
Mobil berwarna merah muda menyusuri jalan yang lumayan jauh dari lokasi cafe yang tadi,dengan raut masam,cewek yang duduk di belakang kemudi,memperhatikan satu persatu nomor rumah,mencocokan nya dengan alamat yang tadi di berikan sepupu menyebalkan nya
Cewek itu naila,ia sedang mencari kediaman rizki,sesuai perintah yang di katakan key yang Menyuruh nya menyusul rizki dan harus mengerjakan paling tidak 2 soal,
kalau tidak cowok menyebalkan itu akan mengadukan ia ke mama nya,
Cukup lama naila memperhatikan satu persatu rumah di sana hingga mata nya tertuju pada sebuah rumah mini malis yang lantai bawah nya di buat sebuah bengkel
Arghhh benar ternyata,nomor nya cocok dengan nomor rumah yang di berikan key
Naila memberhentikan mobil nya di belakang sebuah mobil berwarna putih yang seperti sedang mengantri untuk di perbaiki
"Cowok kutub itu kerja di bengkel?" Naila menaut kan alisnya,
ketika ia membuka pintu mobil,seorang cowok dengan seragam montir menghampiri nya,
"Butuh apa mbak,service atau tambal ban?"
"Nggak bang, gue mau nyari cowok SMA yang kerja di sini,nama nya riski"
"oh sebentar,biar saja panggil kan"
"Bos,ada nyariin lu tu didepan"
" Udah berapa kali sih gua bilang bang,panggil rizki aja "kesal rizki keluar dari bawah sebuah mobil,sesampai nya di rumah tadi ia langsung menganti baju nya dan membantu bang ardi
" Gimana pun lu itu bos gua ki"
"Sarah lo deh bang"riski berjalan kearah depan mencari keberadaan mama,papa atau 2 teman nya yang sekarang berbeda sekolah dengan nya,karena jika yang datang itu eja ia akan menyelonong tampa permisi
__ADS_1
Mata rizki tertuju pada seorang cewek yang sedang duduk berjontai sambil memainkan ponsel nya, dengan langkah gontai ia menghampiri cewek itu
" Ngapain lo ke sini"suara rizki yang keras mengagetkan naila
"Nyariin lo lah,ajarin gua soal yang tadi" Naila menatap rizki yang berdiri di hadapan nya,ia tertegun saat melihat penampilan rizki Arghh cowok itu masih terlihat tampan meski wajah dan tangan nya kotor terkena oli
"Gua sibuk" Ketus riski
"Mending lo pulang"sambung nya sambil memutar tubuh beranjak dari sana
"Lo sekali aja nggak nyebelin bisa nggak sih" Naila menghentak hentakan kaki nya membuat pelanggan rizki menatap kearah nya
Ada pemikiran tidak masuk akal tiba-tiba melintas di benak naila ia akan memanfaat kan situasi ini untuk memaksa sekaligus mengerjai rizki
"Lo jahat banget sih,gue kan udah minta maaf,gue capek tau jauh-jauh ke sini"sambung nya sambil membuat suara nya terdengar seperti tersakiti
Arghhh trik naila mungkin akan membuat cowok lain berbalik arah tapi tidak dengan rizki ia dengan santai nya kembali melanjaut kan pekerjaan nya
"please,bantuin gue kali ini aja" Naila menyatukan kedua telapak tangan nya namun rizki sama sekali tidak menoleh kearah nya
"Lo budek ya,auuh" Naila merintih kesakitan saat tangan nya tidak sengaja tergores karter yang baru saja di letakkan rizki,perlahan terdengar isak tangis cewek itu membuat rizki keluar dari bawah mobil,cewek itu memegangi tangan nya yg mengeluarkan darah dengan air mata yang Membasahi pipi nya
"Sini ikut gua" Rizki berjalan melewati naila yang masih berjongkok dan memegangi tangan nya
"Lo ada telinga nggak" Sergah rizki
Sambil menghapus air mata nya naila berjalan mengikuti rizki,rizki mengambilkan sebuah kursi lalu menyuruh naila duduk sina,
sementara ia masuk untuk mengambil kotak obat
__ADS_1
"Sini in tangan lo" Entah kapan cowok itu sampai tiba-tiba saja ia berdiri di hadapan naila,membuat cewek itu menatap nya conggo'
"Lemot" Rizki mengambil tangan naila yang terluka,lalu memberi luka itu Betadine dan meletakkan plaster
Selesai mengobati luka naila,rizki kembali berjalan kearah mobil yang tadi ia perbaiki,namun langkah nya terhenti karena naila memegang tangan nya
"Please,kali ini aja bantuin gue ngerjain soal nya,ini penting bgt" Naila kembali menyatukan tangan nya
"Lo nggak lihat gua banyak kerjaan" rizki melepaskan tangan cewek itu
"Gue tungguin sampai lo selesai deh" Naila tersenyum memamerkan deretan gigi rapi nya
"Hmm" Hanya itu saja yang keluar dari mulut rizki
Padahal tadi saat melihat cowok itu mengobati luka nya,ia sempat berfikir cowok itu peduli pada nya,sebab tatapan mata nya menunjukkan sorot khawatir,ternyata hanya kebetulan saja,
cukup lama ia menunggu rizki selesai dengan pekerjaan nya,sampai jam makan siang nya terlewat,naila mengidap sakit maag jadi ia paling tidak bisa terlambat makan,untung saja rizki selesai tidak lama saat cacing-cacing di penuh nya mendemo minta di kasih makan,
Kurang lebih 30menit rizki menerangkan rumus-rumus dari soal yang di berikan pak key,karena naila tidak kunjung paham ia terpaksa mengisikan saja,sebab ada banyak pekerjaan nya diluar, rizki adalah tipe orang yang tidak suka membuat orang lain menunggu jadi ia merasa tidak nyaman sedari tadi,fikiran nya pun menjadi tidak fokus
Selesai membantu naila dengan soal-soal nya rizki melanjut kan pekerjaan nya dan cewek itu pulang Tampa berpamitan
......................
"bang nasi goreng nya 1 minum nya es teh manis" teriak cewek yang baru saja mendudukkan diri nya di sebuah kursi di warung nasi goreng pinggir jalan
sebenar nya naila bukan lah tipe cewek yg pilih-pilih makanan hanya saja mama nya selalu mengatakan ia harus menjadi cewek yg elegan dan terhormat,ia juga di larang untuk bergaul dengan orang yang tidak sepantaran dengan keluarga nya,bahkan makan saja harus ada aturan nya,itu lh kenapa naila lebih betah di luar,seperti saat ini contoh nya
ia bebas memakan apa pun yang ingin dia makan dan bicara pada siapa pun yang ingin dia ajak bicara,jika semua orang menatap nya sebagai anak manja,mereka tidak akan percaya bahwa yang saat ini yang sedang duduk di rumah makan pinggir jalan adalah naila,cewek yang selalu terlihat sempurna
__ADS_1
tidak menunggu lama,nasi goreng pesanan naila di Antar kan,ia menyantap nya dengan lahap
arghhh ini adalah hal yang paling ia suka dari rumah makan pinggir jalan,harga nya murah tapi masakan nya setara restoran ternama,selain itu porsi nya juga banyak sangat pas untuk diri nya yang sedang kelaparan hehehe