Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa

Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa
BAB 03 PERTEMUAN


__ADS_3

Yo halo para Ciwi Ciwi cantik yang udah mampir ke tulisannya si Leader.


Izinkan diriku memuji keindahan kalian yang bagaikan sekuntum bunga mawar di tengah padang rumput yang luas, harum semerbak dan mampu membuat pandangan do’i klepek klepek akan keindahannya.


Dan buat para cowok cowok tenang aja kalian juga bagaikan bunga kok, tapi bunga bangkai awoawok. kabor


Buat kalian para Readers gua ucapin terima kasih karna udah mampir.


LEADER Mempersembahkan


*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dalam Aula kampus di tengah upacara penerimaan mahasiswa baru, Tiara Ayunindia menyampaikan pidato perwakilan Mahasiswa baru menggantikan Adrian Ardiyansyah yang terlambat di hari pertamanya.


Setelah menyampaikan pidato sambutan yang membuat para buciners pada klepek klepek padahal seharusnya Tiara hanya menyampaikan pidato yang sewajarnya saja seperti pidatopada umumnya, Tiara pun turun dari panggung yang tentunya kali ini di iringi oleh lagu indonesia Raya.


Reader: mana Bisa gitu Bambank.


Leader: Yah Bisa lah, Apa sih yang nggak bisa Buat kamu.


Reader: Eet dah si Bambank yaudah lanjutin aja.


Tiara turun dari panggung dan di iringi oleh tepuk tangan dan pujian yang sangat meriah dari Mahasiswa dan Mahasiswi yang berada di dalam ruangan tersebut.


“Wah tiara hebat banget yah.”


“Primadona kampus baru nih.”


“Suaranya juga lembut banget loh kayak penyanyi.“


“Udah cantik, kaya, pinter dan Jago masak juga.”


Leader: Yee anying Lu tau dari mana kalo tiara jago masak?. Author aja kagak tau.


Reader: Kan Lu yang Nulis Markonah, Gua timpuk Juga Lu lama lama.


Leader: Eh jangan lah, yaudah lanjut.

__ADS_1


Bahkan tidak jarang terdengar kata kata aneh, nyeleneh, dan bikin pendengar ingin membeli jangkar untuk di lemparkan pada mereka seperti di film film kartun.


“Kyaa, Tiara chan Kawaii.”


“Hukum aku Tiara.”


“Tiara aku padamu.”


“jadikan aku alas kakimu Tiara.”


(* Adegan berbahaya, Kata kata diatas hanya di katakan oleh profesional dan banyak pengalaman, jangan sekali kali di praktekkan di rumah, Oke lanjut.)


Tiara yang mendapat banyak sekali pujian saat itu bahkan tidak terlihat merespon sama sekali ketika berjalan menuruni panggung, reaksi yang dingin itu makin membuat para siswa penasaran dengan karakter Si primadona kampus itu, dan tentu saja itu semakin membuat cowok cowok yang bertipe “M” menjadi semakin gila di buatnya.


Seperti sebuah lirik lagu the changcuters yang sempat terkenal pada masanya “Wanita racun Durian, karna dia butakan semua”.


(* Btw karna author lagi males buat ngebahas upacaranya jadi langsung di tutup aja yah upacaranya, gak penting juga kok, Oke lanjut.)


Setelah upacara penerimaan Mahasiswa dan Mahasiswi baru selesai, para Mahasiswa maupun Mahasiswi langsung balik kanan, bubar jalan, dan kembali ke kelasnya masing masing.


Di lorong menuju kelas, Tiara terlihat sedang berjalan sendirian dalam kesunyian, lorong itu terlihat sedikit gelap karna kurangnya pengcahayaan yang masuk, suara tetesan air yang jatuh karna atap yang sedikit bocor terdengat menggema di sana, angin sepoi sepoi berhembus dan membuat bulu kuduk para pembaca berdiri.


“Eh Ra, masih kenal gue kan?” ucap orang itu sambil menepuk Pundak Tiara.


“Eh Dianra, kamu apa kabar?” sahut Tiara sedikit terkejut.


Orang itu adalah Dianra, salah satu teman Tiara waktu masih SMP. Karena urusan bisnis ayah Dianra yang berada di Luar negeri, Dianra terpaksa ikut ayahnya dan melanjutkan SMA nya di luar negeri, dan baru pulang ke indonesia setelah lulus SMA.


