Promise? Cinta Pertama

Promise? Cinta Pertama
keluarga kecil ika dn iki


__ADS_3

"siang adik-adik" ika dgn ceria mengetuk pintu yg terbuat dari seng,salah satu rumah yg berada tepat di depan rel kereta api di bawah jalan Tolle


"Hai kk ika" anisa membuka pintu dan mengambil tangan ika lalu menyalami nya dgn hikmat


"kak ika,bang rizki nggak ke sini" hairul keluar melewati bawah ketiak anisa


"hai adik-adik kangen bang rizki yaa" rizki berseru heboh,keluar dari belakang rumah,ya rizki sedang buang air kecil tadi


ketiga anak anak kecil tadi menatap rizki conggo


" bang rizki udah cuci tangan belum?"ina yg memiliki postur lebih pendek dari anisa menanyai iki


"udah dong,tadi abang bawa air mineral" rizki menyenggir seperti biasa nya sambil meletakkan telapak tangan nya di wajah satu persatu wajah anak anak itu, arghhh ternyata selain ika mami dan papi,ketiga anak kecil ini jga termasuk orang yang terpilih yg bisa melihat sikap konyol dan senyum menyebalkan iki


"bang rizki,tangan nya masih basah" rutuk ketiga anak-anak kecil itu


anisa,ina dan hairul bukannya saudara kandung mereka bertiga adalah anak angkat yg berasal dari sebuah panti di luar kota,awal nya mereka di Adopsi oleh pasangan suami istri yg kata nya tidak memiliki anak,lalu mengambil mereka bertiga sebagai anak nya,semua baik baik saja awal nya,tapi saat sampai di rumah orang itu di ibu kota,ada banyak sekali anak-anak seumuran mereka di sana,ternyata mereka di paksa mengamen dan mengemis,mereka tidak di berikan makanan jika tidak mendapat kan uang,


ika dan rizki menemukan mereka bertiga saat sepeda rizki bocor sebulan yg lalu,mereka sedang berlarian seperti di kejar-kejar orang sampai haikal jatuh tersungkur di depan bengkel membuat rizki dn ika respect berlari menghampiri anak-anak itu,ketiga nya terlihat sangat kotor dengan pakaian compang-camping dan penuh debu,beberapa hari sebelum acara pertandingan basket pertama nya


awal nya ika ingin membawa anak-anak itu pulang kerumahnya,namun abang-abang bengkel melarang mereka,apa lagi setelah mendengar kan cerita dari ke 3 anak kecil itu,abang-abang itu mengatakan jika ingin membantu mereka ada rumah yg di huni oleh sebagian orang-orang seperti anak-anak itu tidak jauh dari bengkel nya,bukan nya melarang mereka berbuat baik kepada anak-anak ini tapi bukan tidak mungkin orang tua mereka akan kena masalah nanti,jika orang tua angkat dari anak-anak ini melaporkan ke pihak berwajib, dengan kasus penculikan anak,

__ADS_1


Ika sedikit tidak terima apa lagi pas mereka sampai di tempat yg di bilang oleh abang-abang tadi,tempat nya terlihat tidak layak huni, bangunan di sana semua hampir roboh dan berdinding seadanya,belum lagi posisi nya yg berada di bawah jalan Tolle dan ada rell kereta api jga,tentu nya sangat berbahaya untuk anak-anak kecil,tapi mereka tidak punya pilihan lain,rizki jga mencoba membuat ika mengerti, apa lagi abang-abang yg tadi juga hampir banyak mengenal warga disana membuat ika sedikit lega,ternyata abang-abang yg mengantar mereka adalah relawan yg rutin membantu warga warga di sana,ia dan teman teman nya sering ke sini membagikan bahan makanan atau pun sekedar mengajari anak-anak di sana membaca dan menulis,abang-abang itu bernama ardi,ia juga seorang perantau di ibu kota,jika boleh jujur ia juga sama seperti ika,ia sangat ingin membantu orang-orang di sana lebih dari yg ia bisa,menyediakan tempat tinggal yg layak tentu nya,untuk anak-anak kecil di sana,karena bukan cuma 1 atau dua orang anak kecil yg tidak memiliki orang tua,membuat Ardi dan teman-temannya sering datang kemari saat libur berkerja,dan setelah kelas mereka,


