
Andai ku malaikat~
Ku potong sayapku~
Dan rasakan perih~
Di dunia bersamamu~
Yo halo Readers
Buat kalian yang udah mampir, Gua ucapin terima kasih banyak, Jangan lupa jaga kesehatan yah, seperti kata iklan di TV “Orang pintar tidak masuk angin” dan selamat membaca.
LEADER Mempersembahkan
*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah membawakan mata kuliah, Pak Dosen akhirnya keluar dari ruangan dan meninggalkan luka yang sangat dalam, katanya “Yang lalu masih ingat kan?,” padahal menurut gua biarlah yang lalu tetap berlalu Pak Dosen dan biarkan kami menatap ke depan, agar kami bisa melangkah dan meraih masa depan yang menunggu kami pak dosen, jangann Biarkan kami terpuruk dan meratapi masa lalu.
Pembaca : Eh Thor jangan curhat lah, Gua lagi gak mod dengerin curhat Lu nih.
Leader : Jahat banget Lu jadi Readers, Yaudah Kita lanjut.
Setelah Pak Dosen pergi dari Kelas, Suasana yang tadinya sunyi mendadak Jadi sangat ribut.
Anehnya mahasiswa dan mahasiswi membagi kelompok masing masing seperti sudah di rencanakan Sejak awal, yang membuat Author Heran adalah kelompok mereka begitu teratur dan rapih, tidak seperti ketika pak dosen menyuruh para pelajar membuat kelompok belajar.
Kelompok Ciwi ciwi berkumpul di dekat tempat duduk Rian dan mereka mengelilingi Rian seakan Rian sedang jualan Seblak.
Dan kelompok Cowok cowok tentunya menghampiri Tiara, mereka mengelilingi Tiara seakan Tiara sedang jualan seblak juga.
Leader : emang kalian pikir cuman Ciwi ciwi yang suka seblak?, Tentu saja tidak Ferguso, Oke lanjut.
“Eh Tiara, entar malem ada waktu nggak?, kalo ada mau dong aku kenalin ke orang tua aku.”
“Tiara, makanan kesukaan kamu apa?, kali tau kita Punya selera dan rasa yang sama.”
“Tiara, kamu cantik banget deh.”
“Tiara, apa kamu itu seorang bidadari yang di takdirkan untukku?.”
“Tiara, kalau kamu jadi Jadi bunga, aku mau deh jadi pagar, biar bisa lindungin kamu dari segala mara bahaya gitu.”
__ADS_1
Dan masih banyak lagi gombalan gombalan para lelaki bucin dan tidak berfaedah yang mereka lontarkan pada Tiara, mereka tidak sadar bahwa Tiara tidak memperdulikan omongan mereka yang tidak berfaedah sama sekali.
Tiara hanya memperhatikan Rian yang sedari tadi di kelilingi oleh Ciwi ciwi yang menurut Tiara mereka adalah ciwi ciwi genit, tapi menurut Author mereka adalah Ciwi ciwi manis nan imut yang haus akan kasih sayang.
Melihat Rian dengan senyuman manisnya malah meladeni Ciwi ciwik yang mengelilinginya membuat Tiara ingin menggit Ciwi ciwi yang sedang mengelilingi Rian satu per satu, namun sayangnya apalah daya Tiara hanyalah sebatas teman sekelas untuk Rian.
Leader : Jatuh cinta ternyata cukup menakutkan yah. Oke lanjut
Untunglah Dianra segera datang dan dengan cerianya menembus lautan buaya darat yang sedang hinggap di dinding untuk menemui teman masa kecilnya itu.
“Yahho Tiara, I Am Coming.” Sahut Dianra dari kejauhan.
Dianra langsung menepuk pundak Tiara, seketika lamunan Tiara langsung hancur lebur berkeping keeping bagaikan hati Author ketika di tolak Oleh Do’i namun sayangnya Author gak pernah di tolak karna memang gak pernah nembak Cewek wkwk.
“Eh dianra, Udah selesai kelasnya?.” Tanya Tiara sedikit Kaget.
“Udah dong, ke kantin yuk.” Ajak Dianra.
Tanpa basa basi Tiara langsung menyetujui ajakan Dianra untuk pergi ke kantin.
Ketika mereka hendak berangkat, Dianra secara tidak sengaja Melihat Rian yang sedang di kerumuni oleh banyak Cewek di dalam kelas.
