
Nek Inayah dan Audy menatap Ke arah nirmala yang bersandar di bahu aki Rahmat dengan tatapan sedih, karena Nirmala memutuskan ikut bersama aki Rahmat ke kampung halaman aki Rahmat.
"Mala" jangan lupain nenek ya,meski jauh nenek harap kamu bisa selalu mendatangi nenek!" ujar nek Inayah yang sejak berangkat tadi nggak berhenti menangis.
"Iya nenek ku, sayang!" jawab Nirmala sambil tersenyum.
Setelah tiba di kampung Aki Rahmat semua penduduk desa yang melihat iring iringan Mobil mewah berjalan pelan menuju rumah Aki rahmat yang terletak di atas bukit .
Tiba di depan rumah aki Rahmat seseorang keluar sambil menatap ke arah mobil dengan tatapan bingung
"Kang Midi!"pangil aki Rahmat yang langsung memeluk kang Midi.
"Rahmat,kamu kembali. syukurlah aku benar benar putus asa mencari mu Rahmat!"ucap laki laki tua itu.
"Akang, bisa aja. ohya kang kenalkan ini Nirmala istri saya!" ujar aki Rahmat memperkenalkan Istrinya.
"Nirmala, pak!" ucap Nirmala sambil menyatukan tangan kedepan.
Saya MIDI" pengurus juga tukang bersih bersih rumah ini non!" jawab pak midi dengan tatapan kagum nya.
"Mereka" semua keluarga istri saya pak!" kata aki Rahmat memperkenal Seluruh keluarga Nirmala pada Pak MIDI.
"Bang Ilham, ini bang Ilham kan?" pangil pak midi mendekati pak Ilham..
"Iya aku Ilham, kamu midianto anak pak rawis ya ?"tanya Pak ilham....
"Iya bang!" jawab pak midi yang langsung memeluk Pak Ilham sambil menangis sesenggukan.
Dulu waktu saya merantau.. kamu masih kecil sekali dan suka ikut saya mancing di kali
Dengan ingus meleleh di pipi!" ledek pak Ilham pada pak midi
"Abang bisa!" aja jawab pak midi tersipu malu.
"Mala "semuanya mari masuk!" ajak Pak Rahmat sambil membuka pintu Rumahnya.
.
Setelah masuk kedalam Nirmala menatap semua yang ada disitu dengan tatapan kagum nya...
Gila semua begitu klasik dan antik!" gumam Nirmala.
Rahmat sebenarnya kamu anak siapa? ko barang nya terlihat bernilai semua?" tanya pak Ilham.
Rumah ini sebenarnya milik eyang saya Raden Ngabehi Danu raja, yang diberikan pada saya kek, karena sudah cukup tua jadi sebagian saya renovasi ulang tanpa menghilangkan bentuk dan corak aslinya kek!" jawab aki Rahmat sambil tersenyum.
Kamu keturunan Raden jelaga danuraja kah?" setahuku hanya Raden jelaga yang memiliki pusaka serta lambang seperti ini?"tanya pak Ilham lagi.
"Benar kek, aku keturunan kelima Raden jelaga danuraja!"jawab aki Rahmat dengan sikap sopan nya.
Tidak ku sangka ternyata Nirmala akan mendapatkan suami dari keturunan raja.. seperti nya janji leluhur kita sudah terlaksana!" kini tidak ada lagi hutang Budi serta janji"! ucap pak Ilham yang terlihat begitu bahagia memeluk aki Rahmat.
__ADS_1
Maksudnya gimana kek, janji apa?" tanya Nirmala kebingungan.
Janji dari eyang ku pada Raden jelaga, bahwa mereka akan menikah kan keturunan mereka jika ada yang berlainan jenis, namun sayang Selama tiga keturunan tidak ada yang berlainan jenis dari pihak kakek semua lahir laki laki, begitu pun dengan keturunan Raden jelaga, tapi kini semua sudah terlaksana Rahmat yang merupakan keturunan Resmi Raden jelaga menikah dengan mu keturunan ku!"jawab pak Ilham setelah mereka melewati makan malam bersama.
**********
"Rahmat" kakek mau istirahat dulu ya ucap pak Ilham yang berjalan terlebih dahulu menuju kamar nya.
"Rahmat" papa juga mau istirahat ya!" pamit pak Josep diikuti Audy.
"Mala, aki Rahmat" kami juga mohon pamit mau istirahat ya!" ucap kedua saudara ipar Nirmala diikuti suami masing masing hingga yang tertingal Hanya Nirmala dan aki Rahmat yang saling pandang.
"Abang" Mala juga mau kekamar Mala capek!" ucap Nirmala dengan wajah memerah menahan malu.
"Iya dek!" jawab aki Rahmat yang masih betah duduk di meja makan.
Setelah merasa jika Nirmala sudah tertidur, aki Rahmat langsung memasuki kamarnya.
Aki Rahmat tersentak melihat Nirmala yang ternyata masih terjaga dengan ponsel di tangan nya.
Ko belum tidur dek?" tanya aki Rahmat dengan gugup mencoba berbaring di samping Nirmala.
Belum ngantuk Ki, mala juga harus menyelesai kan kerjaan!" jawab Nirmala yang masih mengotak Atik ponselnya.
