Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa

Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa
BAB 10 KEMENANGAN


__ADS_3

Yo Halo Readers.


Kalian Tahu nggak apa itu sendi?, Bukan tupai temannya Spongebob dan Patrick loh yah.


Sendi yang Leader maksud adalah bagian dalam tubuh manusia yang menghubungkan tulang tulang kita dan membantu tubuh kita untuk bergerak.


Dan tahukah kamu?, Setiap orang memiliki jumlah sendi yang berbeda beda loh, setidaknya ada sekitar 250 sampai 350 Sendi yang menghubungkan tulang tulang kita.


Namun ada juga satu buah sendi yang sangat menyakitkan, yaitu sendirian tanpamu >///<


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Buat para Reader Yang udah luangin waktu buat mampir ke karya gua, Gua ucapin Terimakasih banyak Buat kalian.


LEADER Mempersembahkan


*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di dalam Gudang penyimpanan kampus, Rian dan Arya sedang Jual beli serangan layaknya seorang Pro Player Game Moba yang sedang adu mekanik.


Arya Lebih di untungkan dalam pertarungan ini karena tangan kanan Rian sedang terluka akibat Memukul tembok.


Namun hal tersebut tidak membuat Rian terlihat merasa kesakitan sedikitpun. Walaupun tangannya sudah memar, Rian terlihat baik baik saja.


Rian terus berfokus menghadapi serangan serangan yang di berikan oleh Arya dan Berusaha menghindar sebanyak mungkin untuk mengurangi damage yang dia terima.


Pertarungan yang sangat sengit terjadi di antara mereka. Setelah beberapa lama Bertarung, mereka berdua mulai kelelahan dan akhirnya mereka mulai bisa mendaratkan pukulan ke lawannya dan sudah saling banting.


Setelah beberapa lama Adu jotos, Arya mulai kewalahan karena Rian memiliki stamina dan power yang lebih kuat jika di bandingkan dengan Arya.


Beberapa pukulan Rian berhasil mengenai beberapa bagian tubuh Arya dan membuat Arya harus menjaga jarak dengan Rian agar bisa mengatur nafasnya.


“Sial, Nih orang kok Staminanya banyak banget A*u.” Ucap Arya dalam hati.


Rian terus menekan Arya dengan tidak membiarkannya menjaga jarak, setiap Arya melangkah kebelakang, Rian langsung mengikutinya dan terus menekan pergerakan Arya dengan pukulan pukulan kecil.


Di tengah Gempuran Rian yang tiada spasi itu, Arya tiba tiba mengeluarkan sebuah tendangan putar, namun Rian sudah memperkirakan hal itu setelah melihat serangan tipuan Arya pada pembuka pertarungan tadi.


Rian dengan sigap melakukan tendangan putar kearah bawah dan mengenai kaki Arya yang menjadi tumpuannya dalam melakukan tendangan.

__ADS_1


Seketika Arya terjatuh ke lantai akibat serangan tak terduga dari Rian.


Rian dengan sigap melopat dan duduk diatas dada Arya dan memberikan pukulan beruntun ke arah wajah Arya untuk mengunci pergerakannya.


Walaupun beberapa pukulan milik Rian berhasil di tangkis Oleh Arya, namun Satu demi satu pukulan yang dilancarkan oleh Rian mengenai wajah Arya dan membuat darah bercucuran dari hidung Arya.


Arya dengan cepat menendang Pundak Rian yang duduk di dadanya dan membuat Rian terpaksa berguling kedepan.


Arya dengan sigap melakukan Kick Up untuk bangun dari lantai dan mengambil kuda kuda menyerang.


“B*ngs*at.” Teriak Arya sembari menyerang membabi buta.


Darah terus bercucuran dari hidung Arya ditambah beberapa pukulan Rian berhasil mengenai mata Arya dan membuat penglihatannya sedikit berputar.


“Sudahlah, Lu itu udah kalah.” Ucap Rian sembari menghindari serangan serangan Rian yang membabi buta.


Karena kondisi fisik dan mental Arya sudah babak belur, Arya saat ini hanya bisa menyerang secara membabi buta, itu membuat serangannya sangat mudah untuk di hindari oleh Rian.


Ketika Arya hendak memukul wajah Rian, Kaki Rian sudah lebih dahulu menendang dada Arya dan membuatnya terlempar ketumpukan peralatan olah raga.


Tumpukan peralatan olah raga itu langsung berserakan kemana mana, bahkan beberapa barang mengubur Arya.


