Pria Tua Itu Suamiku

Pria Tua Itu Suamiku
Awal jumpa


__ADS_3

"Mala" ikut nenek kesawah nggak, Nenek mau kesawah ngantar makanan untuk kakek mu?" teriak nek Inayah.


"Mau nek, dari pada dirumah sepi yang lain pada pergi nggak tau kemana" ujar Nirmala yang langsung mengandeng neneknya menuju keluar.


Kita pake apa nek?" tanya Nirmala.


"Pakek motor, kamu yang bawa!"perintah nek Inayah.


Kenapa nggak nenek aja yang bawa?"


Tulang nenek sudah keras Mala, engselnya udah pada kendor, jadi kamu aja yang bawanya" ujar nek Inayah yang langsung duduk di boncengan.


Oke nenek ku sayang kita berangkat sekarang..


*********


Tiba di sawah nek encim langsung ke pondokan meletakan rantang bekalnya sementara Nirmala asyik berjalan jalan di tepi sawah sambil berselfi ria.


"Gue cantik juga, kalau bergaya seperti ini!" gumam Nirmala memuji diri sendiri.


Pluk....!"pluk....!"bruuk...!"


terdengar suara didalam gorong gorong, Nirmala yang kepo menundukan kepalanya menatap gorong gorong sawah.


Saat Nirmala menatap kebawah Nirmala melihat sesuatu bergerak didalam Limbur hingga sebuah kepala dengan rambut menjuntai panjang terlihat menyeramkan bagi Nirmala.


"Ada alien, nenek tolong..! ada alien keluar dari gorong gorong!"teriak Nirmala yang langsung berlari tungang langang menuju pondok. tapi karena kurang hati hati Nirmala langsung tercebur kesawah berlumpur..


"Nenek, kakek. tolongin Mala ada alien ngejar Mala"teriak Nirmala yang berusaha berdiri dan mendekati jalan tepi sawah..


Ada apa Mala?" kenapa kamu berteriak seperti itu? tanya kakek Nirmala yang mendekati Nirmala.


"Itu ke" ada alien!" ucap Nirmala yang menunjuk ke arah seorang laki laki berambut panjang dengan tubuh penuh lumpur.


Itu bukan alien Mala" tapi aki Rahmat" dia pegawai kakek, barusan bersihin gorong gorong sawah yang tersumbat. ujar sang kakeknya menjelaskan.


Benarkah tapi kenapa begitu menyeramkan, wajahnya banyak bulu seperti monyet di sana itu!" ucap Nirmala yang tubuhnya masih gemetaran.


Kamu aja yang penakut, itu bukan bulu tapi sarang kutu Mala" ucap nek Inayah asal.


"Masa sih nek? tanya Nirmala .


"Lah iya" kalau nggak diurus apa nggak jadi sarang kutu sawah, brewoknya sepanjang itu keriting pula!" jawab nek Inayah sambil tertawa.


Sudah sudah lebih baik kalian pulang aja dan kamu Mala sebelum pulang, segera bersihkan tubuh kamu disungai sana!"perintah aki Rahmat.

__ADS_1


"Iya kek" tapi anterin Mala ya, mala takut .ujar Nirmala.


Minta temenin sama nenek mu aja sana!" ujar pak Ilham yang kembali melanjutkan kerjaan nya.


Ayo Mala kita Kesungai, kamu sih nggak hati hati jadi gini kan" omel nek Inayah ya h menuntun Nirmala menuju sungai.


Ya jangan salahkan Mala dong nek, salahkan aja tuh orang tua, muncul mendadak pula dari dalam tanah siapa yang nggak kaget coba" bantah Nirmala.


Udah nggak usah ngomel aja. sana mandi itu sungainya nenek nunggu di atas sini aja ya.. kalau ada apa apa kamu pangil nenek" ucap nek Inayah yang duduk di bawah pohon sawo sambil memetik buah sawo.


Tanpa nek Inayah sadari karena asik memetik buah sawo yang matang nek Inayah meningalkan Nirmala cukup jauh..


Sementara Nirmala yang asik mandi terus bernyanyi dan berenang kesan kemari..


Senangnya dalam hati....


Meski hidup sendiri.....


serasa dunia milik pribadi...


Sungai airnya jerni ....


"Aduh... !tolong ada ular masuk baju Mala. "nenek" tolongin Mala!.teriak Nirmala yang langsung melepaskan bajunya, sementara dari bawah celana dasar yang dipakai Nirmala terdapat belut sungai yang memasukinya!"kembali Nirmala melepaskan celana dasar nya hingga tertingal bh sama ****** ******** saja.


