Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa

Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa
BAB 09 ADU MEKANIK


__ADS_3

Yo Halo Readers.


Kata orang nih yah, Ketika kamu jatuh cinta maka detak jantungmu akan berdetak jauh lebih cepat dari biasanya, apalagi Ketika Kamu melihat orang yang kamu cintai Lewat di depan kamu, itu rasanya jantung udah pengen lompat dari dada kita.


Kemaren aku Ngerasain hal yang kayak itu Gan, Tiba tiba Jantung aku tuh berdetak jauh lebih cepat dari biasanya, bahkan rasanya pengen copot gitu, aku ngerasain hal itu pas ngeliat segerombolan Polisi lalu lintas sedang menilang pengendara yang surat surat kendaraannya tidak lengkap, Apa itu yang dinamakan Cinta yah?.


(* Orang nanya Di jawab Markonah, Bukan diliatin doang)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Buat para Reader Yang udah luangin waktu buat mampir ke karya gua, Gua ucapin Terima kasih banyak Buat kalian.


LEADER Mempersembahkan


*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di sebuah Gudang Kampus, Dua orang pemuda tampan sedang bertatapan dan bersiap untuk adu mekanik.


Di Sisi Timur terdapat si Tukang bikin masalah atau si penjahat K*lamin Arya Arya dan di sisi Barat ada Adrian Ardiansyah si mahasiswa yang tampanya Luar biasa seperti Leader juga sedang mengambil sikap siaga untuk Jual Beli serangan dengan Arya yang saat ini berdiri tegak di hadapannya.


Setelah puas saling pandang, Arya langsung membuka serangan dengan sebuah pukulan yang cukup kuat, namun Rian mampu menepis pukulan Arya dengan mudah.


Tanpa Rian sadari, ternyata pukulan yang dilayangkan oleh Arya hanyalah sebuah pengalih perhatian agar Rian terfokus dan tidak menyadari datangnya serangan lain dari Arya.


Arya dengan sangat cepat melayangkan tendangan putar yang mengarah langsung ke muka Rian.


Untunglah Rian memiliki Refleks yang luar biasa, sehingga Rian berhasil menahan tendangan Arya yang sangat kuat dengan menggunakan lengan dan telapak tangannya.


Arya yang kaget Ketika tendangan miliknya berhasil dihentikan oleh Rian, sontak melompat mundur dan Kembali mengambil posisi siap bertarung.


“Cih, Padahal sebelumnya belum pernah ada yang berhasil menghentikan tendanganku.” Gumam Arya dalam hati.


Disisi lain, Lengan Rian yang menahan tendangan Arya terasa sangat sakit, namun Rian tidak ingin menunjukkan Ekspresi sedang kesakitan pada musuhnya.


“Sial, Tendangannya ternyata sangat kuat, Apa apaan orang ini.” Gumam Rian dalam hati.

__ADS_1


Untunglah Arya sempat mundur dan memberikan Rian waktu untuk memulihkan lengannya yang sakit akibat menahan tendangan Arya.


Setelah sedikit mendingan, Rian memulai menyerang Arya. Rian harus berfokus menyerang agar tidak terjadi kesalahan yang akan membuat Rian kalah, mengingat menyerang adalah pertahanan terbaik, maka yang menyerang terlebih dahulu akan lebih di untungkan dalam pertarungan itu.


Rian terus memberikan pukulan beruntun pada Arya dan tidak memberi Arya kesempatan untuk menyerang balik, setelah memberikan beberapa pukulan, salah satu pukulan Rian berhasil membuat Arya mundur dan terbentur ke dinding.


Rian dengan sigap memukul muka Arya dengan kepalan tangannya, namun Arya berhasil menghindar dan membuat pukulan Rian menghantam tembok.


“Adoh, Si Bambank Maen curang.” Ucap Rian sambil mengibaskan tangannya yang sakit.


Arya tidak memperdulikan keluhan Rian dan langsung mengambil kesempatan untuk Kembali menyerang Rian.


Rian sempat kehilangan fokus karena kesakitan akibat menghantam tembok dengan tangan kosong, hal itu membuat pertahanan Rian menjadi penuh celah dan membuat Arya mempunyai banyak kesempatan untuk menghajar Rian.


