu!" desis Alvian yang mulai di serang perasaan cemburu.
__ADS_1