
Kulihat jam tangan ku dan waktu menjukan pukul 8pm, seharusnya aku senang jam kerja sudah berakhir tapi ketika aku teringat isi memo di meja rumah ku rasanya aku tak ingin kembali kerumah.
Aku tak suka sendirian, aku benci dengan rasa sepi andai saja zayn bersama ku maka aku tidak akan kepian atupun merasa takut dengan kesunyian.
"Ah lebih baik aku telpon zayn saja, tapi tunggu pasti zayn sedang sibuk bersama teman-temannya, kak zahra bilang ada kemah di kampus pasti zayn sedang kemah juga."
"Zee" reno menepuk pundak ku membuatku terperanjat.
"eh reno ngagetin aja" ucap ku dengan kesal
"sorry, lagian kamu ngapain ngomong sendiri disini? kamu kenapa belum pulang zee? ini udah malam gak baik anak gadis masih di luar malam-malam nanti di culik om om loh.!" ocehan reno dengan bawel seperti seorang ibu yang memarahi putrinya.
"Ihh tante reno bawel deh" jawab ku dengan nada meledek
mata reno yang sedikit sipit mendadak belo karena terbelalak mendengar kataku tadi, aku tertawa melihat ekspresi reno seperti itu.
"heh sembarang aja kamu manggil saya tante sudah jelas saya ganteng dan maco masa di panggil tante." protes reno tidak terima.
"abisnya bawel banget sih." kataku kepada reno dengan kesal
"saya itu gak bawel tapi cares sama kamu" spontan aku menatap mata reno dengan tajam bertanya apa maksud dari kata-kata itu.
"Eh dengerin dulu jangan salah paham, aku cares ya karena kita kan temenan" jelas reno kepada ku
"Owww gitu, makasih ren udah cares sama aku dan mau jadi temen aku" aku melihat reno menghembukan nafas lega seakan dia baru bisa bernafas ntah apa alasannya aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu .
"Iya sama-sama zee, emmh zee aku anter pulang ya ini kan udah malem gak abik kalo..." ucap reno terputus saat mendengar suara kelakson mobil.
Tin...Tin...(bunyi kelakson mobil)
belum sempat aku menjawab ajakan reno tiba tiba suara kelakson mobil mengagetkan kami, aku menoleh kearah suara.
"siapa sih ganggu aja" cetus reno dengan wajah tak suka.
seorang pria tampan memakai hodie merah membuatnya terlihat kece di tambah dengan postur tubuh yang tinggi dan ideal, dia keluar dari dalam mobil sambil tersenyum manis dan melambaikan tangan ke arah ku.
senyumku merekah dengan mata yang berbinar, aku sungguh tak percaya zayn akan datang padahal aku pikir dia sedang sibuk ikut kemah di kampusnya, tanpa membuang waktu lama aku segera berlari kecil menghampiri zayn dan memeluknya dengan erat dan sedikit possessive, zayn membalas pelukan ku diapun tersenyum melihatku
__ADS_1
"Zaynnnn... kau benar benar datang" ucapku yang masih di meluk zayn dengan erat.
"Apa kau sedang menunggu ku sayank?" aku melepaskan pelukan ku dan menatap mata zayn dengan lekat, aku menganggukan kepalaku menjawab pertanyaan zayn
"yaa aku menunggu mu sejak tadi, aku berharap kau datang dan ternyata kau sungguh datang" ucap ku dengan gembira
"hey kenapa kamu tidak menelpon ku dan menyuruhku datang" tanya zayn kepada ku
"aku pikir kau sedang ikut kemah jadi aku tidak ingin mengganggu acara mu" ucapku dengan lirih namun masih bisa di dengar
kedua tangan zayn memegang wajahku, ku tatap matanya yang sedang menatapku dengan lekat.
"Ehemmmm" suara reno memcahkan kesunyian, yatuhan bagaimana aku bisa melupakan reno yang berdiri di belakang ku dari tadi, wajahku sedikit memerah aku malu karena reno mendengar pembicaraan ku dengan zayn.
"eh reno emm zayn..." aku sedikit kikuk karena malu pasti reno mendengar percakapan ku dengan zayn.
