Pria Yang Tak Bisa Jatuh Cinta Karena Dulunya Dia Adalah Seorang Wanita

Pria Yang Tak Bisa Jatuh Cinta Karena Dulunya Dia Adalah Seorang Wanita
CHAPTER 1 MUKJIZAT DI MAGONDA


__ADS_3

Lila, namanya. Seorang pemuda tampan. seperti Idol Korea, Rambutnya berponi belah dua Ala Oppa Oppa. Badannya atletis, tinggi ideal. Berkulit putih dan juga mulus. Dia tinggal di Dunia Paraler, yang disebut Magonda Labera.


Dunia yang berbeda dari dunia nyata, bisa di katakan dunia itu adalah sebuah Surga. Karena hanya ada manusia yang tercipta dengan sendirinya. Seperti biji Buah Apel yang terjatuh ke tanah dan tumbuh menjadi pohon baru, atau serbuk sari bunga yang terjatuh dari Lebah yang membawa serbuk sari bunga yang pernah ia hinggapi.


Manusia yang tinggal di Sana, tidak memerlukan apa apa. Makanan, minuman, tidak mereka butuhkan. Mereka hanya hidup bahagia, tidak harus bekerja. Hanya melakukan segala hal yang mereka ingin lakukan, dan tentunya hal itu membuat mereka bahagia.


Segala hal yang ada di dunia nyata, hampir sama dengan yang ada di Magonda. Yang tidak ada hanya satu , kesedihan. Semua orang di sana, mereka tidak menikah ataupun berpacaran. Karena mereka tak bisa hidup berdampingan, mereka hanya sendiri tanpa ada yang mendampingi. Hidup masing masing, tanpa memperdulikan orang lain. Sendirian tapi mereka tidak mengalami kesepian.


Hidup mereka sempurna 100℅ hal hal yang membuat mereka sedih tak ada, aturan yang membelenggu tak ada, tak ada yang memimpin dan di pimpin, tak ada Tuhan dan tak ada penghambaan.


Tidak ada sosial media, Intenet, dunia maya, karena dunia yang ada di depan mata mereka sudah sempurna. Ponsel, alat elektronik tak Ada, Mesin Cuci, Setrika, Laptop, Komputer, dan Lain Lain Tak Ada.


Pakaian tersedia begitu saja, tubuh mereka berganti kostum dengan sendirinya. Mereka tidak membutuhkan tidur. Siang Malam ada, tapi tidak berguna. Mereka bergerak, melakukan apa pun. Tidak memiliki hasrat untuk bercinta, hanya hidup, bahagia, tidak memiliki tujuan hidup. Begitulah gambaran Magonda Labera.


Bioskop tak ada, TV tak ada, Radio tak ada. Karena mereka tak butuh alat hiburan sama sekali. Hidup mereka sudah Bahagia.


Dunia itu berlatar di perkotaan modern, gedung gedung tinggi 70 lantai sebagai apartemen. Teknologi canggih, kendaraan ada, mobil, motor, kereta, pesawat juga ada. Tapi berjalan sendiri tanpa perlu di supiri. Bila mereka ingin Berkarya Wisata ataupun bepergian. Mereka tak perlu memikirkan mau kemana, kereta canggih cepat melaju kemana pun laksana Kereta MRT di Jepang yang terdapat di Bawah tanah Itu. Akan mengantarkanmu ke tempat yang kamu mau, pantai, laut, gunung, ladang, kemana pun, kecuali akhirat.


Restoran, sekolah, tak ada. Intinya mereka hanya hidup, berjalan tanpa ada Perasan, berolahraga tanpa ada rasa penat, melakukan hobi yang mereka mau tanpa adanya batasan bosan. Bila mereka senang membaca buku, mereka akan membaca buku tanpa henti, menyanyi sendiri, bergoyang, tanpa Membutuhkan orang yang harus menonton aksi mereka.


Mereka happy karena sendiri, hidup mereka free. Semuanya boleh mereka lakukan kecuali satu , jatuh cinta. Karena saat mereka jatuh cinta dan memutuskan untuk hidup bersama, mereka sudah resmi menjadi BlackList dari Warga Magonda. Mereka tidak akan bahagia lagi, dan mengalami kesedihan selamanya.