itung itung melepas rindu dengan orang tua dan saudara² mereka di kampung halaman


bang Ardi mengatakan jika ika dan rizki ingin membantu anak-anak itu,biar kan saja mereka tinggal di sini dan jika bisa mereka mengunjungi anak-anak itu, memberikan anak-anak tadi makanan dan pakaian namun jika tidak bisa juga tidak apa-apa,Insya Allah ia dan teman-temannya pasti di berikan rezeki yg lebih untuk menjaga anak-anak itu,


mendengar penuturan bang ardi ika menjadi sedikit tenang setidak nya bang ardi adalah orang yg akan bertanggung jawab untuk anak-anak itu,setelah dipikirkan lagi bang ardi ada benar nya selain takut orang tua angkat dari anak-anak itu menyalahkan orang tua nya, ika dan iki juga tidak memiliki penghasilan untuk menjamin anak-anak itu, meski pun mereka terlahir dari keluarga kaya raya tapi mereka tidak pernah meminta sesuatu yg tidak terlalu mereka butuh kan,


beruntung rizki mengeluarkan kan pemikiran nya,yg hampir sama dgn ika,cowok itu mengatakan ia,ingin mengangkat ke 3 anak itu menjadi adik-adik nya ia akan berusaha menabung untuk makanan dan pakai an mereka ia juga berjanji pada anak-anak itu ia setelah ia dewasa nanti ia akan berusaha keras untuk menyediakan tempat tinggal yg layak atau pun ia dan ika akan membawa mereka ke rumah mereka kelak,perkataan rizki membuat ika tersenyum malu,ia senang iki punya pemikiran yg sama dengan nya tapi yg terakhir itu tetep saja sukses membuat teman-teman bunga nya bermekaran dan kupu kupu berterbangan di sana,


anisa berumur 9 tahun,ina berusia 7 tahun dan haikal berusia 5 tahun,saat di luar kota dulu anisa dan ina bersekolah jadi mereka bisa membaca dan menulis,jadi mereka berdua juga mengajar haikal membaca dan menulis begitu pula beberapa anak -anak lain nya di tempat orang tua angkat mereka sebelum melarikan diri


tidak terasa hari sudah mulai sore,ika dan rizki berpamitan untuk pulang,seperti biasa nya ke 3 anak-anak itu mengantarkan mereka dan melambaikan tangan sampai mereka hilang tidak terlihat


"em,ki"


"kenapa ka"


"anisa sama anak-anak yg lain di sana kasihan bgt ya ki"


"iyaa ka,tapi iki bangga deh sama mereka"

__ADS_1


"bangga kenapa ki? "


"mereka nggak pernah ngeluh ka,takdir mereka memang sulit tapi mereka masih sempat untuk bersyukur dan berbagi,lihat aja Bapak-bapak yg tadi kan,dia masih ngasih anisa,haikal dan ina makanan,padahal bapak itu tau mereka nggak kekurangan,tapi dia masih masti in kalau mereka benar-benar tidak kelaparan"


"iyaa alhamdulillah ya ki,kalau ingat mereka ika suka jadi sedih ki"


"sedih kenapa?"


"ya kalau kita nggak ketemu sama anisa dan bang ardi nggak nganterin kita ke sana ika ngak bakalanan tau seberharga apa nasi untuk mereka,padahal ika tu suka banget makan nggak di habisin" bulir bening jatuh dari pelupuk mata ika,Cepat-cepat ia menghapus nya


"ya udah abis ini jangan suka membazir lagi ya ika cantik" rizki tersenyum hangat didepan sana walau ika tidak melihat nya secara langsung tapi ia tau rizki sedang tersenyum


"nanti kalau udah dewasa terus punya penghasilan ika mau bikin rumah singgah untuk mereka ki" ika berseru heboh


" panti asuhan?"


" iyaa,,nanti kita bawa jaga teman² hairul" sambung nya


"iyaa ika cantik,nanti biar anak-anak kita punya banyak Saudara" tawa iki mengudara tapi ika malah mengeluarkan senyum kecut nya bagai mana bisa cowok itu membahas soal itu argghh pasti gara-gara kebucinan orang tua mereka ini yg mejadi penyebab nya


__________________________________________________________________

__ADS_1


__ADS_2