
Hei You, iya Kamu, tahu nggak Ada berapa Benua di muka bumi?.
Yap, di muka bumi ini terdapat tujuh benua, yaitu Benua Afrika, Benua Asia, Benua Antartika, Benua Australia, Benua Eropa, Benua Amerika Utara dan Benua Amerika Selatan.
Tapi Bukan hanya itu loh, dari beberapa sumber dikatakan bahwa Pada Tahun 1642 seorang Pelaut asal Belanda yang Bernama Abel Tasman mengaku telah menemukan benua Kedelapan yang Bernama Benua Zealandia Loh.
Tapi diantara delapan Benua itu, Aku hanya Ingin Menua Bersamamu Kok :)
(*Cowok gak termasuk Loh yah)
Jangan lupa jaga kesehatan yah, dan selamat membaca.
LEADER Mempersembahkan
*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dianra berhasil membawa Tiara menjauh dari Arya dan membawa Tiara menuju kantin, dalam perjalanan, Dianra berjalan menuju kantin sembari memeluk Tiara yang terus meneteskan air mata.
Beberapa Mahasiswa dan Mahasiswi yang melihat kejadian itu hanya terdiam dan bahkan tidak melakukan apa apa, bukan berarti mereka Tidak peduli pada si Primadona Kampus itu, melainkan mereka tidak tau harus merespon bagaimana atau bahkan harus berbuat apa.
Sesampainya di kantin, Dianra sengaja memilih meja kosong yang berada di dekat taman karena suasananya lebih tenang.
“Eh Ra, Kamu kenapa sih?. Kok tiba tiba mukulin orang?.” Tanya Dianra Bingung
“Enggak apa apa kok Dianra.” Sahut Tiara sambil menghapus air matanya.
“Enggak apa apa gimana?. Jelas jelas Kamu bertingkah aneh loh Tiara.” Ucap Dianra sembari mengernyitkan keningnya.
Karena terus di desak oleh Dianra bagaikan Doi yang ngechat siang malem pagi petang dan sebagainya, Akhirnya Tiara menyerah dan menceritakan kisah kita yang telah lama kita jalani.
Tiara menceritakan tentang Arya yang telah membuat sahabatnya sewaktu SMA bunuh diri, hal yang tidak bisa di lupakan oleh Tiara walaupun telah berlalu cukup lama.
“Hah, maksud Kamu si Key?.” Tanya Dianra yang kaget setelah mendengar cerita Tiara.
“Kamu kenal Key?.” Tanya Tiara dengan nada suara yang masih serak.
“Enggak sih, tapi kan gue sering liat Lu foto bareng dia di medsos.”
Tiba tiba Tiara Kembali meneteskan air mata setelah mengingat Kembali tentang sahabatnya yang sangat dia sayangi itu.
“Iya Ra, Dia tuh udah bikin Key bunuh diri.” Ucap Tiara yang Kembali menangis.
Melihat Tiara menangis membuat Dianra langsung mendekap Kepala Tiara lalu mengelus kepalanya sembari berkata.
“Kamu yang sabar yah Ra.” Ucap Dianra Lembut
__ADS_1
Tiara yang tidak bisa menghentikan tangisnya hanya bisa mengangguk dalam pelukan Dianra sampai dia merasa sedikit tenang.
Setelah Tiara mulai merasa tenang, Dianra pun memesan makanan untuk mereka berdua agar Fikiran Tiara Teralihkan.
“Aku pesen makan dulu yah Ra, Kamu tunggu sini, jangan kemana mana loh yah.” Ucap Dianra lalu meninggalkan Tiara
“Iya Dianra, bawel ih, kayak emak emak jualan ikan aja.” Sahut Tiara singkat
Setelah makan siang, Mereka berdua Kembali ke kelas untuk mengikuti mata kuliah yang di berikan dosen.
Setelah mata kuliah berakhir, Dianra Kembali menjemput Tiara di kelasnya yang ramainya bagaikan rombongan ikan tuna yang sedang mengejar cintanya.
Leader: Eh bentar, emg ikan tuna punya kisah asmara juga?.
Reader: Kan lu yang nulis bambak.
Leader: Eh iya yak wkwk, oke lanjot.
Setelah mengikuti seluruh Mata kuliah, Dianra datang menjemput Tiara dan mengajaknya pulang.
“Yahhalo Tiara, I Am Coming.” Ucap Dianra dari pintu masuk kelas.