Kemenangan Rian pun sudah di pastikan karena Arya sudah tidak mampu bangkit dari cinta yang sudah menenggelamkannya, Eh dari tumpukan peralatan olah raga yang menimbunnya maksudnya.


Rian mulai merapikan pakaiaannya dan mengelap darah yang ada di tangan dan wajahnya kemudian mencari Tiara yang jadi pokok permasalahan.


Rian Melihat Tiara sedang berbicara melalui Handphone yang terletak di lantai dengan penampilan yang sungguh menggoda, tentu saja Tiara tidak bisa merapikan Bajunya yang sudah berada di ujung Tanduk dan sedikit lagi terlepas karena tangannya sedang terikat.


Rian pun mendekati Tiara secaraperlahan agar Tiara tidak kaget.


“Hei, Kau tidak apa apa?.” Tanya Rian sembari mendekati Tiara.


Tiara sontak menoleh kearah Rian, Tiara sangat lega setelah melihat orang yang saat ini berdiri di hadapannya bukan lagi si m*sum penjahat K*lamin yang sangat ia benci, melainkan seorang pria tampan yang berhasil membuatnya cenat cenut.


“Ah iya, Aku nggak apa apa, makasih yah udah nolongin aku;” Ucap Tiara tersenyum manis kearah Rian.


“Sini aku lepasin ikatannya.” Ucap Rian sembari menyodorkan tangannya.


Tiara pun berdiri lalu mendekati Rian, Anehnya Tiara tidak berdiri membelakangi Rian walaupun ikatannya berada di belakang.


Hal itu membuat Rian sedikit bingung, namun Rian memutuskan Untuk tidak bertanya karena melihat kondisi tiara yang sedikit tidak mendukung.

__ADS_1


Leader: Ada yang besar tapi bukan Bakat dan Ada yang bangkit tapi bukan semangat wkwk


Rian mulai melingkarkan tangannya seakan akan memeluk Tiara untuk meraih ikatan di tangan Tiara, Ketika tangan Arya menyentuh Dasi yang mengikat Tiara, Muka Tiara menjadi merah merona dan Dan fikirannya menjadi kosong.


Entahapa yang terjadi pada Tiara, dia merasa sangat senang seakan sedang diJemput oleh seorang pangeran tampan yang menjadi pujaan hatinya, Tiara tidak bias memikirkan apapun karena sangking gugupnya.


Setelah melepaskan Ikatan Tiara, Rian sedikit memalingkan Pandangannya lalu membuka Jaket hitam yang ia pakai dan menyodorkannya pada Tiara.


Tiara sedikit bingung dengan kelakuan Rian, sebelum akhirnya melihat Bajunya yang tersingkap dan membuat perhiasan Dunia terlihat.


“KYAAAAA.” Teriak Tiara setelah sadar Sedang setengah t*lanj*ng.


PLAKK…


Sebuah tamparan yang cukup keras mengenai pipi Rian dan membuat bibirnya yang pecah Semakin mengeluarkan darah, lalu Tiara langsung mengambil Jaket yang di berikan Rian untuk menutupi tubuhnya.


“Adoh, Kenapa dah, salahku apa.” Ucap Rian merengek kesakitan.


“Aduh Maaf yah, Refleks.” Ucap Tiara setelah memakai jaket yang diberikan Rian


Tiara merasa sangat bersalah setelah menampar orang yang telah menolongnya, wajahnya memerah seakan menunjukkan bahwa dia benar benar tidak sengaja dan merasa sangat menyesal.


Wajah bersalah Tiara yang sangat imut sampai sampai Rian ingin mengarungkan Tiara dan membawanya pulang Berhasil membuat Rian Luluh dan memaafkan Tindakan Tiara.


“Nggak apa apa Mbak, aku faham kok.” Ucap Rian Sembari menutupi Bibirnya yang terus berdarah.


Dalam Hati Rian, dia sedang terpesona pada wajah Rupawan Tiara, di tambah Warna merah merona di pipinya membuat Damage yang di terima Rian semakin besar.


“Gilak, Nih Cewek Cantik banget supah.” Ucap Rian dalam hati.


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo Para Readers gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika adase patah kata yang nggak enak di hati kalian yah, gua gak bermaksut menyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok. Jadi Tolong di pahami yah :D


Karena Karya ini ikut Lomba yang temanya “Yang Muda Yang Bercinta”, jadi Di mohon untuk selalu memberikan Dukungannya yah gan hehe.


Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia


-See You

__ADS_1


-LEADER


__ADS_2