Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa

Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa
BAB 18 ICE CREAM


__ADS_3

Sebelum Mulai akum Gua nyanyi dulu.


Oh mungkinkah diri ini~


Dapat Merubah Buih~


Yang memutih~


Menjadi Permadani~


Seperti pinta~


Yang kau Ucap~


Dalam janji Kita~


Reader: Set dah, Lebih merdu pas Lu diam Thor.


Leader: Memang benar bahwa neraka adalah urusan tuhan, tapi mengirimmu pada tuhan adalah urusanku, jadi persiapkan dirimu.


Reader: Nah gitu dong, Emosi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Buat para Reader Yang udah luangin waktu buat mampir ke karya gua, Gua ucapin Terimakasih banyak Buat kalian.


LEADER Mempersembahkan


*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah perjalanan selama beberapa jam, Tiara, Rian, Dianra dan Iskandar akhirnya sampai ke pantai Bali, dimana mereka berempat sedang berlibur.


Karena Ayah Tiara memiliki Hotel Pribadi di dekat pantai itu, mereka berempat langsung menuju ke hotel untuk beristirahat.


Di sana Ayah Tiara yaitu Adam Marthin dan Istrinya Rozh Marthin telah menunggu kedatangan mereka.


Setelah mereka Berempat sampai ke depan Pintu masuk Hotel, Tiba tiba Empat orang penjaga Hotel menyerang mereka.


Mereka berempat langsung menyerang Rian dan Iskandar yang baru saja Tiba.


Rian dan Iskandar langsung melayani mereka berempat karena langsung di serang sebelum sempat berbicara.


Pertarungan kecil pun terjadi Di depan Pintu masuk Hotel.


Walaupun mereka menang jumlah, Namun Rian dan Iskandar berhasil menekan mereka berempat, bahkan dua orang di antara mereka sempat terkena beberapa pukulan dan mengeluarkan darah dari hidungnya setelah bertarung dengan Rian dan Iskandar.

__ADS_1


Ketika Empat orang penjaga tadi Kembali ingin menyerang, tiba tiba seseorang menghentikan mereka.


“Sudah, Cukupkan sampai Di situ.” Ucap Orang itu.


Orang itu berjalan dari dalam hotel sambil bertepuk tangan. Orang itu adalah Bodyguard yang menjaga Adam Marthin sekaligus mengawalnya kemanapun dia pergi.


Orang itu Bernama William, salah satu pemegang gelar Bodyguard terbaik si Indonesia, bahkan Dia sudah sering memenangkan turnamen bela diri dan mempunyai banyak penghargaan.


“Hebat hebat, Kalian pantas menjadi Bodyguardnya Non Tiara.” Ucap orang itu sambil menepuk tangan.


“Oh enggak Om, Bodyguardnya Mbak Tiara Cuman Aku.” Sahut Rian.


“Heh.” Ucap Orang itu singkat.


Setelah mengatakan itu, William langsung menyerang Rian dengan beberapa Pukulan yang sangat keras, bahkan salah satu pukulannya mampu menembus pertahanan Rian dan mendarat tepat di keningnya.


Rian Langsung membalas dengan serangan bertubi tubi, namun Serangan yang dilancarkan oleh Rian berhasil di patahkan dengan Mudah oleh William.


Karena Sudah lama Tidak melawan orang yang lebih kuat darinya, Kali ini Rian menjadi lebih bersemangat dan menikmati pertarungannya dengan William.


Satu demi satu serangan William berdatangan dan tidak mampu dihalau sepenuhnya oleh Rian, Hal itu membuat beberapa Pukulan William Berhasil mengenai dada perut dan wajahnya.


Namun bukannya berhenti, tempo pertarungan mereka semakin cepat, sedikit demi sedikit Rian mulai mampu membaca pola serangan Milik William dan berhasil menahan Rentetan Serangan Miliknya.


“Heh, kau Hebat sekali anak muda, sangat jarang ada orang yang mampu bermain denganku dengan tempo selama ini.” Gumam William Sembari menyerang Rian dengan pukulan bertubi tubi.


“Beb itu temen kamu tolongin.” Ucap Dianra yang mulai panik.


“Kok kamu diem aja sih, itu Rian bisa babak belur loh.” Sahut Tiara yang mulai panik juga.


Iskandar hanya tersenyum pada mereka berdua dan menjelaskan bahwa mereka tidak perlu khawatir, Rian tidak akan mengalami luka serius sampai pertarungan itu selesai, apalagi Rian terlihat sangat menikmatinya.