“Nice, Sekarang kesempatan gua buat hajar dia.” Gumam Arya dalam hati lalu menyerang Rian


Tentu saja Arya memanfaatkan kesempatan itu dengan sangat baik, Walaupun Rian berhasil menahan beberapa pukulan Arya, sayangnya ada beberapa pukulan yang mengenai perut, dada, dan muka Rian.


Beberapa pukulan Arya berhasil membuat bibir Rian Pecah dan mengeluarkan darah, sudut mata kiri Rian juga ikut memar.


“Heh, Jadi gak ada kata bercanda yah, It’s Okay, Gua serius sekarang.” Ucap Rian sambil mengusap darah yang keluar dari Bibirnya.


Mendengar perkataan Arya barusan membuat Rian sedikit kesal dan berniat bertarung serius.


Rian mulai mendekat secara perlahan ke arah Arya, tatapan Rian berubah menjadi sangat serius, yang terlihat padanya hanya raut muka yang fokus akan pertarungannya dengan Arya.


Melihat hal tersebut Membuat Arya menjadi lebih berhati hati dan lebih fokus dari sebelumnya.


Rian dan Arya mulai menyerang dan diserang Mereka berdua saling memukul dan menepis serangan dengan sangat cepat, Walaupun saling pukul, mereka hampir tidak bergerak sedikitpun dari tempat mereka berdiri.


Gerakan Rian Cukup terbatas Karena luka pada tangan Rian Ketika memukul tembok cukup parah, namun Rian berhasil meredam rasa sakit di tangannya dengan berfokus pada pada pertarungan mereka.


Satu demi satu pukulan mereka saling menembus pertahanan satu sama lain, namun pukulan Rian sedikit lebih kuat dari Arya dan itu membuat Arya kewalahan dengan cepat, sayangnya Luka di tangan Rian memberikan keuntungan yang lebih besar Untuk Arya.


“Sial, Apa apaan orang ini, kenapa pukulannya begitu kuat, bukankah tangannya juga terluka?.” Gumam Arya dalam hatinya.


Disisi lain Tiara yang tangannya terikat ke belakang berusaha untuk melepaskan Dasi yang mengikat tangannya.

__ADS_1


“Ih, Ini ikatannya kok kuat banget sih.” Keluh Tiara sambil berusaha melepas ikatan di tangannya.


Tiara terus mencari cara untuk melepas Dasi yang mengikat tangannya, Tiara berguling kesana kemari di atas matras agar bisa berdiri dan memudahkannya untuk bergerak.


Setelah berguling beberapa kali, Tiara berhasil berdiri dari tumpukan matras tempat dia terbaring.


“Yups, Sekarang tinggal lepasin ikatannya doang, Berjuanglah Tiara.” Gumam tiara sembari mencari pisau untuk memotong ikatannya.


Tiara pun menggeledah barang barang dalam Gudang, Tiara menendang kardus kesana kemari dengan harapan dapat menemukan sebuah pisau.


Tak lama kemudian, terdengar suara Hanphone yang tiba tiba berdering.


Tiara bergegas mencari sumber suara tersebut, Ternyata sumber suara itu adalah Handphone Tiara berada dalam tasnya yang terlempar Ketika Arya menghempaskan Tiara ke tumpukan matras.


Ketila Tiara Mengangkat Teleponnya, ternyata Orang yang menelpon Tiara adalah pak Alex yang saat ini sudah berada di depan gerbang kapus.


“Halo Pak alex, Buruan kesini pak.” Ucap Tiara yang sedang panik.


“Ada Apa Non, kok suara Non Tiara terdengar panik gitu.” Ucap Pak Alex bingung.


“Udah sih pak, gak usah banyak nanya.” Ucap Tiara lalu menutup teleponnya.


Pak Alex menjadi bingung dengan permintaan Tiara yang sama sekali tidak jelas.


“Nah loh, Non Tiara non Tiara, Kan belum di kasih tau lokasinya, hadeh.” Gumam Pak Alex setelah Tiara Menutup telponnya.


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo Para Readers gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika ada sepatah kata yang gak enak di hati kalian yah, gua gak maksud nyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok. Jadi Tolong di pahami yah :D


Karena Karya ini Ikut Lomba Yang Muda Yang Bercinta, jadi Dimohon untuk selalu memberikan Dukungannya yah gan hehe.


Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia


-See You

__ADS_1


-LEADER


__ADS_2