
"pagi onty" ika berjalan masuk kearah meja makan dengan atribut mos nya yg sudah lengkap
"pagi cute baby,ihh imut banget sihh"sambut mami Ratih memandang kearah ika lalu kembali melanjutkan memotong sayuran, seperti nya menu sarapan pagi ini nasi goreng
" emm onty,bisa aja"ika tersenyum malu dan Ratih malah terkekeh gemas
"iki masih belum bangun?" ika mendudukkan diri nya di meja makan
"belum,tdi onty bangunin ngak mau bangun coba kamu yg bangunin biasa nya langsung nurut" kekkeh mami Ratih
"eh cute baby udah datang,jemput ayang nya ya" ledek papi hari membuat ika sedikit berlari kecil menghindari nya
"jgn lari² sayang nnti jatuh" teriak mami Ratih
"papi ih nnti mantu nya kepeleset diamuk baby boy loh kita" Ratih memamyunkan bibir nya
"ngak kok ika itu anak nya hati² ngak kayak kamu ceroboh" papi hari memeluk istri nya dri belakang meletakkan dagu di bahu wanita yg tetap cantik meski sudah tidak muda itu
"emm mami ceroboh ya pii" seru Ratih kesal memutar tubuh menghadap suami nya itu
"nnti malam ngak ada jatah" bisik nya lalu bergeser ke arah kulkas
"yaa jangn gitu dong mi"papi hari mengekor istri nya sambil memohon mohon,sedang Ratih cuek saja seperti biasa kutup nya itu berubah seperti anak kucing di hadapan nya bahkan karyawan hari dulu juga sempat terkaget-kaget melihat bos nya yg dingin bersikap begitu manis
***
saat itu hari baru saja menjabat sebagai CEO di perusahaan milik ayah nya dan status hubungan nya dan Ratih masih berpacaran, ia membawa Ratih kekantor nya jelas sekali semua orang menatap nya aneh,untuk pertama kali bos nya itu membawa seorang wanita dan menggandeng nya mesra membuat mereka semua bertanya tanya pasal nya bos mereka itu terkenal dingin dan irit bicara bahkan sekertaris nya jga seorang pria keanehan yg teramat jelas
tapi apa² an ini bahkan laki laki itu tidak malu saat terciduk disuapi oleh wanita itu dn beberapa kali kerap terlihat bergelayutan manja di ruang rapat didepan karyawan nya, dengan meletakkan dagu nya di bahu cewek yang sedang duduk di kursi milik nya sedang ia memilih berdiri di belakang kursi itu,
__ADS_1
mengusik jiwa2 kesepian di sana, hari sungguh tidak berperi kejomloan
dan ketika hari mengumumkan acara pertunangan nya semua tidak lgi heran,sudah jelas wanita yg bersama hari adalah pawang dari laki-laki kutup itu
...----------------...
ika membuka pintu kamar iki pelan lalu memasuki kamar yg sudah rapi dan pemilik kamar sudah tidak terlihat di kasur king size itu,
Ika berjalan masuk dan memperhatikan setiap sudut kamar mencari keberadaan cowok itu dan saat ia berjalan beberapa langkah terlihat cwok itu sedang memasang sepatu duduk di sebuah ayunan bundar dengan posisi menyamping di balkon
ika berjalan sedikit mengendap² dan pelan sekali
" dorrr"teriak ika membuat rizki terlonjak kaget dan kepala nya jadi membentur bagian atas ayunan
"aauu sakitt" rizki berjongkok di lantai dengan tangan yang memegang kepala nya terlihat seperti sangat kesakitan
"ikii iki ngak apa-apa? coba ika lihat memar ya maafin ika ikii" ika ikutan berjongkok mata nya sudah berkaca-kaca takut ia benaran menyakiti iki dgn kekonyolan nya
"hiks hiks maaf in ika kii" yap ika menanggis sontak membuat rizki duduk di lantai memegang tangan yg tdi mengusap² kepala nya
"iki becanda ikaa,jgn nanggis" pujuk iki yg jadi merasa bersalah
"iki ngppa ika,ngak sakit" rizki melepas kan tangan nya lalu mengusap air mata ika
"maafin iki ya ika" rizki tertunduk bersalah keisengan nya membuat ika menanggis
"hiks hiks ikii jahat" bukan nye berhenti ika makin meraung perasaan bersalah nya berganti menjadi perasaan kesal
rizki panik kalau mami nya dengar ia akan di omeli abis2 an
__ADS_1
"ikaa udah ya maafin iki,entar iki beliin ice cream deh"
"2 sama coklat 2" ika mengacungkan kedua jari tangan nya membentuk huruf v tpi itu bisa di bilang 4 dn iki hanya mengangguk lemas saja
"segitu aja ya ka nnti kalau banyak2 gigi ika sakit lagi entar iki yg di omelin" iki mengingat kan pasal nya, sering x ika cuma bilang 2 ice cream dan 2 coklat tapi pas sampai di mini market,ika malah mengambil 4 coklat dan 2 ice cream lalundi mkn nya sendiri,kejadian itu sempat membuat ika harus makan bubur saja karna gusi nya membengkak
"iyaa iyaa iki bawel" senyum ika mengambang
"yukk berangkat nnti telat" ika yg menanggis2 seperti bayi tdi lenyap malah ia kembali semangat menarik tangan iki keluar dari kamar
mereka berdua sarapan nasi goreng,meskipun mama nya ada di rumah ika tetap saja akan numpang sarapan di rumah iki
selesai sarapan meraka berpamitan kepada orang tua iki terlebih dahulu baru mereka kembali ke rumah ika dan berpamitan kepada orang tua ika yg kebetulan jga akan berangkat kerja,berbeda dari mami Ratih mama laura tetap bekerja sebab ia adalh ank satu2 nya dari perusahaan ayah nya tanggung jawab nya,
sedangkan suami adalah seorang pilot maka nya sedari awal ia paham sekali dengan cita-citabsuami nya itu dan ia juga tidak masalah meski pun sedikit sibuk ia cukup tenang setidak nya ia memiliki Ratih yg akan merawat ika dengan baik
"ma,pa, mau berangkat jga" ika menghentikan langkah kaki orng tua nya
"iyaa,syng mama ada urusan di luar kota tapi nanti malam pulang kok" mama Laura mengusap2 sayang kepala anak nya
"papa juga ma?"
"papa ngak sayang, cuma mama aja" sambung pak aditia mengulurkan tangan nya dan di sambut oleh iki lalu bergantian ke mama laura
"yaudah kalian berangkat nya hati² yaa"
"iyaa ma,iyaa tan" ika dn iki menjawab serempak
aditia seorang pilot yg sangat jarang bisa berada di rumah,sedang kn Laura adalah CEO perusahaan ITE milik keluarga nya,perkerjaan rumit tpi tetap memiliki perhatian yg penuh untuk putri nya keluarga mereka jga sangat harmonis dan hangat seperti keluarga iki,ika tidak mempersalahkan jika orang tua nya jarang berada di rumah karna ia memiliki mami dan papi iki yg memperlakukan nya seperti anak sendiri tpi orang tua nya jga tidak pernah lupa tanggung jawab,mereka masih menyempatkn diri. hadir jika ada rapat orang tua atau pun pengambilan lapor dn semua hal yg berhubungan dgn anak nya di sela-selan sibuk mereka
__ADS_1
" ika mau ice cream nya sekarang apa nanti aja kalau udh pulang?"
"entaran aja ki ika masih kenyang"