“Eh bentar, Itukan si mas mas ganteng tadi pagi kan?.” Ucap Dianra lalu menghentikan langkahnya.
“Ih, Tiara Lepasin, gue mau kenalan dulu sama mas mas ganteng itu.” Ucap Dianra berusaha memberikan perlawanan.
Namun Tiara tak gentar sedikitpun dengan perlawanan Dianra yang sia sia.
“Udah sih, kenalannya kapan kapan aja, nih Buaya betina kekeh banget sih.” Gumam Tiara sambil menarik Dianra keluar kelas.
Karna perlawanan Dianra berhasil di tahlukkan oleh Tiara, Dianra pun menyerah dan mengikuti keinginan Tiara dan berangkat ke kantin.
Dalam perjalanan menuju kantin Dianra tak henti hentinya mengomel pada Tiara yang terus memaksanya ke kantin dan membuat kesempatan Dianra untuk Berkenalan dengan Rian jadi tertunda
“Ya ampun Tiara, Harusnya Lu Ngasih Gue kesempatan Buat deketin Mas Mas ganteng tadi.”
“Gara gara lu Gue kehilangan kesempatan, Hiks.”
“Kalo Gue yang sekelas ama dia nih yah, udah gue sambet dari tadi tuh orang.”
“Eh Ra, kok lu gak bilang sih, kalo lu satu kelas ama si tampan.”
Tiara Hanya acuh tak acuh pada omelan omelan Dianra yang sangat ingin berkenalan dengan Rian.
__ADS_1
“Orang Aku aja baru tau DIanra.” Ucap Tiara sembari menghela nafas Panjang.
Di lorong menuju kantin, terlihat sekumpulan Buaya darat sedang nongkrong dan sedikit menghalangi jalan.
Ekspresi Tiara yang tadinya dingin bagaikan es kini berubah menjadi api amarah yang membara bagaikan magma di gunung yang siap meledak kapan saja.
Mata Tiara berubah, bagaikan seorang yang berada di ambang amarah dan kesedihan.
Dianra yang menyedari ekspresi Tiara yang sedikit aneh langsung menghentikan ucapannya dan bertanya pada Tiara.
“Eh Tiara, Lu kenapa sih?, Marah ama gue?.” Tanya Dianra Sedikit bingung
“Enggak kok Ra, bukan ama kamu.” Sahut Tiara singkat
Tiara yang berjalan ke sana awalnya berusaha mengontrol emosinya karna salah satu diantara mereka adalah orang yang Tiara paling Benci di Dunia.
Orang itu Bernama Randi Arya, Dia adalah Cowok tidak bertanggung jawab yang telah Membuat Key bunuh diri.
Ketika Tiara hendak melewati mereka, Arya yang tadinya bersandar di tembok bangunan kampus tiba tiba berjalan dan menghalangi jalan Tiara dan Dianra.
“Hei, Primadona kampus lewat nih, kenalan dong.” Ucap Arya sambil Tersenyum kecil
Seketika Tiara mulai naik pitam, Kebenciannya yang sangat dalam membuat Tiara menjadi mudah marah hanya karna sedikit pancingan dari Arya.
Tiara yang sudah tidak dapat mengendalikan emosinya langsung memukul Muka Arya dengan buku yang selalu di bawa oleh Tiara, sayangnya pukulan Tiara tidak terlalu berarti untuk Arya.
Tiara terus memukul Arya tanpa henti, di ikuti dengan air mata Tiara yang juga terjatuh tanpa henti karena mengingat mendiang sahabatnya yang bunuh diri gara gara Cowok B*rengs*k itu.
“Gara gara lu Cowok S*alan.” Ucap Tiara yang menangis sambil memukul Arya
Melihat sikap Tiara yang tidak seperti biasanya membuat Dianra sedikit panik, namun akhirnya Dianra berhasil menghentikan amukan Tiara dan membawa Tiara segera menjauh dari tempat itu.
Bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yo halo Para Readers gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika ada sepatah kata yang gak enak di hati kalian yah, gua gak maksud nyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok. Jadi Tolong di pahami yah :D
Oh iya, Author mau minta maaf karna gak update beberapa hari, karna kerjaan menumpuk gan.
Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia
-LEADER
__ADS_1