Hari itu Lila sedang berjalan Di Pusat Kota Magonda, dia memakai Style yang kece. Kemeja Hitam Garis Garis Putih Vertical yang menawan menambah kesan karismatik tampan pada pria berumur 20 tahunan itu. Ia memakai Celana Hitam ngepas dan Sepatu Putih, tapi percuma fisik Good Looking yang ia punya, tidak ngaruh bagi dia yang ada di dunia serba Individualisme ini.


Terserah, saat Lila Berjalan di Kota Magonda Nan Megah. Banyak orang berlalu Lalang, sambil cekikan ketawa bahagia sendirian seperti orang gila, Anehnya Lila tak sama Seperti mereka yang tinggal disini. Dia bisa memperdulikan orang lain, apa yang mereka lakukan Lila bisa merasa risih kalo hal itu tidak ia sukai.


Bisa merasa senang, kalo yang mereka lakukan itu adalah hal yang di sukai oleh Lila. Lila mempunyai perasaan, aneh. Misterius kenapa ia bisa begitu?


Padahalkan ini adalah dunia tanpa perasaan, yang ada hanyalah kebahagian. Lila bahagia disini, tapi ia juga aneh kenapa dia bisa ada di Magonda dan berbahagia selamanya.


Lila juga mulai merasa bosan, dengan hidupnya yang datar. Selalu bahagia, gak ada suasana lain. Itu bisa membuat dirinya bosan.


Bray! Sinar matahari menyoroti dirinya.


Silau sekali, Lila menutup wajahnya dari sinar itu dengan satu telapak tangan.


Sinar Matahari tengah hari kini menyoroti Lila.


"Matahari, kemana ia pergi? Setelah ia selesai dengan tugasnya yaitu menyinari siang hari."


"Bulan, kemana ia pergi? Setelah ia menggantikan posisi matahari di kala malam hari."


"Apakah ada semacam garasi penyimpan untuk mereka? Kenapa mereka saling berganti posisi padahal hal itu tak berguna di Magonda. Kita tak perlu tidur, kalo mau yah kita tidur. Kalo nggak, kita tidak akan kenapa napa? Makan minum itu juga bila kita mau, "


"Magonda ini begitu aneh, kenapa hal yang tidak berguna itu ada? "

__ADS_1


"Aneh sekali, benarkah ini Surga? Benarkah kita ini semua bahagia, mengapa demikian? Kenapa kebahagian tidak bisa di sebut siksaan? Bisa saja kan kita disini itu sedang di siksa dengan cara di bahagiakan selamanya?"


"Tapi siapa? Penyiksa kita?"


Pikiran Lila menggebu gebu.


Ia mulai sadar kalo hidupnya di Magonda pasti ada alasannya. Kenapa ia bisa disini? Tujuannya apa?


Bila untuk bahagia, bahagia tidak akan ada artinya bila terus terusan bahagia. Apa Definisi bahagia sesungguhnya.


Kesedihan...


Bila tidak mengalami kesedihan itu tandanya ia sedang bahagia benarkan?


"Seperti apa rasanya sedih, kenapa di Magonda ini tidak ada kesedihan?" Tanya Lila Pada Dirinya sendirinya.


Di sebuah pemberhentian kereta, sore hari yang aesthetic. Stasiun KRL tanpa penjaga, tanpa petugas, tanpa ada karyawan yang bekerja. Manusia bebas keluar masuk palang penjaga stasiun tanpa membayar. Karena uang di sini tak ada. Tidak ada pembayaran yang berlaku, semuanya gratis.


Lila hendak menaiki kereta kala itu, orang orang yang berniat sama sudah menunggu di belakang garis kuning pemberhentian kereta. Sebagian ada yang duduk di bangku yang tersedia, sebagian ada yang memilih berdiri seperti Lila.


"Ssssssss!" Kereta pun datang dan berhenti.


Kereta itu akan menunggu semua orang masuk terlebih dahulu, barulah ia berangkat. Tidak akan ada seorang pun yang ketinggalan, semua orang tidak mesti terburu buru untuk masuk. Hanya karena takut ketinggalan ataupun kehabisan bangku.


Keinginan mereka sudah mengatur bagaimana mereka di dalam, ingin berdiri sambil memegang penyangga. Ataupun duduk santai di bangku kereta, itu sudah di atur sesuai keinginan mereka.