"Hay gue Zayn pacarnya Zevana" ucap zayn dan zayn mengulurkan tangannya lebih dulu kepada reno.
"Saya reno teman kerjanya zevana" ucap reno dengan wajah datar dan menerima uluran tangan zayn, zayn mengerutkan keningnya melihat ekspresi wajah reno seperti orang yang tidak suka melihatnya
reno hanya menganggukan kepalanya.
***
lyra sedang gelisah menanti kedatangan zayn yang tak kunjung datang padahal zayn sudah mengatakan padanya bahwa dia tidak akan ikut acara kemah.
zayn kamu benaran gak dateng, padahal aku udah nungguin kamu dari tadi, aku telpon kamu tapi kamu juga gak angkat panggilan dari aku apa kamu lagi sama cewek ****** itu yang udah berani ngerebut kamu dari ku. ucap lyra dengan lyrih namun ada nada amarah di ucapannya.
"aku gak bisa biarin ini semua aku gak mau kehilangan kamu zayn" ucap lyra sambil mencari nomer seseorang di kontak hp nya
"Hallo gue punya kerjaan untuk lo, cari tau tentang seseorang namanya zayn info lengkapnya akan gue kirim nanti, gue pengen lu cari tau siapa cewek yang deket dengan dia, gak perlu.! untuk saat ini lo cukup cari tau aja siapa cewek yang deket dengan zayn." ucap lyra dengan orang di sebrang sana.
"gak ada yang bisa milikin kamu zayn kecuali aku hanya aku.!"
***
mataku terbelalak melihat mobil zayn berhenti di sebuah rumah mewah oh tidak itu bukan rumah tapi istana ya itu lebih cocok di panggil istana karena sangat, besar, luas dan mewah.
__ADS_1
"Zayn ini rumah siapa?" tanya ku dengan sedikit kebingungan kenapa zayn membawaku ke istana ini.
"Rumah aku" jawab zayn dengan santai
"Rumah kamu?aku terkejut mengetahui hal ini aku tak menyangka zayn adalah anak kolong merat, aku tak menyangka bisa berpacaran dengan pria tajir seperti zayn, dalam hati aku mengucapkan syukur karena beruntung memiliki zayn.
"Yes honey" jawab zayn dengan tersenyum.
ah kenapa sangat kaget jika rumah zayn sebesar istana harusnya aku sudah menduga ini, zayn saja selalu membawa motor & mobil mewah dan pakaian yang dia kenakan kebayakan merek guci.
"ayok masuk" ucap zayn menarik tangan ku untuk masuk.
"tapi kenapa kita ke rumah kamu zayn?" tanya ku kepada zayn
"katanya tadi kamu takut sendirian di rumah ya makanya aku ajak kesini biar kamu gak sendirian, tenang kamu aman disini aku gak akan macem macem kok" jawab zayn
Oh ya ampun aku lupa jika aku cerita pada zayn saat di perjalanan, bahwa aku sendirian di rumah makanya zayn membawaku kesini, maaf zayn untuk beberapa detik aku berfikir buruk tentang mu (suara hati)
"zayn" ucapku dengan lirih
"Yes baby" jawab zayn dengan tersenyum kepada ku
"I'm hungry" ucap ku dengan wajah melas dan satu tangan memegang perut.
"HAHAHA, kamu lapar yasudah kamu tunggu sini, aku panggil bibi untuk nyiapin dinner yang special untuk kita." ucap zayn terlawa lepas sambil mencubit pipiku.
"Awww sakit" teriak ku
"maaf abisnya kamu gemesin sih, yaudah aku ke bibi sekarang ya kamu duduk yang manis disini." ucap zayn kepada ku
"Ok siap boss" ucap ku dengan tangan yang memberi hormat.
5 menit kemudia zayn kembali ke ruang tamu
"Sabar ya baby bibi masih nyiapin dinner mungkin 30 menit lagi masakannya siap" kata zayn kepada ku
"Iya gapapa aku masih bisa nahan rasa lapernya kok hehehe" ucap ku dengan tersenyum manis kepadanya
__ADS_1