Tolong.....tolong....! teriak Nirmala.


"Tolongin Mala pak. Mala takut ada ular" teriak Nirmala.


Aki Rahmat yang kaget langsung turun kembali Kesungai meski sudah mandi.


"Mana non, ularnya?" tanya aki Rahmat yang berusaha meraih tangan Nirmala yang hampir hanyut karena derasnya arus sungai..


"Tadi ada pak" jawab Nirmala yang ketakutan.


"Itu pak ularnya" ujar Nirmala menunjuk kearah depannya.


Masuk kain bapak ini non" perintah aki Rahmat yang tidak sadar jika dia tidak memakai apa apa selain sarung nya.


Nirmala yang sudah ketakutan langsung memasuki sarung aki Rahmat hingga mereka terkurung didalam sarung.


Nirmala memeluk tubuh aki Rahmat dengan erat, sementara aki Rahmat berusaha menahan tubuhnya dan mencoba mendekati tepian sungai dengan Nirmala yang berada di dekapannya.


"Apa yang kalian lakukan" bentak pak ilham yang baru datang bersama beberapa warga karena mendengar teriakan Nirmala.


"Ada ular kek!" jawab Nirmala yang masih memeluk tubuh aki Rahmat.

__ADS_1


Dimana ularnya? dan ngapain kamu didalam sarung sama aki Rahmat!" begitu omel pak Ilham.


Nirmala yang merasa ada yang bergerak gerak didepannya langsung menarik ularnya aki Rahmat. ini kek ularnya tapi kenapa tidak bisa ditarik" ucap Nirmala yang sekuat tenaga menarik ular milik aki Rahmat yang dalam mode on.


"Itu ular saya non, jangan ditarik sakit!" teriak aki Rahmat.


"Haaaah...! bapak punya ular..kakek tolong aki ini punya ular!" teriak Nirmala.


"Rahmat" lepaskan ularnya nanti cucuku dipatuknya" teriak pak Ilham yang ikutan terjun mendekati aki Rahmat dan Nirmala.


"Ini ular abadi pak" kalau ditarik saya yang mati!" jawab aki Rahmat dengan wajah ketakutannya.


"Mala' mana baju mu" bentak pak Ilham yang sudah mendekati aki Rahmat dan Nirmala.


"Pak" mereka berbuat mesum, lihat cucu bapak nggak pakai baju cuma pakai sarung sama pakaian dalam doang!" ujar seorang warga.


"Mala" nggak berbuat mesum kek, tadi ada ular masuk ke baju sama celana Mala, jadi Mala buang aja!" ujar Nirmala yang langsung menundukan wajahnya takut.


"Bohong pak" buktinya mereka dalam sarung berdua..pasti tadi mereka *** ***!" tuduh warga yang terlihat marah.


"Nikahkan mereka pak" kalau tidak mau kami seret ke liling desa!" ancam warga yang sudah murka.


"Tidak perlu" biar masalah ini saya selesaikan secara kekeluargaan saja..kalian silahkan pulang sekarang!. perintah pak Ilham yang terkenal keras dan ditakuti di kampung itu.


"Baik pak" jawab para warga dengan hati kesal.


Pak Ilham langsung melepaskan sarung dan bajunya dan diberikan kepada Nirmala.


Kamu pakai ini sekarang. habis itu ayo pulang.. dan kamu Rahmat besok temui saya dirumah!" ujar pak Ilham yang langsung membawa Nirmala ketepi sungai setelah Nirmala memakai pakaian kakeknya.


"Mas" ada apa?" tanya nek Inayah yang baru datang.


Kamu kemana aja sih, cucumu dapat musibah.. kamu malah keluyuran nggak jelas, ajak Mala pulang sekarang?" omel pak Ilham.


"Mala" kamu kenapa? ko pakai baju sama sarung kakekmu, pakaian mu tadi kemana?" tanya nek Inayah .


"Hanyut nek, karena ada ular yang masuk baju Mala jadi Mala buang aja..Tapi yang bikin Mala malu, itu nek..anu..!


"Anu apa?"tanya nek Inayah yang penasaran.


"Mala" salah pegang ular, kirain ular beneran nggak taunya ular nya pak Rahmat yang Mala pegang,.


Gimana ceritanya kamu bisa megang ularnya si Rahmat.?


Karena ada ular depan Mala, jadi Mala masuk sarung yang dipakai pak Rahmat..makanya Mala salah pegang!" jawab Nirmala yang wajahnya langsung memerah.

__ADS_1


Anggap aja itu rejeki pertama mu setelah jadi janda!" jawab nek Inayah mencoba menghibur Nirmala.


__ADS_2