
"ika ih kata nya dua ini 4 loh" rutuk rizki
"ngpp ki,ika kan udah periksa gigi dan gigi ika baik² aja
" em"iki melangkah meninggal kan ika yg masih ingin duduk di bangku depan mini market
"auh,,aa sakit" raung ika sontak membuat iki berputar arah kembali menghampiri ika
"kenapa ka,apa yg sakit coba iki lihat"
"sakit kii" ika memegangi pipi sebelah kiri nya
"kita pulang dulu ya nanti minta anterin mami ke dokter gigi" iki menarik pelan tangan ika
"sakit ki" sepanjang jalan ke rumah,ika banyak mengeluh dan menangis saja ngilu bercampur denyut sangat terasa menyiksa cewek kecil nan imut itu
"mami mami" teriak rizki menggema di seluruh ruang rumah berwarna putih itu
"ada apa sih baby boy,pulang pulang bukannya ucap salam malah teriak²" rutuk mami Ratih
"ika gigi nya sakit lagi mi"
"ya Allah ikaa" mami ratih sedikit berlari menghampiri gadis kecil calon menantu nya itu
"sini onty lihat" mami ratih memegang pipi chubby ika
"sakit onty" air mata ika kembali jatuh membasahi pipi nya
"yuk onty anter ke dokter gigi"ika mengangguk saja
mereka bertiga berjalan sedikit tergesa-gesa memasuki ruangan dokter gigi
" eh ratih,lama nggak ketemu "sapa ramah wanita dewasa dgn seragam dokter itu
" ia aish, ini loh ika gigi nya sakit lagi"
"kok bisa,sini sayang biar Tante periksa"
"ys ampun ika makan ice cream lagi yaah" sambung nya,ika mengganguk saja
"ini bakal meradang loh, untung cepet di bawa" dokter cantik bernama aisha itu menatap rizki
__ADS_1
"kok pacar nya nggak di jagain ki"
"maaf Tante,rizki yg salah" rizki menerima saja ia yg akan di salah nya mau bagai mana lagi entar kalau di bilang ika yg maksa makan 4 ice cream sekaligus yg ada cewek itu akan ngambek,
perkataan rizki sontak membuat ika bersemu merona arghhh pokok nya apa pun salah nya ika,rizki adalah orang yg akan berdiri tegap didepan nya melindungi cewek itu
"baby boy kan udh mami bilang ya ika itu nggak boleh makan ice cream kamu ih" ratih menjewer telingga anak tunggal nya itu
"ika yg minta onty,maaf" lirih ika tidak tega melihat rizki dijewer seperti itu
"iki yg beliin mi" rizki menimpali
"udah-udah ratih lepasin kasihan entar 2 bucin ini nanggis kita yg ripuh" kekkeh dokter aisha yang kebetulan salah satu temen ratih semasa sama dulu
"ya udah rizki,nanti kasih resep obat ini ke bagian obat ya" dokter aisha memberikan secarik kertas yg bertulisan resep obat untuk ika
...----------------...
"maafin ika ya ki,gara gara ika iki di jewer" ika tertunduk lesu
"ngpp ka,sekarang tidur ya udah malam,iki jga ngantuk" rizki menarik selimut ika sampai menutupi badan hingga leher cewek itu,seperti biasa saat ika sakit rizki akan menunggu cewek itu sampai tertidur baru lah ia akan kembali kerumah nya
"iki nggak marah kan sama ika" lirih nya dari dalam selimut
"iki"
"kenapa ka,masih sakit?"
"ngk kok,em ika boleh minta iki janji nggak? "
"janji? janji apa ka?" iki tampak kebingungan ia mendudukkan diri nya di kursi belajar ika
"emm janji seandainya suatu hari nanti ika hilang iki jgn pernah sayang sama orang kek ika ya jangan cari ganti ika ya iki,tunggu ika balik" entah apa yg ada di pikiran cewek imut itu tiba tiba saja ia mengungkapkan hal yg tidak masuk akal untuk rizki
"emang nya ika mau kemana?"
"nggak kemana-mana sih ki,cuma ika pengen aja iki janji" cewek itu Memanyunkan bibir nya
"hm kalau gitu ngapain ika tanya,kan udah jelas iki bakalan ikut kemana pun ika pergi"
"udh ika tidur besok kita sekolah loh,masak hari pertama belajar udh telat" rizki berusaha mengalihkan topik pembicaraan yg menurut nya sedikit tidak nyaman
__ADS_1
"janji dulu ki"
"buat apa ika"
"ya janji aja gitu,kalau udah janji,ika tidur deh, kalau nggak ika nggak mau tidur biar iki duduk di situ semalaman" cewek imut itu mendudukkan diri nya dan mengacungkan jari kelingking kearah iki
"janji?" sambung nya
"ya udah iki janji,tapi ika tidur ya" iki menautkan jari kelingking nya
"tadi janji nya apa iki?"
"janji nggak bakalan sayang sama orang lain selain ika"
"terus?"
"iyaa iki nggak bakalan kemana mana,iki bakal ikutin ika ke ujung dunia sekali pun kalau ika mau" kekkeh cowok itu
"bukan itu iki janji nya emm" ika berpura-pura merajuk
"iki juga punya janji,ika nggak boleh ninggalin iki titik. ajak iki kalau ada niatan pindah rumah ya ka" iki mencubit gemas pipi cewek itu
"ikii ih" ika melingkup di bawah selimut nya menyembunyikan wajah nya yg memerah seperti kepiting rebus
"iki balik ya ka, selamat malam ika cantik" iki berjalan keluar kamar,sambil mematikan lampu utamanya ruangan itu
"eh iki,ika nya udh tidur" tanya mama laura yg baru saja memasuki rumah saat iki akan membuka pintu utama tersebut
"ika Tante, maaf ya tadi iki beliin ika ice cream jadi gigi nya ika sakit lagi" ini menundukkan kepala nya
"ngpp boy pasti ika kan yg maksa minta ice cream" sambung aditia yg tiba-tiba berdiri di bakalan laura
"ehehe" iki hanya menggosok tengkuk nya saja,ya seperti biasa papi dan mami nya akan mengomel jika ika sakit tapi kebalikan nya papa dan mama ika malah membela nya argghh berasa anak tertukar ini
...----------------...
iki merebahkan tubuh nya di kasur empuk miliknya sambil memainkan ponsel membuka sosial media, lalu berpindah ke iPad menatap gemas poto cewek cantik di hadapan nya,iyaa itu poto ika seperti biasa sebelum tidur rizki akan mengedit edit poto cewek itu,
Seperti bucin pada umum nya story' nya selalu di isi oleh kebersamaan ia dan ika meski hanya poto kaki tangan atau pun bayangan saja ia tidak pernah apsen memperjelas bahwa ika milik nya,yg membuat followernya yg 10k keatas itu selalu berdecak kagum dengan akun yg hanya memfollow back beberapa akun saja itu,
Apa lagi dengan bio yg sudah jelas menambah kan nama akun ika di sana,cowok dgn PP bayangan itu jarang memposting wajah nya tapi selalu memposting punggung cewek dengan rambut di bawah bahu yang tak lain adalah ika
__ADS_1
......................