
"Rizki"teriak seorang cewek berlari ke arah rizki dan di ikuti 2 orang di belakang nya
"Gue boleh nebeng lo nggak,mobil gue kempes" Cewek bernama siska itu tersenyum manis sambil memegang motor rizki
"Lepas sin tangan lo" Tatapan rizki datar sambil menepis tangan siska lalu mengelap dudukan belakang nya dengan tangan hoodie yang ia gunakan,membuat semua yang ada di parkiran menatap kearah nya termasuk naila dan 2 teman nya yang baru sampai di parkiran
"Udah tau batu,malah ngebet banget" Sindir naomi di susul tawa dua teman nya
"Nggak jauh dari sini ada terminal mending,naik bus" Ucap naila yang memang benar memberi tahu siska tapi malah mendapati serangan dari cewek itu yang tiba-tiba mendorong nya hingga jatuh
"Nggak usah ikut campur deh lo" qilla yang terlanjur malu,arghhh tidak dia seperti sudah kehilangan urat itu sejak mereka mengenal nya, menurut informasi yang di ketahui seluruh siswa-siswi siska adalah orang yang berada di 1 SMP yang sama dengan rizki dan desas desus nya cewek itu mantan dari seorang rizki,karena rizki tidak pernah mengklarifikasi informasi itu jadi mereka semua menelan berita itu mentah-mentah
Yang membuat mereka beranggapan qilla adalah mantan yang susah muvevon,
jadi tidak heran,cewek itu selalu berusaha berada di dekat rizki bersama 2 teman nya yang menyebar kan informasi itu, orang-orang beranggapan sesuai pemikiran mereka masing-masing ada yang nyinyir ke rizki dan ada pula yang mengatakan siska seperti tidak tau mau sebab ia mengejar-ngejar cowok yang sudah jelas memiliki pasangan
Namun dengan semua desas desus tentang nya,rizki sama sekali tidak peduli,apa pun yang di kata kan orang tentang nya itu bukan lah urusan nya
" Bangsad ya lo,naila berdiri bersiap membalas qilla "namun seketika mereka semua bengong,menatap cowok yang jadi awal permasalahan malah dengan santai berlalu dari sana
Rizki memasang helm full face nya lalu melajukan motor berwarna hitam itu tampa memperdulikan tanggapan orang-orang yang menatap nya,begitu juga dengan cewek-cewek yang bersiap perang dunia di sebelah nya,membuat naila yang ingin membalas siska malah memaki nya
Seperginya rizki cewek yang bernama qilla dan 2 teman nya juga ikutan pergi dari sana,
"Dasar cowok but*,minimal bilang makasih bab*"
"Udah nai,banyak orang di sini" Bisik naomi menenangkan teman nya itu
Naila menarik nafas nya dalam lalu menghembuskan nafas nya,buru-buru ia merapikan pakaian nya sedikit kotor
__ADS_1
"Punya mantan gil*,mending balik an aja ngak sih,ngerepotin banget" Via menggerutu
"Maka dari itu si rizki,cari cewek lain orang mantan nya,model an nenek lampir gitu" Naomi cecikilan
"Pasti tu batu,di hipnotis maka nya sempet pacaran sama model an penyihir hitam gitu" Naila berjalan kearah mobil nya
"Iyaa,gue juga mikir nya gitu,si rizki kalau ramahan dikit aja, wajah nya lumayan lah" Ucapan naomi seketika mendapat seloyoran dari naila dan via
......................
Motor riski berhenti didepan sebuah toko bunga
"Selamat datang kak,mau cari bunga apa? "
"Bunga mawar warna merah" Mendengar suara yang tidak asing itu membuat anak berusia 11 tahun itu menoleh ke arah rizki,senyum nya mengambang lalu berlari kearah rizki yang merentangkan tangan nya dan seketika anak itu menghambur kepelukan nya
Untuk beberapa saat mereka berdua terdiam,melepaskan rindu, rizki meminta tante nya memperkejakan Anisa di toko bunga,karena anak itu bandel beberapa kali ia memergoki anisa ikut berjualan di pinggir jalan
Rizki dan ika telah merenofasi rumah mereka yang lama dengan bantuan mami dan papi nya meski masih di lokasi yang sama setidak nya rumah itu lebih bisa melindungi adik-adik mereka dari hujan dan terik matahari
Papi hari sudah menawarkan untuk membangun panti asuhan untuk anak-anak itu tapi rizki dan ika menolak nya,
mereka ingin menjadi kan hal itu motivation untuk mereka di masa depan,agar lebih giat mencapai cita-cita mereka Dan bisa benar-benar menjaga keluarga kecil mereka berdua,dan seiring berjalan nya hari,rumah itu ramai dengan adik-adik angkat baru mereka,
Namun takdir berkata lain,ika pergi meninggalkan mereka semua Dan membawa Sisi paling bahagia milik cowok yang menjadikan ia dunia nya,
Cowok yang terlihat seperti mayat hidup itu menjalani hari-hari nya seperti seseorang yang berjalan di kegelapan yang hanya mengikuti langkah kaki
Langkah yang seolah-olah menyusuri setiap kenangan yang terus memeluk diri nya dengan pemikiran pelukan itu milik wanita yang menjadi pelangi di hidup nya,sejak kepergian wanita itu dunia nya hanya sebatas hitam Dan abu-abu
__ADS_1
"Bang rizki" Abg jarang banget kesini
"Abang banyak kerja an,maaf ya" Rizki mencubit pipi anak itu dan tersenyum hangat
"Aan mana?" Rizki melihat sekeliling mencari bocah laki-laki yang menjadi adik angkat nya beberapa bulan yang lalu
"Bang rizki" Agrh yang di cari-cari akhir nya muncul di balik bunga-bunga yang tersusun rapi
"Abang bawa banyak jajan, yuk kita pulang" Senyum rizki mengambang meletakkan tangan nya di bahu anak laki-laki itu
"Rizki" Teriak seorang wanita dewasa yang berjalan menuju ke arah nya
"Udah nyampe ke sini kok ngak nemuin tante sih" Tante Indah mengecutkan bibir nya
"Eh tante" Rizki menyalami nya dengan hikmat,meski pun wajah nya kembali datar,rizki tetap terlihat sopan
Setelah Bercengrama beberapa saat, rizki izin mengajak dua adik angkat nya untuk pulang ke rumah mereka
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Pintu rumah terbuka memperhatikan anak-anak kecil yang sedang menunggu kepulangan kak dari mereka semua
"Bang rizki" Heboh anak-anak itu Berhamburan kepelukan rizki
Ada sedikit Cahaya hangat yang masuk kedalam hati nya yang membeku,hanya di sini rizki menemukan secarik kebahagiaan,menatap adik-adik angkat nya membuat rizki merasa ada sosok ika sedang duduk di antara mereka
Mentari sudah menyerah dengan kegelapan malam,ia meminta sang rembulan menganti kan nya
Sudah hampir pukul 18:40 rizki berpamitan dengan adik-adik nya,
__ADS_1
arghhh ia hampir lupa sangkin nyaman nya berada di sana,ia tadi akan menemui ibunda ratu nya, wanita yang membuat ia terlahir di dunia Dan bertemu dengan wanita cantik nya
Rizki memeriksa ponsel,ada banyak pesan yang di kirim mami nya,setelah mengirim balasan,rizki memasukkan kembali benda pipih itu ke saku nya,lalu melajukan motor, sambil membawa bunga yang tadi ia beli