Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa

Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa
BAB 11 MASUK KAMPUS


__ADS_3

Yo Halo Readers.


Orang yang benar benar tulus mencintai kamu akan terus berlari mengejar kamu kemanapun kamu pergi.


Tapi kamu harus tahu, ada saatnya seorang pelari menghentikan langkahnya, yaitu ketika mencapai garis finish.


Dan kamu harus tahu juga, garis Finish yang mereka kejar bukan hanya ketika mendapatkanmu, melainkan ada satu garis finish lagi, yaitu “Lelah”.


Jadi Tidak selamanya orang yang benar benar mencintaimu akan berhenti ketika menggapaimu, kadang mereka berhenti ketika mereka benar benar Lelah, dan itu karena kamu sendiri yang tidak memberinya Ruang untuk Lebih Percaya diri hehe.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Buat para Reader Yang udah luangin waktu buat mampir ke karya gua, Gua ucapin Terimakasih banyak Buat kalian.


LEADER Mempersembahkan


*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Karena Refleks Tiara yang luar biasa, secara tidak sadar Tiara memberikan gamparan maut yang penuh kasih sayang dan tepat mengenai muka Rian.


“Aduh Maaf yah, Aku nggak sengaja Sumpah.” Ucap Tiara dengan raut muka bersalah setelah menampar Rian.


“Eh iya Mbak, Aku faham kok.” Sahut Rian memaklumi sikap Tiara.


Setelah menampar orang yang baru saja menolongnya, Muka Tiara langsung memerah karena malu dan merasa sangat bersalah, Ekspresi Tiara yang sangat manis ketika mukanya memerah berhasil membuat Jantung Rian Degdegan dan Juga membuat Rian terpesona.


“Gilak, Nih Cewek cantik banget sumpah, Pantes si Bambank Nyulik Dia.” Ucap Rian dalam hati.


Rian terus menutupi bibirnya yang berdarah akibat tamparan Tiara agar Tiara tidak semakin merasa bersalah, Sayangnya Tiara langsung menarik tangan Rian yang iya gunakan untuk menutupi bibirnya.


“Ini Tangan kamu parah banget.” Ucap Tiara sedikit panik sembari memegang tangan Rian yang memar.


“Nggak apa apa kok mbak, luka kayak gini doang mah udah biasa.” Sahut Rian menenangkan Tiara


“Gak apa apa Giman-“


“Ya Ampun itu bibir kamu darahnya banyak banget loh.” Tiara semakin panik setelah melihat Bibir Rian yang terus mengeluarkan darah.


Tiara yang semakin panik berusaha untuk menenangkan diri agar situasinya tidak menjadi semakin parah.


“Pokoknya kamu Duduk Dulu, Aku bersihin Luka kamu pake anti septic yah.” Ucap Tiara sambil menggeledah Tas miliknya.

__ADS_1


Sebelum Rian sempat duduk, Tiba tiba Dia melihat bayangan Arya sedang mengayunkan Togkat Baseball Ke Arah Mereka berdua.


“Awas Mbak.” Ucap Rian lalu mendorong Tiara ke Arah Tupukan matras.


Karena harus menjauhkan Tiara Terlebih dahulu, Rian pun tidak sempat menghindari Serangan Arya dan Ayunan Tongkat Baseball itu berhasil menghantam kepala Rian dan membuat darah bercucuran dari kepalanya.


“Gua bunuh Lu B*ngs*t.” Ucap Arya sembari mengayunkan Tongkat Baseball yang ia pegang


Rian, dengan sigap bangkit dari lantai dan berusaha menghindari serangan serangan yang di lancarkan oleh Arya.


Arya terus mengayunkan Tongkat Baseball itu untuk menghajar Rian, namun Rian berusaha untuk menghindari serangan seranga Arya, sayangnya Rian tidak berhasil menghindari semua serangan yang di berikan Oleh Arya dan beberapa ayunan tongkat Baseball harus di tahan dengan lengan dan beberapa berhasil mengenai rusuk Rian .


Ketika Arya kembali mengayunkan Tongkat Baseball yang iya pegang, Rian langsung melompat lalu berputar di udara dan membuat ayunan Tongkat Baseball melewati Rian tanpa mengenainya sama sekali.


Ketika Rian Berputar di udara, Rian mengayunkan kaki kanannya dan berhasil mendaratkan tendangan yang sangat keras tepat di leher Arya, Seketika Arya Terhempas dan langsung pingsan.


