
Deru motor rizki memasuki perkarangan sebuah rumah yang cukup menyesakakan untuknya,rizki turun dari motor memperhatikan Sekeliling,sebuah lengkungan tipis mencul di wajah nya,menatap rumah yang berwarna senada dengan rumah orang tua nya,seketika semua kenangan tentang masa kecil hingga beranjak remaja nya terputar kembali seperti filem dokumentasi
bayangan dua orang anak yang sedang bermain kejar-kejaran dengan tawa yang menggema seperti nyata di depan mata nya,hingga sebuah tepukan pelan membuyarkan lamunan nya
"Baby boy"dari tadi mami panggil-panggil kok,emm" Wanita cantik yang menunggu nya sedari tadi berdiri di hadapan nya arghh Fikiran rizki sedang di masa lain hingga ia tidak menyadari nya
"mami" Rizki turun dari motor nya lalu mengambil tangan halus Dan hangat wanita tercantik nya itu
"Yuk masuk mami masakin Ayam goreng tepung kesukaan kamu" Degg,,lagi-lagi Fikiran rizki menerawang jauh, bukan mami ratih yang tidak bisa menjaga perasaan anak nya, namun semua yang ber hubungan dengan rizki pasti ada hal khusus yang juga ambil andil di dalam nya,
Rizki menyukai ayam goreng tepung Dan ika sangat menyukai kulit ayam nya,padahal bagian paling enak dari ayam goreng tepung adalah kulit nya,tapi rizki selalu memberikan nya untuk ika dengan suka rela,sebagi ganti nya ika memberikan tepung kerispi nya untuk rizki
Rizki mendudukan diri nya di kursi meja makan
"Papi belum pulang mi?"
"Lembur" Sambung nya sambil menatap melihat Sekeliling ruangan itu
"Papi lagi di jalan,bentar lagi nyampe kok ini"
"Kita makan nya nungguin papi ya"
__ADS_1
"Kan udah jarang banget bisa makan makan jarang" Ratih menunjukkan wajah sedih nya,tidak bisa di pungkiri wanita itu kesepian Dan merasa sangat kehilangan,tapi ia juga tidak ingin membuat beban rizki yang sedang memperbaiki hidup nya,lalu memaksakan senyuman nya kembali menatap putra kesayangan nya
"Maafin iki ya mi" Rizki berjalan ke arah mami nya,memeluk wanita tercantik nya itu,
selalu ada rasa bersalah di hati nya, namun untuk tetap tinggal di rumah yang hampir setiap sudud menampil kan sosok cewek yang selalu ia rindukan,membuat ia sesak dan sulit untuk memulai hari-hari sepi nya,rizki tidak pernah berniat melupakan ika,dia hanya menjaga diri nya agar tetap waras paling tidak sampai keinginan cewek cantik Dan imut nya dapat ia hujud kan
Hari-hari nya di mulai dari menatap senyuman manis yang beku dari cewek yang membuat hati nya menjadi batu,namun juga menjadi alasan nya tetap bertahan dengan banyak nya luka yang menyesakkan
Lalu kemudian hari nya kembali di tutup dengan senyuman manis namun beku yang sama,setiap ia memejamkan mata,ia selalu berharap cewek cantik nya itu menyapa nya,beberapa menit saja,
Namun Sudan hampir 1 tahun kepergian nya,sekali pun ia tidak pernah datang,yang membuat rizki kembali melanjutkan hari nya dengan harapan cewek itu akan menyapa nya nanti saat ia kembali memejamkan mata
"Baby boy, mami bukain pintu untuk papi dulu ya" Wanita itu beranjak berdiri dari duduk nya, sedikit berlari kecil menyambut kedatangan suami nya
Membuat rizki tersenyum pilu,bulir bening jatuh dari pelopak mata nya,menyaksikan sikap mami nya yang tetap sama membuat rizki kembali mengingat angan-angan nya
Di mana ia akan pulang Dan di sambut oleh senyuman manis cewek cantik Dan imut nya,yang berlarian lalu memeluk nya hangat,seperti yang selalu di lakukan mami nya
Rizki mengusap air mata nya Dan berjalan kearah kursi,mengambil air putih Dan meminum nya hingga gelas yang ia isi hampir penuh itu,kering tak bersisa
"Boy" Papi hari menepuk pundak putra nya lalu mendudukkan diri nya di kursi yang biasa ia tempati
__ADS_1
Rizki berdiri Dan menyalami papi nya dengan hikmat lalu kembali duduk di kursi nya
Pak Hari menanyakan tentang sekolah dan bengkel rizki,ayah Dan anak itu tampak seperti dua orang sahabat yang sedang berbagi cerita hangat hingga suara mami membuat dua orang yang tadi larut dalam pembicaraan mereka kini anteng menyantap makanan nya
Selesai makan malam,ke tiga orang itu duduk di ruangan tamu
"Baby boy,malam ini tidur di sini ya" Mami ratih membelai rambut rizki
"Iyaa boy,besok kan akhir pekan,rencana nya papi Dan mami ingin ke D.N technology, untuk mengurus beberapa hal di perusahaan milik mendiang Laura,kamu kan tau laura itu tidak memiliki keluarga lain,jadi papi putuskan untuk mengelola perusahan itu Dan keuntungan nya akan kita jadikan amal untuk ALM Dan rencana nya papi ingin mengajak kamu ke sana,"sambung papi hari yang menyandarkan kepala nya di bahu ratih, Meski pun wanita itu sedari tadi mendorong kepala nya,hari tetap tidak bergeming,sedangkan rizki baring di pangkuan mami nya,arghh pak hari sedang mengiri ternyata
"Iyaa sayang,nanti kamu juga harus belajar bisnis untuk mengelola perusahaan keluarga ALM ika tante laura itu tidak memiliki keluarga lain,tidak ada sepupu dekat karena ia penerus satu-satu nya di keluarga nya"
"Kita harus berusaha untuk membuat perusahaan keluarga ALM ika,bangkit boy,paling tidak, kita bisa menggunakan pendapatan dari perusahaan itu untuk menjadi donatur tetap,panti asuhan yang ingin kamu bangun" Papi hari menjelaskan
"Iyaa pi" Dua kata yang membuat dua orang tua itu tersenyum bangga,perusahaan milik laura Sudah di tutup 2 bulan sepeninggalan pemiliknya,sebab hari belum sanggup mengurus semua nya sendiri, belum lagi proyek pembangunan sekolah yang sekarang tempat rizki menuntut ilmu, yang harus pak hari selesai kan dengan cepat Dan memakan dana yang tidak sedikit,membuat ia mau tidak mau harus membiarkan dulu perusahan milik sahabat istri nya itu tutup,
Laura terbiasa mempercayai diri nya sendiri hingga asisten pribadi nya pun sering berganti-ganti membuat hari ragu menyerahkan perusahaan itu pada orang lain, Dan baru saat ini,ia merasa sanggup kembali menghidupkan perusahaan itu, dengan harapan rizki mau mengurus nya
Keluarga rizki adalah keluarga dengan perusahaan yang cukup ternama PRATAMA GRUP,perusahaan yang Sudah berdiri sejak lama,yang sekarang di pimpin Hari sebagai generasi ke 3 yang menjadi CEO di perusahaan itu,
membuat hari memiliki pekerjaan yang sangat padat,karena itu lah ia berniat meminta rizki untuk terjun ke dunia bisnis,walau pun putra nya masih belia ia yakin putra kesayangan nya itu cepat dalam mempelajari segala hal
__ADS_1