
Yo halo para readers yang cantik cantik dan ganteng ganteng.
Jika hari kalian buruk, jangan lupa agar tetap menyerah dan jangan semangat yah, karna besok akan lebih parah.
Pembaca : Sadis amat Lu Thor.
Author : Canda Bambank, maksud Gua jangan lupa untuk tetap semangat dan jangan menyerah :D
Buat kalian para Readers Gua ucapin terima kasih karna udah mampir dan selamat membaca.
LEADER Mempersembahkan
*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Eh Tiara, tuh Cowok tadi Ganteng banget yah?, Pasti enak banget deh punya pacar seganteng dia.” Ucap Dianra kegirangan.
“Yah Umm, Entahlah.” sahut Tiara Singkat
“Kamu mah gitu Tiara, emang tuh Cowok tadi bukan selera Kamu?.”
“Berisik Dianra, jangan ngomongin Cowok mulu ah.”
Tiara pun pergi meninggalkan Dianra yang sedang berbunga bunga karna melihat Cowok tampan yang menabrak Tiara tadi.
“Tapi yah kalau di fikir fikir, Cowok tadi memang ganteng banget sih.” Gumam Tiara dalam hati
“Eh, kok aku mikir gitu sih, hus hus.”
Tiara pun mengusir jauh jauh pikirannya yang sempat menganggap Rian itu ganteng.
“Inget tiara, semua Cowok itu sama aja, sama sama br*ngsek, kamu harus jauh jauh dari mereka biar gak ngalamih hal yang sama kayak Key.” Lanjut Tiara sembari menepuk Pipinya
Leader: Yaelah Tiara, yang nyuruh lu cobain semua cowok siapa?, garing yak wkwkw oke lanjut.
Dianra yang tadinya cuman diem diem dan memandang kearah Rian Berlari yang tentunya sudah menghilang dari pandangan dan meninggalkan kenangan indah di hati Tiara yang tidak mungkin Tiara Lupakan semasa hidupnya, akhirnya mulai menyusul Tiara yang sedang berjalan menuju kelas.
Karena kelas Dianra berada sedikit jauh dari kelas Tiara, Dianra pun meninggalkan Tiara di pintu masuk kelas Tiara lalu bergegas menuju kelasnya.
__ADS_1
“Eh Tiara Gue tinggal di sini yah, soalnya kelas Gue di Sebelah.” Ucap Dianra sambil berjalan Meninggalkan Tiara.
“Iya Dianra, makasih yah udah nganterin aku.” Sahut Tiara lalu masuk ke kelasnya.
Beberapa lama setelah Tiara duduk di kelas dan membaca buku pelajaran untuk mengisi kekosongan hatinya, tiba tiba dari arah pintu masuk terlihat seorang pria yang ngos ngosan karna habis berlari kesana kemari mengejar do’i yang tak kunjung dia dapatkan.
Dia adalah si tukang telat Adrian Ardiyansyah, walaupun gak telat masuk kelas sih karna dosen belum ada di kelas saat itu, tapi karna Author bilang dia tukang telat, berarti kalian juga harus menganggap Rian itu tukang telat. Oke lanjut
Tiara yang melihat Rian masuk ke kelas yang sama dengannya, hal itu Membuat Tiara menjadi sedikit malu, muka Tiara jadi merona dan jatungnya berdetak lebih cepat.
“Omg, jadi dia sekelas sama aku gitu?.” Gumam Tiara dalam Hati.
Tiara yang berada di ambang senang, dilema dan galau itu memalingkan pandangannya karna tidak ingin Rian Melihat mukanya yang merona.
Namun usut punya usut si do’i bukannya menjauh justru malah mendekat dan duduk di dekat Tiara, muka Tiara semakin merona karna Rian yang seenak jidat duduk di dekat Tiara yang hatinya sedang mekar di musim semi.
“Astaga mas, bisa liat suasana gak sih.” Gumam Tiara dalam hati
“Eh, Mbak yang tadi kan, Maaf yah Mbak, bukannya tanggung jawab udah nabrak Mbak, aku malah pergi gitu aja.” Ucap Rian yang kembali meminta maaf
Tiara yang mendengar permintaan maaf dari Rian, langsung berusaha mengontrol Emosinya yang sedang berbunga bunga, lalu membalas perkataan Rian.