Tiara yang tadi di dorong kematras oleh Rian sontak berdiri dan dan bergegas mendekati Rian setelah melihat Rian mengerang kesakitan.


“Kita ke Rumah sakit sekarang yah.” Ucap Tiara sembari memapah tubuh Rian yang sudah kesusahan untuk bergerak.


“Nggak apa apa mbak, Aku baik baik aja kok.” Sahut Rian berusaha menenangkan Tiara yang semakin panik.


“Nggak apa apa gimana, itu kepala kamu berdarah gitu loh.” Ucap Tiara sambil mengernyitkan keningnya.


“Pokoknya sekarang kita ke rumah sakit.” Ucap Tiara tidak mau tahu.


Tiara berusaha memapah tubuh Rian dan membantunya berjalan keluar dari gudang.


Setelah Keluar dari gudang, Tiba tiba seseorang mendekati mereka.


“Non Tiara.” Teriak Pak Alex dari kejauhan.


Melihat Pak Alex yang berteriak dari kejauhan membuat perasaan Tiara sedikit lega.


“Pak, Buruan Ke sini.” Sahut Tiara.


Pak alex langsung mendekati mereka berdua dan langsung membantu Tiara memapah tubuh Rian.


“Pak Alex kemana Aja sih?.” Ucap Tiara sedikit kesal.


“Yah maaf Non, Kan Bapak nggak di kasih tahu Lokasi Non, Di telponin balik juga gak di jawab.” Sahut Pak Alex dengan nada sedikit ragu.


Tiara sempat terdiam sejenak dan mengingat kejadian tersebut yang ternyata memang benar seperti yang dikatakan Pak Alex.

__ADS_1


“Yaudah, sekaran kita antar dia ke rumah sakit.” Sahut Tiara sembari menenangkan diri.


Rian pun di rawat di rumah sakit terdekat, seluruh biaya rumah sakit di tanggung oleh Tiara untuk membalas budi karena telah di tolong oleh Rian, bahkan sesekali Tiara datang menjenguk Rian, membawakan beberapa bingkisan dan bunga.


Tak terasa Sebulan pun berlalu sejak Rian dirawat di rumah sakit, dan hari ini Rian akhirnya diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan kembali melakukan aktifitas kampus.


Ketika Rian kembali ke kampus, para Ciwi ciwi cantik nan imut jadi gempar akan kedatangan Rian, mereka seakan sedang melihat Host uang kaget sedang berjalan menuju targetnya.


“Eh lihat deh, itu kan Adrian anak Informatik.”


“Eh iya bener, kyaa ganteng banget yah.”


“Eh si ganteng akhirnya masuk lagi tuh.”


“Howa,keren banget yah dia.”


Dan masih banyak lagi pujian pujian dari Ciwi ciwi manis nan imut yang mereka lontarkan pada Rian, kata kata yang selama ini Author idam idamkan, sayangnya itu semua hanya angan angan.


Seketika suasana kampus pun menjadi sedikit riuh, di sana sini hanya terdengar Suara Ciwi ciwi yang sedang menggibah dan membicarakan tentang Rian yang sudah Kembali ke kampus.


Bahkan ketika berada dikelas, banyak sekali Ciwi ciwi imut nan gemesh yang mendekati Rian secara langsung dan melontarkan pertanyaan pertanyaan yang jawabnya hanya di ujung langit, kita ke sana dengan seorang anak, anak yang tang-


Reader: Eh Bambank, Gua lagi serius baca lu malah nulis lagunya Dragonball.


Leader: Yamaap, keceplosan.


Para ciwi ciwi cantik nan gemesh mengelilingi Rian dan melontarkan pertanyaan dan pernyataan nyeleneh tapi aku suka, suka ama kamu maksudnya, iya kamu.


“Kamu katanya masuk rumah sakit yah, kenapa gak bareng aja, soalnya aku juga butuh dokter cinta.”


“Kacian banget, Sini aku peyuk.”


“Sekarang kamu Udah sehat kan, yaudah langsung pelaminan aja Yok.”


Dan masih banyak lagi kata kata manis nan manja yang di dapat oleh Rian di hari pertamanya masuk kampus setelah cuti selama satu bulan lebih.


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo Para Readers gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika adase patah kata yang nggak enak di hati kalian yah, gua gak bermaksut menyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok. Jadi Tolong di pahami yah :D


Karena Karya ini ikut Lomba yang temanya “Yang Muda Yang Bercinta”, jadi Di mohon untuk selalu memberikan Dukungannya yah gan hehe.

__ADS_1


Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia


-LEADER


__ADS_2