Semakin lama, pertarungan antara Rian dan William semakin memanas, Rian mulai terbiasa dengan tempo pertarungan yang sangat cepat dan stamina William yang sangat banyak.


Rian mulai bisa menahan dan menangkis semua serangan yang di keluarkan oleh William, dan setelah sekian lama di hajar, Akhirnya Rian berhasil mendaratkan satu pukulan tepat di wajah William.


Sebuah pukulan yang sangat keras mendarat di wajah William Tanpa halangan sedikitpun, dan hal itu membuat William melangkah mundur akibat pukulan itu.


“Apa Aku Lulus Om?.” Tanya Rian sembari membersihkan Darah di bibirnya.


“Yah, Sangat mengagumkan, kau mempunyai potensi untuk menjadi petarung yang sangat hebat.” Ucap William sedikit kagum.


Selama beberapa tahun terakhir, William sering mengalami pertarungan. Bukan hanya pertarungan satu lawan satu, bahkan William sering melawan banyak orang sekaligus, Namun pertarungan pertarungan itu tidak dapat melukai William sedikitpun.


Tapi kali ini berbeda, Walaupun hanya berhadapan satu lawan satu, Tapi Rian berhasil mendaratkan pukulan telak tepat di wajah William.


“Orang ini mempunyai bakat yang Luar Biasa, Padahal Umurnya masih sangat muda, tapi dia sudah mempunyai Basic yang sangat kuat, bahkan dia sangat cepat mempelajari tempo pertarungan.” Gumam William dalam hati.

__ADS_1


“Ini Mau Di lanjut atau gimana Om?.” Tanya Rian yang sudah pulih sepenuhnya.


“Tidak, kita Cukupkan saja, kau Lulus.” Sahut William singkat.


“Kalau gitu aku boleh istirahat kan Om?.” Tanya Rian yang masih dalam keadaan waspada.


“Yah, lakukan sesukamu, tapi jangan terlalu santai, ingat, kau harus menjaga Non Tiara.” Ucap William lalu memanggil keempat bawahannya untuk pergi dari sana.


“Siap Om, Aku pasti akan menjaga Mbak Tiara.” Sahut Rian Lalu merapikan bajunya yang berantakan.


Karena sudah malam, mereka berempat langsung istirahat di kamar masing masing setelah makan malam.


Keesokan harinya, Mereka berempat langsung menuju pantai untuk menikmati Liburan singkat mereka.


Tiara dan Dianra sibuk bermain Voley pantai, Iskandar hanya tiduran di bawah payung, dan Rian mengajukan diri sebagai relawan penjaga pantai.


Leader: Si Rian bukannya Liburan malah jadi satpam anj*r.


Rian: Kan Lu yang ngatur bambank.


Leader: Eh iya yak, Yaudah sih jadi satpam aja.


Setelah Lelah bermain seharian, Tiara dan Dianra pun Menuju payung pantai yang telah di sediakan oleh Rian dan disana Iskandar masih terbaring kaku dengan kaca mata hitamnya.


“Eh Beb, mau Ice Cream gak?.” Tanya Dianra Setelah Duduk Di karpet.


“Mmm, kayaknya enak Tuh, Kalian mau rasa apa, tar aku beliin.” Sahut Iskandar lalu bangun dari matras yang iya tempati berbaring santai.


“Oh gak usah Beb, Aku ama Tiara mau sekalian Ke Toilet, Kamu Mau yang rasa apa?, atau mau aku aja?.” Sahut Dianra dengan nada bercanda.


“Gak jadi Ice Cream, aku maunya kamu aja.” Ucap Iskandar lalu mendekat ke Dianra.


Niatnya Iskandar ingin mendapat satu buah ciuman hangat dari Dianra, sayangnya Dianra langsung menempelkan telapak tangannya ke muka Iskandar yang main nyosor kek kapal tanpa rem begitu saja.


“Ih Jangan di sini juga kali Beb, Malu banyak Orang.” Ucap Dianra sembari mendorong muka Iskandar menjauh.


“Yaudah aku pesen Ice Cream Rasa Vanila.” Ucap Iskandar yang mukanya Di tampol dengan sejuta kerinduan.


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo Para Readers gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika adase patah kata yang nggak enak di hati kalian yah, gua gak bermaksut menyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok. Jadi Tolong di pahami yah :D


Karena Karya ini ikut Lomba yang temanya “Yang Muda Yang Bercinta”, jadi Di mohon untuk selalu memberikan Dukungannya yah gan hehe.


Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia

__ADS_1


-LEADER


__ADS_2