“Eh Ra, kamu apa kabar.?”


“Baik kok Ra, oh iya Ra, kamu kspsn balik dari luar negri?”


“Pas tamat SMA Ra, makanya gue daftar kuliah di sini”


Pembaca : Ra, Re, Ra, Re. Ini si Author gak jelas banget sih.


Leader : Sabar gan, gua bisa jelasin kok, Tiara dan Dianra sama sama berakhiran Ra gan makanya manggilnya Cuman Ra doang. Oke lanjut


Percakapan diantara mereka pun berlangsung sangat lama sehingga membuat author bisa minum kopi, main hp, bales chat, nonton film DLL, sebelum akhirnya mengakhiri percakapan mereka.

__ADS_1


Tiara yang tadinya mempunyai Ekspresi cuek dan dingin, kini terlihat lebih banyak tersenyum dan bermanja Pada Dianra.


Tiara dan Dianra pun mengobrol sambil berjalan menuju ruang kelas mereka yang kebetulan berada di jalur yang sama.


Di sebuah persimpangan, tiba tiba Tiara di tabrak oleh seorang Cowok yang sangat tampan, yap dia adalah si tukang telat Adrian Ardiyansyah.


Karna tubuh Rian yang cukup Kekar, Tiara pun hampir terjatuh setelah di tabrak oleh Rian, untungnya Rian dengan sigap menangkap pinggang Tiara dan Tiara Juga meraih pundak Rian.


Tiara yang harusnya membenci mahluk yang bernama Cowok justru terpesona akan ketampanan Rian yang gak kayak MC novel sebelah, Alien aja gak niat buat ngintipin dia ganti baju apalagi manusia wkwk


Ketampanan Pria itu berhasil menarik perhatian Tiara, dan tentunya Tiara tidak sedang terkena Virus merah Jambu seperti yang tertulis pada novel sebelah yang katanya mampu membuat orang orang tak terkontrol ketika melihal hal hal berbau pink, merah jambu, merah hati atau merah merah pada umumnya, atau bahkan membuat pemompa darah menjadi Dol dan jantung bisa copot kapan saja.


Tiara hanya sedang merasakan perasaan yang namanya “Cinta”, seperti sekuncup bunga yang selama ini membatu dan tidak punya tanda tanda akan mekar, namun tiba tiba mekar sempurna setelah di tabrak oleh Do’i yang selama ini tidak pernah di harapkan oleh Tiara.


Sayangnya mereka tidak sempat melakukan dansa ataupun joget india ketika mereka berpelukan, karna Pria tampan itu dengan sigap melepaskan tangannya dari pinggang Tiara ketika Tiara sudah mendapatkan pijakannya kembali.


Kemudian Pria itu mengambil buku pelajaran milik Tiara yang terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.


“Maaf Mbak, aku buru buru banget, pliss di maafin yah Mbak.” ucap Rian sambil menyatukan kedua tangannya.


Melihat ketulusan Rian meminta maaf dan karna Tiara juga nggak lecet sama sekali Plus perasaan Tiara yang sedang berbunga bunga, Tiara pun memaafkan pria itu tanpa syarat sedikitpun.


“Iya mas gak apa apa, aku juga kan gak terluka, jadi aku maafin kok.” ucap Tiara Tersenyum manis.


Karena Rian sedang buru buru ke ruangan dosen untuk minta maaf karna terlambat di hari pertamanya, Rian pun tidak sempat memperhatikan senyuman manis di pipi Tiara yang bahkan bisa membuat secangkir kopi yang tadinya pahit, menjadi manis walaupun gak di kasih gula.


LEADER: Eh buset, rugi banget hidup lu ndro.


“Makasih banyak yah mbak, aku pamit dulu yah buru buru banget soalnya.” ucap Rian lalu pergi begitu saja.


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo Para Readers gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika ada sepatah kata yang nggak enak di hati kalian, gua gak bermaksud menyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok, Jadi Tolong di pahami yah. :D


Karena Karya ini ikut Lomba yang temanya “Yang Muda Yang Bercinta”, jadi Di mohon untuk selalu memberikan Dukungannya yah gan hehe.


Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia.

__ADS_1


-LEADER


__ADS_2