
Yo Halo Readers.
Jika malammu terasa gelap, dingin dan sunyi. Pejamkanlah matamu dan sebut namaku, maka aku akan datang padamu bersama terangnya rembulan dan gemerlapnya bintang untuk menemani malammu yang sunyi, memberikan cahaya untuk menghilangkan gelapmu dan memelukmu untuk menjauhkan udara dingin.
Namun jika malammu tetap gelap dan dingin, yakinlah bahwa sudah saatnya membayar tagihan listrik dan membeli selimut wkwk.
Tetap menyerah dan jangan semangat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Buat para Reader Yang udah luangin waktu buat mampir ke karya gua, Gua ucapin Terimakasih banyak Buat kalian.
LEADER Mempersembahkan
*Primadona Kampus Kepincut Bodyguard Serba Bisa*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah kampus selesai, Tiara sengaja menunggu Rian di gerbang kampus, Dianra tidak ikut menunggu Rian karena Beberapa menit yang lalu dia menerima telepon dari ayahnya dan menyuruhnya untuk segera pulang.
Tak lama kemudian, Si Do’i pun akhirnya muncul dan menuju gerbang keluar kampus tempat Tiara mengunggunya.
“Hey.” sapa Tiara ketika Rian Lewat di depannya.
Rian sempat kaget dan bingung sembari mengarahkan jari telunjuk pada mukanya, dan hal itu membuat Tiara tertawa kecil karena melihat tingkah Rian yang sedikit kekanak kanakan.
“Iya, kamu.” Ucap Tiara sembari tertawa kecil.
Rian sempat Terdiam karena terpesona akan kecantikan Tiara yang Paripurna ditambah Keimutannya Ketika sedang tertawa.
“Cantik banget.” Ucap Rian yang tidak sengaja keceplosan.
Mendengar pujian Rian yang secara tidak sengaja itu membuat Tiara sontak berhenti tertawa dan berubah menjadi malu, wajahnya mulai merona dan jantungnya menjadi sangat berisik seperti tukang baskom yang kesana kemari memukul mukul baskomnya.
“Makasih.” Ucap Tiara pelan.
“Eh?.” Sahut Rian yang baru saja sadar bahwa dia keceplosan.
Rian sontak menutup mukanya dengan kedua tangannya karena wajahnya ikut merona.
“Astaga, kok gua bisa keceplosan gitu yak, Tapi sumpah loh, Nih anak satu cantiknya bukan maen.” Gumam Rian dalam hati.
Setelah percakapan mereka terputus untuk beberapa saat, Tiara pun berusaha menenangkan diri dan kembali membuka percakapan.
__ADS_1
“Ntar malem kamu sibuk nggak?.” Tanya Tiara.
“Eng, enggak kok Mbak, ada apa yah?.” Sahut Rian.
“Aku mau ngajakin kamu makan malem, sekalian mau ngucapin makasih karna udah nolongin aku.” Ucap Tiara.
“Oh, Iya Mbak, Boleh banget.” Sahut Rian sedikit bersemangat.
“Eh kalo gitu kita tukeran kontak boleh?.” Rian Melanjutkan perkataanya.
“Iya, Boleh kok.” Sahut Tiara.
Mereka pun saling bertukar kontak dan berencana menentukan waktu dan tempat lewat telepon saja.
Tak lama kemudian, Pak Alex datang menjemput Tiara, dan akhirnya Tiara pun pergi meninggalkan Rian.
“Ntar Sore aku Telepon yah mbak.” Ucap Rian sembari mengantar Tiara naik ke mobilnya.
Dalam perjalanan menuju rumah, Tiara hanya senyam senyum gak jelas dalam mobil, Tiara terlalu bahagia dengan Percakapan singkatnya dengan Rian di gerbang kampus tadi, walaupun tidak berarti apa apa.
“Cie cie, Mbak Tiara Kayaknya lagi senang banget yah.” Ucap Pak Alex menggoda Tiara.
Walaupun digoda oleh Pak Alex, namun tiara terlalu senang untuk menghentikan senyuman manisnya yang dapat menembus hati yang paling dalam.
Setelah Sampai Kerumah, yang ada di fikiran Tiara hanyalah dia harus tampil cantik malam ini, bahkan Tiara langsung memesan beberapa macam dres hanya untuk malam ini.
Dan waktu yang di tunggu tunggu pun akhirnya tiba, beberapa jam sbelumnya, Tiara menyuruh Pak Alex menyiapkan sebuah restoran mewah milik ayahnya yang berada tidak jauh dari kampus.