Usaha apa yang harus aku buka ya dek, aku binggung!" ucap aki Rahmat yang ikutan duduk di samping Nirmala.
Sepertinya di sini banyak banget tebu dan sawah, kenapa aki nggak bikin aja pabrik gula sama penggilingan padi?"tanya Nirmala yang langsung meletakan ponselnya di meja samping tempat tidur.
"Bener juga ya, tapi kemana kita akan menjual gula gula itu?" tanya aki Rahmat terlihat kebingungan.
Ada aku punya sedikit tabungan yang sengaja aku simpan di bawah tempat tidur kita, tapi dalam bentuk emas dek!"ucap aki Rahmat .
Masa sih mana?"tanya nirmala yang mulai timbul kepo nya.
"Ayo, kita dorong tempat tidur kita dek!" ajak aki Rahmat pada Nirmala.
NIrmala segera turun dari ranjang mengikuti instruksi suaminya dengan mendorong tempat tidur ke arah samping
"Mana"cuma lantai biasa aja?"omel nirmala menatap ke arah lantai keramik.
"Bentar ya dek"! kata aki Rahmat membuka lantai keramik tepat di tengah tengah ruangan.
Kreeeeeekkkk...!Ayo dek kita ke bawah!" ajak aki Rahmat.
Gila ternyata di bawah sana ada ruangan rahasianya!" gumam Nirmala yang segera mengikuti langkah aki Rahmat.
"Aki"ini ruangan apa ?"tanya Nirmala.
Ini ruangan bawah tanah yang sengaja di buat leluhurku, untuk mengelabui musuh dek.. mari ikut aku kesana!" ajak aki Rahmat yang langsung membuka sebuah pintu rahasia di balik lemari.
Kreeeeeeek.....
__ADS_1
Nirmala tersentak melihat tumpukan emas batangan yang tersusun rapi Di lemari yang di buka aki Rahmat.
"Aki" ini emas semua?" tanya Nirmala takjub.
"Iya dek, ini emas semua, tidak ada yang mengetahui tempat ini selain aku dan sekarang kamu. ambilah berapa aja dek yang menurut mu bisa mencukupi semua nya!" pinta aki Rahmat .
Mala ambil sepuluh batang aja ya Ki,, takutnya kalau lebih banyak akan jadi masalah"! ucap Nirmala yang langsung mengambil emas batangan itu.
"Nggak nyangka, ternyata suamiku tajir banget !" pikir Nirmala.
"Aki"itu kamar apa?" tanya Nirmala menunjuk kearah sebuah kamar berukir yang terlihat indah.
Itu kamar milik eyang ku, tapi sejak dulu semua orang dilarang memasuki nya!" jawab aki Rahmat yang memasukan Emas emas yang di ambil Nirmala ke dalam tas.
"Aki"ayo kita kesana, siapa tau masih ada harta berharga kan aki pewaris satu satunya.. ajak Nirmala.
Tapi.....!
Ayo ki,paksa Nirmala menyeret aki Rahmat mendekati pintu antik itu.
Aki Rahmat mendorong sepelan mungkin kamar rahasia milik leluhurnya.
Kreeeeeeekkk...
Nirmala mendahului aki Rahmat memasuki kamar itu.
Seperti kamar raja jaman dulu ya Ki" banyak sekali pusaka nya!" ucap Nirmala melihat lihat ruangan itu yang dipenuhi berbagai macam kusaka kuno.
Ruangan apa di sana ki ko gelap sekali?" tanya Nirmala menunjuk ke arah sebuah ruangan yang begitu gelap.
"Aku tidak tau ,dek!"jawab aki Rahmat yang terus menatap pusaka milik leluhurnya.
Apa tidak ada senter atau lampu di sini Ki?" tanya Nirmala yang berjalan menuju ruangan gelap itu..
"Ada dek, obor di sana!" tunjuk aki Rahmat ke arah dinding yang terlihat ada beberapa obor yang tersusun rapi di dinding.
Aki Rahmat menghidupkan obor obor itu satu persatu hingga ruangan yang terlihat gelap itu menjadi terang benderang
Gambar apa ini? tanya Nirmala pada suaminya.
"Kamasutra!" gumam aki Rahmat yang menatap pahatan di dinding ruangan.
Kenapa lukisan nya vulgar begitu Ki?"tanya Nirmala.
A'aaku juga tidak tau dek!" jawab aki Rahmat yang tubuh nya gemetaran karena melihat lukisan di dinding, menggambarkan pasangan yang sedang berhubungan dengan berbagai macam gaya.
"Dek" ayo kita keluar!" ajak aku Rahmat.
Nirmala terdiam dan terus berjalan mengikuti setiap lukisan di dinding.
Di sudut ruangan terdapat sebuah ranjang berukir, dengan kelambu berwarna kuning bersulam benang emas tepat berhentinya lukisan vulgar itu.
__ADS_1
Seperti ada tarikan mistik yang menarik Nirmala menuju ke arah ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Aki Rahmat, yang merasakan hal yang sama langsung mendekati Nirmala dan mencumbu Nirmala.. hingga hubungan suami istri di antara mereka kembali terjadi.