"Bug!" Bahu seorang gadis tidak sengaja menabrak Lila.


"Oh, maaf!" Ucapnya.


Seketika Lila Mengerjap kaget, karena tidak ada seorang pun yang saling mengobrol satu sama lain. Bahkan berbicara pada diri sendiri saja , mereka jarang melakukan itu.


Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Indonesia, karena yang ngarang cerita ini adalah orang Indonesia dan juga tidak bisa mengarang dalam Bahasa Inggris.


Di dalam gerbong kereta gadis memakai dress colection summer itu. Dengan leher sabrina warna orange motif polcadot. Rambutnya panjang hitam agak bergelombang sebahu warnanya sedikit pirang, senyumnya begitu manis, kulit putih bersih berseri.


Lila memperhatikannya dari tempat ia berdiri. Gadis itu, aneh sekali. Kenapa ia bisa berbicara dengan orang lain. Karena penasaran, Lila memberanikan diri untuk mendekatinya.


Ia menyuguhkan senyuman, dan mata yang berbinar sebagai sapaan.


"I Love You!"


Hah! Lila terkejut. Kenapa ia tiba tiba mengatakan I Love You, ada apa dengannya. Kenapa ia bisa kehilangan kendali dan mengatakan ungkapan cinta kepada orang yang baru ia kenali.


"Excuse me! Maaf aku gak ngerti, maksud kamu apa?"

__ADS_1


"Nggak! Nggak! Bukan seperti itu, saya bukan mau mengatakan itu."


"Tunggu! Kok saya bisa bicara?"


"Kok saya bisa mengobrol sama kamu?"


Dia berkedip bingung, "Emang kenapa? Emang aneh yah, kedua orang saling mengobrol."


"Nggak! Bukan gitu, maksud aku. Kan ini Magonda, dimana semua orang bahagia. Dan tidak memperdulikan sesama. Mereka tidak pernah saling berhubungan dengan satu sama lain, mereka bahagia sendirian"


"Benarkan?" Lila Terkejut.


"Iya emang ini Magonda, semua orang hidup bahagia selamanya. Emang bahagia harus sendirian aja? Gak bisa sama orang lain gitu?"


Lila Tidak Berkutik, ia bingung. Kenapa hal mustahil ini bisa terjadi kepada dirinya. Bahkan orang orang yang satu gerbong dengannya, bersikap masing masing tidak memperdulikan apa yang Lila lakukan bersama gadis cantik itu.


Mereka saling mengobrol, aneh. Ini semua belum pernah terjadi, semua manusia yang ada disini tak pernah saling berhubungan satu sama lain.


"Eum, oh iya. Aku Salwa!" Dia mengulurkan tangannya.


Lila meraih tangan kurusnya ,"Lila!"


"Oh iya! Aku berhenti disini, aku pergi duluan yah," Pamit Salwa.


Salwa Pergi ke arah pintu keluar ,"Tunggu! Kenapa semua ini bisa terjadi?"


Salwa menoleh,


"Kamu dan aku, kenapa kita bisa saling mengobrol dan berhubungan."


"Takdir," balasnya.


Lila begitu terkejut, bukan main. Gadis itu menjawab dengan jawaban yang tak pernah terpikirkan oleh Lila.


Pintu kereta pun terbuka, " Kalo begitu aku pergi dulu yah!"


"Dah!"


"Tunggu! Apakah kita akan bertemu lagi?"  Lila sedikit memaksa. Ia menyentuh pegelangan tangan Salwa erat seolah tidak ingin berpisah dengannya.


"Tentu saja, kalo itu yang kamu mau. Kamu lupa! ini Magonda, apa pun yang kamu mau pasti bisa telaksana."


Salwa pun pergi setelah melepaskan genggaman Lila. Setelah Salwa berhasil melewati pintu kereta KRL. KRL ajaib itu otomatis menutup pintunya dan memisahkan Salwa dan Lila.


Apa yang harus Lila lakukan, mungkinkah ia akan bertemu lagi dengan Salwa. Selama ini, semua manusia yang ada di Magonda tidak akan pernah saling bertemu satu sama lain kecuali kebetulan.

__ADS_1


Lila menyimpan harapan, mungkinkah ia akan bertemu lagi dengan gadis itu. Salwa, kenapa hal yang mustahil ini bisa terjadi kepada mereka berdua?


__ADS_2