“Pak Alex, Nanti restoran dekat kampus kosongin yah, aku udah dapet izin dari Papah kok.” Ucap Tiara Dalam telpon.
Pak alex pun menyiapkan restoran yang akan di tempati Tiara untuk dinner dengan Rian.
Setelah retorannya siap, Tiara menelpon Rian untuk memberitahukan tempat dan waktu untuk makan malam mereka, dan karena Tiara terlalu bersemangat dia pun datang lebih awal dari jam yang di janjikan.
Tak lama kemudian, Rian pun datang ke restoran berbintang lima itu, Awalnya Rian cukup bingung ketika melihat Restoran super besar itu tidak mempunyai pelanggan sama sekali.
“Eh Buset, Ini beneran sini kan yak, Tpi kok nih restoran kayak tutup gitu sih, apa jangan jangan gua salah tempat.” Gumam Rian sambil melihat kesana kemari.
Tak lama kemudian, Seorang pelayan perempuan datang menghampiri Rian.
“Oh maaf mas, Restoran ini udah di booking ama Seseorang, jadi kami sedang tidak melayani pelanggan.” Ucap pelayan Yang datang menemui Rian.
“Oh itu Mbak Aku-.” Rian tidak sepat menyelesaikan kalimatnya karena pelayan itu langsung mendesaknya pergi.
__ADS_1
“Mas, Lebih baik Mas pergi dari sini Sebelum saya panggilin Satpam deh.” Ucap Pelayan itu sembari mendorong pundak Rian.
“Tapi Mbak Aku mau-.” Lagi lagi Rian tidak sepat menyelesaikan Kalimatnya karena terus di suruh pergi oleh pelayan di resotran itu.
“Udah sih mas, udah di bilangin kami gak nerima pesenan malam ini.” Ucap Pelayan yang terus mendesak Rian.
Tak lama kemudian, Pak Alex pun Lewat dan melihat Rian sedang di usir oleh salah satu pelayan restoran.
“Eh, itu kan Rian.” Ucap Pak Alex dari kejauhan.
Pak Alex pun segera menghampiri mereka.
“Eh, Mbak Ada apa ini?.” Tanya Pak Alex pada pelayan tersebut.
“Ini pak, Udah di bilangin kami gak Melayani tamu, eh malah ngotot pengen tinggal.” Jawab pelayan itu.
“Dia ini tamunya Non Tiara Loh.” Ucap Pak Alex sedikit geram.
Setelah mendengar perkataan Pak Alex, pelayan itu hanya bisa menatap Rian dan Pak Alex secara bergantian.
“Seriusan pak.” Ucap pelayan itu seakan tidak percaya.
“Iya serius.” Sahut pak Alex.
Pelayan itu sudah tidak bisa berkata apa apa, setelah pak Alex meyakinkannya bahwa Pria yang tadi di usirnya adalah tamu yang di tunggu oleh Tiara, pasalnya saat itu Rian hanya menggunakan kaos oblong berwarna putih dan celana jeans panjang serta sendal jepit saja, dan itu membuat Siapapun yang melihat Rian saat itu tidak akan percaya bahwa dia adalah orang yang di tunggu Tiara sejak tadi.
“Kalau begitu saya anter ke non Tiara yah Mas.” Ucap pak Alex sembari menuntun jalan Rian.
Rian pun pergi dan mengikuti Pak Alex untuk menemui Tiara yang sedang menunggunya di lantai Dua Restaurant.
“Eh?, Seriusan Loh, kalo aku sih wajar bela belain nungguin dia walaupun orang miskin, orang dia ganteng banget. Tapi ini Non Tiara Loh.” Gumam pelayan yang masih tidak percaya dengan kenyataan yang terjadi di depannya.
Setelah menaiki Lift, Akhirnya Rian Sampai ke sebuah meja tempat Tiara menunggu yang posisinya berada di dekat kaca.
Bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yo halo Para Readers gua mau ngucapin permintaan maaf yang sebesar besarnya jika adase patah kata yang nggak enak di hati kalian yah, gua gak bermaksut menyinggung atau menjelek jelekkan pihak manapun kok. Jadi Tolong di pahami yah :D
Karena Karya ini ikut Lomba yang temanya “Yang Muda Yang Bercinta”, jadi Di mohon untuk selalu memberikan Dukungannya yah gan hehe.
Tetap semangat jalani hari kalian dan jangan lupa bahagia
__ADS_1
-LEADER