“Iya Mas, nggak apa apa kok.” Ucap Tiara tersenyum Manis.
“Omg, muka aku gak merah kan?, trus gak ada sesuatu yang aneh di muka aku kan?, Make up ku nggak berantakan kan?.” gumam Tiara dalam hati.
“Syukurlah, makasih yah Mbak, oh iya, Mbak cantik kalo lagi senyum.” Bisik Rian Lalu meninggalkan Tiara
Setelah mengatakan itu, bukannya tanggung jawab, Rian malah langsung pergi ke kursi depan.
Rian terlihat duduk santai dengan muka polos tanpa dosa dan menunggu kedatangan dosen untuk memberikan pelajaran.
Tiara yang mendengar pujian Dari Rian hampir saja terbang, melayang, melintasi ruang malam dan kegirangan tidak karuan, untunglah Tiara berhasil mengontrol Emosinya dan tidak sampai melompat salto salto karna sangking senangnya.
“Omg hello, Dia barusan bilang cantik kan?, aku gak salah denger kan?, astaga kok aku bisa sesenang ini sih, padahal kata itu kan udah sering aku denger.”
Tak lama kemudian dosen pun datang dan memulai Mata Kuliah.
Di dalam kelas Rian hanya terlihat fokus mencatat Mata Kuliah yang di Bawakan oleh Dosen, dia tidak terlihat sedikitpun memperhatikan sekitarnya, bahkan dia tidak pernah menaggapi pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan oleh dosen.
__ADS_1
Berbeda dengan Tiara, semua pertanyaan dosen di libas habis tak bersisa oleh Tiara, Setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen akan di jawab dengan benar oleh Tiara, tentunya dengan jawaban yang singkat, pada dan jelas.
Hal itu membuat seluruh perhatian di kelas tertuju pada Tiara si Primadona baru kampus dan mendapat pujian dari teman sekelasnya walaupun mereka hanya berbisik tapi bisikan mereka cukup keras untuk membuat suasana kelas menjadi seperti pasar.
“Eh Tiara hebat banget yah.”
“Iya yah, kayaknya kelas kita bakalan jadi yang terbaik deh.”
“Wah beruntung banget deh sekelas sama Tiara.”
“Kira kira Tiara mau nggak yah jadi pacar Gua.”
“Ngimpi lu ndro.”
“Tiara Chan kawai :v.”
Karna sudah terbiasa dengan pujian dan reaksi seperti itu, Tiara hanya terlihat acuh tak acuh dan tidak menanggapi mereka sama sekali.
Tapi ada satu hal yang mengganggu di benak Tiara, yaitu Rian yang sama sekali tidak bergeming bahkan tidak merespon sama sekali terhadap kehebatan Tiara.
“Ih tuh orang knapa sih.” Ucap tiara dalam hati.
Tiara secara tidak sadar menunggu perhatian dari Rian, entah kenapa Tiara sangat Berharap agar Rian menoleh ke arahnya lalu memujinya seperti yang di lakukan mahasiswa lain.
Namun Do’i tak kunjung gentar dan hanya berfokus pada dunianya sendiri.
Tiara merasa sedikit kesal sekaligus penasaran dengan Rian, secara baru kali ini ada Orang yang terlihat tidak tertarik sama sekali dengan si gadis sempurna sang Primadona kampus itu.
“Eh kok Aku jadi gini sih, gak boleh gini Tiara, Kamu harus fokus.” Fumam Tiara dalam hati.
Tiara yang sedari tadi mengharapkan perhatian dari Rian langsung mengusir jauh jauh harapannya itu dan mulai berfokus pada Mata kuliah yang di berikan oleh dosen yang ada di hadapannya.
Bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yo halo Para Readers Gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika ada sepatah kata yang gak enak di hati kalian yah, gua gak maksud nyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok. Jadi Tolong di pahami yah :D
Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia.
__ADS_1
See You
-LEADER