
Zayn mengantarkan zevana dan zahra kembali ke rumah sedangkan reno kembali ke restoran untuk melanjutkan pekerjaannya yang sudah dia tinggalkan beberapa jam karena mengantar zevana kerumah sakit.
Setelah sampai mengantar zevana dan zahra zayn langsung berpamitan dia tidak masuk terlebih dahulu karena ingin membiarkan zevana beristirahat saja tapi sebenarnya zayn juga ingin menyelidiki tentang kecelakaan zevana, dia ingin mencari orang yang berani menabrak kekasihnya itu.
"Aku langsung balik ya" kata zayn kepada zevana dengan kedua tangannya yang menangkup wajah pujaan hatinya itu
"Loh kamu gak mau mampir dulu?" tanya zevana kepada zayn dan di jawab dengan gelengan kepala oleh zayn.
"Yaudah aku pergi dulu, kamu istirahat ya" ucap zayn sambil melambaikan tangan kepada zevana dan dibalas lambayan tangan kembali oleh zevana.
"Hati-hati di jalan" ucap zevana dengan senyuman namun senyum itu memudar dan berubah menjadi wajah sendu ketika mobil zayn sudah hilang tak terlihat, rasanya seperti ada yang hilang jika zayn tak bersamanya, zevana seakan merindukan zayn meski baru hitungan detik zayn tak bersamanya.
_ _ _ _ _ _ _ _
Zayn tidak kembali kerumah ataupun ke kampus tapi zayn pergi untuk bertemu dodit orang yang di tugaskan zayn untuk menyelidiki kecelakaan zevana dan mereka akan mengecek cctv bersama untuk melihat apakah itu murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan.
"gimana dit apa itu hanya kecelakaan biasa atau ada kejanggalan?" tanya zayn
"Ini bukan kejanggalan lagi tapi ini emang di sengaja" jawab dodit bicara dengan sangat serius kepada zayn.
"Apah sengaja!!" ucap zayn dengan nada tinggi dia mengepalkan tangannya dan rahangnya pun ikut mengeras
"Bro lo lihat ini ada perempuan di dekat danau sedang bersama orang yang nabrak zevana, terlihat jelas jika mereka memang sedang menunggu zevana keluar dari restoran, tuh lo liat itu saat zevana keluar mereka langsung abil posisi tapi sialannya wajah perempuan itu gak terlihat karena tertutup oleh topi berwarna pink." Jelas dodit sambil menunjukkan rekaman cctv tv kepada zayn.
"Kenapa perempuan itu mau nyelakain zevana, apa permasalahan nya? atau zevana punya musuh" ucap zayn yang mencoba menebak apa alasan perempuan itu menyakiti zevana
"Iya bisa jadi cewek itu adalah musuh zevana yang dendam kepadanya" ucap dodit
__ADS_1
"Dit lu bisa bantu gue?" tanya zayn kepada dodit dengan wajah serius
"Of course bro selama gue bisa bantu pasti gue bantu lo" jawab dodit
"Tolong suruh anak buah lo yang jago bela diri untuk mantau zevana dari kejauhan sampai kita tau siapa dalang dari semua ini karena gue gak mau terjadi sesuatu kepada zevana" perintah zayn kepada dodit
"Tenang aja gue bakal suruh anak buah gue untuk jaga pacar lo, namanya jack dan liam, mereka jago banget bela diri dan pernah menangin lomba karate tingkat internasional di singapore" jelas dodit kepada zayn
"Bagus kalo gitu, ohh ya gue mau mereka mantau dari kejauhan aja dan jangan sampe zevana tau kalau dia di jaga oleh pengawal karena gue takut itu akan buat dia gak nyaman" jelas zayn kepada dodit
dan di jawab anggukan oleh dodit tanda mengerti.
🍀🍀🍀🍀
Setelah urusan bisnis suaminya selesai nayna dan bram kembali ke rumah namun setelah mereka sampai di rumah mereka di kejutkan oleh kabar zevana yang mengalami tabrak lari.