Setelah mencuri perhatian Para Mahasiswa yang ada dalam Ruangan, Dianra langsung mendekati Tiara tanpa memperdulikan para Buaya yang sedang menatapnya seperti sedang melihat uang merah tercecer di jalan.
“Eh Tiara, Pulang Bareng yuk, aku anterin sampe rumah, kebetulan aku bawa mobil sendiri.” Ajak Dianra.
“Mmm Ayok.” Sahut Tiara Mengiyakan.
Dalam perjalanan Dianra hanya sibuk membicarakan ketampanan Rian yang sudah berhasil mencuri hatinya.
“Sumpah loh, Cowok yang ada di kelas kamu tuh gantengnya bukan main yah, gak kebayang deh kalo dia tiba tiba nembak aku.” Ucap Dianra kegirangan sambil memegangi pipinya.
Tiara hanya mendengar ocehan Dianra dan hanya merespon seadanya, menurut Tiara omongan dianra sama seperti Lagu balonku ada lima, yang rupa rupa warnanya tapi isinya cuman angin doang.
“Eh Ra, ngomong ngomong kok aku nggak liat cowok tadi di kelas kamu yah?.” Tanya Dianra Penasaran.
“Nggak tau, soalnya dia nggak masuk Mata Kuliah terakhir.” Sahut Tiara datar.
“Seriusan.?” Sahut Dianra sambil mengernyitkan keningnya.
“Iya serius, Kayaknya Dia Bolos deh.” Ucap Tiara Sedikit Ragu.
“Heh, mungkin dia ada urusan yang sangat penting kali, makanya nggak masuk.” Sahut Dianra Singkat.
Leader: Ini kalo aku yang bolos pasti udah di bilangin yang enggak enggak
Reader: Makanya Ganteng Bambank.
__ADS_1
Leader:
Di sisi lain Rian baru saja selesai membantu mengerjakan beberapa berkas milik Pak Alvin, Rektor Universitas Negri Indonesa.
“Ini Om Udah selesai.” Ucap Rian sambil menyodorkan setumpuk kertas.
“Bapak periksa dulu yah, kamu duduk dulu.” Sahut Pak Alvin.
Pak Alvin pun memeriksa lembaran berkas itu satu demi satu dengan sangat teliti, betapa terkejutnya dia Ketika tidak menemukan satupun kesalahan dalam pengerjaan berkas yang dikerjakan oleh Rian.
“Kamu beneran masih anak Kuliahan kan?.” Ucap Pak Alvin dengan raut muka takjub.
“Yah Masih lah Om, Kan aku setor dokumen ke Om pas mau masuk.” Ucap Rian sedikit Bingung.
“Maksud Om, untuk seukuran Mahasiswa, Kamu itu terlalu hebat sampai bisa mengerjakan berkas seperti ini dengan sempurna.” Jelas Pak Alvin.
“Oh itu, Aku sering bantuin Papah ngerjain berkas Om, makanya aku bisa ngerjain itu juga.” Sahut Rian Singkat
Di sisi lain, Dianra yang sedang menuju gerbang kampus tiba tiba mendapat telepon.
“Bentar yah Ra, Aku angkat telepon dulu.” Ucap Dianra sembari mengambil Handphonya.
“Iya, silahkan Dianra.” Sahut Tiara.
Dianra pun mengangkat telepon yang ternyata dari Ayahnya, Ayah Dianra Menyuruhnya segera ke Rumah sakit Karena adiknya mengalami kecelakaan dan dan masuk rumah sakit.
“Iya Pah, Aku segera kesana yah.” Ucap Dianra lalu menutup Teleponnya.
“Kamu Kenapa Dianra, Kok tiba tiba cemas gitu?.” Tanya Tiara Penasaran.
“Ini Ra, Maaf yah, aku nggak bisa nganterin kamu Pulang, Adik aku kecelakaan dan sekarang masuk rumah sakit.” Ucap Dianra dengan nada Cemas.
“Serius?. Yaudah, sekarang kamu ke rumah sakit aja gak apa apa, nanti aku minta sopirnya papah aku buat jemput kok.” Sahut Tiara sedikit terkejut.
“Maaf yah Ra.” Ucap Dianra sekali lagi.
“Iya ngak apa apa kok, Kamu buruan Gih.” Sahut Tiara.
Dianra pun Menuju Rumah sakit dan meninggalkan Tiara.
Bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yo halo Para Readers gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika ada sepatah kata yang gak enak di hati kalian yah, gua gak maksud menyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok. Jadi Tolong di pahami yah :D
__ADS_1
Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia
-LEADER