"Aku udah li..." ucapan zevana menggantung, belum sempat zevana menyelesaikan perkataannya namun nayna sudah menyelah perkataan zevana
"Kamu itu emang ceroboh banget ya kalau udah kaya gini kan cuma buang-buang uang aja dan pasti harga rumah sakitnya mahal, coba aja kalau ini gak terjadi uangnya kan lumayan untuk menuhin kebutuhan zahra kuliah.!" ujar nayna dengan emosi, zevana hanya terdiam menangis menahan sesak mendengar perkataan kedua orang tuanya yang tak mau mendengar penjelasan darinya
Zahra hanya diam mendengar kedua orang tuanya yang terus menerus menyalahkan zevana, walaupun dia tau jika zayn yang membayar biaya rumah sakit tapi zahra seakan tak perduli dengan yang terjadi, seakan telinganya tak mendengar suara tangis adiknya dan seakan hatinya membeku tak bisa merasa iba melihat adiknya disalahkan padahal dia seorang korban kecelakaan, dan zahra masih saja sibuk menatap layar ponselnya sambil menggigit sebuah apel tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Punya anak cuma nyusahin aja!" ucap bram dan berlalu meninggalkan ruang tamu, zevana yang mendengar itu semakin deras air matanya menetes hatinya terasa teriris, dia menangis hingga sesegukan.
nayna bertambah emosi ketika melihat zevana semakin menangis
"Udah jangan nangis gak ada gunanya, dasar anak cengeng!" ucap nayna dan berjalan meninggalkan ruang tamu.
__ADS_1
Zevana berlari kedalam kamarnya, dia menangis sejadi-jadinya, dia terduduk dibawah lantai bersender di pinggir kasur dengan menekuk lututnya dan mengepalkan kedua tangannya
"hiks...hiks...hisk...kenapa mama dan papah gak pernah mau dengerin aku, bahkan mereka gak perduli dengan kondisi ku sekarang yang mereka pikirkan hanya kak zahra, aku benci mereka hiks..." ucap zevana yang masih menangis sesegukan.
"Zayn aku butuh kamu, aku ingin bersama kamu saja" ucap zevana dengan sedikit berbisik, dia mencari hpnya dan menekan nomor zayn, namun panggilan zayn selalu sibuk itu membuat zevana semakin menangis dia merasa sendirian seperti hari-hari sebelumnya.
"Kamu dimana zayn " ucap zevana dalam hati sambil menatap foto zayn dilayar telponnya
Apakah luka di kepalaku tak terlihat?, Apa mereka tidak bisa melihat aku yang sedang mehan rasa sakit?, kenapa mereka memarahi ku seakan aku yang bersalah, kenapa mereka tak bertanya "Apa yang sakit?", Atau sekedar bertanya "Bagaimana keadaanmu?" mamah dan papah tidak sama sekali perduli dengan kondisi ku bahkan mereka lebih mementingkan kak zahra dan yang lebih menyakitkan mereka mempermasalahkan uang yang dipakai untuk ku berobat.
"punya anak cuma nyusahin aja", "dasar anak cengeng" aku mendengar kalimat yang di ucapkan papah dan mamah suara mereka seakan menggema di telinga dan memenuhi isi kepalaku aku mengepal erat-erat tanganku menahan rasa amarah yang terus bergejolak di tubuhku,darahku seperti mendidih rasanya aku ingin menjerit, berlari sejauh mungkin atau membenturkan kepalaku ke ketembok melampiaskan setiap rasa sakit yang bertumpuk di dadaku dan pikiran ku tapi itu bukan aku jika melakukan hal seperti itu, aku hanya bisa menangis dan tak tau harus mengadu kesiapa aku hanya sendiri di ruang kamar yang selalu mendengar suara tangis yang mengiris hati.
Tak Didengar
Bagaimana bisa mengerti?
Jika tak pernah beratanya!
Bagaimana bisa tahu?
Jika tak mau mendengar jawaban!
Sesuatu yang mudah terkadang menjadi Rumit jika tidak ada yang mau mendengarkan, Tak mau mengerti dan tak ingin perduli lalu...
Kenapa ingin didengarkan tapi tidak pernah mau mendengarkan orang lain?
Please Tinggalkan JEJAK untuk kalian yang membaca novel ini jangan pelit LIKE ya karena LIKE itu GRATIS!!!😁
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA 😇